
"bocah lepaskan pedangku!!" ujar prajurit itu karena tidak bisa menarik pedangnya.
“lepaskan? Hmp setelah ingin menerobos kamp, kau bilang lepaskan? mimpi!”
Toru melompat dan mengarahkan tendangannya, tepat ke arah wajah prajurit itu seraya masih memegang pedangnya.
Plak!
Prajurit itu berhasil menahan serangan, dan tanpa jeda, dia ingin membanting Toru. Namun hal itu tidak terjadi, sebab Toru berhasil menyeimbangkan tubuhnya dan berguling ke belakang di udara.
“Kau pasti akan menyesal melawaku!” Prajurit itu bergerak menyerang toru dengan segala ayunan yang dia punya, tetapi setelah beberapa detik berlalu tidak ada satu pun ayunan mengenai Toru.
hal itu membuatnya marah, dengan keras dia berteriak, “bocah! Aku akan membunuhmu!”
Prajurit itu, kembali menyerang, tetapi lagi-lagi tidak mengenainya, sehingga membuat lebih marah. Hal itulah yang Toru inginkan. Saat ada celah, dia dengan cepat mengarahkan serangannya.
Prajurit itu bergerak mundur beberapa langkah, dia ingin membalas, tetapi Toru tidak membiarkannya.
Tidak lama setelahnya, prajurit itu terpental dan akhirnya pingsan.
Plak... Plak....plak...
Suara tepuk tangan dari irina, yang perlahan-lahan mendekat.
“kau sepertinya orang berbakat, bagaimana kalau bergabung saja denganku?”
“hanya orang bodoh saja yang mau bergabung dengan kelompok seperti kalian!” pekik toru dengan wajah dingin.
Mendengar itu, irina merajut alisnya, wajahnya menyusut. Dia tidak menyangka kata-kata itu yang keluar dari mulut pemuda di depannya. Tanpa basa-basi, dia menyuruh semua prajurit yang tersisa untuk melawan toru.
Toru dengan cepat berguling dan mengambil pedang yang di tinggalkan prajurit tadi.
Toru lalu melirik ke arah tempat persembunyian prajuritnya yang ingin bergerak dan mengisyaratkan untuk tidak bergerak.
Salah prajurit mengerti dan mengangguk.
9 prajurit itu hendak menyerang toru, tetapi ada suara anggun yang membuat langkah mereka berhenti.
“ternyata ada tamu.”
Seorang wanita paru baya datang diiringi beberapa pelayan, dia adalah wanita yang sama saat bertemu dengan dira.
“Kau siapa?” Tanya irina heran.
“Perkenalkan, aku adalah bangsawan dari kekaisaran gunung salju, dan merupakan salah satu orang yang di tugaskan untuk menjaga di perbatasan.” Wanita itu memandang keseluruhan tubuh irina, lalu berkata, “ Walaupun anda seorang tuan putri, aku tidak akan segan-segan membunuh anda di sini, jika ingin memeriksa kamp ini.”
__ADS_1
Mendengar itu, irina marah, tetapi dia tidak bisa melakukan apa-apa. Dengan kasar dia memerintahkan prajuritnya untuk mundur dan pergi dari sana.
“terima kasih bibi.”
“anda tidak perlu sesopan itu, sudah kewajibanku menolong anda.”
“di mana gadis yang anda temukan?”
“Sudah di dalam bibi.”
“apakah dia masih sakit?”
“tidak bibi, hanya ingin di dalam." jawab toru berbohong.
“Syukurlah.”
Wanita itu, kemudian pergi.
Setelah kejadian itu, dira akhirnya berhasil pergi dari hutan dan menetap di istana kekaisaran gunung salju.
Saat pertama kali melihat bangunan sebesar itu, dia gembira dan tidak menyangka bisa tinggal di istana lagi setelah sekian lama di penjara.
Hari-hari indah pun di mulai. Dia akhirnya mendapatkan kasih sayang dari anggota keluarga kekaisaran, terutama Toru. Dia tidak pernah melukai sekali pun perasaannya.
Namun sayang, dia tidak mempunyai bakat dalam hal itu, sehingga toru dengan cepat menyadarinya.
...****...
Beberapa tahun pun berlalu. Selama itu, dira dapat merasakan kehidupan yang sangat bahagia. Dia akhirnya menikah dengan Toru.
Selain hal bahagia tersebut, kaisar terdahulu dan permaisuri meninggal saat itu. Semua terluka dan sedih, atas kepergian sang kaisar dan permaisuri yang membawa masa kejayaan kekaisaran gunung salju.
Tidak kecuali Dira, dia sampai mengunci pintu dan diam di kamar. Walaupun sang kaisar bukankah anggota keluarganya, dia merasa sangat menyayanginya, terlebih lagi sang kaisar sudah seperti ayah kandungannya sendiri.
