Cinta Dan Kontrak Pernikahan

Cinta Dan Kontrak Pernikahan
Tanda Tangan


__ADS_3

Setelah beberapa lama mengobrol bersama Bianca, Argapun berpamitan pulang.


Setelah kepergian Arga, Bianca segera membawa langkahnya masuk ke kamar kost Lola lalu menjatuhkan dirinya di atas ranjang Lola.


"Sepertinya dia memang laki-laki yang baik, terlepas dari sikap angkuh dan sombongnya setidaknya dia akan memperlakukanmu dengan baik nantinya," ucap Lola.


Biancapun segera beranjak setelah ia mendengar ucapan Lola.


"Apa kau mendengar semuanya?" tanya Bianca yang yang membuat Lola hanya terkekeh tanpa mengatakan apapun.


"Kau tidak sopan sekali menguping pembicaraan orang lain!" gerutu Bianca.


"Sebagai sahabatmu aku hanya ingin tahu laki-laki seperti apa yang akan menikahimu, meskipun itu hanya pernikahan kontrak tetapi aku tidak ingin kau diperlakukan dengan tidak baik oleh suamimu nanti," ucap Lola.


"Apapun yang akan terjadi nanti aku harus bisa bertahan selama 2 tahun bersamanya karena sama sekali tidak ada pilihan lain untukku," ucap Bianca.


"Nikmati saja semuanya Bianca, kau akan menjadi istri dari laki-laki tampan dan kaya raya, sungguh nikmat mana lagi yang kau dustakan!" ucap Lola sambil membawa langkahnya duduk di samping Bianca lalu merangkulnya.


"Kau benar dia memang tampan dan kaya raya, tetapi sikap angkuh dan sombongnya terkadang membuatku gerah, apa kau tahu sebenarnya aku dan Arga bahkan belum benar benar berkenalan!" ucap Bianca yang membuat Lola membulatkan matanya.


"Kalian sudah beberapa kali bertemu dan membicarakan hal yang serius tetapi kalian bahkan belum berkenalan? waaahhh kalian benar benar aneh sekali!" ucap Lola dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Yang terpenting baginya adalah dia menikahiku dan yang terpenting bagiku adalah aku mendapatkan uang 50 miliar itu, begitulah pernikahan kita nanti, hanya demi keuntungan kita masing-masing!" ucap Bianca.


"Memangnya apa keuntungan yang dia dapatkan dengan menikahimu?" tanya Lola yang membuat Bianca terdiam untuk beberapa saat.


"Mmmmm..... mungkin untuk menghindar dari perjodohannya dengan Clara," awab Bianca sekenanya.


"Aaahhh iya..... bisa jadi seperti itu."


**


Hari telah berganti, pagi itu Bianca keluar dari kamar kost Lola untuk pergi menemui Arga di kantornya.


Hari itu Bianca sengaja meminjam pakaian milik Lola karena ia tidak bisa pulang ke rumahnya.

__ADS_1


Karena Lola adalah seorang gadis yang sangat feminim, iapun hanya memiliki pakaian dengan gaya feminim yang sangat tidak sesuai dengan gaya Bianca biasanya.


Namun tidak ada pilihan lain, Bianca harus tetap memilih salah satu dari pakaian feminim itu untuk menemui Arga.


Pada akhirnya Bianca memilih mengenakan sebuah mini dress berwarna pastel yang ia padukan dengan jaket jeans dengan model crop top.


Dengan pakaian feminimnya itu Bianca masih saja memilih mengikat rambutnya ke atas seperti yang biasa ia lakukan.


Karena wajahnya yang memang sudah cantik hal itupun tidak mengurangi sedikitpun kecantikan Bianca.


Sesampainya di tempat tujuan, sama seperti sebelumnya Bianca menghampiri resepsionis terlebih dahulu meskipun ia sudah mengetahui dimana ruangan Arga berada, hanya sekedar memastikan apakah dirinya diizinkan masuk atau tidak.


Tanpa banyak bertanya, resepsionis itupun mengizinkan Bianca masuk karena sebelumnya Arga sudah memberitahu si resepsionis untuk mengizinkan Bianca menemuinya.


Bianca segera membawa langkahnya ke arah ruangan Arga. Ia mengetuk pintu beberapa kali sebelum ia masuk ke ruangan Arga.


