Cinta Dan Kontrak Pernikahan

Cinta Dan Kontrak Pernikahan
Pelajaran untuk Clara


__ADS_3

Hari telah berganti, Bianca baru saja mengerjapkan matanya dan beranjak dari ranjangnya. Ia segera meninggalkan ranjangnya saat ia mendengar suara mobil yang memasuki halaman rumah.


"Clara, kenapa dia datang sepagi ini? ada apa?" tanya Bianca yang melihat mobil Clara terparkir di halaman rumahnya.


Setelah membasuh wajahnya, Biancapun segera keluar dari kamarnya dan melihat Clara yang berlari menaiki tangga. Bianca bisa menerka jika Clara sedang ingin menemui Arga saat itu.


Tanpa Bianca tahu, Arga sudah melancarkan rencananya untuk memberi pelajaran pada Clara yang sudah berusaha merusak hubungannya dengan Bianca.


Arga membuat agency besar di luar negeri membatalkan kerjasamanya dengan Clara. Arga juga memberikan bukti pada polisi atas keterlibatan Clara pada kecelakaan yang pernah terjadi beberapa tahun lalu yang sengaja disembunyikan oleh keluarga Clara.


Saat Clara mengetahui hal itu, tanpa pikir panjang ia sudah tahu jika Arga adalah dalang dibalik hal buruk yang terjadi padanya saat itu, karena hanya keluarganya dan Arga yang mengetahui tentang kecelakaan yang terjadi beberapa tahun yang lalu.


Dengan penuh emosi Clara menaiki tangga ke arah kamar Arga. Ia menggedor pintu kamar Arga beberapa kali dengan berteriak memanggil Arga.


Karena merasa terganggu dengan apa yang Clara lakukan, Arga yang masih mengantukpun segera beranjak dari ranjangnya dan membuka pintu kamarnya.


"Apa yang kau lakukan disini sepagi ini? kenapa kau membuat keributan disini?" tanya Arga sambil menguap.


"Kau benar-benar sudah gila Arga, pasti kau yang melakukan semua ini padaku!" ucap Clara sambil memegang kerah baju Arga.


Arga hanya tersenyum tipis lalu menarik tangan Clara agar melepaskan kerah bajunya.


"Kau sudah tahu rupanya, apa kau sudah mendapat panggilan dari polisi? apa sudah ada media yang mengetahuinya?" ucap Arga sekaligus bertanya.


"Kenapa kau melakukan hal ini padaku Arga? kenapa kau ingin menghancurkan karirku? kenapa?" tanya Clara dengan memberikan pukulan bertubi-tubi pada Arga.


Arga kemudian mencengkeram kedua tangan Clara dan menatap tajam kedua mata Clara.


"Aku sudah pernah memperingatkanmu Clara, aku sudah pernah memberitahumu jika aku bisa melakukan apapun yang aku inginkan untuk membuatmu jera, tetapi rupanya kau meremehkanku dan sekarang inilah yang kau dapatkan!" ucap Arga dengan penuh ketegasan pada setiap kata-katanya.


"Apa ini karena Bianca? apa kau menghancurkan hidupku karena Bianca?" tanya Clara dengan kedua matanya yang berkaca-kaca.


"Jangan membawa Bianca dalam masalah kita Clara, apa yang aku lakukan adalah untuk membuatmu diam dan berhenti mengganggu hubunganku dengan Bianca, jika kau tidak berhenti maka kau akan tahu sejauh mana aku akan bertindak untuk menghancurkanmu!" ucap Arga.


"Aku minta maaf Arga, aku mohon jangan melakukan hal ini padaku, aku sudah bersusah payah membangun karirku dari nol, sudah banyak yang aku perjuangkan untuk bisa sampai di titik ini, jadi aku mohon hentikan semua ini," ucap Clara memohon dengan air mata yang sudah membasahi kedua pipinya.


Arga menghela nafasnya kasar lalu melepaskan tangan Clara dari cengkeramannya.


"Kau sudah terlalu meremehkanku Clara, kau tahu kau akan menyesal setelah melakukan hal ini tetapi kau tetap melakukannya demi keegoisanmu sendiri," ucap Arga.


Seketika Clara bersimpuh di hadapan Arga dengan memegang kedua kaki Arga. Clara memohon agar Arga memberinya kesempatan agar ia tetap bisa mempertahankan karirnya.


