Black Ice Dragon Legend

Black Ice Dragon Legend
bab 17 hewan peliharaan part 2


__ADS_3

Setelah melakukan gerakan itu, simo mendarat dengan baik di tanah, meski dia sedikit terganggu oleh raungan naga ketika mendarat. Dia tersenyum ketika menatap pedang besarnya. Pedangnya memiliki panjang 10 meter dan lebar 3 meter. Meski belum bisa di bilang bisa menyaingi sang naga besar itu, simo berharap bisa memukulnya.


Ledakan pun terjadi ketika ujung pedang simo bersentuhan dengan mulut naga yang terbuka. Walaupun pedang itu seharusnya masuk ke dalam mulut naga, tapi karena aura yang mengitarinya, membuat terhenti dan berhenti bergerak. Aura merah, putih dan hitam terpancar ke tiga arah dan berlawanan.


Naga meraung dan terus mulai bergerak maju. Tidak di sangka-sangka pedang simo bisa menahan sang naga berhenti. Tapi... Seberapa lamakah pedang itu bisa menahannya?


Ledakan itu membuatnya gua bergerak, dan menyebabkan batu-batu berjatuhan. Gelombang air lebih tinggi dan membanjiri sisi danau.


Simo sedikit tergoyang karena ledakan itu. Dia kemudian bergerak cepat dengan teknik lauthing linght menuju tempat putri Naria berada.


Tapi sayang sekali, ketika dia tiba, tiba-tiba tangan tanah muncul dari bawah dan hendak menangkapnya.


Simo di udara melompat ke belakang. Ketika itu, Gadis berpakaian ungu terjun dari atas dengan rantai tanah di tangannya. Dia meraung, “ kau terlalu meremehkanku! Biar aku sampaikan, aku Helena tidak semudah yang kau kira!”


Helena mengayunkan rantai di tangan kanannya ke bawah.


Dengan cepat rantai itu bergerak menuju simo. Kecepatannya tidak bisa di lihat oleh mata telanjang. Dan rantai itu bersuara melengking ketika bergerak.


Simo mengeluarkan pedang biru dan mengayunkannya ke atas.


Tarngkkk!!! Bommm!!!


Walaupun dia sudah menahannya, simo melupakan sesuatu di bawahnya. Tangan tanah muncul dan menarik kakinya membuatnya tercebur ke dalam danau.


Helena memutar rantai di udara dan mengarahkannya ke danau tepat ke arah simo terjatuh. Meski rantainya terbuat dari tanah, rantainya masih bisa menahan kelembapan air danau.


Walaupun tidak ada pergerakan, Helena percaya simo tidak semudah itu kalah.


Rantai memanjang dan bergerak-gerak di danau.


Setelah beberapa saat, Helena tersenyum dan berseru, ‘dapat!” dia dengan cepat menarik rantainya, dan membantingnya ke tebing.


Namun, ketika dia melihat rantainya bergerak, bukan simo, melainkan sebongkah batu yang di hantamkannya ke tebing.

__ADS_1


Helena menarik rantainya dan memutar-mutarnya di udara sambil melihat-lihat di mana keberadaan simo.


Sementara itu, naga mulai bergerak mematahkan serangan simo dan menghancurkan pedangnya. Energi merah, putih dan hitam berangsur-angsur menghilang.


“kau mencariku!”


Simo muncul dari atas dan mengayunkan pedang api sebanyak lima ayunan, membuat 5 tebasan api berbentuk bulan sabit.


Helena tersenyum dan mengayunkan rantai ke arah tebasan-tebasan simo.


lima ledakan pun terjadi di udara seiring rantai Helena menghancurkan tebasan-tebasan simo. Kemudian Helena menggerakkannya untuk menyerang simo. Dia menarik dan mengayunkannya ke atas.


Rantai itu bergerak cepat ke atas, sementara Helena terus bergerak ke bawah seiring rantainya memanjang.


Simo tersenyum. Dia menggunakan lauthing linght dan muncul di depan rantai kemudian menebasnya. Dia lalu mengambil potongan rantai itu dan mengayunkannya ke bawah tepat ke arah Helena berada.


Ekspresi Helena sedikit pucat setelah menyadari rantainya di tebas dengan mudah. Di tangannya perlahan-lahan muncul pedang tanah dan mengarahkannya ke atas untuk menahan rantai itu.


Walaupun demikian, dia tetap tercebur oleh kecepatan dan berat bongkahan batu yang di arahkan simo.


