
setelah latihan, klarika memberikan istirahat kepada semua siswanya, tapi bukan yang selalu mereka dapatkan saat jam-jam normal, melainkan lebih lama, karena Klarika tahu bagaimana rasanya berlari 200 putaran di bawah cahaya matahari yang terik. Selain itu, dia juga sedikit bangga dengan siswa yang berhasil melewati latihan itu, walaupun masih ada beberapa yang tidak bisa melakukannya.
Mendengar itu, semua siswa bergembira dan menghela nafas lega, setelah di siksa oleh latihan yang keras itu. Dengan wajah sedikit ceria mereka pergi, tanpa mempedulikan Klarika yang masih depan mereka.
Beberapa dari mereka memutuskan untuk makan di kantin, beberapa lagi memutuskan untuk beristirahat di kelas. Sedangkan simo memutuskan untuk pergi ke taman belakang akademi. Selain dia ingin mengetahui taman itu, dia juga mencari-cari jauzan yang tidak terlihat di kantin ataupun di kelas.
Apalagi dari tadi pagi, dia belum melihat jauzan, yang membuatnya sedikit khawatir dengannya. Oleh karena itu, simo memprioritaskan mencari jauzan, sebab sebagai seorang laki-laki, dia harus menepati janjinya.
Tidak beberapa lama, simo berkeliling menikmati taman itu, akhirnya dia melihat jauzan sedang duduk di sungai dekat air terjun sendirian dan seperti tidak ada hal yang terjadi kepadanya. Melihat itu, simo menghela nafas lega.
Simo hendak menghampirinya, tapi saat hendak melangkah, empat orang sedang mendekati jauzan.
simo memutuskan untuk diam dan berjaga-jaga. Menurut pengertiannya, pastilah jauzan memiliki kemampuan yang lemah, jika tidak, mustahil namila menginginkan untuk menjaganya.
Alasan, dia memilih diam, karena berpikiran, mungkin saja empat orang itu adalah temannya dan akan mengambil tindakan jika di perlukan.
Salah satu orang menghentakkan kakinya di atas batu samping jauzan, yang membuatnya seketika menoleh.
“apa yang kau lakukan?” tanya jauzan seraya mengerutkan keningnya. Dia terlihat marah oleh perlakuan orang di depan.
Orang itu mengulurkan tangannya. “100 koin emas.” Nadanya terdengar sombong.
“siapa kau? Bahkan untuk satu koin pun aku tidak akan memberikannya.” Ujar jauzan.
“Oh, kau tidak tahu ya. Dengar baik-baik, namaku lais. Aku adalah salah satu siswa kelas B dan merupakan pemimpin mereka” ucap lais seraya melirik sedikit ke tiga orang di belakangnya.
“cepat, keluarkan uangmu.” Lais mengulurkan tangannya.
“Sudah aku bilang, bahkan untuk satu koin pun aku tidak akan memberikannya.”
Mendengar itu, Ekspresi lais menjadi geram. Selama dia berada di akademi, tidak ada seorang pun siswa kelas bawah yang berani kepadanya. Oleh karena itu, dia mempersiapkan pedangnya
“oh, kau tidak mau ya. Kalau begitu rasakan ini!” Lais menarik pedangnya lalu mengarahkannya ke jauzan, tapi, sebelum mencapainya, orang itu merasakan sakit yang luar bisa di bagian perut, lalu terpental ke sungai.
“beraninya kau melakukan itu!” ujar salah satu temannya, yang tidak terima dengan perlakuan yang di berikan kepada bosnya.
“Kenapa? apa kau mau maju. Silahkan.” Jauzan terlihat meremehkan, membuat tiga orang itu merajut alis dan menggertakkan giginya. Apalagi sekarang jauzan masih duduk di batu, jelas itu akan menodai reputasinya.
__ADS_1
“dasar anak kelas C! hari ini aku akan memberikan beberapa pelajaran yang berharga untukmu!” orang itu, lalu menoleh temanya yang lainnya, mengisyaratkan untuk maju.
Dua temannya mengerti dan mengeluarkan pedangnya.
Mereka hendak melesat, tetapi tiba-tiba terikan terdengar.
“Hentikan!”
Semua menoleh ke arah orang yang di pukul jauzan, yang yang tidak lain adalah lais.
“Boss.” Ujar ketiga temannya.
