
Setelah beberapa saat teknik gabungan itu terbentuk, tekanan energi yang kuat terpancar dari keduanya. Menyadari hal ini, tidak ada ekspresi khawatir atau takut di wajah dira, sebaliknya dia tersenyum.
Melihat itu, dengan marah kedua jendral itu berujar seraya Mengangkat salah satu tangannya, “kami akan menghancurkan senyumanmu itu!”
Dari tangan kedua jendral itu muncul api, yang perlahan-lahan membentuk bola api besar. Aura panas yang di pancarkannya sungguh membuat siapa pun akan meleleh, bahkan termasuk manusia sekalipun.
Itu adalah keuntungan dari teknik gabungan. Angin yang selalu bertiup menyebabkan api semakin besar dan panas, hal itulah yang menyebabkan kekuatan api bertambah dua kali lipat lebih kuat.
Orang-orang yang ada di sekitar terlihat takut. Meski mereka berada jauh, mereka masih dapat merasa udara panas yang di pancarkan bola api itu.
“Matilah!” kedua jendral itu akhirnya melempar bola api itu ke arah dira.
Melihat itu, semua orang di sekitar berlari kecuali Dira, dia dengan tenang menggerakkan akar-akar ke arah bola api itu.
Wuss bommm!!!
Bara api seperti larva terlihat mencuat, membentuk jamur panas dengan beberapa meter di sekitarnya hangus terbakar. Beberapa prajurit ikut menjadi korban, termasuk wanita paru baya karena menolong raja.
Raja Sendiri akhirnya pingsan karena tidak tahan panas yang membara, Walau begitu ia masih selamat.
Dua jendral itu tersenyum, namun tidak lama mereka terkejut mendapati dira masih berdiri kokoh tanpa terluka sedikit pun.
Kini wajah ketakutan nampak di kedua wajah mereka. Dengan ketakutan mereka berlari, namun sayang, ujung akar dira menusuk jantung mereka.
Tanpa beristirahat, dira langsung masuk ke dalam istana dan membunuh selir yang sudah berkhianat, dia kemudian Mengangkat dirinya sebagai penguasa baru di kerajaan radia.
Selain itu, dia juga memenjarakan raja dan irina yang telah menyakitinya.
*****
Sementara itu, di lapangan akademi gunung salju semua orang berkumpul di lapangan. Hari ini adalah hari ujian untuk kelas 1, ujian kali ini di lakukan dalam tiga tahap, tahap pertama pertarungan, tahap kedua pertahanan dan tahap ke tiga latihan misi.
Tahap pertama, yaitu pertarungan akan di lakukan dalam tiga tahap, awal, tengah dan akhir. Tahap itu di lakukan untuk mencari siapa siswa berbakat dan terkuat di kelas 1. Biasanya hanya Kelas A sajalah yang berkemukinan untuk mendapatkannya, Pasalnya, hanya di kelas mereka saja orang-orang kuat dan jenius berkumpul.
Selain itu, untuk lolos dalam ujian tahap pertama akan ada penilaian di setiap pertarungan. Mereka akan di nyatakan lulus jika sudah memenuhi syarat yang di berikan.
__ADS_1
Syaratnya tidak lain dan tidak bukan mengenai bagaimana cara siswa bertahan, menyerang balik, mengendalikan keadaan, ketenangan dan masih banyak lagi.
Untuk ujian tahap kedua, bertahan akan di lakukan di hutan dekat kota gunung salju. Para siswa akan di kirim ke sana secara berkelompok. Dalam setiap kelompok akan ada tiga orang, pertama sebagai pemimpin, kedua pembuat makanan dan terakhir pandai bertarung.
Ujian ini akan di lakukan dalam waktu tiga hari.
Poin penting dan yang menjadi nilai dalam ujian bertahan, adalah mampu memimpin, mengerjakan tugas dan bertarung dengan baik.
Dan ujian tahap terakhir, adalah latihan misi, ujian ini akan di lakukan Jika siswa mampu melewati dua ujian sebelumnya. Ujian ini sama seperti namanya, yaitu misi, siswa akan menjalani sebuah misi dan tentu saja misinya tidak sulit, namun untuk kelas 1 hal itu bukanlah sesuatu yang mudah.
“nomor 1.” Ujar kai seraya membaca plak nomor yang telah dia ambil.
