
Bianca masih bersama Arga di ruang tengah. Ia masih tidak menyangka jika Arga benar-benar menyatakan cinta padanya.
Pertemuan mereka yang tiba-tiba dan pernikahan mereka yang hanya sebatas kontrak membuat Bianca tidak yakin dengan apa yang Arga katakan padanya.
Namun, mendengar semua penjelasan Lola tentang apa yang terjadi pada Arga saat ia koma membuat Bianca berpikir tentang bagaimana sebenarnya perasaan Arga padanya.
Namun Bianca tidak akan mudah percaya, mengingat bagaimana Arga tetap menjalin hubungan dengan Karina di belakangnya.
"Ikut aku Bianca, kita temui Karina sekarang agar semuanya jelas!" ucap Arga sambil meraih tangan Bianca dan menggenggamnya.
"Tidak perlu," balas Bianca sambil menarik tangannya dari Arga.
"Kau harus tau yang sebenarnya terjadi Bianca dan menemui Karina adalah jalan terbaik agar kau bisa mempercayaiku," ucap Arga.
"Lalu apa yang akan terjadi setelah itu? Karina tetap mencintaimu dan dia tetap berharap padamu, dia bahkan hampir mencelakai dirinya sendiri karena dia kehilanganmu Arga!"
Arga menghela nafasnya panjang lalu kembali menatap kedua mata Bianca.
"Semua yang dia katakan itu bohong Bianca, hubunganku dengannya berakhir karena dia berselingkuh dariku dan dia bertunangan dengan laki-laki lain saat dia masih menjadi kekasihku," ucap Arga.
Bianca hanya terdiam ia benar-benar tidak tahu harus bersikap seperti apa saat itu.
"Sebelum kita menemui Karina aku akan mengatakan padamu tentang semua yang terjadi di belakangmu selama kita menikah," ucap Arga lalu membawa dirinya duduk di sofa.
Arga kemudian menjelaskan pada Bianca tentang apa saja yang ia lakukan bersama Karina di belakang Bianca, termasuk saat ia berbohong pada Bianca tentang kepergiannya ke luar kota dan banyak hal lainnya yang sengaja ia sembunyikan dari Bianca.
Bianca hanya terdiam dengan mengalihkan pandangannya dari Arga, ia berusaha untuk menahan air matanya agar tidak kembali tumpah di hadapan Arga.
Ia tidak tahu kenapa matanya terasa begitu perih dan hatinya terasa begitu sakit saat ia mendengar semua penjelasan Arga.
"Melihatmu seperti ini membuatku merasa sedih dan bahagia dengan bersamaan Bianca, aku sedih dan merasa bersalah karena sudah berbohong padamu, tapi aku juga bahagia karena sikapmu ini menunjukkan bahwa kau memiliki perasaan yang sama sepertiku," ucap Arga.
"Jangan berharap apapun pada hubungan kita yang hanya sebatas kontrak Arga, bukanlah kau tahu aku sudah mengharapkan laki-laki lain selama ini," balas Bianca yang sudah lebih bisa mengendalikan dirinya saat itu.
"Aku tahu dan itu bukan masalah buatku, aku akan tetap berusaha untuk membuatmu jatuh cinta padaku dan perlahan kau pasti akan melupakan Bara," ucap Arga penuh percaya diri.
Bianca hanya menggelengkan kepalanya pelan lalu berjalan pergi meninggalkan Arga begitu saja.
Arga kemudian segera beranjak dari duduknya, berlari kecil mengejar Bianca lalu meraih tangan Bianca dan menggandengnya keluar dari rumah.
"Apa yang kau lakukan Arga? lepaskan tanganku!" ucap Bianca sambil menarik tangannya dari Arga.
"Kita harus menemui Karina, aku ingin dia menjelaskan semuanya padamu agar kau tahu jika kepergiannya ke klinik psikiatri sama sekali tidak ada hubungannya denganku," ucap Arga lalu membuka pintu mobilnya dan meminta Bianca untuk masuk.
Biancapun duduk di dalam mobil Arga, sedangkan Arga segera berlari kecil memasuki mobilnya lalu duduk di belakang kemudi dan mengendarai mobilnya meninggalkan rumah untuk pergi ke rumah Karina.
