
“Ini hanya sebuah kesalah pahaman. Kami tidak berniat buruk kepada tuan putri. Sebaliknya, kami selalu melindunginya. Jika yang mulia tidak percaya, yang mulia bisa memanggil tuan putri ke sini dan menjelaskannya.”
“Kau pikir aku bodoh! Kau dan teman-temanmu sudah memanipulasi putriku. Jika aku membawanya ke sini, dia akan langsung melindungi kalian!” ujar raja. “jika kau ingin membuktikan dirimu tidak bersalah, dan ini adalah sebuah kesalah pahaman, kau harus menggunakan metode yang lain. Apakah kau bisa?”
Simo diam sejenak. Sulit baginya untuk membuktikannya, hanya dengan Naria datang ke sini, dia bisa membuktikannya, tetapi Naria sekarang sedang di kurung.
“Yang mulia, maaf lancang.” Tiba-tiba Ardia berucap dan memberi hormat. “Tetapi bagiku mereka bukan orang jahat. Jika mereka jahat, aku dan yang lainnya pasti akan di bunuh saat bertarung dengannya. Tetapi, dia memberikanku hidup hingga saat ini, bahkan dia tidak membunuh rekanku, tetapi hanya melukainya.”
“Ardia, jangan bilang kau sudah kalah?” wajah raja di penuhi keterkejutan dan ketidak percayaan. Tiga orang gadis ahli pedang dan sangat kuat di negaranya, bahkan sudah membunuh ratusan orang, kalah di pemuda yang hanya satu orang.
“Iya, yang mulia. Maaf, hamba gagal dalam melakukan tugas hari ini. Tetapi tolong pertimbangkan keputusan anda baik-baik.”
Raja mengangguk dan diam sejenak. “aku putuskan untuk mengurung mereka saja di dalam istana. Jika aku melihat mereka melakukan kejahatan, aku tidak akan memberikan ampun bagi mereka.”
“Dan, untuk kau Ardia, aku tidak bisa percaya kepadamu, meski kau adalah pelayan setiaku. Mungkin saja kau dimanipulasi olehnya dan membelanya di sini atau ada sesuatu hal yang telah dia lakukan kepadamu.”
“Yang mulia, dia tidak melakukan apa-apa.”
“ya, ya. Bawa mereka semua ke dalam penjara. Perketat penjagaan dan awasi setiap detik pergerakan mereka. Aku tidak ingin ada apa pun yang terlewatkan.”
Mendengar itu, semua prajurit langsung merangkul semuanya termasuk Ardia dan temannya. Tidak ada yang melawan, termasuk simo. Mereka menuruti semua apa kata raja.
Simo bisa saja mengalahkan mereka semua, tetapi dia tidak melakukannya. Lebih baik membicarakan hal ini baik-baik saja dari pada membuat kekacauan di negeri orang. Tetapi mungkin mereka akan melarikan diri ketika penjagaan melonggar atau tidak melonggar sekali pun.
Delisa mengikuti rencana simo, meski dia tidak tahu apa yang akan di lakukannya. Dia yakin, simo memiliki sebuah rencana.
Mereka lalu di bawa ke dalam penjara terpisah-pisah, dan berjarak agar tidak bisa saling berkomunikasi dan jika ingin melarikan diri, para prajurit dapat mengetahuinya. Di tambah lagi akan ada penjagaan yang ketat di lorong-lorong, jadi, akan mustahil untuk meloloskan diri.
Ruangan penjara berada di bawah tanah dengan lampu-lampu berwarna kuning gelap dan remang-remang, tetapi masih bisa di lihat dengan jelas.
Simo di bawa ke sana dan langsung di masukan dengan kasar.
...****************...
__ADS_1
Raja menghela nafas kemudian duduk di singgasana. Masalah selesai. Dia terlalu memikirkan masalah ini, membuatnya tidak bisa tidur dan ingin berjaga sepanjang malam. Dia tidak mau jika nanti terjadi apa-apa dengan putrinya.
Mengingat Andra mengatakan simo sangat kuat dan licik, membuat raja sangat khawatir dengan putrinya itu.
“yang mulia.”
