Black Ice Dragon Legend

Black Ice Dragon Legend
bab 5 balas dendam


__ADS_3

“berhenti!” Ujar seseorang dari belakang dira.


“T-tuan putri tolong kami!” Ujar salah satu prajurit dengan ekspresi takut di wajahnya.


Dira menoleh, kemudian tersenyum dan berkata, “apa kakak ingin menggangguku lagi?”


Mendengar ucapan dari dira, irina tidak langsung menjawabnya. Selain karena dia tidak bisa mengalahkannya, dia juga tidak mau mengambil keputusan yang salah dalam hal ini atau hal-hal yang memicu dira marah. Karena, Jika Dira marah, tentu itu akan berdampak buruk baginya.


Walaupun dia mengenal Dira memiliki sikap lemah lembut, tapi siapa yang tahu apa yang ada di dalam hatinya. Apalagi irina mempunyai reputasi yang buruk di dalam hati dira. Mungkin saja jika dira marah, maka dia lah yang pertama menjadi korban.


Dengan nada sedikit lembut, irina menjawab, “tidak Dira. Jika kau ingin bertemu ayah, aku bisa mengantarmu, tapi jangan bunuh prajurit itu, mereka tidak bersalah.”


Dira tersenyum, tapi bukan senyuman manis, lalu menjawab, “di mana ekspresi wajah kakak yang kejam itu? Kenapa kakak ingin menyelamatkan dua prajurit ini, yang bukan siapa-siapa bagi kakak? Apakah.... Kakak sudah gila? Tidak bisa membedakan siapa yang harusnya di tolong dan siapa yang tidak.”


Kedua alis Irina menyatu. Ekspresi wajahnya sedikit pucat. Jelas sekali adiknya, dira ingin mengungkit masa lalunya yang memperlakukan dira sesuka hatinya saat di penjara. Tentu saja itu membuat irina marah dan terkejut, sehingga dia tidak bisa langsung menjawabnya.


Beberapa detik berselang, irina menjawab, “ Karena semuanya yang hidup harus di lindungi, kan.”


“omong kosong! kakak ternyata sudah gila. Kalau kakak mengatakan itu, kenapa kakak menyiksaku saat aku kecil.”


Irina terkejut. “Itu... Itu....”


“jika sekarang kakak berkata seperti itu, aku juga bisa berkata, orang yang menyiksaku akan aku bunuh.”


Mendengar itu, Irina menjadi takut, lalu dengan suara mengancam seperti anak kecil, dia berkata, “dira, Jika kau ingin membunuhku, maka ayah dan ibuku tidak akan diam!”


“Ahahaha, sangat di sayangkan, kakak yang dulunya kejam, kini memohon seperti ajing yang galak, namun tidak bisa berbuat apa-apa.”


Dalam seperempat detik, akar-akar muncul dari tanah, lalu melilit tubuh irina dan membawa tubuhnya ke dira.


“maaf, kakakku yang malang, kau haru menutup usiamu sekarang.”


Tentakel-tentakel tajam mulai berjalan. Bergerak ke arah leher irina. Dengan takut irina memejamkan matanya. Saat beberapa cm dari leher Irina tiba-tiba saja ada suara yang membuat dira menghentikan tentakelnya.


“berhenti!”

__ADS_1


Akhirnya raja pun muncul dengan prajurit yang hendak dira bunuh. Sebenarnya, dira mengetahui prajurit itu lari ketika dia sibuk dengan irina. dan mengetahui jika prajurit itu ingin melapor ke sang raja, jadi dia tidak perlu susah-susah mencarinya.


“Ayah selamatkan aku!” ujar irina, menyadari ayahnya muncul.


Melihat Dira, raja menelan ludah dan menandang tidak percaya. Anak yang dia tidak pedulikan bisa berkembang sejauh ini. “anakku, bisakah kau menurun kakakmu. Semua ini salah ayah, kau bisa membunuh ayah sekarang.”


Mendengar ini, tentakel-tentakel langsung menjerat raja dan beberapa prajurit yang ingin kabur.


Dira mendekati ayahnya, lalu berkata, “jika aku membunuh ayah, itu tidak akan mampu membayar setengah penderitanya yang ku alami.”


“apa pun yang kau ingin lakukan, silahkan. Ayahmu sudah bersalah banyak. Bahkan jika kau memotong semua tubuh ayah, itu belum cukup membayar penderitaanmu.” Kata ayahnya seperti orang pasrah akan hidup dan matinya.


Mendengar ucapan ayahnya, dira memandang tidak percaya. Dia pikir ayahnya memiliki sikap egois dan tidak mempedulikannya, dan tanpa sewenang-wenang memenjarakan.


