Cinta Dan Kontrak Pernikahan

Cinta Dan Kontrak Pernikahan
Kesalahpahaman Lola


__ADS_3

Bianca, Lola dan Karina akhirnya duduk di kafe itu untuk beberapa saat. Bianca dan Karina membicarakan banyak hal karena sudah lama mereka tidak bertemu.


"Sepertinya keadaanmu sekarang sudah membaik," ucap Bianca pada Karina.


"Aku berusaha untuk berdamai dengan diriku sendiri Bianca," balas Karina.


"Baguslah kalau begitu, kau memang harus melakukan hal itu," ucap Bianca.


"Tapi aku masih mengharapkannya dan aku masih menginginkannya kembali padaku, dia benar-benar sudah membuatku gila bahkan setelah dia mencampakkanku," ucap Karina.


"Kau berhak mendapatkan laki-laki yang tulus mencintaimu Karina, jadi lupakan saja dia jika dia memang sudah tidak mencintaimu," ucap Bianca.


"Tidak semudah itu Bianca, banyak hal yang sudah kita lalui bersama dan bukan hal yang mudah untuk melupakan semua itu, selain itu aku yakin jika dia juga masih memiliki perasaan yang sama sepertiku, hanya saja dia sedang di posisi yang tidak dia inginkan saat ini," balas Karina.


"Sedang di posisi yang tidak dia inginkan? apa maksudmu?" tanya Bianca.


"Dia sedang menjalani hubungan dengan seorang perempuan dan aku yakin jika hubungan itu tidak didasari dengan cinta, aku yakin jika dia memulai hubungannya dengan perempuan itu hanya untuk melupakanku, yang artinya dia sebenarnya masih mencintaiku," jelas Karina.


"Kenapa kau yakin sekali dengan pikiranmu itu? bisa saja dia memang sudah melupakanmu!" sahut Lola bertanya.


"Jika memang dia sudah melupakanku dia tidak mungkin berhubungan denganku di belakang perempuannya, dia bahkan rela membohongi perempuannya hanya demi menemaniku," jawab Karina dengan tersenyum.


"Jika memang dia sudah memiliki perempuan lain dalam hidupnya bukankah seharusnya kau melupakannya? untuk apa kau mengharapkan laki-laki yang sudah memiliki pasangan," tanya Lola.


"Aku mengharapkan laki-laki yang aku cintai, apa itu hal yang salah?" balas Karina.


"Itu tidak akan salah jika yang kau harapkan itu bukan laki-laki yang sudah memiliki pasangan, tapi pada kenyataannya kau adalah orang ketiga dalam hubungan laki-laki itu dengan pasangannya," ucap Lola.


"Tapi....."


"Sudah-sudah, lebih baik jangan membahas hal itu lagi," ucap Bianca berusaha menengahi perdebatan Lola dan Karina.


"Kau tidak akan mengerti bagaimana rasanya mencintai tanpa bisa memiliki Bianca, Lola," ucap Karina.


"Cinta memang tidak harus memiliki, jika kau memaksakan cintamu itu artinya kau tidak benar-benar mencintainya, tapi terobsesi padanya," balas Lola yang sudah mulai kesal pada Karina.


Entah kenapa Lola merasa tidak menyukai Karina sejak pertama kali Bianca mengenalkannya pada Karina.


Ada sesuatu dalam diri Karina yang membuatnya kesal, terlebih saat ia mendengar pernyataan Karina yang dinilainya salah.


"Dalam cinta tidak ada kata obsesi, yang ada adalah perjuangan untuk bisa mendapatkan cinta yang kita miliki, apa kau setuju denganku Bianca?" ucap Karina sekaligus bertanya pada Bianca.


"Mmmm.... aku tidak tau harus setuju atau tidak, aku tidak pernah memikirkan hal itu hehehe...." jawab Bianca yang tidak ingin membela Karina ataupun Lola.


"Bagaimana dengan suamimu? kau pasti sangat mencintainya bukan?" tanya Karina.


"Tentu saja, dia laki-laki sempurna dalam hidupku," jawab Bianca.


"Bianca aku sangat lelah, aku akan pulang lebih dulu jika kau tetap ingin disini," ucap Lola sambil beranjak dari duduknya.


"Aku akan mengantarmu pulang Lola," balas Bianca yang ikut beranjak dari duduknya.


