Black Ice Dragon Legend

Black Ice Dragon Legend
bab 9 musuh lama kembali bertemu


__ADS_3

“Maaf, maaf aku terlambat.”


Seseorang pemuda berjalan dari kerumunan. Semua pandangan tertuju padanya, termasuk para wali kelas, mereka tidak luput dari fokusnya Kepada pemuda yang berjalan ke tengah lapangan.


Beberapa orang terlihat bertanya-tanya tentang siapa pemuda yang tengah berjalan ke dalam lapangan, soalnya dia terlihat santai dan berkemungkinan memiliki kekuatan yang kuat.


Di dalam hati semua siswa, mereka sangat takut, jika nomor mereka di panggil. Tentu saja hal ini tidak lain karena mereka tidak ingin mendapatkan lawan yang kuat dan juga gagal dalam ujian pertama mereka.


Gugup adalah sesuatu yang pasti muncul di saat orang-orang pertama kali melakukan hal-hal yang belum pernah mereka lakukan, sesuatu itu juga hadir di dalam hati semua siswa.


Selain tampang yang tampan, dia memiliki sikap sombong yang tinggi, terlihat dari sorot mata, senyumannya dan dagunya yang sedikit terangkat. Hal itulah yang membuat menjadi pusat perhatian.


Pemuda itu, memiliki rambut pirang kuning yang serasi dengan tubuhnya yang tidak terlalu tinggi.


Saat berada di lapangan, dia mengeluarkan tombak dan dengan cepat menghunuskannya ke lantai. Dengan sombong mengangkat dagu dan menyilangkan kedua tangannya, dia berkata, “namaku Gerald dari kelas B.”


Setelah Gerald memperkenalkan diri, semua orang mulai berbisik-bisik mengenai kesombongannya dan berharap dia akan kalah, tapi banyak juga menanti-nanti kemampuannya.


Tombak yang dia keluarkan juga bukan tombak biasa, tombak itu terbuat dari besi tingkat 10 dengan kandungannya sangat murni. Besi Tingkat 10 adalah besi tingkatan tertinggi yang baik untuk membuat senjata. Selain besi itu kuat, besi itu juga lebih ringan dan tidak gampang karatan. Dengan semua kelebihan itu tentu saja harganya mahal dan sulit di dapat. Hanya kaum bangsawan saja yang mampu memilikinya.


Menurut informasi yang tersebar di akademi, Gerald adalah salah satu pemuda yang berasal dari keluarga bangsawan. Selain itu, dia terkenal akan sikap sombongnya dan merendahkan semua siswa di akademi, terutama para siswa kelas B yang lebih lemah darinya. Dia akan mengatakan semua siswa itu tidak lebih hanya semut yang mudah di injak.


Oleh karena itu, banyak siswa yang tidak menyukainya, tapi tidak sedikit juga para siswa yang mau menjadi temannya, yang sebenarnya mereka merupakan para penjilat yang tidak tahu diri, yang hanya memanfaatkan orang-orang.


Walaupun begitu, Gerald merasa senang.


Mengesampingkan kesombongan Gerald, kai kembali mengambil nomor undian dan mengumumkan nomor.


Seorang pemuda kemudian masuk ke tengah lapangan dengan sebilah pedang di punggungnya. Pemuda ini berbeda, dia terlihat sopan, dia bahkan tersenyum kepada semuanya.

__ADS_1


Saat berada di tengah lapangan dia memberi hormat, lalu memperkenalkan dirinya yang bernama daria dari kelas B


Setelah perkenalan diri selesai, wasit langsung memberikan alarm tanda ujian di mulai.


Keduanya tidak langsung menyerang, Daria memegang Pedang di belakang, sementara gerlad tersenyum menyeringai. Tidak ada tanda-tanda mereka mulai menyerang, tapi sorot mata mereka setajam elang yang mengintai lawanya. Tanpa mereka sadari, mereka mulai berjalan berputar-putar dan saling mengamati.


“kau akan kalah,” akhirnya gerlad memulai percakapan. Nadanya sombong, dan memang begitulah dia, yang selalu merendahkan lawan, terutama jika sudah mengetahui lawannya dari kelas B.


“belum tentu. Sebelum pertarungan selesai, baik kau atau aku hanya menjadi calon pemenang.” Jawab daria serius.


Apa yang Daria katakan ada benarnya, mereka dari tadi hanya saling mengamati, adu jurus pun belum, bagaimana mana bisa gerlad mengklaim dirinya akan menang dan daria akan kalah?


