
"Kak Bara!" ucap Bianca dengan raut wajah berseri saat ia menyadari jika yang mengirimkan pesan padanya adalah laki-laki yang sudah lama ditunggunya.
Dengan cepat Biancapun membalas pesan Bara.
"Kabar Bianca baik kak, bagaimana dengan kak Bara? apa Bianca bisa menghubungi kak Bara sekarang?"
Menit-menit berlalu namun Bianca belum juga mendapat pesan balasan dari Bara. Hingga lebih dari satu jam ponsel Bianca masih hening, sama sekali tidak ada pesan masuk dari Bara yang membuat Bianca cukup kesal.
Karena hari itu Bianca tidak bekerja, iapun berniat untuk pulang ke rumahnya, memeriksa keadaan rumah yang sudah beberapa hari tidak ditinggali olehnya.
Bianca mencoba untuk mencari kunci rumah yang disembunyikan oleh tante Felly, namun sampai beberapa lama berada disana ia tidak menemukan keberadaan kunci itu.
Saat Bianca akan berjalan pergi tiba-tiba beberapa pria berjalan ke arah rumah itu, membuat Bianca segera menyembunyikan dirinya agar tidak terlihat oleh para pria bertubuh besar itu.
"Sepertinya rumah ini masih kosong, lebih baik kita cari dia ke tempat tinggal temannya!" ucap salah satu pria itu pada temannya.
Setelah para pria itu pergi Biancapun keluar dari persembunyiannya.
Biiiiippp biiiipp biiiiippp
Ponsel Bianca berdering, sebuah panggilan masuk dari Arga.
"Halo Arga, aku sedang sibuk sekarang, hubungi aku nanti!" ucap Bianca lalu mengakhiri panggilan Arga begitu saja.
Bianca sengaja mengakhiri panggilan Arga karena ia harus segera menghubungi Lola agar Lola pergi meninggalkan kamar kos untuk sementara, sebelum para pria itu datang menemui lelah.
Namun sebelum Bianca berhasil menekan nama Lola untuk ia hubungi, Arga kembali menghubungi Bianca.
"Ada apalagi Arga?" tanya Bianca kesal.
"Aku hanya ingin memberitahumu jika nanti malam aku akan....."
"Aku tahu, Tante Nadine yang sudah memberitahuku," ucap Bianca memotong ucapan Arga.
"Apa yang terjadi padamu? kenapa kau terdengar panik?" tanya Arga yang bisa mendengar kepanikan Bianca saat itu.
"Orang-orang yang menagih hutang itu sepertinya akan datang ke tempat kost Lola, aku harus meminta Lola untuk pergi sebelum mereka bertemu dengan Lola," jawab Bianca lalu mengakhiri panggilan Arga untuk yang kedua kalinya.
__ADS_1
Biancapun segera menghubungi Lola namun sampai beberapa kali Bianca mencobanya Lola tidak juga menerima panggilannya, karena tanpa Bianca tahu Lola sedang sibuk mengerjakan skripsinya dan sengaja mengaktifkan mode senyap pada ponselnya.
Di tengah kepanikannya, Biancapun segera memesan ojek online untuk mengantarnya ke tempat kos Lola untuk menghentikan para pria itu.
Sesampainya Bianca di depan tempat kost Lola, ia begitu terkejut karena melihat para pria itu sudah bertemu dengan Lola.
"Masalah kalian denganku, jangan mengganggunya!" ucap Bianca pada pria itu.
"Akhirnya aku menemukanmu, apa kau tidak berniat untuk membayar hutang papamu atau memang kau lebih senang mendekam di penjara sampai tua!" ucap para pria itu sambil membawa langkahnya mendekati Bianca.
"Aku sudah bilang aku akan membayarnya, tapi bukan sekarang, lagi pula aku masih memiliki waktu beberapa hari lagi bukan?"
"Kau percaya diri sekali, memangnya sudah berapa banyak uang yang kau kumpulkan sekarang?"
"Aku..... aku....."
"Aku akan membayarnya," ucap Arga yang tiba-tiba datang dan membawa langkahnya ke arah para pria dihadapan Bianca.
"Berapa hutangnya? aku akan membayarnya sekarang juga!" tanya harga pada pria itu.
"50 miliar," jawab salah satu dari pria itu.
