
“bocah! Apa kau terkejut?” pria itu tertawa dan memutar tongkatnya sebelum akhirnya di tanjabkan dengan kasar ke tanah.
“Kudaku! Berikan dia pelajaran! Dan perlihatkan, bagaimana kekuatan kita!”
Manusia Setengah kuda itu di sebut menhurse, sosok mahkluk yang terbentuk dari kekuatan elemen.
Menhurse mengangkat kedua kaki depannya dan berteriak. Di tangan kanannya muncul tombak panjang dan kuat.
Ukurannya sekitar 10 meter, dan memiliki berat 150 kilo lebih sehingga ketika kedua kaki depannya mendarat, menyebabkan guncangan di area sekitar.
Setelah tombak itu di keluarkan, kekuatan energi alam kecil terpancar kuat keluar darinya. Itu membuat simo tertekan dan sedikit sulit mengendalikan tubuhnya.
Dia cepat menggunakan teknik lauthing linght untuk mundur ke belakang.
Simo memandang tajam ke arah menhurse. Walaupun belum tentu bisa mengalahkannya, setidaknya dari pertempuran ini, akan ada peluang untuknya menang.
Sambil menekan giginya, simo mengeluarkan aura pedangnya. Auranya kali ini lebih kuat dari sebelumnya. Kemudian mengeluarkan kerincingan dan memanggil Lasmaya. Dia mengerti, melawan pria di depannya tanpa bantuan orang lain lebih sulit.
Di tambah lagi dua lawan satu, membuat pertarungan sangat tidak seimbang.
“Lasmaya, kau lawan manusia kuda itu, dan aku akan melawan pria itu.”
“Baik kak!”
Tanpa menunggu waktu, Lasmaya langsung melesat mengarah menhurse.
Setelah melihat Lasmaya bergerak maju, simo mencari-cari pria itu, namun ketika dia mencarinya, pria itu tidak ada di tempatnya.
Di tengah kebingungan, tiba-tiba simo tidak bisa menggerakkan tubuhnya; tubuhnya seolah membatu seperti patung.
‘apa yang terjadi?’ simo berusaha menggerakkan tubuhnya. Dia hanya bisa menggerakkan kedua matanya.
Simo tahu ini ada hubungannya dengan pria itu, tapi yang membuatnya heran, bagaimana bisa pria itu bergerak sangat senyap seperti ini, bahkan dia tidak bisa merasakan energi alam kecilnya.
“hahaha!”
Enam Asap muncul dari balik simo. Asap-asap itu mengempul di depan simo perlahan-lahan membentuk sosok manusia yang tidak lain adalah pria itu.
“bocah! Ternyata kau mudah sekali di jebak.” Pria itu tersenyum menyeringai memandang simo. Terlihat jelas, dia sangat bangga dengan tindakannya itu.
Simo tidak menjawab, dia berusaha melepaskan diri. Dia berusaha menggerakkan tangan kanannya untuk ke depan.
“Bocah, kau tidak akan bisa—”
Sebelum menyelesaikan kata-katanya, tangan kanan simo bergetar. Aura pedang merah keluar deras dari pedangnya.
Simo tersenyum menyaksikan keterkejutan pria di depannya.
“kau anak aneh! Aku tidak bisa membiarkanmu hidup!”
Pria itu mengeluarkan tombaknya dan mengayunkannya ke depan.
__ADS_1
Tarngkkk!!!
Tepat sebelum tombak itu mengenainya, simo berhasil memblokir dan mundur ke belakang karena kekuatan pria itu.
Simo memandang Lasmaya yang sedang bertarung dan mengangguk kepadanya. Simo berhasil melepaskan diri tidak lain adalah berkat Lasmaya yang membantunya, jika tanpa bantuannya simo dapat di pastikan akan terkena serangannya.
Lasmaya membantu simo dengan kekuatan angin, membantunya melepaskan diri dari cengkeraman kekuatan aneh dari pria itu.
“aku tidak akan membiarkanmu lolos!” seru pria itu kemudian bergerak maju.
“Apakah kau bisa?” simo tidak mau kalah, dia bergerak cepat mengarah pria itu.
Kemudian suara lengkingan besi terdengar nyaring. Simo mengayunkan pedangnya ke segala arah menangkis semua serangan Pria itu. Kecepatannya sangat cepat. Angin yang di timbulkan membuat rambut seseorang berterbangan di area sekitar mereka.
Pertarungan adu senjata tidak berlangsung lama karena kecepatan dan kemampuan pria itu lebih tinggi dari simo, bahkan dengan kekuatan pedang simo, membuatnya mundur beberapa langkah.
