
“Bahkan, jika kau ingin mengakhiri pertarungan ini, sudah seharusnya kau bisa mengakhirinya dengan mudah, tapi sikapmu yang hati-hati dan selalu menikmati jalan pertarungan seseorang adalah hal yang tidak pernah kau tinggalkan, maka dari itu, terimalah ini!”
Lais mengangkat tombaknya tinggi-tinggi. Awan hitam mulai berkumpul mengelilingi langit dengan lubang hitam di tengahnya, tepat di atas tombak itu. Kilatan cahaya putih terpancar dari sana, lalu mengalir ke tombak lais. Perlahan-lahan energi itu berkumpul dan menciptakan tiga lotus petir seukuran bola.
“Jika kau memang seorang gadis normal, seharusnya kau tidak menolaknya bukan? Dengan keindahan dan harum bunga Lotus ini, kau akan lebih mempesona. Biarkan aku yang menaruhnya di sela telingamu!!” lais Langsung mengarah tiga lotus itu ke arah anulika.
Ekspresi serius mulai terlihat di wajah anulika. Dia mempersiapkan kuda-kuda. Saat salah satu lotus mengarah kepadanya, dia dengan cepat melompat, menunduk dan melompat lagi, menghindari semua lotus itu. Tapi hal itu merupakan sesuatu yang sia-sia, tiga lotus itu tidak meledak dan bersiap melakukan serangan kedua.
“ahahah! Bagaimana kau akan menghindarinya!?” lais berlari sembari menunjuk anulika dengan tombaknya, bersamaan dengan itu, ketiga lotus melesat.
Menanggapi hal ini, anulika mengeluarkan sebuah seruling, lalu memainkannya. Alunan nada yang lembut, tapi memiliki aura mistis menghiasi lapangan.
Para siswa menikmatinya dan bertanya-tanya apa fungsi seruling itu, lalu mengapa anulika memainkannya?
“sudah lama, aku tidak mendengar alunan musik seperti ini.” Gumam klarika.
Di samping klarika, hendry dan kai mengerutkan keningnya, karena bunyi seruling ini, bukalah seruling biasa dan tentu saja semua orang mengetahuinya, namun di dalam pikiran mereka, mereka penasaran apa yang akan terjadi.
Dan benar saja, perlahan-lahan kepingan-kepingan es terbentuk, dan dengan cepat melindungi anulika. Kedua mata lais membesar, dia tidak percaya ada seseorang yang berelemen es di sekolahnya.
Elemen es sendiri adalah elemen tingkat dua dari air, yang tentu saja akan lebih kuat dari air, tapi semua elemen ada kekurangan dan kelebihan, begitu pun dengan elemen es. Jika air dapat masuk ke lubang kecil sekalipun, maka es tidak bisa, jika bisa, maka harus menggunakan usaha keras untuk itu.
Namun, untuk kekerasan dan kekuatan akan lebih menang es. Dengan kepadatannya yang baik dan keras, sangat cocok untuk bertarung.
Setelah kembali dari kesadarannya, lais langsung melompat mundur. Dan dengan gantinya, dia melempar tombaknya.
Preak bomm!!
Ledakan energi pun terjadi. Tiga lotus itu meledak seperti pusaran yang terus berusaha menembus pertahanan, sementara tombak lais, terus berusaha menancabkan ujung tombaknya untuk masuk ke dalam pertahanan.
__ADS_1
“kenapa sekarang menjadi dingin?” gumam salah siswa yang sedikit gemetar karena dingin dan hal yang sama pun juga di rasakan oleh siswa lainya. Tidak banyak yang mengetahui, jika udara dingin ini berasal dari es anulika. Meski jaraknya jauh dari para siswa berdiri, dengan kehebatan anulika, dia bisa menyebarkan hawa dinginnya beberapa puluh meter dari titik pusatnya berdiri.
Selain berguna melemahkan musuh, udara dingin itu juga berguna untuk menggunakan tekniknya dengan akurat dan mudah. Tentu saja itu juga menguras banyak energi alam kecil, apalagi dia sekarang berada di tingkat bumi tahap 6, tingkat yang sudah layak mendapatkan gelar jenius. Tapi ada beberapa teknik yang menggunakan energi alam kecil yang tinggi, sama seperti teknik yang sekarang dia gunakan.
Dari teknik yang dia gunakan, sepertinya dia ingin mengakhiri pertarungan dengan cepat, walau dia mengalami kelelahan yang berlebihan.
Merasakan ini, kedua sudut bibir Delisa menyusut. Dia tersenyum karena senang mendapat lawan yang kuat, Walau belum tentu dia mendapatkannya, tapi setidaknya ada harapan baginya untuk bertarung , Entah di lapangan atau di luar. “sepertinya aku akan mendapatkan musuh yang lumayan.”
