Black Ice Dragon Legend

Black Ice Dragon Legend
bab 18 hewan peliharaan part 3


__ADS_3

Ketika simo hendak melempar bola apinya, tiba-tiba naga berhenti bergerak. Naga itu kemudian meraung dan samar-samar menghilang. Tekanan yang di pancarkannya juga menghilang dan akhirnya tidak tersisa apa pun.


Simo mengerutkan kening ketika melihatnya. Dia mulai bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi? Dan mengapa naga itu menghilang dan seolah lenyap seketika, apakah itu ada hubungannya dengan wanita yang muncul tadi.


Terlepas ada hubungannya atau tidak, simo bersyukur dan akhirnya menarik apinya kemudian roboh dengan terlentang di tanah. Keringat membanjiri tubuhnya. Dia akhirnya bisa menghela nafas lega.


Perlahan-lahan kedua matanya tertutup, dia ingin beristirahat sebentar sebelum bertarung lagi.


“Kau beruntung hari ini.” ucap kaisar Pedang di dalam batin simo.


Simo tersenyum dan berkata, “iya. Aku selamat.”


Melihat naga itu menghilang, membuat Helena terkejut dan heran. Bagaimana bisa naga yang selalu dia pelihara hilang begitu saja?


Dia berusaha memanggil – manggilnya, tapi tidak berhasil.


“Aku harus mempersiapkan rencana yang lain.” Dengan rasa panik di hatinya, Helena ingin pergi. Tapi ketika dia hendak melakukannya, tubuhnya di lilit tentakel-tentakel air dan membuatnya kesakitan.


Dia menggoyang-goyangkan tubuhnya, tetapi dia tidak akan bisa melepaskannya. Jika saja dia masih bisa mengerak-gerakan jarinya, dia pasti bisa menggunakan tangannya untuk mengeluarkan senjata, tapi sayangnya dia tidak bisa. Di tambah lagi, kekuatannya sudah tinggal setengah dari sebelumnya.


“Apa semudah itu lari dariku?” perlahan-lahan butiran-butiran air yang banyak terbang, dan membentuk tubuh seorang gadis yang cantik. Dia tidak lain adalah putri Naria.


Dia melayang di udara dengan menginjak butiran-butiran air. Dia seolah mempunyai sayap tak kasat mata.


“B-bagaimana kau bisa melakukan ini?” keterkejutan tergambar jelas di wajah Helena.


“Kau tidak perlu mengetahuinya.”


Naria sedikit melirik simo yang masih memejamkan mata, kemudian kembali menatap Helena.


“adakah kata-kata terakhir yang ingin kau katakan?”


“A-apa yang akan kau lakukan?”


“membunuhmu.”


Tiba-tiba tubuh Helenna di selimuti air dan membuatnya kesulitan untuk bernafas.


Dengan senyum jahat, Naria mengepalkan tangannya.


Ledakan pun terjadi di dalam air, suaranya terendam karena berada di dalam air. Darah Segar menyebar dari dalam air. Kemudian, pecah menjadi ribuan butiran air dan dengan pelan masuk ke dalam danau dan berbaur bersamanya. Suaranya sangat senyap dan sangat kecil.


Ekspresi naria perlahan-lahan melembut, dia kemudian menjadi butiran-butiran air dan menyatu dengan air danau.

__ADS_1


Setelah beberapa menit beristirahat, simo bangun, dia tanpa sadar tertidur beberapa menit. Tubuhnya menjadi lebih bertenaga setelah beberapa menit beristirahat. Dia memandang sekitarnya, dan baru menyadari putri naria sudah tidak ada.


Simo berdiri. Dia lengah, Helena pasti kabur saat dia tertidur.


“Aku akan membunuhmu.” Gerutunya sambil mengepalkan tangannya erat-erat.


Ketika dia hendak pergi, dia melihat sesuatu dari kejauhan. Simo memicingkan matanya berusaha melihat. Dia melihat mahkluk bergerak-gerak.


Tanpa membuang waktu, simo pergi dengan teknik lauthing linght.


“daria!”


Setelah tiba, simo menyadari itu adalah daria! Simo langsung membawanya ke pinggir danau. Perasaan senang menyelimuti hatinya setelah menyadari putri Naria bersamanya dan selamat. Dia tidak perlu khawatir lagi dengannya, kini, dia hanya perlu mencari jalan keluar.


Putri Naria terbatuk-batuk ketika tiba di pinggir danau. Simo langsung berusaha mengeluarkan air yang ada di dalam tubuhnya.


Tubuhnya sangat dingin ketika simo menyentuhnya. Setelah mengeluarkan air, simo langsung menyalakan api kemudian duduk di sampingnya.


“T-terima kasih.” Lirih putri Naria sambil memeluk dadanya. Tubuhnya Kedinginan dan sedikit gemetaran.


Simo mengangguk.


Setelah beberapa menit, akhirnya tubuh putri Naria kembali normal. Bahkan bajunya sudah kering akibat api simo. Tubuhnya kembali, tanpa gemetaran.


Setelah itu, mereka mulai berjalan lagi.


Putri Naria terbangun setelah naga itu menghilang, sehingga wajar saja dia bertanya seperti itu. Dan walaupun dia mengetahui akhirnya, dia tidak akan mengatakanya, entah apa alasannya.


