
“lalu, apa yang akan kau lakukan selanjutnya?”
“Aku akan menggunakan naga hitam untuk membunuh mereka satu persatu.”
“Bagaimana caranya? Jangan mengada-ngada. Jika kau melakukannya, kau pasti akan tidak sadarkan diri dan mengamuk seperti banteng. Selain itu, ibumu mungkin bisa melawannya.”
“Tidak guru, ibuku terlihat kesulitan. Dan maksudku bukan begitu, ada satu caranya, tapi ini akan berbahaya. Tapi, demi ibuku aku harus melakukannya.”
“berbahaya seperti apa yang kau maksud??”
“Aku bisa terluka parah dan mati.”
“jangan bertindak bodoh! jika kau mati, guru tidak akan bisa hidup.”
“Guru, jika risikonya mati, maka aku akan berusaha untuk tidak mati. Jangan mendoakanku untuk mati, berdoalah muridmu akan selamat.”
“siapa yang mendoakanmu untuk mati? Terserah kau saja,” setelah mengatakan itu, kaisar pedang tidak berkata lagi seolah dia tidak peduli apa yang di maksud simo.
Simo juga tidak lanjut berkata. Dia kemudian keluar dari persembunyiannya dan melompat lalu bergerak cepat di udara dengan teknik lauthing linght. Semua orang tidak menyadari gerakannya yang cepat. Dia bersembunyi di salah satu gedung yang paling dekat dengan orang-orang akademi, tapi tempatnya tersembunyi.
Dengan seperti itu, dia dapat dengan mudah melakukan serangannya.
“Guru, bantu aku.”
Kaisar pedang tidak menjawab, tapi dia tetap memberikan sisa kekuatannya kepada simo.
Perlahan-lahan busur api biru besar terbentuk di tangan simo. Busur itu kira-kira memiliki panjang 5 meter dan berdiameter 5 cm membuatnya terlihat langsing, tapi kuat. Simo sudah mulai ahli dalam menggunakannya.
Sebenarnya, dia sudah sangat ahli hanya saja dia sudah lama tidak melakukannya, sehingga perlu pemanasan untuk membuat keahliannya kembali seperti dulu. Dulu ketika di pegunungan dia sering berburu bersama kakeknya, sehingga lambat-laun dia ahli dalam melakukannya.
Simo melentangkan pedangnya di sana sebagai anak panah dan membidik lawan. Tangannya bergerak-gerak. Mencari bidikan yang pas.
Pedang simo di selimuti api biru yang menyala, tapi tidak menimbulkan cahaya karena terhalangi kaca hitam.
Ujung pedangnya perlahan-lahan membentuk bunga teratai yang berputar-putar. Ini adalah teknik terkuat yang dia miliki sekarang. Meski tidak menimbulkan tekanan yang kuat, serangan itu sebenarnya sangat kuat, hanya saja simo mengekang auranya keluar dari jangkauan yang lebih luas.
__ADS_1
“Saatnya!”
Simo melepaskan pedangnya, menembus kaca dan melesat maju. Kecepatan gerakannya sangat halus sehingga menimbulkan suara yang tidak terlalu besar.
“hah? hati- hati!!!” belum sempat semuanya menoleh apa yang terjadi, salah satu orang terkena pedang Simo.
Langit malam menjadi bercahaya biru terang seperti kembang api. Orang-orang Akademi keheranan dan bertanya-tanya siapa yang melakukannya. Semua orang menatap dengan wajah heran dan terkejut. Jelas sekali itu adalah kejutan bagi mereka.
Dira memanfaatkan itu untuk melilit 8 orang yang tersisa. Dia melilitnya dari kaki hingga kepala untuk menahannya.
Dia kemudian menoleh ke arah orang-orang akademi dan mengangguk. Meski tidak tahu siapa yang melakukannya, yang pasti ini sangat membantunya.
Ledakan itu menghancurkan tubuh orang itu hingga tidak tersisa. Serpihan-serpihan berjatuhan, tapi tidak dengan pedang simo, pedangnya seolah ikut meledak tanpa sisa.
“Hah!! I-itu tidak mungkin! Siapa yang telah melakukannya!? Bagaimana dia melakukannya!?” seru guru laki-laki dengan mulut terbuka. Dia tidak percaya apa yang di lihatnya.
“Orang itu pasti kuat. Dia pasti sedang bersembunyi di suatu tempat! Kita telah di bantu! Sebentar lagi kita akan menang!” imbuh guru perempuan yang senang setelah menyadari ada bantuan yang tiba.
