Cinta Dan Kontrak Pernikahan

Cinta Dan Kontrak Pernikahan
Membiasakan Diri


__ADS_3

Bianca masih berada di ruangan Arga, ia tidak menyangka jika pernikahan kontraknya dengan Arga akan berjalan cukup rumit bahkan sebelum mereka benar-benar menikah.


"Keluarlah, aku sudah meminta seseorang untuk mengantarmu pulang, jadi tunggu saja di lobby!" ucap Arga sambil kembali fokus dengan komputer di hadapannya.


"Aku bisa pulang sendiri," balas Bianca sambil beranjak dari duduknya.


"Kau harus membiasakan diri untuk mendengarkan ucapanku, walaupun aku tidak memperlakukanmu sebagai istriku tapi aku akan memperlakukanmu dengan sangat baik, jadi bersiap saja untuk menjaga hatimu agar tidak jatuh cinta padaku," ucap Arga.


Bianca hanya memutar kedua bola matanya lalu keluar dari ruangan Arga.


Benar saja, saat Bianca baru saja sampai di lobby seseorang menghampiri Bianca.


"Permisi, apa benar saya berbicara dengan non Bianca?" tanya seorang laki-laki paruh baya yang berjalan menghampirinya.


"Iya saya Bianca, bapak siapa?" jawab Bianca sekaligus bertanya.


"Saya ada Dodi, saya yang diperintahkan Tuan Arga untuk mengantar non Bianca pulang," jawab Dodi yang merupakan salah satu sopir yang bekerja dengan keluarga Arga.


"Panggil saja saya Bianca Pak, tapi mohon maaf sebelumnya, lebih baik Bianca pulang sendiri saja," ucap Bianca.


"Maaf non tolong jangan menolak untuk saya antar, karena jika non Bianca menolak pasti pak Arga akan memarahi saya dan bisa jadi akan memencet saya," ucap Dodi.


Bianca terdiam untuk beberapa saat, ia tidak menyangka jika laki-laki angkuh dan sombong yang baru ditemuinya ternyata juga sangat jahat dan semena-mena.


"Baiklah kalau begitu tapi dengan satu syarat, jangan memanggil saya non Bianca, cukup panggil saya Bianca saja!" ucap Bianca yang hanya dibalas anggukan kepala dan senyum oleh Dodi.


Bianca kemudian masuk ke dalam mobil bersama Dodi, Bianca menunjukkan arah tempat kost Lola pada Dodi agar Dodi mengantarkannya ke tempat kost Lola.


Setelah sampai disana, Dodipun segera berpamitan pergi, sedangkan Bianca segera membawa langkahnya ke arah kamar kost Lola.


"Akhirnya kau kembali, bagaimana? apa kau sungguh akan menikah dengannya? apa kau sudah mendapatkan uang 50 miliar itu?" tanya Lola yang sudah membombardir Bianca dengan semua pertanyaannya.


"Dia memang laki-laki gila, sombong, angkuh dan sangat jahat, aku sama sekali tidak melihat kebaikan darinya," ucap Bianca kesal.


"Memangnya apa yang terjadi? apa dia membohongimu?" tanya Lola penasaran.

__ADS_1


"Tidak, dia memang ingin menikah denganku bahkan besok malam dia mengajakku untuk bertemu dengan orang tuanya dan apa kau tahu hal yang paling gila darinya?"


Lola menggelengkan kepalanya pelan mendengar ucapan Bianca.


"Dia sebenarnya dijodohkan dengan Clara Camilla, tapi dia menolaknya mentah-mentah dan memilih untuk menikahiku, gila bukan?"


"Clara Camilla? artis cantik baik hati dan sangat ramah itu?" tanya Lola memastikan yang hanya dibalas anggukan kepala oleh Bianca.


"Waaahhh ini berita besar, seorang gadis tomboy sepertimu ternyata bisa mengalahkan Clara Kamila, artis nasional yang memiliki banyak sekali fans fanatik," ucap Lola sambil bertepuk tangan kecil.


Bianca kemudian menceritakan tentang pertemuannya dengan Clara, tentang bagaimana sikap Clara padanya.


Tentu saja hal itu membuat Lola begitu terkejut, mengingat bagaimana citra baik Clara selama ini.


"Jadi lebih baik kau jangan terlalu menilai seseorang hanya dari apa yang kau lihat di TV, karena tidak semua yang kau lihat itu benar!" ucap Bianca.


