Cinta Dan Kontrak Pernikahan

Cinta Dan Kontrak Pernikahan
Tentang Aku dan Kau


__ADS_3

Clara begitu terkejut saat Arga berkata bahwa perempuan yang ada di hadapannya adalah calon istri Arga. Clara menatap sinis Bianca yang berdiri di hadapannya, terlebih saat itu Bianca hanya mengenakan celana jeans dan kemeja yang membuat sama sekali tidak terlihat anggun.


Begitu berbeda dengan Clara yang saat itu mengenakan mini dress berwarna putih dengan aksen bunga-bunga kecil yang membuatnya terlihat tampak anggun.


"Tidak mungkin, kau pasti bercanda bukan? katakan jika kau hanya berbohong padaku Arga!" ucap Clara yang masih tidak mempercayai ucapan Arga.


"Terserah kau akan percaya atau tidak, tetapi dalam waktu dekat ini persiapkan saja dirimu untuk menghadiri pesta pernikahanku dengannya," balas Arga sambil membawa pandangannya ke arah Bianca di akhir kalimatnya.


Biancapun hanya tersenyum canggung tanpa mengatakan apapun.


"Tapi orang tuamu sudah menjodohkanmu denganku, lagi pula tidak mungkin mereka akan menerima perempuan berandalan sepertinya," ucap Clara sambil menatap Bianca dengan pandangan tidak suka.


Biancapun tersenyum tipis sambil melepaskan tangan Arga dari bahunya sambil membawa kakinya satu langkah mendekati Clara.


"Siapa yang kau sebut berandalan itu? aku?" tanya Bianca dengan menatap tajam kedua mata Clara.


"Siapa lagi disini yang seperti berandalan? tidak mungkin aku bukan?" balas Clara dengan melipat kedua tangannya di dada.


"Waaahh melihatmu seperti ini pasti membuat temanku sangat kecewa, dia hanya melihat kau sebagai artis yang sangat ramah tapi sebenarnya kau jauh lebih buruk dari seorang berandalan," ucap Bianca yang membuat Clara membulatkan matanya.


"Kenyataannya kau hanyalah seorang artis bermuka dua yang bersikap ramah hanya saat di depan kamera, sangat jauh berbeda dengan dirimu yang sebenarnya, apa kau tidak sadar jika sikap burukmu itu bahkan jauh lebih buruk dari seorang berandalan?" lanjut Bianca yang membuat Clara semakin emosi.


"Berani-beraninya kau......" ucap Clara sambil melayangkan tangannya bersiap untuk menampar Bianca, namun dengan cepat Bianca menahan tangan Clara dan mencengkeramnya dengan erat.


"Aku tidak akan membiarkanmu menyentuh wajah cantikku ini, seberapa berandalanpun aku di matamu setidaknya aku bukan seseorang yang bermuka dua sepertimu!" ucap Bianca lalu melepaskan tangan Clara dengan kasar.


Clarapun hanya terdiam melihat sikap Bianca yang terlalu berani padanya, ia tidak menyangka jika akan ada seseorang yang berani melawannya seperti itu.


"Sudahlah Clara kau jangan menemuiku lagi, apalagi mengganggu calon istriku, lebih baik kau pergi sekarang sebelum satpam datang untuk menyeretmu keluar dari sini!" ucap Arga yang saat itu juga terkejut melihat sikap Bianca.


"Tapi Arga....."

__ADS_1


Belum sempat Clara menyelesaikan ucapannya satpam sudah datang dan meminta Clara untuk segera meninggalkan ruangan Arga.


Karena tidak ingin satpam benar-benar menyeretnya keluar, Clarapun membawa langkahnya keluar dari ruangan Arga dengan kesal.


Setelah Clara keluar dari ruangan Arga, Bianca segera mengambil ponselnya yang sebelumnya terjatuh ke lantai.


"Ponselku......" ucap Bianca meratapi layar ponselnya yang retak.


"Aaahh sial, ini sudah tidak bisa menyala!" ucap Bianca setelah ia berusaha untuk menyalakan ponselnya, namun layar ponselnya tetap menghitam dengan retakan besar yang hampir memenuhi seluruh layar ponselnya.


"Buang saja, aku akan membelikan yang baru untukmu!" ucap Arga santai.


"Kau tidak bisa asal membuang barang yang rusak sebelum kau berusaha untuk memperbaikinya," balas Bianca.


