Black Ice Dragon Legend

Black Ice Dragon Legend
bab 35 pertempuran di ibukota part 3


__ADS_3

Setelah beberapa tebasan-tebasan yang di lakukan simo, akhirnya bola air itu hancur. Kedua orang yang ada di dalam berada dalam kecewaan. Tapi, mereka tidak langsung menyerang simo, mereka mengamati anak muda di depannya. Anak di depannya sangat kuat dan memiliki kekuatan aneh. Sangat baik jika mengamatinya lalu menyusun rencana untuk melawannya.


Jika bukan aura aneh yang di keluarkannya, mereka pasti akan merekrutnya menjadi anggota mereka. Setelah beberapa saat mengamati, mereka berdua saling pandang dan mengangguk, lalu melesat menjauh dari kerumunan orang. Mereka yakin jika dekat dengan orang-orang akademi, akan di khawatirkan ada bantuan yang datang. Selain itu, dira mungkin saja akan membantunya.


Mereka bergerak 100 meter mendekati tempat Naria dan Safia bertarung. Dari jarak Naria dan Safia, mereka dapat melihat dengan jelas simo berdiri di langit dengan aura aneh.


Kedua mata Naria bergetar, bibirnya tidak tahu harus berucap seperti apa.


“Aku sudah melakukan kesalahan!” Naria baru mengetahui kesalahannya memberitahu hal itu. Dia hanya asal saja mengatakan, karena dia yakin simo tidak akan bisa melakukannya, tapi kenyataannya dia bisa melakukannya.


“aku harus menghentikannya!”


“Tidak kakak! Aku tidak membiarkannya!”


Melihat Naria ingin menghentikan simo, Safia menghadangnya.


“Biarkan aku pergi! Dia dalam bahaya, dia harus di sadarkan! Jika kau ingin ayahmu selamat, biarkan aku pergi!”


Di tangan Naria muncul pedang air. Dia kali ini sangat khawatir dengan simo. Siapapun yang menghalanginya, harus di basmi, meski itu Safia.


“Kakak, aku tahu kakak mengkhawatirkannya, tapi aku anaknya, aku lebih tahu tentang ayahku sendiri. Aku yakin dia bisa melakukan apa yang di inginkannya.”


“Kau tidak mengerti! Tapi aku baru ingat, kau itu berasal dari mana? Aku lupa menanyakannya.”


Safia tersenyum. “jika aku anak kandungnya, apa yang akan kakak lakukan?”


“Kau ingin membodohiku ya? Aku masih ingat, kau mengatakan kau bukan anak kandung simo. Tapi, Lupakan saja, aku harus menolongnya!” Naria melesat tetapi Safia menghadangnya lagi. Meski gadis itu kelihatan muda, dia bisa menyusul Naria.


“apa masalahmu! Baiklah, jika kau menghalangiku, aku harus mengalahkanmu dulu!”


“Kakak! Jika pertarungan tidak bisa di hindari, maka mari kita bertarung! Jika kakak yang menang, maka aku akan membiarkan kakak pergi, tapi jika tidak, aku tidak akan membiarkan kakak pergi!”


Butiran-butiran es terbentuk di udara yang mengelilingi Safia. Butiran-butiran itu sangat tajam dan mengeluarkan aura yang mencekam dan dingin. Siapapun yang ada di sekitarnya akan merasa berada di kutub utara yang sangat dingin.


“oh, aku baru ingat, kau pasti Azka yang merebut sebagian elemenku! Kali ini, aku harus merebutnya kembali. Bersiaplah!”


“Azka?? Maaf kak, aku bukan Azka, bahkan aku tidak mengenalnya. Tapi apa pun yang kakak maksud aku tidak peduli. Yang terpenting, kakak harus di tundukkan!” Safia melambaikan tangannya ke depan dengan lembut kemudian butiran-butiran es melesat menyerang Naria.

__ADS_1


“kau memang benar-benar Azka. Mari, perlihatkan kekuatanmu!”


Naria berlari dengan pedang air di tangannya.


100 meter dari mereka, simo sudah melakukan beberapa serangan melawan dua orang dari kelompok pemberontak. Mereka berdua cukup terkejut dengan serangan-serangan simo, bagaimana tidak, kekuatannya sungguh luar biasa. Bahkan mampu melukai mereka.


Mereka berdua tidak pernah menyangka, anak muda di depannya memiliki kekuatan seperti itu. Namun, mereka yakin kekuatan ini pasti bukan miliknya dan memiliki jeda waktu. Oleh karena itu, mereka sekarang menjaga jarak guna mencari informasi dan menghambat pertarungan.


“Anak muda! Kau siapa sebenarnya! Mengapa kau bisa memiliki kekuatan seperti ini!? Jika aku boleh tebak! Kau pasti bukan dari kerajaan ini! Karena aku yakin tidak ada pemuda sepertimu yang memiliki kekuatan aneh dan kuat seperti ini! Siapa kau sebenarnya!? Dan mengapa kau mencampuri urusan kami!”


“jika kami memiliki masalah denganmu! Kami bisa di ajak berunding! Kami yakin, kau pasti memiliki atasan bukan!?” seru salah satunya dengan suara keras karena jarak mereka dengan simo cukup jauh. Tentu saja ini mereka lakukan jika simo menyerangnya mendadak dan suara terdengar. Dan mereka kesulitan melawan kecepatan simo yang sangat cepat.


