Black Ice Dragon Legend

Black Ice Dragon Legend
bab 40 senyuman gadis nakal


__ADS_3

Simo memutuskan untuk pergi. Tidak ada informasi yang menguntungkan baginya.


“Apa kau pria yang muncul tadi malam?”


Simo di kejutkan oleh seorang gadis cantik yang tiba-tiba berada di belakangnya. Dia tanpa sadar ingin berteriak, tetapi gadis itu langsung mendekap mulutnya.


“Diam. Jika orang-orang mendengarmu, akan menjadi masalah besar.” Gadis itu berbicara sangat dekat dengan simo. Simo dapat merasakan nafasnya. Dia juga melihat kulit putih dan wajah cantiknya lebih dekat. Gadis di depannya sangat cantik!


Gadis itu tersenyum dan menjaga jarak dengan simo.


“Siapa kau. Mengapa kau bisa muncul tadi malam. Apakah kau dari akademi kerajaan radia?”


“Aku harus menjawabnya?”


“Tentu saja. Jika kau tidak menjawabnya, maka cepat atau lambat, orang-orang akan mengetahui keberadaanmu di sini. Aku tahu saat ini kau sedang bersembunyi.


“Jika aku menjawabnya, kau harus menjawab pertanyaanku dulu.”


Gadis itu sedikit cemberut dan menatap simo beberapa detik. “baik. Tapi, hannya satu pertanyaan.”


Meski dia cemberut, wajahnya tampak lebih indah dari sebelumnya. Dengan gaun hijau dan kulit kuning Langsatnya memberikan kesejukan bagi yang melihatnya.


“Kau juga boleh mengajukan satu pertanyaan. Ini bisa di bilang cukup adil,’kan?”


“baiklah...” gadis itu mau tidak mau hanya bisa mengikuti kemauan simo. Dia sangat membutuhkan informasi dari simo. “aku duluan.” Gadis itu kemudian bergerak menjauh dan memandang ke luar. Saat ini dia berada di salah satu gedung dengan pemandangan para prajurit di bawahnya. “Siapa kau, mengapa kau bisa berada di sini? Aku tahu kau bukan dari kerajaan ini, dan bukan seseorang yang menyamar. Lalu, siapa kau?”


Dia bertanya sambil tetap memandang ke depan.


“Untuk apa?” simo mendekatinya.


“Tidak ada, hanya ingin tahu. Kau sangat menarik dan aneh. Orang sepertimu memiliki rahasia yang sangat dalam, aku harus mengetahuinya.”


“Aku bukan orang dari kerajaan ini.” Simo berdiri di samping gadis itu.


“Lalu siapa kau?”


“Maaf, Hanya satu pertanyaan.”


“kau...!” emosi gadis itu seketika meledak, namun setelahnya, dia menghela nafas. “Katakan saja... Aku tidak akan membocorkannya, sungguh.” Gadis itu sebisa mungkin memperlihatkan ekspresi imutnya untuk merayu simo. Namun simo tidak terpengaruh sama sekali.

__ADS_1


Meski gadis di depannya memang cantik, namun hatinya sudah ada yang memiliki. Tidak peduli seberapa cantik itu, dia tetap memilih Naria.


“Ini sudah kesepakatan kita. Aku tidak mau mengubahnya. Sekarang, kau harus menjawab pertanyaanku.”


Gadis itu hanya bisa cemberut dan mengepalkan kedua tangannya sambil menatap simo, kemudian menghela nafas. “Baiklah. Suatu saat nanti aku pasti akan mengungkap semua misterimu. Dasar pelit! Cepat katakan, aku tidak punya waktu dengan pria pelit sepertimu.”


Simo hanya bisa menghela nafas dengan sikap gadis asing di depannya. Dia kemudian menanyakan ke mana perginya ibunya tadi malam.


“Kau ingin mengetahuinya?”


Simo mengangguk.


“Maaf. Sebelum kau menyampaikan tujuanmu, aku tidak akan mengatakannya. Yang mulia ratu adalah orang paling penting di kerajaan ini, informasi keberadaannya sangat penting. Jika ini bukan sebuah kesepakatan, aku pasti akan menagih beberapa koin untuk ini.”


“Cepat! Katakan, apa tujuanmu.”


Simo diam sejenak. Dia memikirkan beberapa alasan yang masuk akal untuk di katakan kepada gadis di depannya.


Karena simo lama mencari alasan, akhirnya gadis itu berkata, “Sudah aku duga, kau pasti memiliki rencana jahat kepada yang mulia. Siapa kau sebenarnya, mengapa kau membantu kami? Atau... Jangan-jangan kau adalah... Mata-mata dari kerajaan lain dan kau membantu kami karena ingin mencari simpati kami saja? Benar ‘kan?” gadis itu mendekati simo dan menunjuk-nunjuknya.