"Karina aku harus pulang, lain kali kita bertemu lagi, bye!" ucap Bianca pada Karina lalu berlari kecil mengikuti Lola yang sudah berjalan pergi lebih dulu.


Pak Dodipun segera mengendarai mobilnya meninggalkan kafe setelah Bianca dan Lola masuk ke dalam mobil.


"Apa apa denganmu Lola? kenapa kau terlihat sangat kesal?" tanya Bianca pada Lola.


"Entahlah, aku hanya tidak menyukai apa yang temanmu itu katakan," jawab Lola.


"Maksudmu Karina? ada apa dengannya?" tanya Bianca.


"Sebenarnya dari mana kau mengenalnya? dan sejak kapan kalian berteman?" balas Lola bertanya.


Bianca kemudian menceritakan pada Lola tentang pertemuan pertamanya dengan Karina saat ia menunggu pak Dodi di lobby.


Bianca juga menceritakan tentang apa yang terjadi pada Karina saat itu, mulai dari masa lalu Karina sampai Karina harus pergi ke klinik psikiatri dengan diantar oleh Bianca.


"Jadi laki-laki itu bekerja di perusahaan orang tua Arga?" tanya Lola memastikan apa yang ia dengar dari Bianca.


"Iya, sepertinya dia sangat mencintai laki-laki itu, dia tidak akan pergi ke klinik psikiatri jika dia tidak benar-benar terpukul karena perpisahannya dengan laki-laki itu," jawab Bianca.

__ADS_1


Seketika Lola terdiam, ia ingat jika ia pernah bertemu Karina di taman. Setelah Bianca menjelaskan jika masa lalu Karina bekerja di perusahaan orang tua Arga, Lola ingat jika ia pernah bertemu Karina di taman saat Karina sedang berpelukan Daffa.


"Jadi laki-laki yang sangat dicintainya itu adalah Daffa?" batin Lola bertanya dalam hati.


"Pantas saja aku sangat tidak menyukainya, ternyata dia adalah perempuan itu," ucap Lola dalam hati dengan menghela nafasnya kesal.


"Ada apa Lola? apa ada sesuatu yang kau pikirkan?" tanya Bianca yang memperhatikan Lola seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Tidak ada, aku hanya sedang lelah," jawab Lola berbohong.


Setelah beberapa lama dalam perjalanan, pak Dodi mengentikan mobil di depan tempat kos Lola.


"Terima kasih sudah mengantarku Bianca," ucap Lola lalu turun dari mobil.


Setelah mobil Bianca pergi, Lola segera masuk ke tempat kosnya sambil mengeluarkan ponselnya dan segera menghubungi Daffa.


"Kau dimana?" tanya Lola tanpa basa-basi setelah Daffa menerima panggilannya.


"Aku masih di kantor, ada apa denganmu? kenapa kau terdengar seperti sedang marah?" balas Daffa.


"Aku baru saja bertemu dengan mantan kekasihmu," jawab Lola sambil menghempaskan badannya di atas ranjang.


"Mantan kekasihku? siapa?" tanya Daffa tak mengerti.


"Terlalu banyak mantan kekasihmu sampai kau melupakannya, atau mungkin kau tidak benar-benar melupakannya karena ternyata kau masih berhubungan dengannya bahkan setelah kau memiliki kekasih lain," ucap Lola kesal


"Apa maksudmu Lola? kenapa kau tiba-tiba membahas hal ini? memangnya siapa yang kau temui?" tanya Daffa yang masih tidak mengerti maksud ucapan Lola.


"Aku baru saja bertemu dengan perempuan yang sangat mencintaimu, dia bahkan sangat tergila-gila padamu," jawab Lola.


"Hmmm.... sepertinya kau sedang merindukanku, aku akan segera menemuimu setelah aku menyelesaikan pekerjaanku, tunggu aku sebentar lagi oke!"


"Aku tidak......"


Tuuuutttt tuuuutttt tuuuutttt


Sambungan terputus, membuat Lola semakin kesal


"Aaaargghhh..... Aku sangat kesal padanya dan tidak ingin bertemu dengannya!" ucap Lola sambil memukul ranjangnya dengan kedua tangannya.


"Aku tidak berdandan untuknya, aku hanya.... aku hanya sedang ingin berdandan saja," ucap Lola pada dirinya sendiri.


