Black Ice Dragon Legend

Black Ice Dragon Legend
bab 30 dinding akar


__ADS_3

Mata-mata prajurit itu terlihat hitam, tidak ada putih sama sekali, membuatnya tampak seperti seorang tanpa jiwa. Bahkan ketika bertarung, para prajurit itu menyerang dengan sangat agresif, dan tidak peduli entah mengenainya atau tidak.


Mereka semua menggunakan pedang untuk membela diri. Meski terlihat sempoyongan, mereka memiliki tenaga yang sangat kuat, bahkan melebihi orang normal.


“guru! Jika kita tidak bisa membendung mereka semua dan membunuhnya! Apa yang harus kita lakukan? Ini terlalu banyak dan sangat kuat!” seru salah satu siswa dari akademi kepada guru laki-laki yang tidak jauh darinya sedang bertarung.


Jumlah para prajurit ratusan, sedangkan para siswa puluhan, sehingga dari segi jumlah dan kekuatan lebih lemah, Meski di bantu para guru.


Mereka adalah para siswa yang elit dari akademi setara dengan kelas tiga di akademi gunung salju. Jika saja kekuatan para prajurit itu tidak sekuat itu, maka mereka tidak perlu khawatir. Selain itu, para guru yang datang tidak terlalu kuat. Dan, para siswa yang lainya menyusul datang.


“kita tidak perlu melawan semuanya! Kita hanya perlu menahannya untuk bergerak maju. Kau lihat semua penduduk sudah mengungsi, kita hanya perlu menunggu dan bertahan,” jawab guru sambil mengeluarkan elemen api untuk terus menyerang.


Siswa itu mengangguk dan mengerti. Dia lalu melancarkan berbagai serangan untuk menahan.


Mendengar ucapan guru itu, para siswa yang lainnya ikut untuk menghemat tenaga mereka dan mepokuskannya untuk menahan para prajurit itu.


Berbagai suara terdengar ketika serangan demi serangan di lontarkan para siswa dan guru.


Mereka mendapatkan informasi dari burung merpati, bahwasannya ibu kota dalam keadaan kacau. Awalnya para guru tidak percaya dengan surat itu.


Tapi ketika kepala sekolah melihatnya, dia langsung memerintahkan semua guru untuk pergi ke ibu kota.


Para guru bingung mendengar itu, tapi mereka tidak lanjut bertanya, wajah kepala sekolah yang terlihat khawatir cukup untuk memberi mereka jawaban, bahwa itu benar dan situasi sudah kacau.


Selain itu, dia juga memerintahkan beberapa siswa untuk mengabarkan ini ke pihak militer.


Setelah beberapa serangan demi serangan terlontarkan, para prajurit itu tetap maju dan masih kuat, hanya saja jumlah mereka sangat berkurang.


Para siswa hanya bisa membunuh dan menahan, sementara para guru ada yang mengurung mereka.


Jeritan-jeritan demi jeritan terdengar di area kota. Darah segar mengalir deras, membanjiri kota.


Karena jumlahnya banyak, membuat para siswa dan guru sesekali merelakan para penduduk harus terbunuh karena tidak bisa menahan diri.

__ADS_1


Yang membuat mereka aneh, adalah mengapa jumlahnya sangat banyak dan seolah di arahkan untuk menyerang mereka semuanya.


“Terima kasih semuanya karena telah datang! Ini adalah sesuatu yang sangat terhormat bagi kami yang tidak pernah menerima penghormatan seperti ini.” Seseorang terbang dan melayang di atas para prajurit.


Ketika orang itu muncul, semua prajurit terdiam dan tidak bergerak sedikit pun seolah di perintahkan memang seperti itu.


“kau siapa!?” seru salah seorang guru wanita sambil memperlihatkan ekspresi tidak senangnya. Dia mengepalkan tangannya erat-erat.


“kau tidak perlu tahu siapa aku, yang perlu kau tahu, bawahnya kami lah yang telah membunuh ratu kalian!” Ujar pria itu dengan bangga. “ Aku perintahkan untuk tidak melawan lagi, ratu kalian sudah mati! Untuk apa kalian bertarung demi orang yang sudah mati. Bergabung dengan kami, kami akan memperlakukan kalian dengan baik.”


Mendengar ucapan pria itu, semua siswa mulai berbisik-bisik.