Setelah sang kaisar dan permaisuri di makamkan, toru naik takhta menggantikan ayahnya.
Semuanya berjalan lancar sesuai dengan harapan rakyat. Namun, hal itu tidak berlangsung lama, adiknya, galen, menginginkan tahta kekaisaran dan mulai bergerak dalam bayang-bayang untuk melakukan kudeta.
Toru yang menyadari gerak-gerik Adiknya terpaksa pergi ke tempat yang jauh untuk menyelamatkan Dira, istrinya yang sudah mengandung. Dia mengatakan kepada rakyatnya pergi berburu bersama istri tercintanya untuk beberapa waktu.
Dengan kekuatan Toru, hanya butuh waktu 1 hari untuk mencapai tempat yang aman untuk mereka.
9 bulan pun berlalu, akhirnya Dira melahirkan anak pertama dengan Kesedihan yang mendalam. Dia kehilangan suaminya ,Toru, demi mempertahankan anak mereka.
Dia awalnya juga berpikir akan mati, tetapi seperti keajaiban, dia selamat dari tragedi tersebut. Di tambah, anaknya yang dia tinggalkan juga masih hidup. Hal itu membuat bersyukur.
__ADS_1
Setelah mendapatkan kekuatan dari Watariana dan Watariani, dia berencana untuk balas dendam. Pertama-tama, dia akan pergi ke tanah kelahirannya untuk membalaskan dendam kepada saudaranya yang telah menyiksanya.
Sekarang, Dira berdiri di depan gerbang seraya memandang ke atas, melihat tulisan yang ada di gerbang itu.
“Kerajaan radia.”
Dira menurunkan wajahnya, menatap orang-orang lalu lalang di sekitarnya. Mereka adalah para penduduk yang berdagang. Beberapa dari mereka membawa gerobak yang penuh dengan barang-barang; beberapa juga membawa gerobak kosong dan ada juga yang tidak ada membawa apa pun selain uang.
Baru beberapa meter Dira melangkah, seseorang pria gemuk datang menghalangi jalannya. Pria itu, memakai pakaian yang mewah dengan jenggot dan kumis panjang. Kedua ujung kumisnya melengkung ke atas, yang semakin ke atas semakin mengecil.
“Heheh, nona anda sepertinya bukan orang biasa.”
Dari penampilan Dira yang cantik dan seperti tidak mempunya anak, membuat siapa saja akan tergoda melihatnya. Apalagi di kombinasikan dengan gaun yang indah, maka sempurnalah penampilannya.
“tidak, aku hanya orang biasa yang ingin berkunjung.”
“tunggu, tunggu, Tunggu sebentar nona, ada yang ingin aku tanyakan.” Pria itu menghadang Dira yang ingin berjalan.
“Apa itu?”
“bisakah anda berkunjung ke rumah ku? Anakku sedang mencari seorang wanita yang ingin di jadikan istrinya, menuruku anda sangat cantik dan masih muda, bisakah pergi sebentar?" pria itu diam sejenak, kemudian melanjutkan, "Tidak ada ruginya anda ke sana, aku adalah salah satu bangsawan terkaya di kota ini dengan harta yang tidak akan habis selama 7 turunan.”
“aku hanya ingin berkunjung, bukan mencari suami.” Jawab Dira tenang, membuat wajah percaya diri di wajah pria itu runtuh seketika.
Pria itu, tidak menyangka akan di tolak sedemikian rupa oleh wanita asing yang entah dari mana asalnya.
“jika kau tidak mau, maka kau harus mati.” Kata pria itu seraya memandang Dira yang berjalan menjauh. Dia berkata seraya menggertakkan giginya.
Setelah kata-kata itu keluar, pria itu mengeluarkan tombak anginnya dan tanpa berpikir, melesat mengarahkan ujung tombaknya, tepat ke arah kepala dira.
Menghadapi situasi seperti ini, dira menghentakkan kakinya. Setelah itu, muncul retakan-retakan aneh di sekelilingnya. Bersama dengan itu, muncul akar-akar dari tanah dan langsung menusuk jantung pria itu, tanpa sempat menghindar.
Darah segar menetes. Semua orang berhenti bergerak, dan terkejut melihat kejadian di depan mata mereka. Mereka kira pria bangsawan itu yang akan menang, tetapi mereka salah menduganya.
Keheningan pun terjadi.
Setelah beberapa detik hening, orang-orang di sekitar mendekati pria gemuk itu dan menggelengkan kepalanya.
“sayang sekali pria bangsawan seperti dia harus mati mengenaskan.”
“ ayah benar, semakin seseorang merasa hebat, maka, semakin sombong dia jadinya.”
“Apa yang akan di katakan keluarganya, setelah melihat hal ini?”
Beberapa orang bergumam seraya menyaksikan tubuh pria gemuk itu bersimbah darah.
__ADS_1