
Bianca yang masih terkejut dengan barang-barang yang baru saja dilihatnya, ia segera menggoyang-goyangkan kaki Lola agar Lola segera terbangun.
"Lola apa kau yakin ini semua untukku?" tanya Bianca pada Lola yang masih terpejam.
"Lola bangunlah, kau harus melihat semua ini!" ucap Bianca yang masih berusaha membangunkan Lola.
Karena Lola tidak juga bangun, Biancapun segera mengambil ponselnya untuk menghubungi Arga, untuk memastikan jika barang-barang itu memang untuknya.
"Halo Arga, apa benar kau baru saja menyuruh supirmu untuk mengantarkan barang-barang untukku?" tanya Bianca pada Arga yang sudah menerima panggilannya.
"Supir? sepertinya aku tidak menyuruh supir yang mengantarnya, tapi mungkin Dafa yang menyuruhnya," balas Arga.
"Siapapun itu tapi yang pasti apa benar semua barang-barang ini untukku?" tanya Bianca memastikan.
"Itu hanya beberapa barang yang aku berikan untukmu, mungkin setiap harinya aku akan memberikan barang barang seperti itu untukmu," jawab Arga.
"Apa kau gila? ini sudah sangat banyak Arga, aku bahkan tidak bisa menilai berapa jumlah harga dari semua barang-barang ini!"
"Kau tidak perlu memikirkan harganya, aku memberikannya untukmu agar kau tidak perlu lagi meminjam pada temanmu," ucap Arga.
"Tapi ini terlalu berlebihan Arga, aku tidak bisa menerima semua ini begitu saja," ucap Bianca .
"Kalau begitu kau bisa membayarnya sekarang juga, aku akan memberikan nomor rekeningku padamu!" ucap Arga yang membuat Bianca mengernyitkan keningnya.
"Kau benar-benar gila, dari mana aku mempunyai uang sebanyak itu!" protes Bianca.
"Hahaha.... kau memang rumit sekali, kalau begitu terima saja barang-barang itu, aku harus pergi ke kantor sekarang, aku akan menghubungimu lagi nanti," ucap Arga lalu mengakhiri panggilan Bianca begitu saja.
"Waaahhh dia benar-benar gila, aku sama sekali tidak bisa mengerti cara berpikir orang kaya sepertinya," ucap Bianca sambil menatap satu persatu paper bag di hadapannya.
"Apa mungkin aku harus mengenakan pakaian ini untuk bekerja? rasanya sangat aneh, tapi aku tidak punya pilihan lain karena aku tidak memiliki baju ganti dan pakaian Lolapun sama seperti pakaian-pakaian yang Arga berikan padaku!"
Setelah berpikir beberapa saat, akhirnya Bianca memilih salah satu pakaian yang ada di dalam paper bag itu lalu mengenakannya.
Setelah menyambar tas selempangnya, Bianca segera mengenakan sepatu converse miliknya lalu segera berangkat ke kafe untuk bekerja.
__ADS_1
Benar saja, sesampainya di kafe semua teman-temannya begitu terkejut melihat penampilan Bianca.
"Apa aku terlihat sangat aneh?" tanya Bianca pada salah satu temannya.
"Tidak, justru kau terlihat lebih cantik dari biasanya," jawab temannya yang membuat Bianca hanya memutar kedua bola matanya lalu memulai kesibukannya sebagai pegawai kafe.
Waktupun berlalu, jam sudah menunjukkan pukul 05.00 sore saat Bianca baru saja meninggalkan kafe.
Biiiiippp biiiipp biiiiippp
Ponsel Bianca berdering, sebuah panggilan dari nomor yang tak dikenalnya membuat Bianca ragu untuk menerimanya.
"Pasti para penagih hutang itu, menyebalkan sekali!" ucap Bianca kesal.
Namun nomor asing itu terus menghubungi Bianca, sampai akhirnya Bianca memilih untuk menerima panggilan itu dan begitu terkejut setelah mendengar suara seorang perempuan.
"Halo Bianca, ini Tante Nadine, apa Tante mengganggumu?"
"Tidak Tante, maaf Bianca baru saja keluar dari kafe tempat Bianca kerja, jadi Bianca tidak tahu jika tante menghubungi Bianca," balas Bianca beralasan.
"Iya Tante, Bianca masih berada di kafe," jawab Bianca.