Memanfaatkan itu, pria itu melesat menyerangnya, tapi sayangnya simo langsung menggunakan teknik lauthing linght dan muncul di belakang pria itu dan mengeluarkan bola api kemudian melompat mundur.
“hanya semut!”
Sebelum bola api mengenainya, pria itu berbalik dan menebas bola api simo dengan mudah. Dia kemudian melesat dan mengayunkan tombaknya.
Simo mengeluarkan aura pedang yang lebih kuat dan mengayunkannya.
Ledakan terdengar ketika dua senjata mereka beradu. Meski tombak Pria itu seperti tidak memiliki apa pun, tombak itu sangat kuat dan mampu bergerak.
Simo menendang tanah dan melompat mundur. Dia tahu, tidak bisa menahan pria itu lagi.
Pria itu melesat dan mengayunkan tombaknya.
Trangkkk!!! Bommmm!!!!
Walaupun simo berhasil menghalaunya, dia tidak bisa menahan kekuatan tanpa tumpuan apa pun sehingga membuat tubuhnya menghantam tanah dengan keras dan menimbulkan bekas di sana.
Simo dapat merasakan tulang punggung retak. Darah segar sedikit meluncur dari bibirnya.
Pria itu tidak berhenti, dengan kedua tangannya dia mengangkat dan mengayunkan tombaknya. “hahaha! Matilah! Bocah!”
Bommm!!!!
Pria itu tersenyum setelah melakukan serangannya, tapi setelah melihat apa yang ada di tanah membuatnya kesal dan mencari-cari keberadaan simo.
“Bocah! Keluar!” dia memandang sekitarnya.
“kau mencariku?”
Pria itu mengangkat wajahnya dan memandang simo melayang di udara dan bergerak menuju ke arahnya.
“hahaha! Akhirnya kau muncul juga!” pria itu kemudian melesat ke arah simo.
Simo tersenyum, pria di depannya sudah terpancing dengannya. Dia kemudian mengeluarkan sebuah bola api biru yang tidak terlalu besar, tapi memiliki aura panas yang sangat tinggi.
__ADS_1
Selain itu, di dalamnya ada bentuk bunga dan berputar-putar. Ini adalah teknik yang simo temukan secara mendadak dan tidak pernah dia coba.
Dia menghabiskan semua kekuatannya untuk membuatnya. Dan ini juga berkat bantuan para siren dan gurunya.
Dengan tersenyum, simo melempar bola itu.
“bola tidak berguna!” seru pria itu terus mendekati simo.
Simo langsung bergerak mundur, dia rasa ledakannya akan memiliki efek yang besar.
Pria itu mengayunkan tombaknya. Ketika tombaknya mengenai bola itu, tiba-tiba.
Bommmm!!!!!
Aura merah biru dan hitam meledak di udara seperti gunung meletus. Pohon-pohon di sekitarnya hancur lulu lantah.
Pria itu terkejut setelah merasakan kekuatan ini, dia berteriak keras melawannya.
Perlahan-lahan dia akhirnya menghilang dalam ledakan.
Lasmaya yang melihatnya tersenyum dan berharap serangan simo berhasil mengalahkannya. Dia kemudian menjauh, menghindari area ledakan.
Setelah beberapa detik akhirnya ledakan berhenti. Simo perlahan-lahan bangun dari serpihan-serpihan pohon. Kecepatan ledakannya membuatnya harus merasakannya juga, tapi untungnya dia tidak terluka berat.
“Apakah ini sudah selesai?” Gerutu simo sambil memegang dada dan tangannya yang sakit.
Simo sedikit tersenyum setelah tidak menyadari keberadaan pria itu, tapi tiba-tiba langit menjadi gelap.
Asap putih di langit terbentuk dan perlahan-lahan menjadi tornado yang ganas.
Simo merasakan ada kekuatan yang sangat kuat darinya.
“ini belum berhasil.”
“Kakak!”
Lasmaya datang menghampirinya.
“kakak tidak apa-apa?”
Simo menggeleng dan memandang fenomena aneh di depannya.
“Kakak, pria itu sangat kuat.”
Simo mengangguk.
“hahahahah! Bocah, sepertinya kau layak menjadi lawanku!”
Di udara, muncul pria tadi sambil memandang penuh dendam kepada simo.
Asap putih mengelilinginya. Asap itu sangat tebal seperti tornado, bergerak melingkar, membuat apa pun yang ada di sekitarnya terhempas
__ADS_1