Meski dia tidak tahu apakah kerajaan Radia mempunya musuh atau tidak. Sejak kecil, dia telah belajar banyak. Setidaknya, dia tahu di dunia ini semua negara saling berkompetisi untuk menjadi yang terkuat dan terkaya. Mereka pasti akan melakukan berbagai hal demi mencapai tujuan politik nasional mereka.


“Karena aku hanya penasaran.” Jawabnya berbohong. “Baiklah, Karena nona cantik ini baik hati, aku akan mengatakannya. Kau tidak boleh mengatakan kepada siapapun mengenai ini. Jika kau mengatakannya, aku akan mendoakanmu untuk selamanya, kau akan tidur di luar untuk malam pertama dan selanjutnya saat kau sudah menikah.”


Simo sedikit terkejut dengan ucapan gadis ini, Namun dia tidak berusaha membalas. Informasi mengenai ibunya sangat penting.


“Baiklah, aku tidak akan mengatakannya kepada siapa-siapa.”


“Bagus. Mari!”


Gadis itu menarik tangan simo. Dia kemudian menyadarkan tubuh simo di tembok. Dia kemudian mendekati wajahnya, mendekat, sangat dekat dengan simo.


“Apa yang akan kau lakukan?”


“Diam. Ini sangat rahasia, aku harus membisikkannya.”


Saking dekat wajahnya, simo dapat merasakan nafasnya yang wangi dan tubuh wangi gadis ini.


“Aku tidak mengetahuinya.”

__ADS_1


Mendengar itu simo terkejut. Kedua alisnya terangkat.


“Ha ha ha ha! Maaf, maaf, aku bercanda.” Gadis itu dengan cepat menjaga jarak dengan simo. Melihat simo marah, gadis itu langsung berkata, “Yang mulia pergi ke arah timur, aku tidak tahu dengan jelas ke mana dia pergi. Dari yang aku lihat, sepertinya itu adalah hal yang sangat penting.”


“Terima kasih.” Simo langsung pergi tanpa basa-basi.


Gadis itu memandang simo dari jauh. Senyuman nakal terbentuk di wajahnya. “Pemuda yang menarik.”


“Aku tidak pernah menyangka Amara yang dingin bisa berada sangat dekat dengan laki-laki asing.” Terdengar suara laki-laki dari belakang Amara.


Amara sedikit mengangkat alisnya. Nada dingin keluar dari mulutnya, “Kau tidak mengenalku.”


...****************...


Setelah beberapa saat pergi, tiba-tiba simo di kejutkan dengan suatu kekuatan yang sangat kuat. Dia memilih menurunkan kecepatannya, dan meningkatkan kewaspadaannya. Jika dia tidak salah, mungkin kekuatannya Tingkat alam tahap 5.


Simo tidak tahu pasti di mana letaknya. Namun dia tahu ke arah mana itu berasal. Dia berlari lambat dan menarik pedangnya.


Ketika auranya sangat kuat, simo mempersiapkan kekuatannya. Meski dia tidak tahu apakah di depannya musuh atau bukan, dia tetap melakukan persiapan. Setidaknya, jika itu musuh, simo bisa mengantisipasinya.


“Kenapa kau bersembunyi?”


Suara dingin dan anggun terdengar dari depan simo, itu tidak lain adalah tempat yang kini dia duga ada orang kuat.


Simo memilih diam di balik pohon. Dia sebisa mungkin menghilangkan auranya supaya tidak di ketahui keberadaannya. Namun hal itu tidak berguna bagi sosok di depannya. Simo sudah ketahuan. Sosok itu memanggilnya lagi. Kali ini dia mengancam akan membunuhnya jika tidak keluar.


Dari suaranya, simo tahu itu adalah wanita muda. Oleh karena itu, dia memberanikan diri untuk keluar.


“Kau? Kenapa kau berada di sini?” simo bertanya kepada seorang gadis berpakaian putih yang tidak lain adalah gadis yang membantunya melawan Helena dan jiro Sebelumnya.


Meski simo memberikan sambutan hangat, gadis itu tidak merespon dengan baik, dia hanya mengangguk dan kembali memandang ke arah berlawanan.


Simo turun dari pohon dan mendekatinya. Saat simo dekat dengan gadis itu, tiba-tiba gadis itu bertanya anggun, “Kau akan ke mana?”


“Aku ingin mencari ibuku. Katanya, dia pergi arah sini, dia tidak lain adalah ratu kerajaan ini. Apakah kau melihatnya?”


“Kebetulan sekali, aku juga tengah mengikutinya. Dia pergi ke sana.” Gadis itu menunjuk dengan tatapannya. “Aku ingin membantunya, apakah kau juga akan ke sana?”


Simo mengangguk.

__ADS_1


“Ikut aku.”


__ADS_2