
Malam semakin larut namun Bianca masih berada di rumah orang tua Arga. Mereka sedang membicarakan tentang pesta pernikahan yang dua hari lagi akan dilaksanakan.
Namun tiba-tiba seseorang datang yang membuat semua orang yang ada disana begitu terkejut karena kedatangannya yang tiba-tiba.
"Clara, kenapa kau datang semalam ini?" tanya Nadine pada Clara.
"Tante, tolong katakan pada Clara jika apa yang Clara dengar itu tidak benar, Rafa tidak akan menikah dengan perempuan lain bukan?" ucap Clara sekaligus bertanya pada Nadine.
"Duduklah dulu, tante akan menjelaskannya padamu," ucap Nadine sambil membawa Clara duduk di sampingnya.
"Tante sudah berjanji untuk menikahkan Arga dengan Clara, tidak mungkin Arga menikah dengannya bukan?" tanya Clara sambil menunjuk Bianca yang duduk di samping Arga.
"Maafkan tante, apa yang tante sampaikan padamu sebelumnya memang benar adanya, Arga akan menikah dengan Bianca dua hari lagi, tante harap kau bisa mengerti," ucap Nadine.
"Tapi Tante sudah berjanji untuk menikahkan Arga dengan Clara, apa Tante lupa?"
"Tante tidak lupa Clara, Tante pikir kau bisa membuat Arga jatuh cinta padamu, tapi ternyata Arga sudah bertemu Bianca dan jatuh cinta padanya, bagi tante siapapun perempuan yang membuat Arga jatuh cinta dialah yang pantas untuk menjadi istrinya dan ternyata Arga sudah memilih Bianca," balas Nadine.
"Tapi Clara mencintainya tante, Clara......"
"Clara, lebih baik kau pulang sekarang, om akan meminta Dodi untuk mengantarmu," sahut David memotong ucapan Clara.
"Tidak Om, Clara tidak akan pergi sebelum kalian membatalkan pernikahan Arga dengan Bianca!" ucap Clara.
"Apa hakmu meminta untuk membatalkan pernikahanku dengan Arga?" sahut Bianca bertanya
"Aku..... aku jelas lebih baik daripada kau dan Arga lebih pantas bersamaku daripada bersamamu," jawab Clara.
Arga menghela nafasnya panjang sebelum ia beranjak dari duduknya lalu menarik tangan Clara dan membawanya keluar dari rumahnya.
"Pulanglah sekarang sebelum aku memaksamu untuk pulang!" ucap Arga pada Clara.
"Apa yang kurang dariku Arga? aku bahkan bisa menerima sikapmu yang selalu dingin padaku, karena aku yakin suatu hari nanti aku bisa membuatmu jatuh cinta padaku!"
__ADS_1
Tanpa banyak bicara Arga segera memanggil satpam yang bekerja di rumahnya.
"Tolong paksa dia pergi Pak, jika dia menolak hubungi saja polisi karena sudah mengganggu ketenangan di rumah ini," ucap Arga lalu berjalan pergi meninggalkan Clara begitu saja.
Di sisi lain Bianca yang mengejar Arga saat Arga keluar bersama Clara begitu terkejut melihat sikap Arga pada Clara.
Ia hanya bisa terdiam di balik pintu rumah Arga melihat bagaimana Arga memperlakukan Clara.
Saat Arga berbalik akan meninggalkan Clara, Biancapun segera menyembunyikan dirinya dan berjalan kembali ke ruang tengah sebelum Arga melihat dirinya.
"Kau tidak perlu terlalu memikirkan Clara, dia memang seperti itu, selalu berlebihan dalam menghadapi masalah," ucap Nadine pada Bianca.
Biancapun hanya menganggukkan kepalanya dengan tersenyum tanpa mengatakan apapun.
"Apapun masalah yang terjadi pada pernikahan kalian nanti kalian harus bisa menyelesaikannya dengan baik, pasti selalu ada jalan dari setiap permasalahan, jadi jangan mudah menyerah," ucap David pada Bianca.
"Iya pa," balas Bianca dengan tersenyum.
Sepanjang perjalanan Bianca hanya diam tanpa mengatakan apapun. Ia masih memikirkan sikap dingin Arga pada Clara yang dinilainya sangat berbeda dengan sikap Arga yang biasanya dia lihat.