Pedang simo akhirnya terpental setelah bertahan cukup lama dari naga raksasa itu. Pedangnya berputar-putar.


Simo menggunakan lauthing linght untuk mengambil pedangnya lalu mendarat. Simo memandang tajam ke arah naga dan memikirkan bagaimana cara untuk mengalahkannya.


Jika pedangnya besar, maka ada kemungkinan untuk melawannya, tapi saat ini pedangnya hanya berukuran normal.


Keyakinan simo mulai runtuh di hadapan seperti ini. Walaupun sebelumnya dia bersemangat, tapi setelah menyadari perbedaannya, membuatnya tahu, dia sulit mengalahkan musuhnya saat ini.


“aku hanya punya ini. Guru, aku harap kau bisa membantuku.”


“Aku akan berusaha.” jawab Kaisar pedang dalam batin simo.


Simo mengeluarkan segumpal api biru kemudian memperagakan seperti sedang menarik busur. Perlahan-lahan busur api muncul di tangannya. Lalu ketika dia menariknya, muncul anak panah panjang dengan aura hitam, putih dan merah. Anak panah itu terbuat dari api biru yang berkilauan dan sangat indah, tapi sangat panas.

__ADS_1


Aura yang di pancarkannya sangat kuat dan membuat siapapun merasakan tekanan di sekitar simo.


Naga meraung dan menyemburkan air liurnya ke segala arah, membuat simo sulit berkonsentrasi dan berusaha berdiri menahan getaran akibat raungan naga itu.


Selain itu, karena naga berada sekitar 100 meter darinya, membuat kekuatan naga itu terasa dua kali lipat dari sebelumnya.


Namun dengan situasi seperti itu, simo berusaha terus membidik ke arah dalam tenggorokan naga. Dia memicingkan mata untuk melakukannya. Setelah semakin dekat, simo melepaskan tangannya, membiarkan panah itu melesat dengan kecepatan tinggi.


Ketika bergerak, angin di sekitar menjadi kacau. Tekanan yang di bawa panah itu sangat kuat, bahkan dengan aura naga yang di pancarkannya membuatnya tetap bergerak maju dan cepat.


Aura hitam dan putih menyebar ke segala arah dengan kecepatan tinggi, itu seperti komet yang melintasi langit dan sangat indah.


Naga meraung. Dari dalam mulutnya tiba-tiba keluar seorang gadis cantik berpakaian putih bersih. Kulitnya sangat putih dan indah. Ketika dia berjalan keluar, itu seolah berjalan di tanah yang normal. Tubuhnya juga seperti tidak terkena dampak gravitasi.


Dia berjalan di atas lidah naga. Walaupun naga itu meraung dan memiliki kekuatan yang hebat, wanita itu tampak tidak terpengaruh olehnya.


Tatapan tajam mengarah ke anak panah yang terus bergerak. Tangannya yang lembut melambai ke depan, membuat gerakan yang indah seperti seorang penari yang handal.


Udara di sekitar seolah menjadi air dan bergelombang. Bunyi yang indah dan aneh terdengar dari udara seperti wanita itu yang melakukannya. Dari jarak tangannya melambai, terlihat gelombang yang semakin membesar dan membesar.


Ketika panah simo lewat, kecepatannya melambat, berhenti, lalu bergetar beberapa saat sebelum akhirnya hancur menjadi butiran-butiran halus dan melayang-layang di udara.


Wanita itu tersenyum kemudian menghilang menjadi butiran-butiran udara yang sangat halus, dan samar-samar menghilang.


Simo terkejut melihat wanita itu muncul, dan di tambah dengan mudah menghancurkan serangannya, dan itu hanya dengan satu gerakan! Di dalam hatinya, dia mulai bertanya-tanya siapa gadis itu dan mengapa dia muncul di mulut naga. yang paling aneh mengapa naga itu tidak terusik dengan kehadirannya.


Naga mulai terus mendekat dan mendekat.


Ekspresi pesimis kini terlihat di wajahnya simo. Meski dia bergairah untuk melawannya, tapi jika semua hal yang telah dia lakukan tidak ada yang berdampak padanya, membuat tidak memiliki semangat.


Naga sudah berada 20 meter darinya. Tekanan yang tinggi semakin kuat.


“Aku hanya bisa berjuang sekuat tenaga.” Gerutu simo dengan nada yang pasrah.

__ADS_1


Di tangannya muncul bola api biru yang membesar.


Helena yang telah berhasil kembali ke daratan melihat hal ini tersenyum. Sebentar lagi hal yang paling dia inginkan akan terjadi.


__ADS_2