“Biarkan aku saja yang melawannya. Hari ini aku akan memperlihatkan kekuatan yang sebenarnya dari kelas B, dan menunjukkan betapa lemahnya kelas C bajingan itu!” lais berjalan seraya mengepalkan tangannya. Dia terlihat marah. Nafas terengah-engah, karena menahan marah. Apalagi setelah di lempar ke sungai yang dingin. Sebelumnya, dia hanya ingin menggertak jauzan dan membuatnya menyerang uang, tapi malahan yang terjadi, jauzan melemparnya ke sungai.
Walaupun tidak ada orang di sekitarnya, jelas itu masih dapat mempermalukannya.
Melihat itu, jauzan terlihat biasa saja. Dia berdiri, lalu menoleh ke tiga temannya. “kalian, bisakah meminjamkanku pedang?”
Mereka diam sejenak, lalu salah satu melempar pedangnya.
“aku juga, hari ini akan memperlihatkan bagaimana kekuatan kelas C yang sebenarnya.” Ucap jauzan setelah menangkap pedang yang di berikan. Jauzan melompat, lalu berlari.
Trangkk bomm!!!
Bunyi dua bilah pedang beradu, kemudian di susul gelombang air yang meluap seperti marah.
“kau lumayan juga.” Ucap lais seraya tersenyum.
Jauzan tidak berkata apa-apa, sebaliknya dia melompat ke atas, lalu memutar tubuhnya dengan lembut dan mengarahkan tendangan ke kepala lais.
Trangkk bomm!!!
Lagi-lagi Suara ledakan bergema.
“eh.” Lais tersenyum, karena mampu menahan serangan jauzan.
Dengan ekspresi dingin, jauzan melompat ke belakang, karena tidak ada cela untuknya menyerang.
__ADS_1
“sekarang giliranku!” lais melesat menuju jauzan.
Melihat itu, jauzan tersenyum, lalu ikut berlari. Saat jauzan berada dekat dengan lais, dia melompat lalu jungkir balik ke depan dan mendarat di belakang lais, yang menyebabkan lais yang sebelumnya tersenyum, kini terkejut.
Lais ingin berbalik, tapi dia terlambat. Sebuah serangan fatal mengenai punggung dan menyebabkan dirinya terpental beberapa meter, lalu berhenti setelah menabrak batu di pinggir sungai.
Terlihat retakan-retakan di batu itu, sebagai tanda serangan jauzan tidak lemah.
Semua orang terkejut, begitu pun simo yang dari jauh memperhatikan pertarungan. Dia juga kembali berpikir, apakah jauzan memerlukan perlindungannya, Sebab rasanya jauzan begitu kuat. Apalagi sekarang dia melawan salah satu siswa kelas B tingkat bumi dan sementara jauza seperti baru tingkat fisik yang terbilang sangat lemah di antara semuanya.
“ternyata kau tidak lebih hanya sebuah tong sampah berbunyi nyaring saja.” Jauzan tersenyum seraya melihat lais yang berusaha berdiri.
Ekspresi lais yang sebelumnya percaya diri, sekarang menjadi jelek. Jelas sekali, dia tidak terima kekalahan. Apalagi dia adalah seorang boss. Akan memalukan jika di kalahkan oleh seorang siswa dari kelas C.
“jangan senang dulu. Ini baru permulaan!” pekik lais yang berdiri dan tidak suka melihat ekspresi senang di wajah jauzan.
Setelah mengatakan itu, dari tangan lais, muncul petir yang merambat kemudian muncul tombak yang di kelilingi petir yang menggelegar.
Lais lalu mengangkat tombak itu ke atas. Seketika awan sedikit meredup, lalu di atas tombak itu muncul gumpalan petir, yang perlahan-lahan berbentuk kepala serigala.
“Rasakan ini!” lais melempar tombaknya. Seketika muncul raungan serigala.
Melihat itu, jauzan terlihat tenang. Dia lalu mengangkat tangannya sedikit, kemudian air yang entah dari mana berkumpul membentuk dinding.
Bomm!!
Ledakan pun terjadi, terlihat tombak itu berusaha bergerak, tapi di halangi oleh dinding air itu.
“Lihat ini.” Kata jauzan lalu mendorong telapak tangan ke depan.
Seketika tombak itu terpental menjauh.
Lais, tiga anak buahnya dan simo lagi-lagi terkejut melihatnya, mereka tidak menyaka jika jauzan bisa melakukan itu.
“Apakah dia menyembunyikan kekuatannya?” gumam simo seraya melihat jauzan dan mengingat-ingat kejadian bersama jauzan.
Setelah sadar dari keterkejutannya, Lais meraih tombaknya, dia berputar hendak melempar tombaknya sekali lagi akan tetapi seseorang menghentikannya.
__ADS_1
...****...
mohon kritikan dan sarannya ya.