Black Ice Dragon Legend

Black Ice Dragon Legend
bab 24 khawatir


__ADS_3

“Alam mimpi?” Simo terkejut dengan pernyataan pria itu. Sepanjang hidupnya baru kali ini dia mendengar tentang alam mimpi. Biasanya dia hanya mengetahui tentang lucid dream, mimpi atau semacamnya. Kakeknya juga tidak pernah mengatakannya tentang itu.


“Oh, kau tidak tahu ya. Aku akan menjelaskannya. Alam mimpi adalah alam yang akan aktif saat seseorang tidur, baik di malam hari atau di siang hari. Namun tidak semua orang bisa masuk ke alam mimpinya dan sadar sepenuhnya seperti apa yang kau rasakan sekarang. Kau beruntung bisa mengendalikannya dan sadar di alam mimpimu sepenuhnya tanpa perjuangan yang sulit.”


“lalu kau siapa?” tanya simo lalu duduk di samping pria itu. Meski alam mimpi itu penting, simo lebih heran lagi saat melihat orang asing di dekatnya. Apalagi itu di alam mimpi.


“Kau tidak mengenalku?” pria itu heran dengan simo yang tidak mengetahui tentang dirinya, padahal seingatnya dulu dia adalah salah satu artis terkenal di dunia ini. Jika seseorang mengetahui namanya akan seketika ngeri dan takut.


Simo diam sebentar dan akhirnya menggelengkan kepalanya pelan.


“kenapa kau tidak mengetahuinya!? Kau tahu namaku adalah Keiyler si kaisar pedang apa kau tahu sekarang?” ujar keiyler seraya menggoyang-goyangkan bahu simo.


“Bi-bi-bisakah kau berhenti.” Ucap simo yang merasa pusing.


Mendengar itu keiyler menghentikan aksinya dan kembali duduk seraya mengumpat.


“Maaf tuan, aku tidak mengenal anda.”


“Sudah aku duga, generasi sekarang tidak mengetahui orang-orang hebat seperti ku, seharusnya ku bunuh saja kau sebelumnya.” Ucap keiyler seraya mendengus kesal.


“Dengar anak muda, kau beruntung bertemu dengan ku maka berbanggalah.” Keiyler diam, kemudian menarik nafas kesal lalu melanjutkan.” Anak jaman sekarang tidak tahu tentang leluhur mereka, Padahal aku yang menciptakan puluhan teknik pedang legendaris. Sungguh menyedihkan.” Keiyler menggelengkan kepalanya pelan.


“tuan, tuan bisa kah aku kembali ke dunia asliku?”


“oh, tentu saja.”


Plak!


Dengan secepat kilat, keiyler mendarat pukulan di pipi simo, dan membuatnya seketika membengkak dan memerah.

__ADS_1


“tuan kenapa kau memukulku?” tanya simo seraya membelai pipinya yang memerah akibat pukulan keiyler.


“Dasar bodoh! aku yang membawamu kesini dengan susah payah. Sekarang kau mau pergi begitu saja. Dasar Tidak tahu diri.”


“E... Kenapa tuan ingin aku kesini?” tanya simo heran sekaligus hormat, sebab menurut apa yang keiyler katakan dia adalah kaisar pedang, dan menurut simo pasti memiliki kekuatan yang kuat. Selain itu Keiyler sepertinya orang yang mudah marah.


“aku ingin mewarisi teknik pedangku. Jangan senang dulu! Aku punya syarat untuk itu, apakah kau mau melakukannya?”


“Syarat?” simo menjadi Heran.


“Iya, aku ingin kau mengizinkanku untuk tinggal di sini selama yang aku inginkan.”


“jika begitu aku tidak menerimanya. Kau boleh pergi saja dari sini. Aku tidak memerlukanmu.” Jawab simo dengan cuek. Dibalik nada cueknya itu, dia berharap keiyler memberikan berbagai teknik pedang dan memohon kepadanya. Walaupun itu kecil kemungkinannya, simo tetap mencobanya. Jika itu mengundang amarah Keiyler, dia akan meminta maaf secepatnya.


Mendengar jawaban itu, Keiyler menjadi heran sekaligus bingung dengan pemuda aneh di sampingnya. Jika biasanya orang akan memohon-mohon untuk memberikan teknik pedangnya, maka berbalik dengan pemuda yang ada di sampingnya ini. Dia terlihat cuek dan tidak memperdulikannya. Bahkan tertarik pun tidak.