Gerlad tersenyum jahat, “baik, kita lihat saja!”


gerlad mengambil tombaknya, lalu dengan kecepatan tinggi, dia melesat ke arah Daria. Kecepatannya itu sudah setara dengan kecepatan cahaya, namun sayang di dunia yang kekuatan menjadi prioritas, hal itu hanya biasa-biasa saja, Bahkan daria pun bisa melihat keberadaan gerlad dengan jelas.


Melihat itu, daria langsung menarik pedangnya dan mengayunkan ke segala arah untuk menahan serangan tombak gerlad.


Baru beberapa detik bertarung, nafas daria sudah mulai tergesa-gesa. Air keringat pun mulai membasahi tubuhnya, sementara gerlad, dia masih tetap segar bugar, hal ini ada kaitan dengan perbedaan kekuatan yang besar di antara mereka.


Beberapa menit kejadian itu terjadi sebelum akhirnya daria jatuh ke lantai dengan kasar, karena ayunan tombak gerlad yang kuat.


Tanpa ingin membuang kesempatan Gerland mengayunkan tombaknya, tapi sayang, Daria Berhasil menghindar dan kembali menyerangnya.


Hal itu tidak berlangsung lama karena tenaga daria terkuras habis. Daria beberapa kali hampir tidak bisa menahan serangan gerlad, hingga akhirnya dia menyatakan menyerah.


“sudah aku bilang aku akan menjadi pemenangnya. Heh, kau terlalu lemah.” Kata gerlad bangga.


Gerlad lalu keluar lapangan dengan wajah sombongnya.

__ADS_1


Selanjutnya pertarungan pun berlanjut. Selama itu pertarungan membosankan terjadi, sebab semua siswa yang terpanggil lemah-lemah, hingga akhirnya lais terpanggil dan seorang gadis rambut biru bernama anulika yang sama-sama berasal dari kelas B.


“Tidak ku sangka akhirnya kita bisa bertemu di sini.” Lais memulai pembicaraan.


“Bukankah kita selalu bertemu di kelas?” tanya anulika dengan nada sedikit sombong.


Mendengar itu, kedua alis lais terangkat. Anulika adalah musuh bebuyutan lais, gadis itu selalu menghinanya dan mempermalukannya, padahal dia kuat dan sulit untuk di permalukan, hanya saja lais kalah jumlah.


Anulika mempunyai 10 anak buah yang terdiri dari laki-laki dan perempuan, sementara lais sendiri hanya mempunya dua orang. Hal itulah yang menyebabkannya selalu di hina dan di permalukan, meski sudah melawannya.


Anulika melakukan itu bukan tanpa alasan. Saat pertama kali masuk ke kelas, anulika ingin dipalak oleh lais, tentu saja dia tidak terima akan hal itu, sehingga pertarungan pun terjadi dan membuat jendela kelas pecah, dan itu di sebabkan oleh anulika, sehingga dia dihukum dan didenda. Oleh karena itu, dia membenci Lais.


Orang-orang yang bergabung dengannya adalah mereka yang ingin melawan kejahatan lais.


“ini berbeda, ini adalah pertemuan terakhir kalinya.” Saat mengatakannya ekspresi lais menjadi serius. Sepertinya dia memang berniat ingin membunuh anulika.


Anulika yang mendengarnya, tidak menghiraukannya sebab, baginya mana mungkin lais berani ingin membunuh di depan para wali kelas dan teman-temannya.


Lais mengeluarkan tombak, lalu melemparkannya dengan kecepatan tinggi ke arah anulika. Dia melemparnya seraya mengalirkan petirnya, sehingga itu bagaikan petir yang bergerak yang terbentuk kepala serigala.


Wuss bomm!!!


Laju tombak itu berhasil menciptakan ledakan kala membentur sesuatu. Mengepulkan asap dengan aliran-aliran petir yang terlihat.


Walau membentur sesuatu, entah mengenai tubuh anulika atau tidak, tidak ada ekspresi apa pun di wajah lais


Seperempat detik kemudian Padangan kembali terlihat, memperlihatkan anulika menahan tombak lais dengan satu jarinya tanpa kesulitan apa pun, hal itu sontak membuat semua orang terkejut, termasuk para wali kelas. Soalnya anulika melakukan tanpa energi sedikit pun.


Perlahan-lahan kedua matanya yang tertutup terbuka, lalu dengan tenang anulika berkata, “ini aku kembalikan.”

__ADS_1


Dengan sedikit dorongan, tombak itu terpental kembali dan berakhir di tangan lais. “heh, sudah aku duga.”


__ADS_2