Simo menceritakan semuanya sambil berjalan. Dia tidak melewatkan apa pun yang dia alami.


Ekspresi putri Naria perlahan-lahan menjadi kagum dan keheranan sebelum akhirnya berkata, “naga!? Bagaimana bisa ada naga di sekitar sini?”


Naga adalah mahkluk legendaris dan berada di tempat yang jauh, sehingga tidak mungkin ada di tempat seperti ini. Namun itulah kenyataannya, naga sudah muncul di dalam gua.


Sebelum simo menjawab, putri Naria lanjut bertanya, “apa naga itu ada hubungannya dengan gadis itu?”


Simo mengangguk. “iya. Katanya, naga itu adalah hewan peliharaan.”


“hewan peliharaan!?” wajah Naria keheranan.


Simo mengangguk.


Walaupun ingatan putri Naria hilang, tapi setelah mengalami pingsan, dia akhirnya perlahan-lahan mendapatkan kembali ingatannya, sehingga dia mengetahui tentang naga.

__ADS_1


“simo, kau memang hebat, bisa mengalahkannya. Jika aku berada di posisimu, entah apa yang aku lakukan.”


“aku juga seperti itu. Naga itu berhenti dan menghilang saat aku bertarung dengannya. Jika aku bertarung dengannya, maka dapat disimpulkan aku tidak akan bisa mengalahkannya. Dan jika aku bisa mungkin akan sangat kecil.”


“Walaupun begitu, kau sudah hebat karena bisa mengalahkannya. Kau layak mendapatkan dua jempol.” Putri Naria mengarahkan dua jempol kepada simo.


“kau bisa saja.”


Mereka pun terdiam dan melanjutkan perjalanan dengan senyap.


...****************...


Setelah tiba di tempat pemakaman dan menghancurkan perisai yang mengurung para penduduk dan mencari bantuan, akhirnya dira pergi ke markas terbesar menurut peta Benito berikan.


Awalnya, setelah pergi dari tempat Benito, dia melupakan petanya, tapi saat hendak kembali, perlahan-lahan warna-warni muncul seperti pelangi dan membentuk peta di tangannya. Hal itu membuatnya lega dan melanjutkan perjalanan.


Dia juga memerintahkan beberapa orang untuk membunuh di markas yang lainnya. Walaupun para penduduk banyak yang pingsan, ternyata ada beberapa orang yang tidak ikut, dan melakukan aktivitas masing-masing. Di Antaranya ada beberapa penjaga keamanan, sehingga mereka langsung di perintahkan untuk melakukan hal itu.


Saat ini, dia melompat-lompat dari satu pohon ke pohon lainnya nyaris tanpa suara. Dan kecepatannya sangat tinggi seperti bayangan hantu ketika Dira bergerak.


Setelah beberapa menit perjalanan, akhirnya dia berhenti setelah merasakan beberapa orang di depannya. Dari balik pohon Dira mengintip ke depan.


Di Depannya ada sebuah benteng yang besar. Beberapa orang menjaga ketat di luar gerbang dan dua orang berada di atas benteng.


Dua penjaga di atas membawa busur dan dua prajurit di bawah membawa pedang di pinggangnya. Mereka sangat tegas dan tidak menurunkan kewaspadaannya sedikit pun.


Mereka seperti merupakan orang yang berpengalaman dan sering berlatih. Untungnya dengan sikap seperti itu, mereka tidak menyadari kehadiran dira.


Sambil melihat, dira tersenyum dan mengatakan bodoh kepada Benito karena memberikan peta kepadanya.


Dira mengamati lama markas itu.


Setelah merasa aman, dan para penjaga menurunkan kewaspadaannya, dira menggerakan jari-jari dengan lembut.


Di depan gerbang, perlahan-lahan tanah bergetar, empat orang penjaga langsung mempersiapkan senjata mereka. Dari dalam tanah muncul akar besar. Belum sempat para prajurit itu menyerang, akar-akar itu pecah menjadi empat, kemudian melilit mereka dan membawanya masuk ke dalam tanah.


Akar-akar itu bergerak cepat, nyaris tanpa suara. Bahkan lubang tempat akar itu muncul kembali pulih seolah tidak ada apa pun sebelumnya. Kejadian itu terjadi sangat cepat dan hannya beberapa detik.


Dira tidak buru-buru melangkah, dia masih mengamati apakah tindakannya tercium atau tidak. Jika instingnya benar, dia yakin, tidak akan ketahuan oleh siapapun.


Di atas benteng sudah muncul akar-akar yang berbentuk manusia. Wujud dan warna tubuhnya sama persis dengan penjaga sebelumnya


Setelah beberapa menit, akhirnya dira mulai menyelinap masuk.

__ADS_1


Ketika berada di depan gerbang, dira melihat beberapa bangunan yang indah di dalam. Ada tiga bangunan mewah dan megah yang terbuat dari bambu, tapi anehnya tidak ada satu pun penjaga di sana. Apakah Benito mengelabuinya?


Seharusnya tidak, dira sangat mengerti Benito tidak akan melakukan itu.


__ADS_2