Sepanjang perjalanan tidak ada apapun yang Arga dan Bianca katakan.
Mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing, memikirkan tentang apa yang akan terjadi setelah ini.
Setelah beberapa dalam perjalanan, Argapun sampai di tempat tujuannya. Arga menghentikan mobilnya tepat di halaman rumah Karina.
Saat Arga baru saja keluar dari mobilnya, tiba-tiba saja Karina berlari kecil menghampiri Arga dan memeluk Arga.
Bianca yang belum keluar dari mobil hanya terdiam di tempatnya duduk, ia bisa melihat bagaimana Karina tampak sangat bahagia melihat kedatangan Arga.
"Seharusnya aku tidak perlu bersedih, hubunganku dengan Arga hanya sebatas kontrak dan apapun yang terjadi di antara mereka berdua sama sekali bukan urusanku!" ucap Bianca dalam hati.
Bianca menghela nafasnya panjang dengan mengalihkan pandangannya dari Arga dan Karina.
__ADS_1
Ia mungkin bisa mengatakan apa yang ia pikirkan, namun hatinya tidak bisa berbohong jika saat itu terasa seperti ada sebilah pedang yang menggores hatinya.
Tak lama kemudian pintu di samping Bianca terbuka dan Arga meminta Bianca untuk keluar dari mobil.
Biancapun keluar dari mobil lalu membawa langkahnya menghampiri Karina bersama Arga.
Melihat Bianca yang menghampiri dirinya, Karina hanya terdiam, ia terkejut dan tak menyangka jika Arga akan mendatanginya bersama Bianca.
"Bianca, kenapa kau....."
"Apa laki-laki yang selama ini kau ceritakan padaku itu adalah Arga, Karina?" tanya Bianca memotong ucapan Karina.
Karina seketika membawa pandangannya pada Arga, ia tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi saat itu.
"Ada apa ini Arga? apa kau sudah memberitahu Bianca tentang hubungan kita?" tanya Karina pada Arga.
"Aku sudah memberitahu semuanya pada Bianca, tentang masa lalu kita dan tentang hubungan kita yang sudah berakhir," jawab Arga tanpa ragu.
"Berakhir? aku sama sekali tidak merasa hubungan kita berakhir, kenapa kau tiba-tiba bersikap seperti ini padaku? bukankah kau yang mendekatiku terlebih dahulu bahkan setelah kau menikah dengan Bianca?" tanya Karina dengan menatap kedua mata Arga.
"Itu adalah kebodohan terbesar yang pernah aku lakukan dalam hidupku dan aku benar-benar sangat menyesalinya, aku sudah mempertegas semuanya saat di rumah sakit dan sejak saat itu aku benar-benar sudah tidak peduli lagi padamu," balas Arga.
"Sekarang jelaskan pada Bianca jika kedatanganmu ke klinik psikiatri sama sekali tidak ada hubungannya denganku dan jelaskan pada Bianca bagaimana hubungan kita dulu pernah berakhir dengan kau yang memilih meninggalkanku demi laki-laki lain!" lanjut Arga.
"Aku menyesal sudah meninggalkanmu saat itu Arga, aku janji akan memperbaiki semuanya, aku....."
"Sekarang yang harus berbicara adalah aku dan kau Karina, jadi tolong katakan padaku yang sebenarnya dan berhentilah memohon pada laki-laki yang sudah memiliki istri," ucap Bianca dengan berdiri tepat di depan Karina, menghalangi Karina yang memohon pada Arga.
"Baiklah, aku akan mengaku padamu sekarang, masa lalu yang aku ceritakan padamu adalah Arga, suamimu yang diam-diam masih berhubungan denganku setelah kalian menikah," ucap Karina tanpa ragu.
"Aku tidak peduli bagaimana hubungan kalian di belakangku, tapi kau meninggalkan Arga karena kau memilih selingkuhanmu lalu kenapa kau mengatakan padaku jika kau pernah hampir bunuh diri hanya karena kau kehilangan Arga? bukankah kau sendiri yang meninggalkannya?" tanya Bianca.