"Aku tau Daffa memiliki banyak mantan kekasih, tapi kenapa aku sangat kesal pada Karina? dia seperti benalu yang bisa sewaktu-waktu mengganggu hubunganku dengan Daffa!" ucap Lola kesal.


Setelah beberapa lama menunggu, Daffapun datang dengan membawa satu buket bunga.


"Ada apa cantik? kenapa kau sangat muram sekali?" tanya Daffa sambil memberikan buket bunganya pada Lola.


"Sepertinya kau belum menyelesaikan masalahmu dengan masa lalumu," jawab Lola.


"Masa lalu apa maksudmu dan siapa sebenarnya yang baru kau temui?" tanya Daffa tak mengerti.


"Aku bertemu dengan mantan kekasihmu yang belum bisa melupakanmu bahkan sepertinya dia sangat tergila-gila padamu," jawab Lola.


"Dari mana kau tahu jika dia mantan kekasihku dan kenapa kau bisa bertemu dengannya?" tanya Daffa.


"Aku pernah melihatmu berpelukan dengannya di taman dan ternyata Bianca mengenalnya," jawab Lola.


Mendengar jawaban Lola, Daffa hanya terdiam memikirkan siapa mantan kekasih yang Lola maksud, karena ia sendiri sudah lupa berapa perempuan yang sudah menjadi mantan kekasihnya.


"Namanya Karina," ucap Lola yang kesal karena Daffa hanya diam tanpa mengatakan apapun.


Daffa seketika terkejut mendengar apa yang Lola ucapkan, karena satu-satunya nama Karina yang ia kenal adalah Karina Aurora, perempuan yang dulu pernah sangat dicintai oleh Arga.


"Kenapa kau sangat terkejut seperti itu? apa kau terkejut karena akhirnya aku mengetahui hubunganmu dengannya meskipun kalian sudah berpisah?' tanya Lola yang melihat Daffa tampak terkejut.


"Kenapa kau berpikir jika Karina itu adalah mantan kekasihku? apa dia mengatakan sesuatu padamu?" tanya Daffa.


"Bianca bertemu dengan Karina di kantor tempatmu bekerja dan Karina menceritakan semua masalah pribadinya pada Bianca tentang dirinya yang belum bisa melupakan mantan kekasihnya yang bekerja disana dan aku baru ingat jika aku pernah bertemu dengan Karina yang sedang berpelukan denganmu di taman," jelas Lola.


"Memangnya kapan aku pernah berpelukan dengan Karina di taman? aku....."

__ADS_1


"Kejadian itu memang sudah sangat lama terjadi bahkan sebelum kita dekat, tetapi aku masih mengingatnya dengan jelas dan sampai kapanpun aku akan tetap mengingatnya!" ucap Lola memotong ucapan Daffa.


"Kau salah paham Lola, aku sama sekali tidak ada hubungan apapun dengannya," ucap Daffa.


"Mantan kekasih Karina memasukkan Karina dalam daftar hitam orang-orang yang dilarang untuk masuk ke kantor dan yang bisa melakukan hal itu hanya pegawai kantor yang memiliki jabatan cukup tinggi, pasti kau yang melakukannya karena dia adalah mantan kekasihmu yang tidak ingin kau temui, benar begitu bukan?"


"Kenapa kau berpikir jika itu aku? bagaimana jika itu adalah Arga?" balas Daffa bertanya.


"Karena aku pernah melihatmu berpelukan dengannya Daffa, lagi pula tidak mungkin jika perempuan seperti itu adalah mantan kekasih Arga, dia...."


"Kenapa tidak mungkin?" tanya Daffa memotong ucapan Lola yang membuat Lola tiba-tiba terdiam karena melihat raut wajah Daffa yang tiba-tiba tampak serius.


"Dia tidak mungkin mantan kekasih Arga bukan?" tanya Lola yang kini mulai bimbang.


"Aku akan menceritakannya padamu lain kali, tapi sekarang aku harus pergi," ucap Daffa tanpa menjawab pertanyaan Lola.


"Tapi Daffa...."


"Yang pasti aku tidak ada hubungan apapun dengan Karina, sekarang aku pergi dulu, aku akan segera menemuimu nanti," ucap Daffa lalu memberikan kecupan singkatnya di kening Lola sebelum ia berlari kecil meninggalkan Lola.


