Black Ice Dragon Legend

Black Ice Dragon Legend
bab 10 hasil pertarungan


__ADS_3

Simo yang melihat perubahan kenzo hanya diam saja. Bukan karena dia takut, tapi dia merasakan kesadarannya berangsur-angsur menghilang. Simo berusaha sadar dengan menggigit lidahnya. Walaupun itu terasa sakit, dia tetap melakukannya, sebab tidak ada cara lain lagi yang bisa dia lakukan.


Aku harus mengakhiri ini secepat mungkin! Batin simo lalu melompat ke belakang sekitar 20 meter dari tempat kenzo berdiri. Dia kemudian mengangkat kedua tangannya ke atas. Seperti sedang mengangkat sesuatu. Dari sela kedua tangannya, muncul gumpalan api biru yang semakin besar dan membesar hingga berukuran 10 meter.


Dari gumpalan api itu, hawa panas yang sangat panas terpancar menyebabkan setiap benda di sekitar simo meleleh dan menjadi cairan-cairan yang memiliki suhu yang sangat tinggi. Jika anda menenggelamkan jari anda dalam cairan itu maka, anda dapat merasakan jari anda meleleh.


Ekspresi Kenzo pucat setelah melihat gumpalan api yang besar dan sangat panas itu. Kenzo juga tidak menyangka jika, simo bisa mengeluarkannya sekali lagi. Oleh karena itu dia mempersiapkan kapak tanahnya yang besar lalu berlari seperti monster.


Melihat itu, simo berteriak dan kesadaran berangsur-angsur menghilang. Saat kesadaran menghilang, sorot matanya berubah tajam dan dingin. Api biru yang terus keluar berubah seketika menjadi kabut hitam yang ikut bercampur dengan gumpalan api itu.


Saat kenzo mengayunkan kapaknya, dia dapat merasakan jika api itu sangat Padat dan keras. Dengan sekuat tenaga dia berusaha mendorongnya.


Saat berusaha mendorongnya, energi yang begitu kuat mementalkannya dalam sekejap mata.


“terimalah ini!!” seru simo seraya melempar gumpalan api itu dengan satu tangannya dengan mudah.


Wusss boomm!!!


Ledakan api biru terjadi yang menyebabkan golongan angin kencang menyebar, menyebabkan kaca-kaca pecah seketika.


Beberapa detik kemudian dari ledakan tadi, terlihat kenzo yang tidak sadarkan diri.


Melihat itu, simo tersenyum jahat. Dari tangannya muncul aura hitam yang kuat. “sekarang, matilah!” gumamnya seraya mendekati kenzo. Dia sekarang terlihat bagaikan dewa kematian yang jahat.


Di sisi lain, Klarika yang melihat perubahan sikap simo yang mendadak membuatnya penasaran sekaligus bingung. “apakah dia memang seperti itu?” tanya Klarika seraya menoleh. Saat menoleh, dia terkejut melihat jauzan yang tidak ada di sampingnya.


Klarika lalu menoleh ke lapangan, yang ternyata jauzan sudah ada di sana sedang memeluk simo dengan lembut.


“tenanglah, semuanya akan baik-baik saja.” Ucap jauzan dengan lembut seraya mengelus rambut simo. Di sekitar jauzan muncul air yang mengelilinginya kemudian menyelubunginya.

__ADS_1


Tidak beberapa lama, air yang seperti pelindung itu menghilang dan memperlihatkan jauzan dengan simo yang berada di pangkuannya yang sudah tidak sadarkan diri. Sungguh aneh jika melihat sorang laki-laki yang ada di pangkuan laki-laki lain!


Setelah memeriksa seluruh tubuh simo, jauzan menghela nafas lega. Setalah itu, dia membopong tubuh simo lalu menuju pintu keluar. Saat tiba di depan pintu keluar, dia sedikit melirik Klarika yang masih terdiam menyaksikan keanehan itu. Kemudian dia berkata dengan nada dingin, “sebaiknya kau menyembuhkan semua hal yang telah terjadi. Jika kau membocorkannya maka hanya namamu yang tertinggal di akademi ini untuk selamanya.” Jauzan lalu melangkah keluar.


Klarika hanya tersenyum mendengarnya. Tanpa jauzan minta pun dia akan melakukannya sebab akan menghebohkan jika ada seorang siswa mencapai tingkat alam dan juga ada yang bisa memiliki api biru yang langka. Itu akan menjadi berita besar yang akan menghebohkan kota gunung salju, tentu saja akan mengundang banyak orang termasuk pejabat-pejabat pemerintah yang memiliki kekuatan yang sangat kuat untuk merengrut dua siswa itu dan akan melatihnya secara khusus. Secara tidak langsung itu akan merugikan Klarika sebagai wali kelas. Meski itu dapat membuat reputasi sedikit meningkat, itu hanya akan berumur pendek.


Klarika lalu melompat ke tempat latihannya. Saat dia sudah mendarat dengan lembut menjentikkan jarinya, Seketika semuanya kembali normal. Seperti tidak ada hal yang terjadi. Klarika lalu mendekatkan tubuh kenzo yang terluka kemudian menyembuhkannya dengan sebuah benda yang dia bawa.