Bianca yang berada di tanggapun melihat dan mendengar apa yang Arga dan Clara bicarakan.


Melihat Clara yang bersimpuh di kaki Arga, membuat Bianca segera membawa langkahnya mendekati Clara dan Arga.


Bianca segera menarik kedua bahu Clara, membawa Clara agar kembali berdiri.


"Apa yang sebenarnya terjadi? apa ada hal lain yang kau sembunyikan dariku Arga?" tanya Bianca pada Arga.


"Aku hanya memberinya sedikit pelajaran karena sudah meremehkanku," jawab Arga.


"Melihatnya bersimpuh seperti ini sepertinya apa yang kau sebut sedikit pelajaran itu adalah sesuatu yang berharga untuknya," ucap Bianca dengan membawa pandangannya pada Clara


"Sekarang jawab jujur pertanyaanku Bianca, tentang hubunganku dengan Karina, kau pasti mengetahuinya dari Clara bukan?" ucap Arga sekaligus bertanya pada Bianca.


Bianca terdiam dengan membawa pandangannya pada Clara tanpa mengatakan apapun, karena memang ia menyembunyikan dari Arga tentang hal itu.


"Kau tidak perlu membelanya Bianca, dia memang berniat untuk merusak hubungan kita dengan memberitahukan hal itu padamu," ucap Arga.

__ADS_1


"Tapi sepertinya aku harus berterima kasih pada Clara karena jika dia tidak memberitahuku mungkin sampai sekarang aku tidak akan tahu apa niatmu sebenarnya menikahiku," balas Bianca.


"Bianca, aku....."


"Terlepas dari bagaimana hubunganmu dengan Karina, Clara memberitahuku apa yang sebenarnya terjadi yang tidak aku tahu, dia sama sekali tidak memintaku untuk menjauhimu apalagi meninggalkanmu, dia hanya memberitahuku fakta yang selama ini kau sembunyikan dariku," ucap Bianca memotong ucapan Arga.


"Aku pasti akan memberitahumu tentang bagaimana masa laluku dengan Karina, aku hanya menunggu waktu yang tepat tapi perempuan licik ini yang merusak rencanaku!" ucap Arga.


"Bianca aku minta maaf padamu, aku menyesal sudah melakukan hal itu, aku mohon maafkan aku," ucap Clara memohon dengan bersimpuh di kaki Bianca.


"Berdirilah Clara, jangan melakukan hal ini," balas Bianca sambil membantu Clara berdiri.


"Arga sudah menghancurkan hidupku karena hal itu Bianca, dia membuat aku kehilangan klien besarku, dia membuat laporan pada polisi karena kesalahanku beberapa tahun lalu, karirku akan benar-benar hancur Bianca, hidupku benar-benar akan hancur jika media sudah mengetahui semua hal itu," ucap Clara dengan air mata yang sudah membasahi kedua pipinya.


Mendengar apa yang Clara katakan seketika Bianca membawa pandangannya pada Arga seolah meminta kepastian pada Arga tentang apa yang baru saja Clara katakan.


"Dia sendiri yang membuat karirnya hancur Bianca, aku sudah pernah memperingatkannya agar tidak mengganggu hubunganku denganmu, tetapi dia masih melakukannya," ucap Arga pada Bianca.


"Pulanglah Clara, aku akan membicarakannya dengan Arga," ucap Bianca pada Clara.


"Aku benar-benar meminta maaf padamu Bianca, aku mohon bantu aku, aku akan menjalani kehidupanku dengan lebih baik jika kau bisa membantuku, aku berjanji padamu Bianca," ucap Clara memohon pada Bianca.


Bianca hanya menganggukkan kepalanya pelan tanpa mengatakan apapun sambil sedikit mendorong Clara agar pergi meninggalkan dirinya dan Arga.


Clara kemudian berjalan menuruni tangga, mengendarai mobilnya meninggalkan rumah Arga dengan harapan Bianca bisa membantunya untuk membujuk Arga.


Clara benar-benar merasa ketakutan saat itu, ia takut karir yang dibangunnya sejak lama hancur begitu saja jika dirinya harus mendekam di penjara karena kesalahan yang dulu pernah dia perbuat dan sengaja disembunyikan oleh orang tuanya.


