
Setelah beberapa saat menunggu akhirnya, prajurit yang di utus keluar bersama simo. Kedua orang yang membawa simo sangat tegas dan memegang kedua bahu simo, sesekali salah satu dari orang itu mendorong simo dan memerintahkannya untuk bergerak cepat.
Simo hanya menunduk dan mengikuti.
Tidak lama setelahnya, menyusul Rina, Delisa dan Chan. Ketiga orang ini merasa sangat jengkel ketika di perlakukan tidak baik. Yang paling melawan adalah Delisa. Dia bahkan berani membentak prajurit yang membawanya, tetapi dia tidak melakukan serangan sama sekali.
“Baiklah, para hakim sekalian, mereka adalah orang-orang yang telah mengancam keselamatan putriku, kalian harus memberikan hukuman yang setimpal atas perbuatan mereka,” ujar raja sambil melihat rombongan simo kemudian menatap para hakim.
Para hakim mengangguk dan mengetuk meja menggunakan palu sebagai tanda sidang telah di mulai dan semua orang harus memperhatikannya. Dan benar saja, rombongan simo, para warga mulai memperhatikan acara dan mengabaikan percakapan tidak penting mereka.
“hadirin sekalian, kami para hakim adalah orang-orang yang memiliki sikap tanpa emosi dan bergerak dalam pikiran. Hari ini kami akan melakukan sidang dan memberikan hukuman untuk empat orang yang telah kalian lihat ini. Tentunya kalian sudah mengetahui apa masalah dan kejahatan apa yang di lakukan oleh orang-orang ini. Dan raja sangat marah bagaimana putri tersayang dan sangat di rindukannya saat ini akhirnya kembali, tetapi ingin di celakai oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab ini.”
“kami para hakim akan memberikan tanggung jawab atas perbuatan mereka. Kami bisa di bilang adalah para orang-orang yang memberikan tanggung jawab bagi seseorang yang tidak ingin menerima tanggung jawab atas perbuatannya sendiri. Baiklah, ayo kita mulai.”
Hakim itu lalu mengambil surat yang di serahkan dan membacanya. Tidak beberapa lama kemudian bertanya, “Apa tujuan kalian melakukan itu?”
“Kami tidak akan memaksa entah kalian ingin menjawabnya atau tidak, tetapi kami adalah orang yang baik hati, dan kalian adalah anak-anak muda, menjawab pertanyaan ini adalah sesuatu yang membuat sikap kalian menjadi lebih dewasa.”
“Kami tidak melakukan apa-apa! Itu hanya fitnah yang di tunjukan kepada kami!” ujar Delisa marah setelah melihat simo hanya menunduk.
Dia merasa bersalah dan menyesal simo tidak melakukan apa-apa dan hanya menunduk di hadapan situasi seperti ini. Tetapi dia merasa ada yang aneh dengan sikap simo saat ini, menunduk dan menyerah begitu saja, bukanlah sikapnya. Dia biasanya akan melawan dan terus melawan.
Rina dan Chan mengangguk dan menambahkan, “benar! Apa yang di katakannya benar, kami tidak melakukan apa-apa!”
“Bukti juga tidak ada! Kalian seharusnya tidak melakukan ini kepada kami!”
“penjahat tidak akan pernah mengaku!” ujar salah seorang di sekitar dan yang lainnya juga menambahkan.
Hakim tetap tenang dan mengetuk meja, dan situasi kembali tenang.
“Kami mempunyai bukti. Seseorang telah mengatakannya kepada kami, bahwa kalian telah melakukan kejahatan. Orang itu telah mengatakannya secara gamblang di hadapan kami semua. Kami sangat mempercayainya. Dia juga membawa seseorang dan menceritakan apa yang di lihatnya, dan semua itu ada benarnya. Kami juga melakukan penyelidikan, dan semuanya sesuai fakta. Kami tidak akan menghukum orang yang tidak bersalah. Nona, kau jangan mengelak lagi, cepat katakan apa saja tujuan kalian.”
“Jika kalian menjawab dengan jujur, kami akan memberikan sedikit keringanan kepada kalian karena telah sedikit bertanggung jawab.”
“Kami sudah mengatakan yang sebenarnya! Kami tidak melakukannya! Aku tidak akan mengakui hal yang tidak aku lakukan.”
“Jika anda tidak mau melakukannya, kami akan memberikan hukuman yang layak untuk anda.”
Hakim kemudian mengambil buku tebal dan mulai berdiskusi satu sama lainnya dalam menentukan hukuman.
__ADS_1
Delisa sangat marah melihat dirinya dan yang lainnya di hukum tanpa melakukan kesalahan, dia kemudian memandang simo dan berharap mempunyai suatu rencana, tetapi simo tetap diam dan memandang ke depan dengan tatapan pemberani.
“simo apa kau mempunyai rencana?”
Simo diam.
“Simo! Cepat lakukan sesuatu! Jika tidak, biarkan aku yang melakukannya.”