Arga yang melihat Bianca datangpun seketika mengalihkan pandangannya dari layar komputer, untuk beberapa saat ia terdiam memperhatikan gaya berpakaian Bianca yang berbeda dengan sebelumnya saat Bianca pertama kali datang ke kantornya.


"Jangan berpikir aku berpakaian seperti ini untukmu, ini pakaian Lola yang aku pinjam karena aku tidak bisa pulang ke rumahku," ucap Bianca yang seolah mengerti isi pikiran Arga.


"Tanteku pergi ke luar kota dan tidak memberikan kunci cadangan rumah untukku sebelum aku benar-benar melunasi hutang 50 miliar itu," jawab Bianca.


"Jadi kau tinggal bersama temanmu di tempat sempit itu?"


"Tempat yang kau bilang sempit itu adalah tempat tinggal sahabatku, aku bahkan lebih banyak menghabiskan waktuku disana daripada di rumah," ucap Bianca.


"Dan asal kau tahu tempat itu bahkan lebih nyaman daripada rumah tempat tinggalku sendiri," lanjut Bianca.


"Pasti karena tantemu yang tidak memperlakukanmu dengan baik, aku bisa mengerti," ucap Arga dengan mengangguk anggukkan kepalanya.


Mereka berdua kemudian membicarakan tentang kontrak pernikahan mereka, tentang kebiasaan, kesukaan dan banyak hal lainnya.


Mereka harus benar-benar terlihat saling memahami satu sama lain agar orang tua Arga menyetujui pernikahannya dengan Bianca.


"Bagaimana jika orang tuamu tidak menyukaiku dan menentang pernikahan kita?" tanya Bianca.

__ADS_1


"Aku akan berusaha untuk meyakinkan mereka dan kaupun juga harus berusaha untuk merebut hati orang tuaku," jawab Arga.


"Bagaimana caranya? aku bahkan tidak mengenal mereka!"


"Itu adalah tugasmu, sepertinya itu cukup sepadan dengan uang 50 miliar yang akan aku berikan padamu untuk melunasi hutang papamu," jawab Arga.


"Bagaimana dengan Clara?"


"Tidak perlu mempedulikannya, aku pastikan dia tidak akan mengganggumu," jawab Arga santai.


"Kau mudah sekali menjawab semua pertanyaanku karena kau tidak ada di posisiku," gerutu Bianca.


"Orang yang peka dengan sekitarnya tidak harus berada di posisi orang lain untuk bisa merasakan apa yang orang lain rasakan," ucap Arga.


"Baiklah terserah kau saja, aku memang tidak pernah menang berdebat denganmu, jadi bagaimana dengan kontrak ini? apa aku bisa memperbaharuinya suatu saat nanti?"


"Tentu saja tidak, kau harus menulis semua hal yang akan kita sepakati saat ini juga dan setelah kita menandatanganinya tidak boleh ada yang berubah dari kontrak kesepakatan ini!" jawab Arga.


"Seperti yang sudah aku jelaskan padamu, siapapun yang melanggar kontrak kesepakatan ini harus membayar denda sebanyak 100 miliar," lanjut Arga menegaskan.


"Lalu bagaimana jika aku melupakan sesuatu yang penting? aku pasti akan sangat menyesalinya jika aku belum menulisnya!"


"Sesuatu yang penting seperti apa maksudmu? kemungkinan untuk jatuh cinta padaku?" tanya Arga yang membuat Bianca menghela nafasnya kesal lalu meraih kertas yang ada di hadapannya dan tanpa pikir panjang membubuhkan tanda tangan di atasnya.


Argapun tersenyum puas lalu ikut menandatangani kertas itu.


"Masing-masing dari kita akan menyimpannya satu dan setelah kontrak ini selesai kita harus menghancurkan kontrak kesepakatan ini!" ucap Arga yang hanya dibalas anggukan kepala oleh Bianca.


"Aahhh iya, aku akan pulang sendiri sekarang, jadi jangan meminta Pak Dodi untuk mengantarku lagi!" ucap Bianca.


"Kenapa? bukankah kau tidak memiliki kendaraan?"


"Aku hanya merasa tidak nyaman, lagi pula kita belum benar-benar menikah sekarang, jadi kau belum memiliki hak apapun atas diriku!" jawab Bianca.


"Oke baiklah, lakukan saja apa yang ingin kau lakukan sebelum kita menikah," balas Arga.

__ADS_1


Setelah membahas semua hal yang berkaitan dengan kontrak pernikahan mereka, Biancapun meninggalkan ruangan Arga.


__ADS_2