Simo tidak bergeming, dia bahkan tidak memperlihatkan ekspresi tertarik sedikit pun di wajahnya, tapi siapa yang menyangka dia akan menjawabnya.


“Kesalahan kalian adalah melakukan kekacauan! Jika kalian bisa di ajak berunding, maka pergilah dari sini! Jika tidak! Aku tidak akan segan-segan membunuh kalian!” Simo menunjuk kedua orang itu dengan pedangnya. Kali ini ekspresi haus darah sangat terlihat di wajahnya, dia seperti menjadi orang lain.


Mendengar itu, mereka tertegun. Mereka pikir simo adalah orang yang memiliki masalah lain kepada mereka, tapi ternyata tidak, dia memang berniat membantu kerajaan radia.


“Enyah kalian dari sini!” Simo bergerak mendekati mereka. Pedang di tangan kanannya mengeluarkan aura hitam peka dan sangat kelam. Saat terus bergerak, tiba-tiba kaisar pedang berbicara.


“seberapa lama, kau bisa mengendalikan kekuatan ini?”


“hah.... Baiklah, guru hanya bisa berdoa dan melakukan apa saja demi menyelamatkanmu. Para siren yang ada di sini tidak berguna semuanya. Aku kesal dengan mereka.”


“semoga berhasil, muridku.”


Simo mengangguk. Ketika berada 1 meter dari mereka, dia langsung menebaskan pedangnya dengan keras. Tebasan api hitam melesat seperti garis hitam panjang. Semakin lebar dan sangat panas menuju arah mereka berdua.


Dengan ekspresi serius, mereka langsung melentangkan kedua tangannya ke depan, kemudian, perisai air bulat sekali lagi terbentuk. Kali ini lebih kuat dari sebelumnya dan tebal.


“hehe! Teknik kalian terlalu membosankan! Terima ini!” simo muncul di belakang bola dan mengeluarkan tebasan yang sama. Tidak hanya itu saja, dia juga muncul di sisi lainnya, dan melakukan gerakan yang sama.


Bommm...!!!bommmm....!!!bomm!!!


Ledakan demi ledakan menimpa perisai itu. Simo tidak henti-hentinya terus menyerang.


Dua orang di dalam terus berusaha bertahan.

__ADS_1


“florian! Kita serang saja dia! Jika kita terus bertahan seperti ini kita akan mati!” seru getol sembari bertahan.


“bertahan sebentar lagi, aku yakin sebentar lagi dia akan kehilangan kekuatannya.”


“Aku tunggu beberapa saat. Jika dia tidak kehilangan kekuatannya, kita harus menyerangnya! Aku ingin sekali membalas apa yang dia Perbuat kepada kita.”


Florian mengangguk.


Tidak lama kemudian ledakan lebih keras terjadi. Ledakan ini membuat florian dan getto terhempas, untungnya mereka berhasil menyeimbangkan tubuhnya.


Namun, simo tidak membuang-buang waktu; dia langsung bergerak cepat dan menyerang mereka dengan teknik lauthing linght. Kilatan-kilatan api hitam terlihat di udara.


Florian dan getto tidak berhasil menghadangnya, sehingga membuat tubuh mereka tersayat-sayat pedang. Di akhir, simo menebas pedangnya dari atas ke bawah tepat di atas getto dan Florian.


Serangan itu tidak membuat tubuh mereka terbelah menjadi dua; melainkan membuatnya terpental dengan keras ke tanah. Kemudian, ledakan di tanah pun menyusul.


Simo tidak puas, dia langsung mengangkat tangannya. Segumpal aura hitam muncul. Dia langsung menembakkan ke bawah.


Aura itu semakin membesar, dan akhirnya meledak menghancurkan apa saja yang ada di sekitarnya.


“Ini belum selesai,” ucap simo tidak senang karena musuhnya berhasil bertahan dari serangannya.


“Anak muda! Biarkan kami yang mengembalikan seranganmu!” seru getto yang langsung melesat. Dia memiliki kondisi yang memprihatinkan, sebagai bajunya hancur dan terluka. Sebelumnya juga setelah menahan serangan simo, dia memuntahkan darah.


Dia mengeluarkan busur air dan langsung memanah ke arah simo. “florian! Bantu aku!”


Florian mengangguk menanggapi, dia kemudian bergerak dan melempar bola air.


Bola itu langsung meledak 5 meter dari simo. Simo belum sempat menahannya. Dia menjadi keheranan apa yang sebenarnya di inginkan dari serangan itu.


“anak muda! Terima ini!” getto langsung melepaskan anak panahnya.


Panah dengan panjang 10 meter melesat dengan cepat. Tekanan yang sangat kuat di bawanya. Selain ini muncul dua panah yang mengiringinya.


Tanpa berbicara, simo ingin menghindar, tapi tubuhnya tidak bisa bergerak. “apakah ini tujuan serangan itu?”


“anak muda! Selamat menikmati!” ujar getto sambil tersenyum menyeringai.

__ADS_1


Booommmmm!!!!!


__ADS_2