Semua orang saling memandang satu sama lainya, seperti saling bertanya siapa yang mempunyai nomor itu.
Tidak beberapa lama, seorang pemuda berambut pirang putih berjalan ke tengah lapangan.
Saat berada di tengah lapangan, dia langsung menarik dua Pedang kayu dari pinggangnya.
Dalam tahap ini, pengundian di lakukan oleh setiap wali kelas. Mereka di berikan 5 kali untuk satu kesempatan dan akan di ulang lagi.
Pemuda itu sedikit memandang kai, lalu memperkenalkan dirinya yang bernama gavid dari kelas B.
Setelah itu kai kembali mengambil nomor undian.
“nomor 45.”
Seorang gadis rambut merah melompat ke tengah lapangan. Dengan tersenyum dia berkata, “perkenalkan namaku Delisa annira dari kelas A.”
Saat gadis itu memperkenalkan dirinya, semua orang saling berbisik membicarakannya. Mereka terdengar mengagumi gadis itu. Dan memang begitulah dia, dengan reputasi yang baik dan menjadi jenius kelas A, siapa yang tidak mengetahuinya.
Melihat musuhnya, gavid mengeratkan pegangannya. Walau dia akan kalah, setidaknya dengan lebih waspada dia bisa memberikan perlawanan yang keras, jika tidak bisa, setidaknya dia tidak Kehilangan muka di depan wali kelas dan teman-teman.
“mulai!” ujar wasit yang ada di tengah lapangan.
Gavid dengan segera menarik salah satu pedang kayunya dan ingin melemparnya seperti gangsing, namun sayang, saat hendak melakukan, dia terkejut dengan ujung pedang yang sudah mengarah ke dahinya.
__ADS_1
“kau sudah kalah.” Ucap Delisa seraya mengarahkan pedangnya.
‘b-bagaimana bisa?’ batin gavid. Jelas saja hal itu membuat heran dan terkejut. Hanya dalam waktu sesingkat itu, Delisa sudah ada di depannya. Itu sungguh kecepatan yang luar bisa!
Setelah itu, pengumuman pemenangnya pun di nyatakan Kepada Delisa.
Gavid yang telah kalah hanya bisa pasrah akan nasibnya. Dia dengan pucat kembali ke tempatnya.
“thomi, jika aku bertemu dengan gadis itu? Apakah aku bisa mengalahkannya?” tanya talina seraya melihat Delisa berjalan keluar.
“menurutku, kau tidak bisa mengalahkannya, bahkan untuk menyainginya saja tidak bisa, tapi mungkin saja kau akan menang dengan....”
“dengan apa?” Tanya talina seraya menoleh melihat thomi seperti sedang memikirkan sesuatu.
“Dengan keberuntungan, tapi tentu saja kemungkinannya akan kecil. Semoga saja di antara kita tidak ada yang melawannya.”
Talina mengangguk, kemudian berkata lagi, “bagaimana dengan simo?”
“Simo?” ulang thomi.
“iya.”
“Mungkin dia tidak bisa mengalahkan, tapi setidaknya dia mungkin bisa membuat gadis itu babak belur, ya, Walaupun aku tidak yakin seratus persen, tapi aku percaya dengannya, apalagi dia orangnya selalu membuatku terkejut, tapi,” tiba-tiba suara thomi melemah, “sayangnya dia tidak tahu entah ke mana bersama jauzan.”
Mendengar ini, ekspresi wajah Talina menjadi sedih, pasalnya dari 30 siswa yang mengikuti latihan di pulau sijiriah hanya 23 saja yang kembali, dan sisanya entah kemana. Untuk talina dan Thomi sendiri bisa selamat karena mereka hanya tinggal di sana dalam waktu satu hari, mereka cepat-cepat memecahkan Kristal mereka di saat sudah tidak kuat dengan keadaan hutan di sana.
Dari 7 siswa tersebut, simo dan jauzan ikut. Saat pertama kali talina dan thomi menyadarinya, mereka percaya simo dan jauzan akan kembali, tapi kenyataan berbanding terbalik, hingga hari ini mereka tidak kembali.
“Nomor 78.” Ujar kai
Karena tidak ada yang maju, kai kembali mengulanginya.
“Maaf, maaf aku terlambat.”
Seseorang pemuda berjalan dari kerumunan.
__ADS_1