Black Ice Dragon Legend

Black Ice Dragon Legend
bab 12 perpindahan aura pedang


__ADS_3

Di sebuah hamparan padang Savana yang luas, ada satu pohon besar dengan daun-daunnya lebat, membentuk kubah raksasa. Akar-akar menjalar, saling berlomba-lomba menembus tanah. Di ranting-rantingnya terdapat 6 gadis cantik yang tergantung dengan seutas tali.


6 gadis itu bergoyang-goyang saat sang angin bertiup. Mereka memakai gaun putih bersih. Tapi jika seseorang melihatnya, mata mereka akan terfokus pada punggung mereka yang di tumbuhi dua sayap yang indah.


Namun dengan semua kelebihan itu, seorang pria paru baya berada di dekat pohon tersebut tidak mempedulikannya, bahkan dia tidak meliriknya.


“apa kau tidak normal, sampai tega menggantung kami seperti ini?” ujar salah satu gadis itu.


“Aku normal, tapi aku tidak berani dengan bocah itu. Kau tahu, kan dia adalah pemilik alam mimpi ini, tapi dengan kalian ada di sini, aku tidak kesepian lagi.”


“kau memang kurang ajar!”


“Berteriaklah dengan keras, karena aku tidak akan mendengarnya.”


Mendengar itu, gadis itu menjadi semakin kesal. “setelah aku bebas, kaulah yang pertama kali aku lenyapkan.”


“lakukanlah, karena hal itu tidak akan pernah terjadi.” Pria itu dengan bangga berbicara seperti itu. Dia adalah roh kaisar pedang, sementara gadis itu adalah anika, salah satu leluhur siren yang tertangkap karena kaisar pedang dan simo.


Saat itu, memang benar, simo tidak sadarkan diri, tapi dia sadar di alam mimpi. Simo memerintahkan kaisar pedang itu memantau Keadaan di luar.


Setelah beberapa saat memantau, kaisar pedang menyarankan untuk menangkap 6 siren itu. Selain karena mereka kuat, tidak ada salahnya menangkap mereka.


 Kaisar pedang menjelaskan, dengan menangkap mereka, simo dapat memanfaatkan mereka untuk meningkatkan kekuatannya. Dan sekarang waktu yang tepat menangkap mereka, sebelum akhirnya bangkit dengan utuh.


Selain itu, ada alasan lain, kaisar pedang menyarankannya. Tinggal beberapa menit saja, 6 siren itu akan sepenuhnya bangkit. Setelah bangkit, maka semakin sulit untuk mengalahkan mereka.


“kalau begitu lakukanlah, aku tidak ingin hal itu terjadi, apalagi dengan menangkap mereka, kau tidak akan kesepian lagi.” Jawab simo saat itu. Dia dengan mudah menerima usulan Kaisar pedang.


Maka dari itu, di seraplah 6 leluhur siren itu dan, mengikat mereka di pohon besar itu, dan akan bebas jika simo memberikannya.


“Berhenti anika, kau tidak akan mendapatkan kebebasan dengan cara seperti itu.” kata daria, yang seketika membuat anika terdiam.

__ADS_1


“Ahahaha. Kalian memang gadis-gadis cantik, tidak ada ruginya menangkap kalian. Dari pada kalian membuat gaduh di luar, lebih baik di sini sebagai hiasan.” Ujar Kaisar pedang saat melirik enam gadis itu. Itu adalah pertama kalinya dia memperhatikan wajah 6 gadis itu.


“Kau!”


Tidak beberapa lama seorang pemuda muncul. Pemuda itu menghela nafas dan menggelengkan kepalanya pelan. Simo ingin beristirahat, tapi dia takut jika lawannya besok bukan lawan yang lemah. Oleh karena itu, dia datang menanyakan permasalahannya Kepada kaisar pedang.


“simo, apa yang terjadi?” kaisar pedang merasa heran melihat simo sedih, apalagi ini adalah pertama kalinya dia melihatnya begitu.


“Tidak ada yang terjadi. Hanya saja, aku ingin berlatih lagi, apakah kau bersedia mengajariku?” tanya simo, lalu duduk di samping Kaisar pedang.


“hemm, bukankah kau baru tiba di rumah?” ada rasa heran, melihat simo ingin berlatih, padahal dia baru datang dari petualangannya. Meski kaisar pedang tidak melihat apa yang terjadi, dia masih bisa mengetahui apa yang tengah terjadi di luar.


“begitulah, tapi aku ingin berlatih lagi, karena musuh yang aku hadapi belum tentu lemah.”


Mendengar itu, Kaisar pedang dengan cepat berkata, “aku bisa membantumu, tapi dengan syarat, kau harus menjadi muridku, bagaimana?” kata kaisar pedang setelah beberapa lama mengingat-ingat apa yang sebelumnya terjadi di luar.


“kaisar pedang kau berani meminta seperti itu? tapi baiklah tidak ada ruginya juga, menjadi muridmu. Tapi jika kau mengariku dengan tidak benar, maka jangan harap kau bisa tinggal di sini.”