Walau dia tidak pernah bertemu dengan ayahnya, dia yakin ayahnya sangat membencinya, tapi kenapa sekarang ayahnya berkata seperti itu?


Irina yang mendengarnya terkejut, seperti tidak mempercayainya apa yang dia dengar. “Ayah, kenapa kau berkata seperti itu?”


“maafkan ayah, sekarang sudah saatnya untuk membayar semua dosa-dosa yang telah ayah perbuatan.”


Melihat wajah ayahnya, dira menjadi enggan untuk membunuhnya, maka dia pun bertanya mengapa ayahnya membencinya.


Jika dia bertemu dengan pelayanan, maka pelayan itu akan menjawab, ‘kau telah membunuh ibumu’


Saat pertama kali dira mendengarnya, dia tidak percaya, dan menduga itu hanya bualan belaka. Namun, seiring waktu berjalan, dari 20 pelayanan yang dia temui, setengah dari mereka menjawab sama. Dia menyimpulkan, itu semua pelayan berkompromi menjatuhkannya, dan menganggap ayahnya sangat kejam dan tidak peri kemanusiaan.


Tapi, setelah bertemu dengan ayahnya, dia ingin kebenaran dari semua itu.


“Mengapa ayah membenciku?”


Mendengar itu, raja menunduk pasrah. Aura keagungan, seperti telah menghilangkan darinya.


“jawab!?” ujar Dira melihat ayahnya tidak menjawab.


Irina hanya diam, dia tidak mau ikut campur mengenai permasalahan ayah dan anak di depannya.

__ADS_1


“Jawab!?” ujar Dira kedua kalinya. Air matanya menetes. Mengalir membasahi pipinya. Dira mulai mengingat kekejaman yang pernah dia alami sewaktu kecil.


Dengan terpaksa ayahnya mengangkat wajahnya. Dia sebenarnya tidak mempunyai harga diri lagi ketika memperlihatkan wajahnya di depan anaknya. Rasa malu dan bersalah terlalu besar.


Dengan bibir gemetar, ayahnya menjelaskan semua mengenai itu.


Saat mendengar ayahnya membencinya karena kematian ibunya, dira terkejut dan tidak percaya, ternyata benar apa yang di katakan para pelayan itu.


“maafkan ayah.” Ucap raja setelah melihat anaknya terkejut mendengar hal itu.


“semua ini salah ayah. Ayah terlalu egois, menuduhmu sebagai pembunuh ibumu dan membencimu, karena kau hanya terlalu mirip dengan ibumu. Seharusnya, ayah mendidikmu dan menolongmu saat seperti itu. Jika waktu bisa kembali, ayah ingin memperbaikinya, tapi...” raja menggeleng pelan seraya berkata, “semuanya sudah terjadi.”


Mendengar ini, nafas Dira terburu-buru. Amarahnya tiba-tiba memuncak. Walaupun fakta menyakitinya, dia tidak menyangka ayahnya menyalahkannya karena sesuatu yang tidak pernah dia perbuat.


Menyadari putrinya marah, raja lalu berkata, “siksalah ayah jahat mu ini.”


Dira mengangkat wajahnya. Kedua matanya terlihat mengandung kebencian dan kemarahan yang meluap-luap.


...*****...


Di sebuah ruangan yang tidak terlalu besar, terlihat seorang pemuda sedang terbaring lemas, tidak sadarkan diri. Dadanya naik turun dengan damai, seolah dia sedang dalam keadaan tenang, seperti tidak ada yang terjadi apa-apa.


Setelah beberapa detik, perlahan-lahan kedua matanya terbukanya. Hanya buram yang dia lihat, sebelum akhirnya atap rumah terlihat jelas.


Pemuda itu bangkit, lalu menyapu ruangan yang tengah dia duduki.


Kepalanya masih terasa sakit, tapi dia bisa menahannya.


“Kau sudah sadar.” Seorang gadis muda datang, lalu menaruh segelas air di meja. Dia adalah namila dan pemuda itu adalah simo.


Simo mengangguk.


Namila lalu duduk di sampingnya. “Berikan tanganmu.”


Simo menyerahkan tangannya.

__ADS_1


Dua jari Namila memeriksa tangan simo. Di saat bersamaan dia memejamkan matanya.


Setelah beberapa detik, akhirnya Namila membuka matanya. Dia menghela nafas, lalu berkata, “kondisi tubuhmu sudah baik . Hanya saja kau harus beristirahat untuk memulihkan tenagamu.”


__ADS_2