“tapi mengapa dia bersembunyi?” tanya guru laki-laki.
“Tapi mengapa aku tidak merasakan aura yang kuat di sekitar?” pria itu menoleh ke segala arah.
“huh... Tentu saja untuk menyamarkan diri. Jangan banyak bertanya! Fokus saja dengan para prajurit aneh di depan.” Guru itu langsung membuat pertahanan. Semakin lama mereka bertarung, maka semakin mereka di dorong.
Guru laki-laki tidak lanjut berkata, dia melakukan apa yang di perintahkan guru perempuan itu.
Gadis cantik dan jenius laki-laki itu merasa keheranan dengan serangan tadi, mereka bersama-sama bertanya siapa orang itu. Dengan tingkat jenius mereka tentu saja mereka dapat merasakan asal dari serangan itu dekat dengan mereka. Itu tidak lain adalah gedung besar yang ada di dekat mereka.
Dua orang itu dan yang lainnya memandang ke arah kaca yang hancur itu. Tidak banyak yang tahu, karena suara yang di timbulkan sangat halus dan tertinggal lubang halus.
“Apakah dia adalah orang kuat yang sedang bersembunyi? Mengapa dia bersembunyi? Apakah ada musuh yang mengintai di sekitar? Atau ... mungkin dia adalah orang khusus yang di kirim kepala sekolah?!” Gadis cantik itu mengerutkan kening dan menduga-duga. Meski dia menampilkan ekspresi serius, kecantikannya masih terpancar dengan baik di malam itu.
Di langit, setelah 8 orang di lilit, Dira langsung melesat ke arah salah satu orang sambil membawa akar tajam. Dia ingin menusuk musuhnya.
Wusss tak!!!
__ADS_1
“Maaf yang mulia, sudah aku bilang kau yang mati, bukan kami,” ucap orang yang telah berhasil melepaskan diri. Pria itu muncul menghalangi akar dira.
Pedang yang menghalangi serangan Dira langsung bergerak cepat, menghancurkan akar-akar yang melilit rekan-rekannya, seolah itu hanya tahu yang lunak.
Memanfaatkan momentum itu, Dira mengeluarkan akar panjang dan melemparkannya. “kau lengah!”
“Bukan!”
Saat satu meter dari pria itu, akar Dira langsung di potong-potong menjadi beberapa bagian. Hal itu tidak lain di lakukan oleh pedang Pria itu. Kecepatannya sungguh mengerikan!
Setelah berhasil, pria itu tersenyum.
“sekarang adalah kematian anda!”
Wusss!!! bommmm!!!!!
Setelah melihat senyuman pria itu, dira menjadi waspada, dan benar saja, seseorang muncul dari belakangnya dan hendak menyerang dira, tapi sayang sekali saat melakukan itu, cahaya hitam melesat dari bawah dan meledak.
Dira tersenyum dan menatap orang-orang akademi. Kali ini dia tahu bukan dari orang-orang akademi yang diam-diam membantunya; tapi orang lain.
‘apakah ini kekuatan paman?’ dira menduga itu adalah pamannya yang telah kembali setelah melakukan tugas khusus. Tidak tahu tugas apa yang pamannya maksud, katanya sangat penting.
‘jika itu paman, aku harus memarahinya.’
Setelah memandang arah serangan itu, dia kemudian memandang pria di depannya.
“mungkin selanjutnya kau yang akan mati.” Dira tersenyum menyeringai.
“menyerang diam-diam, itu sungguh memalukan! Kau pikir dengan menyerang seperti itu, akan membuatmu menang. Lihat! Beberapa temanku sudah menuju tempat itu! Mereka akan membunuh orang pengecut itu!” Pria itu memandang ke bawah, di mana dua orang temannya sudah menuju ke sana.
Jika orang menyerang diam-diam pasti mempunyai alasan yang kuat untuk melakukan itu. Pria itu menduga, orang yang menyerang mereka pasti orang yang lemah yang memiliki senjata kuat atau apa itu, tapi yang jelas dia lemah!
“Mereka tidak akan bisa melakukannya!” Dira melesat mengeluarkan akar-akar menyerang lima orang yang tersisa.
******
__ADS_1
Melihat dua orang yang datang, simo tersenyum menyeringai. Aura hitam keluar dari tangan kanannya, itu bagaikan asap hitam yang aneh tapi lebih kental dari asap. Siapapun yang datang akan merasakan kekuatan yang sangat dahsyat dari simo. Aura itu membuat lengan baju robek-robek karena tekanan yang sangat kuat.