“seharunya kau bangga jika aku ingin memberikan teknik pedangku padamu. Apa kau tahu, kau adalah salah satu orang beruntung yang bisa menggunakan teknik pedangku. Pikirkan baik-baik nanti kau menyesalinya.” Kata keiyler dengan nada yang masih tinggi. Walaupun begitu di dalam batinya dia sangat ketakutan jika simo menolaknya. Jika simo menolaknya, dia akan pergi ke mana. Jika kembali ke sakya maka dapat di pastikan dirinya akan di manfaatkan dan di ancam jika tidak menuruti perintahnya.


“tidak. Untuk apa teknik kuno seperti itu. Mungkin dulunya kuat, tapi sekarang teknik itu tidak lebih hanya sampah tidak berguna. Pergilah, kau tidak akan bisa membujukku seperti itu dan jangan juga mengancam, kau tidak lebih hanya kumpulan asap yang hanya bisa berbicara.”


Wajah keiyler menjadi pucat. Apa yang dikatakan simo ada benarnya dan juga dia sekarang tidak bisa berbuat apa-apa dalam keadaan menjadi roh seperti ini.


Dengan berat hati, keiyler bersimpuh dan menyentuhkan kepalanya di tanah, kemudian berkata, “tuan tolong berikan aku untuk tinggal di sini. Apa pun yang tuan inginkan, aku akan berusaha melakukannya. Tolong berikan aku untuk tinggal sini. Aku janji akan membuat tuan menjadi orang terkuat di dunia ini.” Dia melakukannya beberapa kali.


“eh, tidak sampai seperti itu tuan. Bangunlah, aku hanya bercanda.” Kata simo seraya menyuruh keiyler berdiri.


“baiklah, aku akan mengizinkannya, tapi kau harus melatihku.”


“Terima kasih. Aku akan bersumpah tidak akan menghianati tuan dan akan menuntun tuan menjadi yang terkuat di dunia ini.” Ujar keiyler seraya memeluk simo dengan erat, seperti tidak ada hari esok. Walaupun sekarang dia menjadi roh, dia masih bisa memeluk simo di alam mimpinya.

__ADS_1


“sudah, sudah. Bisakah tuan mengembalikanku ke dunia asalku?”


Keiyler mengangguk. “Ya tuan, anda hanya perlu memejamkan mata anda.” Ucap keiyler dengan nada hormat.


“Baiklah, jika begitu sampai jumpa lagi.” Simo memejamkan matanya dan Seketika dia menghilang.


...*****...


Di sebuah ruangan yang tidak begitu besar, jauzan duduk di samping simo seraya memegang tangan simo. Dia terlihat takut dan sedih seraya melihat simo belum sadar. Sudah dua hari dia menjaganya dan memeriksanya, tapi itu belum bisa membangunkan simo.


“Dasar bodoh!” Gumam jauzan. Walaupun begitu nadanya memperlihatkan kekawatiran yang besar.


Tidak beberapa lama akhirnya simo bangun dan langsung melihat jauzan memegang tangannya. Walaupun aneh, simo tidak mempermasalahkannya. Lagi pula jauzan khawatir dengannya.


“Akhirnya kau sadar juga.” Ujar jauzan dengan gembira, lalu dia mengambil segelas air dan memberikannya kepada simo.


“Dasar bodoh, kenapa kau melawanya!?” Ujar jauzan dengan nada marah setelah mengambil gelas dari tangan simo. Dan membuat simo terkejut dengan perubahan sikapnya yang cepat.


“A-aku hanya ingin membantu bu Klarika.” Jawab simo dengan nada pelan. Dia tahu jika jauzan sendang marah dan untuk menenangkannya dia harus mematuhinya.


“Kenapa kau membantunya? Apa kau tidak tahu jika bu klarika sudah hebat. Bukanya kau membantunya melainkan kau hanya beban saja!” bentak jauzan yang membuat simo terkejut.


“maaf.” Ucap simo pelan seraya menunduk dan menyadari jauzan sangat mengkhawatirkannya.


Melihat itu jauzan tidak tega memarahi simo lagi. Meski dirinya sangat marah, dia juga tidak rela melihat simo seperti itu. Oleh karena itu, Jauzan menarik nafas panjang, kemudian berkata, “sudahlah, dan ngomong-ngomong kakakku datang dan menyembuhkanmu. Kau berhutang dengannya.”


Jauzan meninggalkan simo sendirian tanpa menunggu jawaban darinya.


...*****...

__ADS_1


jangan lupa like dan komentar nya


__ADS_2