“Ah, pangeran kau telah tiba. Apakah ibumu baik-baik saja?”
Andra datang tiba-tiba dan memberi hormat.
“tentu saja yang mulia. Ibu ternyata hanya rindu denganku.” Jawab Andra. “Yang mulia, apakah anda telah menghukum bajingan itu?”
“Apakah orang-orang yang kau maksud adalah orang-orang dari kekaisaran gunung salju itu?”
Andra mengangguk.
“Aku sudah menangkapnya, tetapi aku belum menghukumnya. Ada sebuah ambigu dalam kasus ini, dan aku kesulitan untuk memutuskannya. Mereka terlihat sangat baik dan bijaksana, juga tidak memiliki niat jahat. Tidak ada satu pun di antara mereka yang terlihat jahat.”
“Kau benar. Tetapi sebagai seorang raja, aku harus bertindak hati-hati dalam mengambil keputusan. Jika tidak, rakyatku tidak akan mempercayaiku lagi. Aku harus mencari bukti yang sangat meyakinkan untuk menghukum mati mereka.”
“Kau tenang saja yang mulia.”
Andra mendekati raja dan berbisik.
Setelah mendengar rencana Andra, raja mengangguk dan tersenyum. “Kau benar. Kita harus memiliki umpan untuk melakukannya.”
“pangeran, beristirahatlah...”
“Baik yang mulia, tetapi kapan anda akan melangsungkan pernikahanku dengan putri anda? Jika semakin cepat maka akan semakin baik. Putri Naria juga akan melupakan bajingan itu dan kembali mencintaiku.”
“Masalah ini aku akan memikirkannya nanti.”
“Baik yang mulia. Aku ingin segera menerima berita baik dari anda.”
__ADS_1
Andra memberi hormat kemudian pergi dari sana.
Setelah Andra pergi, Raja menghela nafas kemudian memejamkan matanya.
...****************...
Tiga hari pun berlalu setelah pembicaraan raja dengan Andra. Raja hari ini memerintahkan sebagian rakyatnya untuk berkumpul di taman istana, tempat di mana biasanya raja melakukan diskusi dan pidatonya.
Tentu saja sebagian rakyatnya tidak akan bisa datang dalam acara ini karena waktu, jarak dan biaya yang di butuhkan, yang sebagian besar berasal dari jauh dan tidak memiliki biaya untuk datang.
Raja berdiri di koridor bersama permaisuri. Mereka berdua terlihat gagah dan pemberani. Tidak ada satu pun yang berani berbicara setelah raja keluar. Semua tatapan pun juga langsung di arahkan kepada raja.
“Terima kasih semuanya yang telah datang di pagi yang cerah dan berbahagia ini...” suara raja sangat keras dan bergema. “Saya, sebagai raja merasa terhormat bagi kalian yang mau datang di acara ini.”
“Hari ini.... Saya akan melakukan pengadilan bagi beberapa orang yang telah berani mengancam keselamatan tuan putri. Dan memberikan mereka hukuman yang pantas.”
“saya akan menjabarkan masalah dan bukti yang telah dikumpulkan untuk melakukan pengadilan ini. Tetapi... Mengenai hukuman, saya tidak berani. Maka dari itu, saya mengundang hakim istana untuk memberikan hukuman baginya.” Raja sedikit mantap para hakim yang berada di koridor seberang.
“Dan kalian para rakyatku, kalian bisa menyampaikan pendapat kalian masing-masing mengenai ini, dan memberikan hukuman yang pantas. Saya lebih percaya dengan keputusan banyak orang dari pada satu orang. Oleh karena itu, hari ini acara pengadilan resmi di buka!”
Beberapa prajurit yang ada di taman langsung bergegas pergi menuju sel tahanan.
...****************...
Setelah mereka tiba, salah seorang prajurit membuka pintu untuk simo.
Simo mengangguk, dan bertanya, “Acara sudah di mulai?”
Prajurit mengangguk, meski tidak tahu apa yang dimaksud.
“Acaraku juga sudah di mulai.”
Simo tiba-tiba muncul di belakang prajurit itu dan membuatnya tidak sadarkan diri.
__ADS_1