Arga kemudian mengeluarkan cek dan menuliskan angka 51 miliar lalu memberikannya pada salah satu pria itu.
"Aku rasa 51 miliar sudah lebih dari cukup untuk membayar hutangnya, kalian bisa mencairkannya kapanpun kalian mau dan ini adalah kartu namaku, kalian bisa menemuiku jika kalian masih membutuhkan uang," ucap Arga yang membuat para pria itu terdiam.
"Apa cek ini asli?" tanya salah satu pria itu ragu.
"Tentu saja asli dan yang pasti kartu nama itu juga asli," jawab Arga sambil menunjuk kartu nama yang dipegang oleh salah satu pria itu.
Salah satu pria itu kemudian mencari tahu tentang kebenaran kartu nama milik Arga melalui internet untuk memastikan jika Arga tidak berbohong.
Setelah beberapa lama mencari tahu akhirnya mereka yakin jika laki-laki di hadapan mereka itu memang Arga Narendra, anak dari pemilik perusahaan besar yang terkenal.
"Apalagi yang kalian tunggu? Bianca sudah membayar hutangnya pada kalian, jadi cepat pergi dan jangan pernah mengganggunya lagi!" ucap Arga pada para pria itu.
Para pria itupun segera pergi tanpa mengatakan apapun.
__ADS_1
"Aku sudah memenuhi janjiku padamu, jadi kau bisa mempercayaiku sepenuhnya sekarang!" ucap Arga pada Bianca.
"Aku pergi dulu, aku akan menjemputmu lagi nanti malam!" lanjut Arga lalu berjalan pergi begitu saja, sedangkan Bianca masih berdiri di tempatnya.
Ia masih terkejut karena kedatangan Arga yang tiba-tiba dan tanpa ragu memberikan cek melebihi hutang Bianca pada pria itu.
Bukan hanya kemudahan Arga dalam mengeluarkan uangnya tapi juga sikap Arga yang dinilainya sigap dalam membantunya.
"Apa kau yang meminta Arga untuk datang?" tanya Lola membuyarkan lamunan Bianca.
"Tidak," jawab Bianca dengan menggelengkan kepalanya.
"Sepertinya dia memang laki-laki yang baik, terlepas dari pernikahan kontrak kalian setidaknya dia benar-benar memperlakukanmu dengan baik," ucap Lola yang hanya dibalas anggukan kepala oleh Bianca.
**
Bulan dan bintang mulai menjajarkan diri pada hamparan gelap malam. Dengan pakaiannya yang anggun Bianca membiarkan rambutnya tergerai panjang.
Ia kemudian mengenakan sepatu high heels yang sudah Arga berikan padanya. Setelah selesai bersiap Argapun datang.
Bianca segera keluar dari kamar kost Lola setelah ia berpamitan dengan Lola. Arga kemudian mengendarai mobilnya ke arah rumah orang tuanya bersama Bianca yang sudah duduk di sampingnya.
Sesampainya di rumah orang tua Arga, merekapun makan malam bersama lalu membicarakan tentang pesta pernikahan yang dua hari lagi akan dilaksanakan.
Sama seperti pertemuan pertamanya dengan mama Arga Mama, mama Arga mengajak Bianca untuk berjalan-jalan di taman belakang rumah sembari mengobrol berdua.
"Seperti yang kau tahu Arga sedang menggantikan papanya untuk mengurus perusahaan, jadi dia pasti akan sangat sibuk dengan pekerjaannya, apa itu tidak masalah untukmu?" ucap Nadine sekaligus bertanya pada Bianca.
"Bianca bisa memahaminya tante, jadi itu tidak masalah untuk Bianca," jawab Bianca.
"Kau gadis yang baik Bianca, entah kenapa Tante sudah menyukaimu sejak pertama kali tanpa bertemu denganmu," ucap Nadine.
"Terima kasih sudah menerima Bianca dengan baik tante," balas Bianca.
"Karena sebentar lagi kau akan menjadi bagian dari keluarga Narendra, tolong jangan memanggilku seperti itu, panggil mama dan papa seperti Arga," ucap Nadine.
"Baik ..... ma....." balas Bianca canggung.
__ADS_1
Nadine tersenyum lalu mengajak Bianca kembali ke ruang tengah untuk menemui Arga dan suaminya.