Black Ice Dragon Legend

Black Ice Dragon Legend
bab 28 adik kakak


__ADS_3

Jiro dan hasan adalah nama kak beradik itu. Mereka adalah para perampok yang sangat di kagumi para perampok lain, dan sebaliknya bagi masyarakat.


Mereka biasanya di perintahkan oleh raja untuk menjaga perbatasan untuk keamanan wilayah. Tentu saja ini adalah hubungan rahasia antara raja dan kelompok itu.


Mereka memiliki kelompok berjumlah 100 orang, jumlah yang terbilang banyak. Mereka biasanya merampok para pelancong dan orang-orang yang akan datang ke kerajaan radia.


Jika mereka bosan dan tidak ada orang luar yang datang, mereka akan merampok para warga yang keluar.


Bukan hanya sekali saja mereka melakukan, bahkan sering.


Hal inilah yang membuat mereka di benci.


Sang raja memerintahkannya untuk berhenti melakukan itu, tapi kakak beradik ini tidak mempedulikannya.


Karena tidak bisa menghentikannya, raja memberikannya batas untuk melakukannya.


Alasan raja melakukan itu, karena memudahkannya untuk melakukan penjagaan. Dan untuk alasan lainnya tidak jelas.


Sejak di penjara raja, kelompok ini semakin sedikit karena banyak penangkapan anggota mereka. Oleh karena itulah mereka mulai merencanakan pemberontakan dengan melakukan berbagai tipu muslihat dan cara-cara yang licik, hingga seperti sekarang ini.


“siapapun kau! Aku tidak mempedulikannya!” seru jiro memandang tajam ke arah Hugo.


“Aku khawatir, kau akan menyesal jika tidak mendengarkanku. Ini hanya ada satu kesempatan, pikirkan baik-baik,” ucap Hugo dengan serius, seolah dia adalah orang yang penting dan kuat.


“Kakak, jangan pedulikan dia.”


“diam!” bentak jiro kepada hasan, lalu memandang Hugo dengan tatapan serius. “memangnya siapa kau?” tanyanya dengan tatapan menelisik dan penuh intimidasi.


Walaupun dengan tatapan seperti itu, Hugo tidak gentar. Dia sebaliknya melawan balik tatapan itu.


“ apakah kau serius ingin mengetahuinya? Aku khawatir kau akan terkejut jika mendengarnya.”


“katakan saja!” jiro mengeluarkan tombak dan mengarahkannya ke leher Hugo.


“apa kau yakin?”


“Cepat katakan! Jika kau tidak berbicara, aku akan menusuk lehermu!” jiro mendorong tombak, menyebabkannya menyentuh kulit Hugo.


Dira yang melihatnya bersiap-siap menolong.


“Aku .... Adalah....”


Jantung hasan dan jiro berdegup kencang seiring Hugo berkata.


“maaf aku terlambat!”


Tiba-tiba ada suara gadis yang menghentikan Hugo. Suara itu berasal dari langit.


Hugo, hasan, jiro dan dira langsung menoleh ke atas.

__ADS_1


Seorang gadis berpakaian putih melayang anggun di atas sana. Tatapannya lembut dan sedikit dingin. Dia memandang hasan dan jiro dengan tatapan kebencian.


Rambutnya menari-nari dengan kelembutan angin. Kakinya yang indah melayang seperti sedang mengendarai angin.


Dia tidak lain adalah gadis yang menolong simo.


“Gadis kecil apa mau mu!?” ujar jiro memandang tidak senang kepada gadis itu.


“membunuhmu.”


Kata-katanya dingin dan datar, tapi jiro dan hasan merasakan aura yang kuat terpancar dari gadis itu. Mereka tidak bisa memandang remeh kepada gadis itu.


“Siapa kau!”


Jiro mengeluarkan tombaknya untuk berjaga-jaga.


“Aku adalah malaikat kematianmu.”


Jiro mengerutkan kening, dan menebak-nebak seberapa kuat gadis di depannya.


Sementara itu, dira bisa tersenyum, dia menduga ini adalah rencana yang di siapkan Pamannya untuk mereka. Tapi bagaimana dengan keselamatan para warga?


Dira tidak memikirkannya, dia menduga Pamannya pasti sudah melakukan semuanya dengan baik dan terarah.


Hugo yang mengetahui apa yang di pikirkan dira tersenyum dan mengangguk.


“Hahahaha! Apa kau sedang bercanda!?” Seru jiro. Meski dia merasakan kekuatan mengalir dari gadis itu, dia tidak percaya gadis di depannya memiliki kekuatan yang sangat mengerikan.


