
“tidak aku sangka dalam beberapa detik saja, kau bisa mendesakku menggunakan senjata, maka terimalah kekalahan mu sekarang!!” seraya mengatakan itu, kenzo berlari dengan kecepatan tinggi. Bahkan jika orang bisa melihatnya, itu hanya akan terlihat bayangan Kenzo yang melesat dan akan menyadari jika kenzo berhenti.
Saat kenzo melesat hanya bayangan hitam secepat kilat terlihat, seperti melihat bayangan hantu dan itu hanya bisa dilihat seperempat detik saja.
Semua siswa terkagum melihatnya, baru kali ini mereka melihat siswa yang memiliki kekuatan terkuat di kelas bertarung. Di samping itu, juga ada beberapa siswa mengamati dan menilai kecepatan kenzo dan mencari kelemahannya sebagai antipasi jika suatu hari nanti mereka bertarung melawannya.
Sementara itu, klarika tersenyum karena merasakan kekuatan yang begitu kuat yang melebihi semua siswanya. Dia juga menanti-nanti bagaimana reaksi simo untuk melawan serangan Kenzo.
Jauzan yang tidak berada jauh dari klarika hanya memandang pertarungan dengan datar, seolah dia sudah terbiasa dengan kekuatan yang di keluarkan kenzo.
Melihat bayangan kenzo yang semakin mendekat, simo hanya tersenyum kecil lalu memegang ganggang pedangnya lalu menggerakkannya di tempat yang dia rasa jatuhnya serangan Kenzo.
Tarangkk Bomm!!!
Ledakan angin terjadi setelah dua bilah senjata itu beradu membuat beberapa siswa kesulitan untuk menyaksikan pertarungan, sebab angin kencang membuat mata mereka kesulitan untuk melihat. Meski mereka sudah menjaga jarak dan berada di koridor atas, tetap saja angin kencang sangat terasa di tempat mereka, mau tidak mau mereka memasang pertahanan untuk melindungi tubuh mereka.
“tidak, aku sangka ledakannya begitu keras.” Gumam klarika seraya menyaksikan pertandingan dengan memasang pelindung tidak terlihat.
Dia masih seperti dulu. Batin jauzan yang melihat simo menahan serangan kenzo tanpa terpengaruh oleh serangan yang Kenzo lontarkan.
“Apa sekarang kau percaya?” tanya simo seraya menahan serangan kenzo dengan satu tangannya.
“Tentu saja dan aku sudah mengetahui. Sekarang demi temanku, aku ingin kau mati di tanganku. meski aku harus mati hari ini.” Setelah mengatakan itu kenzo melompat dan memutar tubuhnya dengan cepat aliran energi keluar dari tubuhnya. “ ahahah, rasakan ini!”
Trangkk!!
Simo berhasil menahannya tanpa mengeluarkan energinya sedikit pun.
“Apa hanya ini saja?” tanya simo tanpa ekspresi.
Mendengar itu, kenzo tersenyum jahat.
Kreakk buggg!!
lantai tempat yang di injak simo seketika retak menjadi bongkahan-bongkahan lalu melayang sekitar simo.
“jangan-jangan kau?” tanya simo menebak, jika dia adalah saudara dari ivander.
__ADS_1
“Iya, aku adalah adiknya. Sebelumnya aku ingin menyembunyikannya, tetapi kau yang memaksaku untuk mengeluarkan semuanya.” Jawab Kenzo dengan nada berat seperti menahan amarahnya yang memuncak.
Semua siswa terkejut begitu pun klarika selaku wali kelas mereka. Setahu mereka tidak ada siswa yang sudah mencapai tingkat bumi di kelas mereka dan mulai memikirkan dari mana kenzo bisa meningkatkan kekuatannya secara drastis.
Tidak beberapa lama mereka tenggelam dalam keterkejutan itu, mereka mulai memikirkan jika kenzo menyembunyikan kekuatannya selama ini.
Mata mereka mulai berbinar-binar setelah mengetahui fakta yang sebenarnya, selain dapat meningkatkan reputasi kelas, kenzo juga dapat di harapkan untuk dapat mengalahkan salah satu siswa kelas B atau A
“kenapa aku tidak menyadarinya dari dulu.” Gumam klarika seraya menggelengkan kepalanya lalu kembali memandang pertadingan yang dimana simo dan kenzo mulai beradu serangan.
“aku harus menghentikan mereka berdua.” Gumam klarika seraya memandang pertandingannya, yang terlihat simo di hujani berbagai bongkahan tanah dan beton lantai. Saat hendak melompat, jauzan menghentikannya.
“Kau tidak perlu menghentikannya. Apa kau lupa jika dia bisa mengalahkan siswa kelas A dalam satu serangan.”
“tapi... Aku tidak ingin ada yang mati dalam pertarungan itu. Apa kau tidak melihatnya simo terlihat tidak seimbang melawan Kenzo.”
“Kau terlalu bodoh! jika mempercayai kekuatan simo hanya di tingkat fisik.” Bisik jauzan.
Mendengar itu, klarika tersenyum. “menarik, aku ingin lihat apa yang kau katakan benar atau tidak.”