"Wajar jika aku terkejut melihat sikapnya, aku baru mengenalnya, aku tidak tahu bagaimana sebenarnya dirinya, tapi demi uang 50 miliar itu hanya inilah yang bisa aku lakukan!" ucap Bianca dalam hati.
"Apa ada yang sedang kau pikirkan?" tanya Arga pada Bianca yang sedari tadi hanya diam.
"Tidak ada," jawab Bianca singkat.
"Jangan berbohong, apa kau memikirkan Clara?"
"Sebenarnya apa yang membuat orang tuamu ingin kau cepat menikah? jika dilihat dari usiamu sepertinya kau masih cukup banyak waktu untuk menikmati kesibukanmu tanpa ikatan pernikahan," tanya Bianca tanpa menjawab pertanyaan Arga.
"Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu? apa kau lupa bagian dari kesepakatan yang sudah kau tandatangani?" balas Arga yang membuat Bianca mengerikan keningnya, tidak mengerti maksud dari ucapan Arga.
"Dalam kesepakatan pernikahan kita aku sudah menulis agar kau tidak bertanya tentang masalah pribadiku ataupun ikut campur tentang masalah pribadiku, apa itu tidak cukup jelas untukmu?"
__ADS_1
"Aahhh itu, aku tau, aku hanya......"
"Dan pertanyaanmu itu sudah menyangkut masalah pribadiku, kau ingin aku menjawabnya dan kau membayar 100 miliar atau kau tetap diam dan tidak menanyakan hal itu lagi," ucap Arga dengan nada suara yang tegas dan terkesan dingin membuat Bianca seketika terdiam.
Sampai akhirnya Arga menghentikan mobilnya di tempat kost Lola, Bianca hanya diam dan segera keluar dari mobil Arga tanpa mengatakan apapun.
"Baiklah jika memang aku harus diam, aku tidak akan mengatakan apapun lagi!" ucap Bianca kesal dalam hati lalu melepas high heels dan berjalan tanpa alas kaki ke arah kamar kost Lola.
Bianca mengetuk pintu beberapa kali sebelum akhirnya Lola membuka pintu kamarnya.
"Kau terlihat kesal sekali, ada apa?" tanya Lola yang memperhatikan raut kekesalan di wajah Bianca.
"Semakin lama aku mengenalnya aku semakin tidak tahu bagaimana sebenarnya dia," jawab Bianca yang segera membaringkan dirinya di atas ranjang Lola.
"Maksudmu Arga?" tanya Lola yang hanya dibalas anggukan kepala oleh Bianca.
Bianca kemudian beranjak dan duduk di tepi ranjang bersama Lola.
"Pertama kali aku melihatnya dia tampak seperti laki-laki kaya raya dan manja yang suka membuat masalah, dia lari dari pria yang mengejarnya, dia bahkan takut untuk lompat ke bawah jembatan," ucap Bianca.
"Di kantornya dia juga terlihat seperti atasan yang hanya bermain-main di tempat kerjanya, dia terlihat sangat santai tanpa beban, bahkan terkadang kesombongan dan keangkuhannya terkesan konyol," lanjut Bianca.
"Tapi....." ucap Lola menggantung ucapannya meminta Bianca untuk melanjutkan ucapannya.
"Tapi kemarin dia tanpa ragu menghajar para pria yang menggangguku, dia datang dan membayar hutangku tanpa aku minta, dia juga dengan tegas mengusir Clara dari kantornya," ucap Bianca.
"Dan aku baru saja melihat bagaimana dia bersikap dingin pada Clara, dia juga tiba tiba bersikap dingin padaku hanya karena aku mempertanyakan sesuatu, dia seperti bukan Arga yang biasa aku temui, rasanya banyak sekali hal yang tidak aku mengerti darinya!" lanjut Bianca.
"Kau baru bertemu dengannya Bianca, kau juga baru mengenalnya jadi wajar jika kau belum banyak mengetahui bagaimana dia sebenarnya, lagi pula kenapa kau terlalu memikirkannya, kau tidak jatuh cinta padanya bukan?"
"Tentu saja tidak, aku menikah dengannya hanya untuk membayar hutang papa, jika saja ada pilihan lain aku pasti tidak akan menikah dengannya, bukankah kau tahu jika selama ini aku hanya menunggu kak Bara!" balas Bianca.
"Kalau begitu jangan terlalu memikirkannya, jalani saja apa yang ada di hadapanmu, semakin lama bersamanya kau akan semakin banyak tahu bagaimana Arga yang sebenarnya," ucap Lola.
__ADS_1