Jiro menatap simo dengan heran, bukankah, dia sudah terbunuh? Jika dia berada di sini, pasti dia bisa mengalahkan dua orang yang telah di kirimnya.


“Aku harus turun tangan sendiri untuk membunuhmu, bocah!”


Jiro menatap hasan, dan berkata, “kau lawan gadis itu, dan aku akan melawannya. Hari ini, aku pastikan membunuhmu!”


Sebelum hasan menerimanya, jiro sudah pergi duluan, melesat menyerang simo. Dengan seperti itu, mau tidak mau, hasan harus melawan gadis di depannya.


Dia menghela nafas dan mengeluarkan pedangnya.


“kau gadis tidak tahu diri!” hardik hasan. Walaupun dia berkata seperti itu, ada rasa takut di dalam hatinya ketika menatap gadis yang melayang itu.


“Terima ini!” hasan melesat ke udara.


Setelah tiba di tempat gadis itu, hasan melihatnya pergi menjauh.


“Ke mana kau akan pergi! Aku. Tidak akan membiarkanmu!”


Hasan mengikuti gadis itu pergi.


Sementara itu, simo mulai bertarung dengan jiro, kali ini dia tidak akan membiarkannya menang ataupun melukainya.

__ADS_1


Dira dengan kekuatannya melepaskan diri, dan memandang simo.


“kita harus pergi ke kota dulu. Aku yakin, dengan kedatangannya, mereka berdua tidak akan kalah,” ucap Hugo yang melihat kekhawatiran di wajah Dira.


Dia yakin, walaupun tidak tahu apa hubungannya dengan pemuda yang bertarung dengan jiro, pasti ada hubungan erat dengannya.


Dira mengangguk dan memandang simo lagi. Walaupun tidak perlu khawatir, bagaimana bisa seorang ibu melihat putranya sedang dalam bahaya?


“paman, apa kita harus buru-buru?” dira enggan untuk pergi.


Hugo dengan yakin mengangguk. “setelah semuanya selesai, kita akan datang lagi ke sini. Meski aku sudah mengabari ini kepada pihak akademi, aku takut mereka tidak bisa mengatasinya.”


“Pihak akademi? Sejak kapan paman mengabarinya?”


“sudahlah, kita harus pergi secepatnya.”


Dira ragu-ragu mengangguk dan pergi dari sana.


Simo mengeluarkan aura pedangnya. Kali ini, dia lebih kuat dari sebelumnya. Kini dia berada di tingkat alam tahap satu bintang 9, yang sebentar lagi akan menerobos ke tahap selanjutnya.


Kecepatan peningkatannya sangat memukau. Tidak ada yang bisa mengalahkannya dalam sejarah.


Energi alam yang di milikinya melimpah, di tambah lagi Sebelumnya dia sudah bisa mengendalikan sedikit kekuatan naga hitam yang ada di dalam tubuhnya.


Jika bukan karena Naria yang memberitahukan caranya, mungkin saja dia tidak akan bisa melakukannya.


Tapi tentu saja, apa yang di capai pasti ada bayarannya.


Naria menjadi kelelahan setelah membantu simo. Dan Safia harus menjaganya.


Simo akan berterima kasih kepada Naria dan membantunya memulihkan diri setelah membunuh musuhnya kali ini.


Di udara, simo bergerak cepat menyerang jiro.


Setiap kali dia mengayunkan pedangnya, maka kekuatan yang luar biasa akan terpancar darinya.


Jiro yang berada di sekitar simo, dapat merasakan hawa panas, dingin dan kegelapan ketika bertarung dengannya.


Walaupun sebelumnya dia bisa mengalahkannya kali ini dia akan berusaha sekuat tenaga yang bisa di lakukannya. Dia merasa kekuatan simo menjadi lebih kuat dari sebelumnya.


Seorang bocah seperti simo harus di hancurkan sebelum berkembang menjadi orang yang menakutkan.


“Hahahaha! Bocah! Kau membuatku terpukau dengan kekuatanmu!” seru jiro yang masih menyerang simo dengan tombaknya.


Tombak jiro ketika di gunakan akan mengeluarkan asap tipis yang mengelilinginya.


Hal itu membuat simo sedikit pusing dan sulit berkonsentrasi.


Mereka saling adu kekuatan teknik bertarung masing-masing. Dan terlihat seimbang.

__ADS_1


 


__ADS_2