"Oke baiklah, berbohong sekarang sudah tidak ada gunanya, aku memang berbohong padamu Bianca, aku berbohong padamu tentang aku yang pernah bunuh diri demi Arga dan aku mendatangi klinik psikiatri itu juga bukan karena aku masih mengharapkan Arga," ucap Karina.
"Kenapa kau melakukannya padaku Karina? bukankah kau sudah berhasil membuat Arga mengejarmu bahkan setelah dia menikah denganku? apa karena kau ingin pernikahanku dengan Arga berakhir?" tanya Bianca.
"Aku tidak ingin Arga dimiliki siapapun, jadi membuatnya mendekat padaku saja tidak cukup dan aku beruntung karena kau cukup bodoh untuk aku kelabuhi," jawab Karina dengan tersenyum tipis.
"Oke baiklah, sekarang terserah kalian berdua, aku tidak akan memintamu untuk menjauhi Arga dan aku tidak akan meminta Arga untuk tetap bersamaku, semua keputusan ada pada Arga apakah dia ingin tetap bersamaku atau dia lebih memilih untuk bersamamu," ucap Bianca lalu membawa langkahnya pergi.
Argapun segera mengejar Bianca, namun dengan cepat Karina menahan tangan Arga.
"Dia sudah melepaskanmu Arga, mari kita mulai lagi hubungan kita yang baru!" ucap Karina dengan menahan tangan Arga.
"Jangan harap hal itu akan terjadi Karina, seumur hidup aku tidak akan pernah kembali padamu bahkan hanya sekedar menolehpun aku tidak mau," balas Arga dengan penuh penekanan pada setiap kata-katanya.
Arga kemudian menarik tangannya dengan kasar dari genggaman tangan Karina lalu berlari mengejar Bianca yang sudah meninggalkan rumah Karina.
Bianca yang berjalan seorang diri berusaha untuk tidak menumpahkan air mata yang sudah menggenang di kedua sudut matanya.
Ia tidak mengerti kenapa hatinya terasa begitu sakit saat ia membayangkan jika Arga benar-benar memilih Karina saat itu.
Namun tiba-tiba seseorang menarik tangannya dari belakang dan memeluknya dengan erat.
"Jangan pernah meninggalkanku Bianca, aku benar-benar tidak ingin kehilanganmu," ucap Arga dengan erat memeluk Bianca.
Bianca yang terkejutpun hanya diam tanpa mengatakan apapun, pelukan Arga terasa begitu nyaman dan tanpa sadar luka dalam hatinya perlahan memudar.
Untuk beberapa saat mereka hanya diam dengan berpelukan meskipun tangan Bianca masih ragu untuk membalas pelukan Arga.
__ADS_1
Arga kemudian melepaskan Bianca dari pelukannya dan menggenggam kedua tangan Bianca.
"Aku sudah mengatakan semuanya padamu Bianca, sudah tidak ada apapun lagi yang aku sembunyikan darimu, aku tahu mungkin tidak akan mudah bagimu untuk mempercayai semua ucapanku tapi aku pastikan aku akan menunjukkan padamu bagaimana aku sangat mencintaimu," ucap Arga dengan menatap kedua mata Bianca.
Untuk beberapa saat Bianca merasa luluh mendengar ucapan Arga, namun ia segera sadar jika hubungannya dengan Arga hanya sebatas pernikahan kontrak dan iapun sudah memiliki Bara yang selama ini ia tunggu kedatangannya.
"Satu tahun lagi semua ini akan berakhir Arga, kau akan melupakanku dan aku akan melupakanmu," ucap Bianca dengan menarik tangannya dari genggaman tangan Arga.
"Dan aku yakin dalam waktu 1 tahun aku akan berhasil membuatmu jatuh cinta padaku, aku tidak peduli bagaimana kau sangat mengharapkan Bara saat ini, tapi aku tidak akan menyerah untuk bisa mendapatkan hatimu sebelum Bara kembali dan sebelum kontrak pernikahan kita berakhir," ucap Arga dengan penuh keyakinan.
"Kau akan membayar denda yang sangat banyak jika kau membiarkan apa yang kau rasakan saat ini!" ucap Bianca.