Di arena berbagai serangan kenzo lontarkan, tetapi tetap saja, simo berhasil menghindarinya bahkan beberapa kali simo berhasil menyerangnya, membuat kenzo geram. Dia lalu melompat ke belakang.
Kapak itu, berputar-putar. saat berada di belakang simo, seperti kilatan cahaya, kenzo muncul dan mengayunkan kapaknya seraya berteriak mengeluarkan semua tenaganya.
Trangkk!!
Dua buah senjata kembali beradu menimbulkan percikan-percikan api.
Melihat serangannya di tahan, kenzo tersenyum lalu menghilang dan muncul lagi di sisi lain, tetapi dengan kekuatan simo sekarang, mustahil untuk mengenainya, apalagi kenzo yang lebih lemah dalam kekuatan dan teknik sehingga beberapa kali dia menyerang selalu dengan mudah simo patahkan.
Saat kenzo ingin menyerang lagi, dengan cepat simo menahannya lalu dengan kecepatan cahaya, dia memukul perut kenzo dengan keras membuatnya terpental dan akhirnya berhenti setelah membentur tembok.
Semua siswa terdiam. mereka tidak menyangka jika kenzo dapat dengan mudah terkena serangan simo yang seorang siswa baru.
Setelah diam beberapa saat, mereka terkagum-kagum sekaligus heran, bagaimana bisa simo mengalahkan kenzo yang hanya tingkat fisik saja. Itu sudah sangat aneh!
“ternyata aku tidak sia-sia memperebutkannya.” Gumam klarika seraya tersenyum puas menyaksikan pertarungan.
__ADS_1
Perlahan-lahan kenzo bangkit. “ aku tidak akan kalah.” Gumamnya dengan nada lirih seraya berdiri.
“Aku tidak akan kalah!!” Energi alam kecil begitu kuat terpancar darinya, membuat udara di sekitar lebih berat.
“T-tingkat alam!” pekik salah satu siswa yang membuat semua siswa terkejut.
“Ah, bagaimana bisa!?”
“semuanya keluar!” pekik salah satu siswa. Dalam beberapa detik semuanya berbondong-bondong keluar karena tidak kuat dengan tekanan yang begitu kuat.
“apa jangan-jangan dia!?” gumam Klarika yang merasakan tekanan yang begitu kuat.
“Hasil penelitian!” ujar jauzan.
Organisasi salju hitam adalah salah satu organisasi pemerintahan yang bertugas untuk meneliti bagaimana cara untuk mendapatkan kekuatan dengan instan, tanpa usaha yang keras, guna untuk meningkatkan pertahanan kekaisaran dari ancaman luar. Organisasi itu bergerak dalam bayang-bayang, sebab masyarakat tidak akan mungkin menyetujuinya karena itu akan menimbulkan penyakit, virus dan berkemungkinan besar akan dapat merenggang nyawa, oleh karena itu, pemerintah harus menyembunyikan organisasi itu dengan rapat-rapat. Kenzo adalah salah satu hasil penelitian yang berhasil mereka ciptakan, tanpa tercium oleh masyarakat, akan tetapi kenzo melarikan diri bersama kakaknya, ivander dan bersembunyi di akademi dan tempat-tempat yang ramai sehingga membuat pemerintah kesulitan untuk menangkapnya.
Tidak banyak orang yang mengetahui informasi organisasi itu, karena jika ada orang luar atau tidak berhubungan dengan pemerintah maka dapat di pastikan mereka akan dihilangkan. Maka dapat di pastikan jauzan dan Klarika bukan orang sembarangan.
“Jika begitu, aku harus menghentikannya!” jauzan hendak melompat, tapi dengan cepat klarika menghentikannya.
“ sebagai salah satu wali kelas, aku tidak akan mengijinkanmu untuk menolongnya.” Ucap klarika seraya memegang bahu Jauzan dengan erat
“Kau gila ya, bagaimana jika simo mati! Lepaskan.” jauzan meronta-ronta, tetapi klarika mengalirkan energi yang membuatnya tidak bisa bergerak.
“aku akan melaporkannya dan akan membunuhmu jika terjadi sesuatu dengannya!” ancam jauzan dengan ekspresi marah.
“Kita lihat, apa yang kau katakan benar atau tidak.”
“Kakak, aku akan membalaskan dendammu!” ujar kenzo seraya menengadah lalu menatap simo dengan tajam.
“Aku tidak akan membiarkanmu lolos. Ahahah!” mata Kenzo memancarkan aura kematian yang mencekam. bersama dengan itu kenzo berlari dengan sangat cepat, bahkan lebih cepat dari cahaya.
Trangkkk bomm!!
Tubuh simo terlempar beberapa meter hingga menabrak tembok. meski dia sudah menahan serangan kenzo, tetap saja karena kekuatannya berbeda jauh membuatnya harus merasakan kerasnya tembok pembatas untuk pertama kalinya.
Setelah melihat simo menghantam tembok dengan cepat kenzo melesat dan menerjang simo. Dengan refleks simo menghindar ke kanan lalu melompat ke belakang.
__ADS_1
Tidak membiarkan simo menarik nafas, kenzo melesat menyerang simo, yang membuatnya harus menghindar dan mencari kelemahan musuhnya.