Kini satu-satunya harapan Clara hanyalah Bianca, ia akan berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak mengganggu hubungan Bianca dan Arga jika Bianca benar-benar bisa membantunya saat itu.


Di sisi lain, Bianca masih bersama Arga di depan kamar Arga.


"Apa kau tidak berpikir bahwa apa yang kau lakukan pada Clara itu sangat berlebihan?" tanya Bianca pada Arga.


"Aku tidak tahu kenapa kau sangat membencinya, entah karena orang tuamu yang pernah menjodohkannya denganmu atau karena hal lain yang sangat mengganggumu, tapi yang pasti apa yang kemarin Clara lakukan bukanlah sebuah kesalahan," ucap Bianca.


"Aku akan memberi pelajaran pada siapapun yang berusaha untuk menghancurkan hubungan kita Bianca, apa aku salah melakukan hal itu?" tanya Arga.


"Aku tidak merasa Clara berusaha menghancurkan hubungan kita, justru Clara memberitahuku apa yang selama ini kau sembunyikan dariku!" jawab Bianca.


"Aku tidak bermaksud untuk menyembunyikannya, aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk memberitahumu!" balas Arga.


"Dan Clara mempercepat waktu itu," ucap Bianca.


Arga menghela nafasnya lalu memegang kedua bahu Bianca dan menatap kedua mata Bianca, namun Bianca membalas tatapan mata Arga dengan pandangan tidak suka dan dengan cepat melepaskan kedua tangan Arga dari bahunya.


"Aku tidak tahu apa kau benar-benar mencintaiku atau kau hanya terobsesi padaku, melihatmu yang seperti ini aku seperti melihat Arga yang sangat terobsesi pada Karina, dia melakukan banyak hal bodoh hanya demi mendapatkan apa yang dia inginkan," ucap Bianca.


"Aku tidak bermaksud seperti itu, aku......"


"Apa dengan menghancurkan hidup orang lain kau merasa bisa menjalani hidupmu dengan lebih baik Arga? apa dengan menghancurkan hidupnya kau merasa menang dan bisa melakukan segalanya yang kau inginkan?" tanya Bianca memotong ucapan Arga.


"Dia perempuan jahat Bianca, dia terus menggangguku bahkan sebelum aku mengenalmu!" ucap Arga.


"Mama Nadine sendiri yang meminta Clara untuk mendekatimu, jika dia tiba-tiba jatuh cinta padamu maka jangan salahkan Clara jika dia terus berusaha mendapatkanmu, seperti kau yang terus berusaha untuk membuat Karina kembali padamu," ucap Bianca.


"Apa yang aku dan Clara lakukan itu hanya sebatas obsesi yang tidak kita sadari Bianca dan tolong jangan membawa Karina lagi dalam masalah ini, aku benar-benar sudah muak mendengar namanya," balas Arga.


"Cobalah untuk berpikir dari sudut pandang berbeda Arga, dengan Clara memberitahuku hal itu membuatku tahu apa yang selama ini kau sembunyikan dariku dan membuatmu berani untuk mengungkapkan perasaanmu padaku," ucap Bianca.

__ADS_1


"Bukankah selama ini kau hanya menunggu waktu yang tepat tanpa kepastian? entah sampai kapan kau akan terus menunggu dan dengan datangnya Clara padaku dia mempercepat semuanya dan membuat semuanya menjadi lebih baik," lanjut Bianca.


Arga terdiam memikirkan ucapan Bianca. Dalam hatinya ia membenarkan apa yang baru saja Bianca katakan, karena ia sendiri tidak tahu kapan dia akan menceritakan pada Bianca tentang masa lalunya bersama Karina dan ia akan tetap menyimpan perasaannya pada Bianca entah sampai kapan.


"Apa yang kau lakukan membuat dunia Clara terasa tidak adil untuknya, dia berusaha membangun karirnya dengan sangat baik dan karena rasa cinta yang dia miliki padamu kau membuatnya hancur dengan sekejap mata, padahal kau tahu bagaimana kau tidak bisa mengendalikan apa yang ada dalam hatimu!" ucap Bianca.


Arga menghela nafasnya panjang lalu membawa pandangannya pada Bianca.