“Kalian Jangan dengarkan dia! Dia adalah penjahat, aku yakin yang mulia ratu masih hidup. Dia tidak mungkin mudah terkalahkan begitu saja. Jangan mudah terpengaruh olehnya!” Seru wanita itu dengan suara keras. Dia tidak ingin membuat kekhawatiran di antara siswanya. Jika itu sampai terjadi, bagaimana bisa mereka akan bertarung lagi?


Seorang terkuat sudah mati, tentu saja itu membuat mental orang-orang jatuh.


“Benar! Apa yang di katakannya. Anak-anak! Kita tidak boleh percaya begitu saja. Ayo kita kalahkan mereka, kita harus yakin, yang baik pasti akan menang dan yang jahat akan kalah!” imbuh guru laki-laki memupuk semangat di antara siswa.


“Benar apa yang di katakan guru! Kita tidak boleh mudah percaya!”


“benar!”


“Iya! Benar! Kita harus berjuang sampai akhir! Yang mulia pasti datang!”


Para siswa tidak mendengarkan ucapan orang itu.


“Dasar orang bodoh.” Pria itu tidak senang ketika menyadari Ucapannya tidak di dengarkan.


 “baiklah, jika kalian ingin bertarung, maka bersiap-siaplah untuk mati! Prajurit! Bunuh mereka hingga tidak tersisa! Aku tidak mau ada satu pun di antara mereka yang hidup!”


Para prajurit mulai berjalan maju dan menyerang para guru dan siswa.


Melihat mereka mulai menyerang lagi, para siswa bersiap dan guru mulai mempersiapkan kekuatan mereka lagi.

__ADS_1


Sebelum melakukan serangan, tiba-tiba dari dalam tanah muncul akar-akar yang sangat banyak, membentuk dinding yang menghalangi para prajurit itu bergerak. Dinding itu sangat panjang dan kuat sehingga sulit untuk di patahkan.


Melihat ini, Pria itu mengerutkan kening dan terkejut. Dia mengenal ini, ini tidak lain adalah kekuatan dira, orang terkuat di kerajaan. Jika dia berada di sini, maka dia belum mati. Bagaimana bisa?


Pria itu menjadi takut, tapi dia tidak mencoba lari, dia ingin lihat, apakah dia benar-benar Dira atau bukan.


Selain Pria itu, para siswa dan guru juga terkejut, tapi mereka terkejut dan lega melihatnya. Dengan seperti itu, apa yang di katakan guru perempuan itu benar, jangan mudah percaya dan ratu masih ada.


Para siswa pun mulai berbisik-bisik membicarakannya. Ada yang gembira, ada yang kagum melihatnya.


Yang paling senang di antara mereka tentu saja adalah guru perempuan itu, dengan seperti itu, semangat para siswa akan meningkat pesat.


“kalian terlalu percaya diri. Hanya mengandalkan kekuatan yang tidak seberapa itu kalian bisa membunuhku? Kalian terlalu ceroboh! Jika kalian memang ingin sekali membunuhku, maka kerahkan semua yang kalian punya hari ini!”


Dira muncul di udara dengan ekspresi senang di wajahnya.


Melihat kemunculannya, Pria itu menjadi tidak senang. Dia memandang penuh dendam kepada dira. Sebaliknya, para siswa dan guru menjadi senang.


“jika kami bisa menangkapmu satu kali! Untuk kedua kalinya itu mudah bagi kami!”


Pria itu kemudian memandang para prajurit di bawahnya.


“serang semuanya! Jangan ada satu pun selamat hari ini! Tunjukkan kekuatan kalian!”


Para prajurit mengangguk dan menyerang dinding akar lebih agresif.


Dira tidak langsung menyerang, dia memandang semua prajurit di bawahnya. Baginya aneh jika 1000 prajurit bersatu melawannya. Seingatnya dia tidak pernah mengambil keputusan yang merugikan pihak prajurit.


Dan benar saja, para prajurit itu terlihat aneh dan lebih memusatkan serangannya kepada para siswa dan guru.


Dira tidak perlu menyerang para prajurit, dia hanya perlu menyerang yang bisa melakukan hal aneh kepada prajurit. Itu tidak lain adalah pria di depannya.


Meski dia tahu pria itu mungkin saja bukan dalang di balik semua ini, tapi setidaknya dia mendapatkan informasi mengenai hal yang terjadi kepada para prajurit.

__ADS_1


__ADS_2