"Oke baiklah sekarang lupakan Clara, lalu bagaimana denganmu dan Arga?" tanya Lola penasaran.


Biancapun menjelaskan tentang semua percakapannya dengan Arga, mulai dari kontrak pernikahan 2 tahun sampai permintaan Arga yang memintanya untuk menulis semua hal tentangnya.


"Yaaaahhhh aku pikir kau akan selamanya menjadi istrinya," ucap Lola yang kecewa mendengar kontrak pernikahan yang Bianca katakan.


"Sepertinya hubunganmu dengan Arga tidak semulus yang aku bayangkan, apalagi sebenarnya Arga sudah dijodohkan dengan Clara, aku khawatir jika nanti kedua orang tua Arga tidak akan memperlakukanmu dengan baik, bagaimana jika mereka menyiksamu, menindasmu dan....."


"Hentikan Lola, kau membuatku takut, bukankah kau yang paling bersemangat sebelumnya?"


"Itu sebelum aku tahu jika ternyata kejadiannya akan serumit ini," balas Lola.


"Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang? apa aku membatalkannya saja?" tanya Bianca ragu.


"Jika kau membatalkannya dari mana kau akan mendapatkan uang 50 miliar itu? kau tidak akan mungkin memilih untuk menghabiskan masa mudamu di penjara bukan?" tanya Lola.


Bianca hanya menghela nafasnya lalu menjatuhkan dirinya di atas ranjang milik Lola.


"Sepertinya tidak ada pilihan yang benar-benar menguntungkanku, aku harus terpaksa menerima pernikahanku dengan Arga untuk mendapatkan uang 50 miliar itu," ucap Bianca sambil menatap langit-langit kamar Lola.

__ADS_1


"Maafkan aku Bianca, sahabatmu yang miskin ini tidak bisa membantumu sama sekali," ucap Lola sambil berbaring di samping Bianca lalu memeluknya.


"Lebih baik kau jangan membantuku, karena aku hampir saja mendapat masalah besar saat terakhir kali kau membantuku," balas Bianca yang membuat Lola terkekeh.


"Kalau begitu aku akan mendoakanmu saja, semoga kau bisa menjalani pernikahanmu dengan bahagia dan semoga Arga bisa memperlakukanmu dengan sangat baik sehingga nantinya kalian akan saling jatuh cinta satu sama lain," ucap Lola sambil menengadahkan kedua tangannya ke atas.


"Do'amu menyeramkan sekali, apa kau lupa tentang denda 100 miliar yang tadi aku katakan?" protes Bianca.


"Hahaha aku melupakannya hahaha....." balas Bianca tertawa puas.


Biiiiippp biiiipp biiiiippp


Ponsel Lola berdering, sebuah panggilan dari Tante Felly yang membuat Lola segera membawa pandangannya pada Bianca.


"Tante Felly menghubungiku," ucap Lola pada Bianca.


"Terima saja," balas Bianca.


Lolapun menerima panggilan tante Felly walaupun sebenarnya ia enggan untuk menerimanya.


"Halo Tante."


"Dimana anak nakal itu? dia pasti sedang bersamamu bukan? Tante sudah berkali-kali menghubunginya tetapi tidak tersambung," tanya Tante Felly yang terdengar penuh emosi.


"Maksud tante Bianca? Bianca memang sedang bersama Lola tante, tapi ponselnya rusak jadi....."


"Katakan padanya bahwa tante akan pergi ke luar kota untuk satu minggu, sampai masalah Bianca dengan para penagih hutang itu selesai, tante tidak akan memberitahu dimana Tante meninggalkan kunci rumah sebelum Bianika benar-benar melunasi hutang papanya," ucap tante Felly memotong ucapan Lola.


"Baik tante, Lola akan....."


Tuuuuttt tuuuutttt tuuuutttt


Panggilan berakhir, tante Felly mengakhiri panggilannya begitu saja sebelum Lola menyelesaikan ucapannya.


"Tante penyihir itu benar-benar keterlaluan, dia pergi keluar kota untuk menghindar dari para penagih hutang dan dia tidak memberitahumu dimana kunci rumah itu disimpan," ucap Lola menggerutu.

__ADS_1


"Jadi sepertinya kau tidak akan bisa pulang sebelum kau mendapatkan uang 50 miliar itu," lanjut Lola sambil membawa pandangannya pada Bianca.


Bianca hanya menghela nafasnya panjang lalu meraih bantal yang ada di dekatnya dan menutup wajahnya dengan bantal itu.


__ADS_2