Lola hanya dia menatap kepergian Daffa tanpa mengatakan apapun, karena ia masih tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi.


Tapi yang pasti alasan Lola kesal adalah karena ia berpikir jika Karina adalah mantan kekasih Daffa yang belum bisa melupakan Daffa dan masih menggilai Daffa.


Lola tidak akan merasa sekesal itu jika ia tidak memiliki hubungan apapun dengan Daffa, karena sebenarnya ia dan Daffa sudah resmi menjadi pasangan kekasih sejak sebelum Bianca sadar dari komanya dan ia sengaja menyembunyikan hal itu dari Bianca ataupun Arga.


**


Di sisi lain, Arga yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya segera merapikan meja kerjanya.


Arga kemudian mengambil ponsel dalam sakunya untuk menghubungi Bianca.


"Halo Bee, hari ini aku pulang sedikit terlambat karena harus menemui mama, aku akan segera pulang setelah menemui mama!"


"Oke," balas Bianca singkat.


Setelah mengakhiri panggilannya pada Bianca, Argapun meninggalkan ruangannya. Arga segera mengendarai mobilnya ke arah rumah orang tuanya untuk bertemu dengan sang mama.


Sesampainya disana ia segera membawa dirinya masuk dan menemui sang Mama yang saat itu berada di ruang tengah.


"Apa kau kesini sendiri?" tanya Nadine memastikan jika Bianca tidak ikut bersama Arga.


"Arga sendiri ma, Arga segera kesini setelah Arga menyelesaikan pekerjaan Arga," jawab Arga.


"Sebenarnya Mama memintamu datang kesini karena ada sesuatu yang ingin Mama pastikan," ucap Nadine.


"Ada apa ma? apa ada masalah?" tanya Arga.


Nadine kemudian menceritakan pertemuannya dengan Clara dan memberitahu Arga tentang apa saja yang Clara katakan padanya.


"Mama percaya padamu Arga, Mama tahu kau sangat mencintai Bianca, tapi mama juga tidak bisa lupa bagaimana dulu kau sangat mencintai Karina," ucap Nadine.


"Apa Mama mempercayai Clara?" tanya Arga.


"Mama pasti lebih mempercayaimu Arga, tapi sepertinya Clara tidak mungkin berbohong pada mama meskipun Mama tahu dia memang menginginkanmu, tolong katakan dengan jujur pada Mama tentang apa yang sebenarnya terjadi," jawab Nadine.


Arga menghela nafasnya panjang lalu membawa pandangannya pada sang mama.


"Arga memang pernah sangat mencintai Karina ma, Arga juga masih berhubungan dengan Karina bahkan setelah Arga menikah dengan Bianca, tapi Arga tidak sadar jika apa yang ada rasakan saat itu hanyalah obsesi Arga untuk membuat Karina kembali pada Arga," ucap Arga.


Nadine hanya terdiam tanpa mengatakan apapun, ia tidak menyangka jika Arga memang berhubungan dengan Karina di belakang Bianca.


"Tapi semuanya berubah setelah Arga menyadari jika Arga sudah jatuh cinta pada Bianca, Arga benar-benar sangat mencintai Bianca lebih dari apapun bahkan diri Arga sendiri, Mama harus percaya pada Arga bahwa tidak ada perempuan lain selain mama dan Bianca dalam hati Arga," ucap Arga.


"Lalu bagaimana dengan Karina?" tanya Nadine.


"Arga sudah mengakhiri hubungan Arga dengan Karina, jadi Mama tidak perlu khawatir," jawab Arga.


"Apa Karina menerimanya? bagaimana jika Karina masih mengharapkanmu? bagaimana jika Karina berusaha untuk merusak pernikahanmu dengan Bianca?" tanya Nadine khawatir.


"Arga tidak akan membiarkan hal itu terjadi, Arga akan melakukan apapun untuk mempertahankan pernikahan Arga dengan Bianca," jawab Arga penuh keyakinan.

__ADS_1


Setelah meyakinkan sang Mama jika dirinya sudah tidak ada hubungan apapun dengan Karina, Argapun meninggalkan rumah sang Mama. Arga mengendarai mobilnya untuk pulang ke rumahnya.


Sedangkan di sisi lain, Daffa sedang mengendarai mobilnya untuk menemui Karina.


__ADS_2