"Tapi itu sudah rusak, kau sudah tidak bisa lagi menggunakannya!" ucap Arga.


"Ponsel ini penuh kenanganku bersama orang tuaku, aku menyimpan fotoku dengan mama dan papaku disini, jadi tidak mungkin aku menggantinya begitu saja dan membiarkan semua foto itu menghilang!"


Mendengar hal itu Arga segera merebut ponsel itu dari tangan Bianca lalu menyimpannya di laci mejanya.


"Apa kau serius? kau tidak akan membuangnya bukan?" tanya Bianca memastikan.


"Kenapa kau selalu berpikiran buruk tentangku? apa aku memang seburuk itu di matamu?" balas Arga bertanya.


"Aku hanya pernah bertemu denganmu satu kali sebelum hari ini, jadi bukankah wajar jika aku sangat berhati-hati padamu!" ucap Bianca .


"Kau benar, tapi bukan berarti kau selalu berpikiran buruk tentangku!" balas Arga.


"Sekarang ceritakan padaku tentang kehidupanmu agar orang tuaku tidak mencurigaiku jika aku sama sekali tidak mengerti tentangmu!" lanjut Arga.


"Apa itu perlu?" tanya Bianca.

__ADS_1


"Tentu saja, aku ingin orang tuaku benar-benar mempercayaiku bahwa kau adalah calon istri yang baik untukku, karena aku sama sekali tidak ingin dijodohkan dengan Clara," jawab Arga.


"Dijodohkan dengan Clara? kenapa kau menolaknya? bukankah dia sangat cantik? dia juga artis terkenal yang....."


"Yang bermuka dua?" tanya Arga memotong ucapan Bianca.


"Aaahh iya kau benar, dia hanya terlihat baik saat berada di depan kamera saja," balas Bianca sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


Bianca kemudian menceritakan tentang siapa dirinya, tentang keluarganya yang memiliki bisnis kecil sebelum bisnis itu bangkrut karena penghianatan teman sang papa.


Bianca juga menceritakan tentang bagaimana ia berusaha mendapatkan uang 50 miliar untuk melunasi hutang sang papa, tentang sang tante yang kini begitu membencinya karena hutang itu dan tentang dirinya yang terpaksa harus merelakan kuliahnya untuk bisa fokus mendapatkan uang 50 miliar secepat mungkin.


Arga mengangguk-anggukkan kepalanya pelan mendengar semua cerita Bianca, kini ia mengerti betapa Bianca memang membutuhkan uang 50 miliar itu.


Setelah Bianca menyelesaikan ceritanya, kini giliran Arga yang menceritakan tentang dirinya. Semua hal yang Arga ceritakan tentang dirinya seolah terdengar seperti sebuah kesombongan di telinga Bianca dan hal itu membuat Bianca cukup jengah.


"Sudah hentikan, kesombonganmu membuatku sangat muak!" ucap Bianca memotong cerita Arga.


"Aku tidak sombong, aku memang seperti itu, di usiaku yang 27 tahun aku sudah mendapatkan gelar doktor dari universitas....."


"Oke oke aku percaya dan aku akan bertepuk tangan dengan meriah untukmu!" ucap Bianca yang lagi lagi memotong ucapan Arga sambil bertepuk tangan dengan keras.


Arga hanya menghela nafasnya kesal melihat sikap Bianca.


"Sekarang pulanglah dan siapkan file yang berisi semua hal tentangmu, kesukaanmu, hal yang kau benci dan hal-hal kecil lainnya, kau harus menulisnya dengan lengkap lalu serahkan padaku nanti malam!" ucap Arga.


"Untuk apa aku melakukan hal konyol itu?" protes Bianca


"Hal konyol itu yang akan membuat orang tuaku percaya pada hubungan kita, aku juga akan melakukan hal yang sama dan aku akan memberikan filenya padamu lalu kau harus menghafalnya secepat mungkin sebelum kau bertemu dengan orang tuaku besok malam!" ucap Arga yang membuat Bianca semakin terkejut.


"Besok malam? apa kau gila?" tanya Bianca tak percaya.

__ADS_1


"Iya aku memang segila itu, jadi sekarang cepat pulang dan persiapkan semuanya sambil memikirkan batasan-batasan yang harus kita sepakati," balas Arga.


Arga kemudian menghubungi seseorang yang akan ia perintah untuk mengantarkan Bianca pulang.


__ADS_2