"Aku tidak peduli, sudah kukatakan aku akan memberikan apapun yang aku miliki untukmu, bahkan nyawakupun akan aku berikan jika memang itu yang kau minta," balas Arga dengan tersenyum.
"Kau sangat berlebihan Arga," ucap Bianca dengan menahan senyumnya lalu berjalan pergi begitu saja.
Argapun segera berlari kecil mengejar Bianca lalu meraih tangan Bianca dan menggenggamnya.
"Untuk saat ini kita jalani apa yang sudah kita sepakati, aku tidak akan memaksamu untuk menerimaku tapi aku akan terus berusaha untuk bisa memenangkan hatimu," ucap Arga dengan penuh senyum.
Bianca hanya tersenyum tipis tanpa mengatakan apapun, ia membiarkan Arga menggenggam tangannya.
Merekapun berjalan meninggalkan rumah Karina dengan bergandengan tangan.
Setelah cukup lama berjalan, Bianca baru sadar jika Arga meninggalkan mobilnya di rumah Karina.
"Bagaimana dengan mobilmu? apa kau akan mengambilnya di rumah Karina?" tanya Bianca pada Arga.
"Tidak, aku akan meminta orang lain untuk mengambilnya," jawab Arga lalu menghentikan taksi dan masuk ke dalam taksi bersama Bianca.
Setelah beberapa lama dalam perjalanan, merekapun sampai di rumah. Mereka berdua berjalan memasuki rumah dengan senyum yang tak bisa mereka sembunyikan.
Arga yang tersenyum senang karena sudah berhasil membuat Bianca mempercayainya dan Bianca yang tersenyum senang karena ternyata Arga lebih memilih dirinya dibanding Karina.
"Aku minta maaf atas semua kesalahanku padamu selama ini Bianca, ini adalah awal yang baru bagiku dan aku janji tidak akan ada kebohongan ataupun hal lain yang aku sembunyikan darimu," ucap Arga pada Bianca.
"Aku tidak bisa menjanjikan apapun padamu Arga, lagi pula aku rasa aku bukan perempuan yang baik untukmu, masih banyak di luar sana perempuan yang jauh lebih baik daripada aku yang jauh lebih pantas untuk menjadi pendamping hidupmu," balas Bianca.
"Tapi bagiku hanya kau yang terbaik untukku Bianca," ucap Arga.
"Lalu bagaimana dengan Karina sekarang? sepertinya dia tidak akan mudah melupakanmu, dia pasti masih mengharapkanmu dan berusaha untuk kembali mendapatkanmu," tanya Bianca.
"Jangan khawatir, tidak akan ada yang bisa merebutku darimu karena aku hanya milikmu," jawab Arga dengan membelai pelan rambut Bianca.
"Apa kau sangat takut jika Karina akan mendekatiku lagi?" lanjut Arga bertanya dengan tersenyum.
"Tidak, aku.... aku hanya..... aku lelah dan mengantuk," ucap Bianca sambil berpura-pura menguap lalu berlari kecil untuk segera masuk ke kamarnya.
Melihat hal itu Arga hanya tersenyum tipis lalu membawa langkahnya menaiki tangga untuk masuk ke kamarnya.
Dalam hatinya ia merasa senang dan bahagia karena hubungannya dengan Bianca sudah membaik, ia merasa lega karena sudah tidak ada apapun yang ia sembunyikan dari Bianca dan ia sudah menyatakan perasaannya pada Bianca meskipun ia tahu jika Bianca belum bisa menerimanya.
Di sisi lain Bianca membaringkan dirinya di atas ranjangnya, menatap langit-langit kamarnya dengan penuh senyum.
Hatinya yang beberapa saat lalu terasa begitu sakit dan perih kini tiba-tiba saja terasa dipenuhi oleh bunga-bunga kebahagiaan.
Ia seperti bisa menghirup wangi aroma kelopak kebahagiaan yang mekar memenuhi setiap sudut hatinya.
"Aku tidak tahu kenapa aku bisa sebahagia ini, tapi yang pasti hatiku terasa sangat bahagia saat ini," ucap Bianca dengan memeluk gulingnya lalu berputar ke kanan dan ke kiri berkali-kali.
__ADS_1