
“Sebuah drama yang baik,” ujar seseorang memakai kerudung yang duduk di atas dahan pohon. Meski dia memakai kerudung, siapapun akan tahu, kalau dia adalah seorang gadis yang memiliki tubuh yang bagus.
Kedua kakinya yang berbulu halus dan sangat putih bergelayut-gelayut di sana dengan tenang seolah sedang bermain-main dan menatap kejauhan. Lalu, di kakinya ada sepasang sepatu indah berwarna hitam dengan kaki yang halus dan putih.
Walaupun begitu, kaki itu sekiranya berumuran tidak terlalu muda, namun keindahannya tetap terpancar.
Kedua dadanya menonjol baik, dan ketinggiannya juga sangat pas untuk dirinya. Dengan keelokan tubuhnya, dia bagaikan sebuah bunga mawar merah hitam yang gemuk, Namun menarik hati.
Dia berbicara menatap ke bawah sambil melemparkan buah apel beberapa kali di udara. Tidak tahu siapa yang di ajaknya berbicara. Meski dia berkata seperti itu, nadanya sangat mengejek.
Tidak lama kemudian, sebuah aura merah muncul dari dalam tanah. Aura itu berputar-putar seperti angin topan semakin meninggi, membuat rambut wanita itu bergerak-gerak ke belakang. Kemudian, meledak dan menghempaskan angin di sekitar, dan perlahan-lahan menghilang.
Benito muncul dari sana sambil memegang dadanya. Ekspresinya sedikit pucat akibat bertarung sebelumnya. Wajahnya tersayat-sayat, dan ada beberapa bagian tubuhnya terluka. Dia langsung memandang wanita di atas dahan yang tidak jauh berada.
“Sebuah drama katamu!? Jika aku tidak berhasil kabur tepat waktu, mungkin saja aku datang hari ini sebagai wujud roh gentayangan. Aku tidak pernah menduga, jika dira mengambil jalan itu. Dan aku juga terlalu ceroboh masuk ke dalam perangkap jahat itu. Sangat bagus dan terstruktur. Mereka berdua bekerja sangat baik. Jika kelak aku tubuh menjadi lebih hebat, niscaya gadis itu adalah target pertamaku.”
“Untuk apa membicarakannya? Tidak perlu marah-marah, suatu saat nanti kau akan bisa mengalahkannya. Aku juga akan memastikan saat itu, anak yang ingin di bunuh Kaisar akan mati di tanganku sendiri.” Ketika wanita itu berkata ‘membunuh anak yang ingin di bunuh kaisar’ ekspresinya tampak gelap dan perlahan-lahan memperlihatkan niat membunuh yang tinggi.
Dia memiliki beberapa pengalaman buruk terhadap anak itu. Andai saja rencananya berjalan lancar, dan orang itu tidak mengganggunya, dia tentu pasti akan bisa membunuh anak itu. Tapi, siapa yang menyangka, ada gangguan yang begitu besar mendadak muncul.
Lalu setelah beberapa saat, wanita itu kemudian melompat dan melempar jubahnya, memperlihatkan wajah yang tidak terlalu cantik. Umurnya mungkin sekitar 30 sampai 40 tahunan. Gaun ungunya melayang-layang dan sangat indah ketika dia melompat.
__ADS_1
“Diana, Kenapa kau tidak ikut bertarung saja denganku? Bukankah itu akan menjadi lebih baik? jika tidak mau, setidaknya, kau datang membantuku. Apa maksudmu? apakah kau ingin diriku terbunuh di saat itu?” ekspresi kecurigaan muncul di wajah Benito.
“Kelompokku tidak memerlukan orang lemah yang harus di bantu seperti itu. Jika kau merasa kesal dengan itu, tinggalkan saja kelompokku. Tapi... Biasanya orang yang sudah keluar, tidak akan bisa bernafas lebih dari satu jam.”
Ketika berkata seperti itu, Diana mulai berjalan menjauh. Namun ekspresi berubah menjadi kesal. Dia bukannya tidak membantu Benito, tapi dia disibukkan oleh hal lainnya, dan menyebabkan semua rencananya hancur total.
Benito hanya bisa mengikutinya dari belakang saja. Tetapi, tentu saja dia marah mendengar itu, namun dia tidak bisa berbuat apa lagi.
Selain itu, jika dia tidak tepat waktu menggunakan warna di sekelilingnya untuk menggantikan tubuhnya, dia pasti sudah tidak bernyawa hari ini.
...****************...