“apa yang harus kita lakukan dengan para siren itu?” tanya simo sembari menoleh ke arah pohon. Entah mengapa dia tertarik dengan mereka.


“kau bisa meminta mereka menjadi salah satu roh pedangmu?”


“bagaimana caranya?” simo mengerutkan keningnya, heran.


“kau hanya perlu mengancamnya saja.”


“Baiklah. Kembali ke topik, bagaimana kau akan mengajariku?”


“panggil aku guru.” Ujar  kaisar pedang tidak suka dengan panggilan simo.


Simo yang melihat wajah kecewa kaisar pedang dengan cepat meminta maaf, dan memanggil kaisar pedang dengan nama guru.

__ADS_1


Setelah itu, kaisar pedang mengajak simo untuk pergi dari sana. Mencari tempat yang lebih tenang. Setelah beberapa saat berjalan, akhirnya mereka memutuskan untuk duduk di atas bukit seraya memandang langit yang kian menggelap.


Suasana angin yang sejuk, membuat seseorang akan betah berada di sana.


“aku mempunya aura pedang, aku akan memberikannya kepadamu, tapi prosesnya tidak mudah. Mungkin kau akan menderita cedera, atau yang paling parah, akan berbaring di ranjang selama beberapa bulan. Dan itu belum tentu prosesnya berhasil.”


Kaisar pedang menarik nafas, kemudian melanjutkan, “jika kau berhasil melakukannya, tidak hanya kekuatanmu meningkat, teknik pedangmu dan juga pedangmu ikut merasakannya. Kau tahu, kan, aura yang guru maksud.”


Mendengar ini, aura yang di keluarkan Sakya terlintas di pikiran simo. Memang benar, aura itu sangat kuat, bahkan dia pernah merasa bagaimana kekuatan penghancur itu di gunakan dan bagaimana rasanya di gunakan. Mengingat itu, wajar saja aura itu memerlukan proses yang tidak mudah dalam memberikannya, tapi ada sesuatu yang membuat simo penasaran, maka dia bertanya, apakah bisa dia menciptakan aura pedang dan mengapa kaisar pedang mau memberikannya, apalagi secara gratis.


“Kau adalah siswaku, sudah seharusnya aku memberikan semua yang terbalik untukmu, lagi pula untuk apa kekuatan itu sekarang. Aku hanyalah seorang roh yang tidak akan mungkin memiliki tubuh atau keluar dari alam mimpi ini.”


“guru, apakah ada cara membebaskanmu?” simo penasaran dengan hal itu, apalagi dia tidak tega melihat kaisar pedang terkurung di alam mimpi ini selamanya.


“untuk keluar, aku bisa melakukannya dengan caramu dulu, dengan berhubungan dengan sakya, tapi untuk kembali hidup, itu mustahil, hanya saja.... Hanya saja kau bisa melewati jurang Kematian dan memberikan rohku ke penjaga di sana, aku dapat terlahir kembali.”


Mendengar itu, wajah simo menjadi cerah. Di dalam pikirannya dia memutuskan untuk menyelamatkan gurunya, Meski  itu sulit.


Kaisar pedang yang melihat wajah simo dengan cepat dia berkata, “dengan kau menjadi kuat, mungkin aku bisa terlahir kembali.”


“Tapi sudahlah, jangan dipikirkan, itu terlalu jauh untukmu. Untuk pertanyaan kedua aku akan menjawabnya. Kau mungkin bisa membuat aura pedangmu sendiri, tapi itu adalah sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Meski kau bisa membuatnya, belum tentu aura itu akan menjadi baik dan kuat.”


“Selain itu, kau juga bisa menggunakan salah satu siren itu, tapi itu membutuhkan waktu yang lama untuk membuatnya. Sekarang guru akan memberikanmu aura pedang, maka bersiaplah.”


Mendengar itu, simo mengangguk lalu bersila dan memejamkan matanya.


“Saat ada energi yang masuk ke dalam tubuhmu, kau hanya perlu membiarkannya masuk dan bercampur dengan energi di dalam tubuh. Tahap ini akan terasa sakit, maka berusahalah untuk menahannya. Kau mungkin juga penasaran, mengapa aura pedang di pindahkan cara seperti ini. Tahanlah, nanti kau akan mendapatkan jawabannya.”


Setelah mengatakan itu, kaisar pedang menghela nafas, meyakinkan dirinya bisa. Walau dia sering melakukannya, dia masih tidak percaya diri saat melakukannya.


Aura merah darah muncul di kedua telapak tangan Kaisar pedang. Aura itu seperti nyala api yang panas. Jika ada seorang di sekitarnya, maka orang itu akan merasakan tekanan dan energi yang kuat di pancarkan oleh aura itu.

__ADS_1


Tanpa berpikir panjang, Kaisar pendang langsung menyentuh punggung simo dengan kasar.


__ADS_2