“Lihat! Es itu mulai terbuka!” Ujar salah satunya, yang membuat semua pandangan siswa terpokus ke lapangan.
Perlahan-lahan es itu terkelupas, setelah gerakan tombak dan ledakan lotus berhenti. Es itu kemudian pecah menjadi pedang es besar dan panjang.
“Jika kau sebagai seorang laki-laki, pasti memiliki kekuatan bukan? Tunjukkan itu sekarang!” anulika melesat dengan pedang esnya.
“dasar sombong!” lais juga tidak mau kalah.
Mereka berdua berlari, lalu mengayunkan senjatanya masing-masing, menimbulkan suara berdengung yang cukup mengganggu telinga.
Setelah merasakan beberapa teknik pedang anulika, lais menyadari dia kalah dalam teknik pedang dan kekuatan fisik. Oleh karena itu, dia mengalirkan petirnya sebagai pembantu dalam menyerang anulika.
Selain kuat, udara dingin yang di pancarkan anulika, membuat seseorang pusing, sehingga menambah beban lais. Dia beberapa kali melihat dua bayangan anulika, kadang-kadang tiga, dan kadang-kadang lebih dari itu.
Karena tidak kuat dengan semua itu, dia menjaga jarak dari anulika. Walau dengan keadaan pusing berat, dia berhasil melakukannya. Tapi itu masih berada dalam jangkauan anulika, tapi setidaknya dia bisa menjaga jarak.
“kenapa kau mundur? Bukankah kau ingin membuat pertarungan ini adalah pertemuan terakhir kali kita?” kata anulika dengan wajah yang di penuhi senyum kemenangan.
Lais tidak menjawab, dia memegang kepalanya yang pusing seraya berujar, “kau curang! Kau pasti mencampur sesuatu melalui udara dingin ini.”
Mendengar itu, anulika tertawa, “bagaimana kau bisa membuktikannya?”
__ADS_1
Seketika lais diam. Apa yang anulika katakan ada benarnya, lais tidak bisa membuktikan apa pun, dia hanya menduga itu ulah anulika.
“bajingan! Aku akan mengalahkanmu!”
Dengan kepala yang masih pusing, lais mengangkat tombaknya, dan lagi-lagi muncul petir yang langsung menyambar ujung tombak lais.
Beberapa detik itu terjadi, sebelum akhirnya tombak itu terangkat. Lais merentangkan kedua tangannya, membiarkan petir dari kedua tangannya bercampur dengan petir yang berada di atas.
Perlahan-lahan, namun pasti petir itu membentuk seekor serigala beberapa meter dengan dua kepala.
“sekarang rasakan ini!”
Serigala itu meraung, lalu dengan kecepatan tinggi melesat ke arah anulika.
Menanggapi hal itu, anulika memainkan serulingnya. Perlahan-lahan butiran-butiran es yang entah dari mana asalnya membentuk seorang wanita es, dengan dua sayap dan memegang tombak panjang. Kedua matanya bercahaya putih, seperti mengeluarkan aura suci.
Wanita itu adalah dewi es, salah satu kemampuan penggunaan elemen es yang paling kuat, yaitu Guardian elemen.
Dewi es melesat seraya menunjuk serigala itu dengan tombaknya yang panjang.
Bomm!!!
Dua energi yang berlawanan akhirnya berbentur, menimbulkan pusaran angin keras. Jika anda berada di sana, anda hanya bisa melihat kelip-kelip cahaya dan berusaha berdiri.
Semua siswa mengeluarkan energi alam untuk melihat pertarungan itu, namun sayang, mereka tetap tidak bisa melihatnya, karena pusaran angin yang di timbulkan sangat kencang.
Tidak ada yang terlihat unggul. Dewi es berusaha mendorong tekanan yang di berikan oleh serigala Petir itu.
“mereka berdua sangat berbakat. Aku ingin melihat seberapa kuat mereka di masa depan.” Gumam klarika tersenyum melihat kehebatan dua orang itu. Walau dia bukan wali kelas mereka, dia merasa bangga jika salah satu siswa hebat berasal dari akademi gunung salju.
__ADS_1
“Ah, kapan aku akan melihat siswaku bertarung seperti itu.” Gumam klarika lagi, tapi sekarang dia tersenyum kecut karena tidak ada satu pun siswa yang menjadi harapannya.
Kenzo menghilang, sedangkan simo dan namila juga hilang entah di mana. Walau begitu, Klarika yakin mereka akan kembali ke kelas mereka, tapi entah kapan, jika bisa dia berharap mereka datang sebelum ujian selesai.