"Aku sudah tidak memiliki apapun yang aku sembunyikan darimu Bianca, aku tidak takut jika Clara mengatakan apapun padamu, aku hanya tidak ingin dia menggangguku dan mengganggu hubungan kita," ucap Arga.


"Aku yakin setelah ini dia tidak akan melakukan hal itu, entah dia benar-benar mencintaimu atau hanya terobsesi padamu, tapi mungkin dia akan memilih untuk melupakanmu dengan perlahan demi menyelamatkan karirnya," balas Bianca.


"Bagaimana jika dia tetap melakukan hal yang menggangguku atau bahkan mungkin dia masih berniat untuk menghancurkan hubungan kita?" tanya Arga.


"Kita lihat saja nanti apa yang akan dia lakukan, aku yakin kau tahu apa yang harus kau lakukan setelah itu," balas Bianca.


"Kenapa kau sangat baik Bianca? padahal dia perempuan yang jahat bahkan saat pertama kali kau bertemu dengannya," tanya Arga.


"Aku tidak pernah menganggapnya sebagai perempuan yang jahat, aku bisa mengerti kenapa dia sangat tidak menyukaiku karena aku tiba-tiba datang di saat dia sedang berusaha untuk mendapatkanmu," jawab Bianca.


"Jika aku bisa mengembalikan keadaan Clara, apa kau akan mengabulkan satu permintaanku?" ucap Arga sekaligus bertanya.


"Tentu saja, hanya satu bukan?" balas Bianca.


"Iya, hanya satu," jawab Arga dengan menganggukkan kepalanya penuh senyum.


"Oke baiklah, tapi kau harus pastikan Clara tidak akan kehilangan karirnya," ucap Bianca yang dibalas anggukan kepala oleh Arga.


Setelah perdebatan yang cukup panjang, Arga akhirnya mengurungkan niatnya untuk membeberkan pada media tentang apa yang terjadi pada Clara.


Arga mencabut laporannya pada polisi dan membantu Clara untuk bisa mendapatkan kembali klien besarnya dari luar negeri.


**


Saat langit mulai gelap, Clara yang baru mengetahui hal itu segera mengendarai mobilnya ke arah rumah Arga, bukan untuk menemui Arga melainkan untuk menemui Bianca.


Dengan penuh senyum Clara mengendarai mobilnya menembus kemacetan lalu lintas di jalan raya.


Ia begitu bahagia saat itu, ia merasa seperti terlahir kembali setelah Bianca menyelamatkan karirnya.


Sesampainya di rumah Arga, Clara segera keluar dari mobilnya. Saat baru saja keluar dari mobil, Clara melihat Bianca dan Arga yang baru saja keluar dari rumah.


"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Arga pada Clara.


"Aku kesini bukan untuk menemuimu, aku kesini untuk menemui Bianca," jawab Clara dengan membawa pandangannya pada Bianca.


"Untuk menemuiku? ada apa?" tanya Bianca.


Dengan penuh senyum Clara membawa langkahnya mendekat pada Bianca lalu memeluk Bianca dengan erat.


"Terima kasih banyak Bianca, terima kasih karena sudah membantuku," ucap Clara yang dengan erat memeluk Bianca.


"Aku tidak melakukan apapun, Arga yang melakukannya," balas Bianca.


"Aku yakin Arga tidak akan melakukan hal itu jika bukan kau yang berbicara padanya, aku sangat berterima kasih padamu Bianca, aku benar-benar berhutang banyak padamu," ucap Clara.


Bianca hanya tersenyum dengan membawa pandangannya pada Arga dan Argapun hanya menghela nafasnya melihat apa yang Clara dan Bianca lakukan.


"Aku juga berterima kasih padamu Arga, aku janji setelah ini aku akan menjalani hidupku dengan lebih baik, aku tidak akan mengganggu kalian berdua lagi," ucap Clara dengan membawa pandangannya pada Arga.

__ADS_1


"Sekarang kau tahu bukan apa yang bisa aku lakukan padamu, jadi jangan coba-coba untuk meremehkanku karena aku bisa melakukan hal yang lebih dari apa yang pernah aku lakukan!" balas Arga


Clara hanya menganggukkan kepalanya dengan penuh senyum lalu kembali memeluk Bianca.


__ADS_2