"Tolong bagikan lokasimu pada tante, tante akan segera kesana sekarang!" ucap Nadin lalu mengakhiri panggilannya.
Meskipun tidak mengerti apa tujuan Nadine menemuinya, Bianca tetap mengirimkan lokasinya pada Nadine.
Setelah beberapa lama menunggu, sebuah mobil mewah masuk ke halaman parkir kafenya kemudian seorang perempuan cantik tampak turun dari mobil itu lalu berjalan ke arah Bianca.
"Ayo ikut Tante, tante akan mengajakmu untuk berdiskusi tentang resepsi pernikahanmu dengan Arga!" ucap Nadine yang membuat Bianca begitu terkejut.
Namun Bianca hanya bisa pasrah mengikuti langkah Nadine untuk masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan kafe.
Setelah beberapa lama dalam perjalanan, merekapun sampai. Nadine mengajak Bianca untuk masuk ke dalam gedung 2 lantai di hadapan mereka lalu menemui seseorang yang akan mengurus pesta pernikahan Bianca dan Arga.
"Waahh ini calon pengantinnya, cantik sekali!" ucap seseorang yang datang menyambut Bianca dan Nadine.
__ADS_1
"Cantik saja tidak cukup, dia juga cantik dan anggun bukan?"
"Tentu saja, Arga memang tidak salah pilih," jawabnya.
"Untung saja aku mengenakan pakaian pemberian Arga hari ini," batin Bianca dalam hati dengan tersenyum manis ke arah Nadine dan seseorang dihadapannya.
"Akan lebih cantik jika kau memakai sepatu berjenis stilletto dengan hak yang sedikit tinggi, itu akan semakin menunjang kecantikanmu!" ucap seseorang di hadapan Bianca.
"Dia bekerja di kafe, jadi sepertinya tidak akan nyaman mengenakan sepatu berjenis seperti itu," ucap Nadine membela Bianca.
"Aaahhh seperti itu, jika begitu dia bisa memakai sepatu berjenis Loafers yang membuatnya tetap feminim meskipun tanpa hak tinggi, dia....."
"Dia tetap akan terlihat cantik dengan apapun yang dia kenakan," sahut Arga yang tiba-tiba datang.
"Kau sudah datang rupanya, cepat kemari kita harus mendiskusikan konsep pesta pernikahan kalian," ucap Nadine.
Mereka kemudian berdiskusi untuk memilih satu konsep pesta pernikahan yang akan diadakan beberapa hari lagi.
Bianca yang melihat berbagai macam konsep pesta pernikahan dibuat terkejut dengan betapa mewahnya beberapa konsep yang dipilih oleh Nadine.
Biancapun hanya bisa mengiyakan beberapa pilihan Nadine tanpa berani menolaknya, sampai akhirnya merekapun menentukan satu konsep yang sudah disetujui oleh semuanya.
"Setelah ini mama harus pergi untuk mengurus undangan, kalian berdua pergilah untuk menemui teman mama yang akan mengurus catering," ucap Nadine pada Arga dan Bianca.
Dari tempat wedding organizer itu, Nadinepun pergi bersama sopirnya sedangkan Bianca pergi bersama Arga.
"Kenapa kau tidak memberitahuku jika tante Nadine akan menjemputku dari kafe? untung saja aku mengenakan pakaian darimu, bagaimana jika tadi tante Nadine melihatku dengan pakaianku yang seperti preman?" oceh Bianca saat ia sudah berada di dalam mobil bersama Arga.
"Apa kau juga selalu cerewet seperti ini saat bersama mama?" tanya Arga yang tidak menanggapi ucapan Bianca.
"Tentu saja tidak, tanpa kau suruhpun aku sudah mengerti bagaimana harus bersikap di depan orang tuamu," balas Bianca.
"Mama memang sangat memperhatikan penampilan, tetapi bukan berarti Mama akan memandang rendah penampilanmu yang sebelumnya, hanya saja aku ingin kau memberikan kesan terbaik saat kau pertama kali bertemu dengan Mama," ucap Arga.
"Aku harap kau bisa menjalin hubungan baik dengan keluargaku, bagaimanapun juga kau akan menjadi bagian dari keluargaku walaupun hanya untuk 2 tahun," lanjut Arga yang hanya dibalas anggukan kepala oleh Bianca.
__ADS_1