
Bulan-bulan berganti. Hari itu adalah hari ulang tahun buah hati Bianca dan Arga. Mereka sengaja membuat pesta sederhana yang hanya dihadiri oleh keluarga dan orang terdekat mereka.
Tentu saja hal itu adalah ide dari Bianca yang tidak ingin jika Arga menghamburkan uangnya dengan berlebihan hanya untuk merayakan hari ulang tahun buah hati mereka yang masih berusia satu tahun.
Aksantara Narendra, adalah nama yang Arga dan Bianca berikan pada buah hati mereka. Dengan nama Aksantara itu, Bianca dan Arga berharap jika buah hati mereka akan menjadi seseorang yang penuh percaya diri, menjadi pemimpin yang bijaksana dan berwibawa.
Setelah merapikan pakaian baby Aksa, Bianca kemudian menggendongnya keluar dari kamar untuk menuju ke ruang tamu, dimana sudah ada orang tua Arga, Luna, Lola dan Daffa disana.
"Waaahhh tampan sekali baby Aksa, rasanya sebentar lagi kak Arga akan mendapat saingan baru," ucap Luna yang merasa gemas dengan pipi chubby baby Aksa.
"Kakak sendiri yang membawa saingan baru kakak ke rumah ini, dia sudah mendapatkan lebih banyak perhatian Bianca sekarang," balas Arga dengan menghela nafasnya yang membuat semua yang ada disana tertawa.
"Sebentar lagi kau juga akan merasakan apa yang aku rasakan Daffa," lanjut Arga dengan membawa pandangannya pada Daffa.
"Kau benar, aku akan lebih mempersiapkan diri mulai sekarang hehe," balas Daffa dengan terkekeh.
Saat itu, Lola memang sedang mengandung anak pertamanya dan berdasarkan hasil USG, anak pertamanya berjenis kelamin laki-laki.
Setelah semuanya siap, mereka memulai acara ulang tahun sederhana itu. Dengan semua do'a yang Bianca dan Arga ucapkan dalam hati, mereka kemudian meniup lilin yang ada di atas kue disambut tepuk tangan semua yang ada disana.
__ADS_1
Luna kemudian mengambil kotak kado yang dibawanya dan memberikannya pada Bianca saat baby Aksa sedang berada di pangkuan Arga.
"Ini adalah hadiah paling spesial yang sejak lama Luna persiapkan, semoga kak Bianca dan Arga menyukainya," ucap Luna.
"Apa aku boleh membukanya sekarang?" tanya Bianca.
"Tentu saja," jawab Luna dengan menganggukkan kepalanya.
Bianca kemudian membuka kado pemberian Luna yang berisi 3 baju dengan model yang sama tetapi ukuran yang berbeda.
"Ini untuk baby Aksa, ini untuk kak Bianca dan ini untuk kak Arga," jelas Luna.
"Lihatlah dengan jeli kak, kakak pasti tau apa yang spesial dari baju ini!" balas Luna.
Bianca kemudian melihat tulisan yang ada pada baju itu yang merupakan brand dari baju yang Luna berikan padanya, "LunaF".
"Apa ini brand yang kau buat sendiri, Luna?" tanya Bianca menerka yang segera dibalas anggukan kepala oleh Luna.
"Jadi kau sudah memiliki clothing line sendiri?" tanya Arga.
__ADS_1
"Iya, Luna sudah lama menyiapkannya dan baru akan launching bulan depan," jawab Luna.
"Waaahh.... ini benar-benar lebih dari spesial, terima kasih banyak Luna, semoga apapun yang sedang kau usahakan saat ini mendapat kesuksesan," ucap Bianca sambil memeluk Luna.
"Terima kasih kak," balas Luna.
"Mama dan papa juga sudah menyiapkan sesuatu!" sahut Nadine lalu mengeluarkan sebuah map dan memberikannya pada Bianca.
Biancapun membuka map itu dan begitu terkejut setelah membaca isinya. Bianca kemudian memperlihatkannya pada Arga.
"Apa ini serius ma? mama dan papa memberikan saham perusahaan atas nama Aksa?" tanya Arga pada mama dan papanya.
"Itu hanya sebagian kecilnya saja Arga, papa sudah menyiapkan yang jauh lebih dari itu saat dia sudah beranjak remaja nanti," jawab David.
"Benar sekali, siapa lagi yang akan melanjutkan perusahaan mama dan papa jika bukan anak dan cucu mama papa!" sahut Nadine.
"Terima kasih banyak ma pa, Bianca tidak tau harus berkata apa, rasanya terima kasih saja tidak cukup untuk semua yang sudah mama dan papa berikan pada Bianca, Arga dan Aksa," ucap Bianca.
"Semua ini memang berhak kalian dapatkan sayang," ucap Nadine sambil memeluk Bianca.
__ADS_1
Semua yang ada disanapun dipenuhi dengan kebahagiaan. Meskipun baru berusia satu tahun, namun keberadaan Aksa bisa memberikan lebih banyak kebahagiaan di dalam rumah tangga Bianca dan Arga.