Simo mengangguk dan mengisyaratkan untuk tenang.
Melihat itu, Delisa menjadi lebih lega. Dia pikir simo tidak mempunyai rencana. Dia kemudian ke depan dan bersiap-siap untuk melakukan sesuatu yang akan di lakukan.
“Baik, karena ini adalah kejahatan yang mengancam keselamatan tuan putri, maka kami menjatuhkan kalian berempat untuk di kurung dalam sel penjara untuk selama-lamanya.”
Saat hakim ingin mengesahkan hukumannya, tiba-tiba salah satu orang berujar.
“Itu terlalu mudah! Kami tahu mereka bukan orang biasa. Jika mereka di hukum seperti itu, mereka akan melarikan diri. Mereka semua pantas di hukum penggal!”
“Kami tidak bersalah! Kenapa kami harus di hukum penggal?!” Delisa tidak bisa menahan kemarahannya dan mengutuk orang itu.
Tetapi, pendapatnya tidak di hiraukan, semuanya menambahkan dan mendukung orang tersebut.
“Hukuman itu terlalu berat bagi mereka. Kami tidak pantas menjatuhkan hukuman itu kepada mereka.”
“Mereka pantas menerimanya.” Ujar raja dingin yang membuat semuanya terkejut dan tidak pernah menyangka raja ikut campur dalam sidang untuk pertama kalinya. Entah apa yang menyebabkan raja bersikap menantang hakim saat ini dan menjilat kembali kata-katanya.
Raja tidak menghiraukan pendapat orang-orang termasuk para Hakimnya. Dia lanjut berkata sambil menatap para hakim. “Jika dalam suatu keluarga, yang menjadi pemimpin tertinggi di dalamnya tentu saja adalah seorang ayah. Mereka berhak menentukan peraturan, keputusan dan keadilan yang ada di dalam keluarga itu. Jika mahkluk asing memasuki daerah kekuasaan raja hutan, mereka berhak memilih untuk membunuh atau menghukumnya. Oleh karena itu, aku sebagai ayah berhak untuk menjatuhkan hukuman mati kepada mereka semuanya.”
“Mereka semua ingin mencelakai putriku. Aku sangat marah dan muak melihat wajah mereka. Karena mereka telah memasuki kawasanku dan mengacau, aku berhak memberikannya hukuman mati.”
“Tetapi yang mulia, itu terlalu berlebihan.” Hakim merasa enggan menerima keputusan itu.
“Apa yang kau ragukan. Aku sangat menghormatimu sebagai hakim dan ingin memberikan keadilan bagi semuanya. Tetapi bagiku hukuman itu terlalu mudah dan tidak adil bagiku. Sudah di putuskan, mereka harus mati! Karena telah berani mencelakakan putriku!”
Brak!
raja menggerbak pagar istana yang ada di depannya.
“Yang mulia, anda terlalu cepat mengambil keputusan.”
__ADS_1
Bommm!!!
“ ? ”
Raja terpental ke bawah, menyebabkan tempatnya berada hancur, membuatnya terlempar dan akhirnya mendarat di tanah.
Semua orang tercengang dan memandang sosok berpakaian hitam yang ada di tempat raja berdiri yang kedua matanya merah menyala.
“Lancang!” raja mengumpat dan penuh dendam.
“Kau yang lancang!” suara gadis terdengar di dekatnya.
Sebelum raja menoleh, tiba-tiba sesuatu yang besar muncul dari langit dan menghantamnya.
Deng!!!
Tetapi tepat di saat kritis seperti itu, raja berhasil melompat dan melayang di udara.
Delisa sempat bingung dengan apa yang terjadi dan memandang simo. Tetapi di sana bukan simo yang ada, melainkan seorang gadis cantik rambut biru perak. Benar, dia adalah namila yang memandang ayahnya di langit dengan penuh dendam.
“Di mana kau sembunyikan ayahku?!” tanyanya kepada raja.
Orang-orang di sekitar tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mereka hanya bisa memilih diam dan menunggu memahami situasi.
“Hahahaha! Ternyata kau mengetahuinya. Karena aku tidak bisa lagi menyembunyikan identitasku, maka aku tidak akan berpura-pura lagi. Ayahmu telah aku bunuh!”
Mendengar ucapan itu, barulah semua orang mengerti jika di depannya bukan raja asli mereka.
“Kurang ngajar!”
Pedang air muncul ditangan namila. Dia kemudian bertumpu pada kaki kanannya kemudian melesat ke udara dengan cepat.
Blarrr!!!!
...****************...
mohon maaf sekali para pembaca novel ini. author sangat sibuk untuk kedepannya, sehingga novel ini akan sangat jarang update. tetapi autor akan berusaha sebaik mungkin untuk melanjutkanya. dan, bagi yang merasa kecewa dengan update bab ini lama, autor meminta maaf sebesar-besarnya.
Terima kasih
__ADS_1