Keadaan ibu kota lulu lantah sebagian, puluhan korban berjatuhan. Keesokan harinya, para prajurit kerajaan datang. Mereka berjumlah tiga ribu orang, Jumlah yang cukup banyak untuk menangani hal ini.
Para prajurit yang di tangkap dengan menunduk mengikuti apa saja yang di perintahkan. Kedua mata mereka lilung dan seolah meminta penjelasan mengapa mereka di tangkap dan apa yang sebenarnya terjadi.
Ada beberapa prajurit bertanya, Namun tendangan keras mengenai punggung mereka, menginstruksikan untuk jalan dan tanpa bertanya.
Terakhir, para mayat-mayat juga di pungut para prajurit dan menguburkannya dengan layak.
Selain itu, para rekan medis juga turut datang memberi bantuan kepada para warga dan orang-orang akademi. Jumlah mereka terbilang sedikit karena di beritahu mendadak. Mereka hanya bisa puluhan orang saja yang datang dengan perlengkapan lengkap, dan sebagian lagi menyusul di belakang.
__ADS_1
Dua puluh hari berikutnya semuanya bekerja tanpa henti. Dan, di hari kedua puluh, kondisi ibu kota sudah lebih baik dan aktivitas kembali berjalan lancar. Meski beberapa infrastruktur ada yang hancur dan tidak bisa di gunakan, ada beberapa juga yang di perbaiki cepat, tentu saja infrastruktur yang di maksud sangat penting dan harus ada.
Kerugian yang di deritanya cukup berat, namun untungnya Dira sudah mengantisipasi hal ini dengan menyiapkan dana sebelumnya. Tetapi tetap saja dia sedih dan geram atas semuanya lenyap begitu saja.
Simo, safia dan Delisa tidak langsung pergi, mereka di tahan di ibu kota karena ada suatu alasan yang sangat penting. Yang tidak lain adalah keberadaan mereka akan tidak aman jika pergi ke kekaisaran gunung salju setelah apa yang di katakan hugo kepadanya, bahwa ada orang luar yang ikut campur.
Hugo tidak tahu pasti siapa orang itu, namun orang yang dia kirim menyampaikannya. Orang itu cukup kuat, bahkan bisa melawan orang yang di kirimnya. Namun, orang yang di kirim hugo dapat mendesaknya dan menyadarkan orang-orang yang terkena kekuatannya.
“Berarti, para prajurit itu, adalah orang-orang yang di kendalikan??” tanya Dira waktu itu yang terkejut setelah mendengarnya.
“Mungkin, tapi aku tidak tahu pasti. Namun, sepertinya, dia berkata benar. Untuk apa dia berbohong mengatakannya kepada kita? Tapi kita harus juga memeriksa para prajurit yang ikut. Mungkin saja mereka tahu sedikit informasi.”
Dira langsung memerintahkan bawahannya untuk melakukan itu. Dia juga yakin, kekaisaran gunung salju adalah orang yang datang ikut campur seperti itu, karena dia memiliki hubungan yang buruk dengan kaisar Galen. Jika Galen mengetahui dirinya dan anaknya selamat, dia pasti akan bergerak untuk membunuh.
Setelah melakukan berbagai pemeriksaan, para prajurit tidak ada tahu sama sekali apa yang telah mereka perbuat. Mereka juga tidak tahu mengapa bisa ada di ibu kota yang sudah dalam keadaan kacau. Mereka semua seolah-olah lupa ingatan sama sekali!
Tidak ada informasi, begitulah yang terjadi. Namun, Dira cukup yakin pasti ada hubungannya dengan kekaisaran gunung salju. Itu adalah salah satu alasan dia menahan simo pergi.
Sementara itu, di lain sisi. Simo sangat mengkhawatirkan Naria, dia berusaha menemuinya, tetapi penjagaan yang ketat dan orang asing tidak boleh masuk ke kamarnya, membuatnya tidak bisa masuk. Dia bisa saja masuk dengan paksa, namun simo tidak melakukannya.
Jika dia masuk dengan paksa, di khawatirkan akan menimbulkan masalah, dan membuat reputasinya menjadi buruk. Semua orang mengetahui, dia adalah tamu, mestinya harus bersikap hormat, terlebih lagi kepada seorang putri yang tidak tahu dari mana asalnya.
__ADS_1
Dia juga datang bukan sebagai pangeran di kerajaan Radia, meski dia adalah anak dari ratu kerajaan, dan orang lain juga tidak mengetahui identitas aslinya. Oleh karena itu, dia tidak bergerak lebih jauh lagi.