Saat benda itu masuk ke mulut kenzo, tubuhnya bercahaya hijau, luka-lukanya berangsur-angsur menghilang.


Kejadian itu tidak lama, hanya beberapa detik saja, sudah membuat semua luka kenzo sembuh total. Seperti tubuh bayi yang berumur 1 bulan.


Setelah tubuh kenzo sembuh, kumpulan suara-suara langkah kaki terdengar mendekati. Dari yang terdengar sekitar 5 orang yang mendekat.


Tidak beberapa lama muncul beberapa orang dan di antara ada kai, hendry dan tiga wali kelas dua. Saat melihat klarika di tempat latihnya, mereka langsung melompat mendekatinya.


“Apa yang terjadi?” Hendry memulai pembicaraan.


Hendry memandang kenzo yang terbaring tidak sadarkan diri lalu berkata, “kau sudah kelewatan. Melatih satu siswa sampai tidak sadarkan diri, itu sudah sangat kejam dan sekarang aku mengetahui kenapa semua siswa kelas ketakutan. Klarika, meski aku bukan siapa-siapa bagimu, tetapi pikirkanlah semua siswamu.”


Mendengar itu, klarika tersenyum. “ kelewatan apa maksud mu? Apa kau tahu jika monster akan lahir dari monster. Aku harus melatih siswaku seperti itu, dengan begitu aku bisa menciptakan monster. Oh apa kau iri jika aku akan menciptakan monster!”


Mendengar itu, tanpa sadar alis Hendry sedikit mengerut, “tidak. Untuk apa aku iri dengan kelas mu yang mungkin kelasku bisa mengalahkan semuanya. Aku hanya ingin kau jangan terlalu menyiksa siswamu.”


“Bilang saja kau iri.”


Hendry ingin menjawab, tetapi dia di cegah oleh kai dengan menepuk pundaknya. Dengan terpaksa, dia harus menahan kekesalannya dan hanya bisa mengumpat dalam hati.


“Klarika, kami kesini hanya ingin memastikan apakah benar jika ada seorang siswa yang sudah mencapai tingkat alam. Kami dengar dari semua siswa-siswa yang keluar?”

__ADS_1


Mendengar itu, Hendry dan tiga wali kelas lainya terkejut, mereka tidak menyangka jika itu keluar dari mulut kai.


“Kai, apa kau berboho...” Hendry tidak bisa menyelesaikan kata-katanya karena dia di cegah oleh kai.


Klarika memandang kai dengan tajam sebelum akhirnya tersenyum kemudian tertawa keras. “lelucon apa itu, itu sangat lucu. Aku tidak pernah mendengarnya. Mana ada seorang siswa sudah mencapai tingkat semengerikan itu.” Lagi-lagi Klarika tertawa kemudian berjongkok dan membopong tubuh kenzo. “sebaiknya kalian pergi saja. Aku harus pergi sekarang.” Klarika berjalan saat tiba di depan pintu, dia. Berhenti. “ sebaiknya kalian, tidak memedulikannya.” Klarika lalu berjalan menjauh dan akhirnya menghilang.


“kai, apa yang kau katakan?” tanya Hendry.


“Aku berkata sebenarnya.” Jawab kai dengan serius.


“mungkin kau salah dengar.” Ucap dari seorang wanita yang menjadi wali kelas 2A.


Kai menggelengkan pelan. “ tidak, aku tidak salah dengar. Apa mereka membohongiku?”


“aku rasa begitu. Kau sebaiknya memastikannya dulu.” Kata Hendry.


Wanita tadi mengangguk setuju dengan Hendry.


“sudahlah ayo kita pergi dari sini. Aku lapar dan ingin makan.” Seorang pria berucap dan mendekati mereka berempat setelah memeriksa seluruh sudut ruangan yang tidak ada yang aneh.


“kau ini makan saja yang ada di pikiranmu.” Ucap seorang wanita berkacamata mata yang merupakan wali kelas 2B.


“Baiklah, ayo kita pergi.” Ucap kai. Semuanya lalu pergi meninggalkan ruangan itu dengan bisa-bisa saja kecuali kai yang masih ada yang aneh dan merasa ada yang di sembunyikan oleh Klarika.


...****...


Di sebuah ruangan yang tidak begitu besar dengan berbagi peralatan kesehatan dan obat-obatan tertata rapi di depan jendela, terlihat seorang anak muda berusia 16 tahun tengah berjuang keras. Dari telapak tangannya keluar energi berwarna hijau yang terus mengalir ke seluruh tubuh simo. Beberapa saat akhirnya dia menyelesaikannya dan memastikan semuanya berjalan lancar.


Jauzan lalu menyeka keringat yang ada di pelipisnya dan duduk kasar di kursi. Terlihat jelas, dia sangat kelelahan. Nafasnya tidak teratur, jantungnya berdetak lebih kencang.

__ADS_1


“akhirnya selesai juga.” Gumamnya dengan nada lirih lalu mengambil salah satu tangan simo kemudian, dia tertidur karena kelelahan. Entah mengapa dia melakukan hal itu.


__ADS_2