
Waktu berlalu, malam yang panjang telah berganti pagi. Arga sedang mengganti pakaian baby Aksa saat Bianca baru saja bangun dari tidurnya.
Melihat Arga yang tampak sibuk, Biancapun segera beranjak dari tidurnya.
"Bagaimana keadaanmu Bee? apa kau masih pusing?" tanya Arga sambil merapikan pakaian baby Aksa.
"Sudah lebih baik, apa kau sudah bangun sejak tadi, Arga?" jawab Bianca sekaligus bertanya.
Arga hanya tersenyum lalu mendaratkan kecupan singkatnya di kening Bianca.
"Aku sudah memesan makanan dan obat untukmu, hari ini kita tidak akan pergi ke pantai karena kau harus beristirahat," ucap Arga.
"Tapi kita kesini untuk berlibur Arga, bagaimana mungkin kita hanya menghabiskan waktu di dalam kamar hotel!" protes Bianca.
"Keadaanmu tidak memungkinkan untuk kita berkegiatan di luar Bianca, jadi kita tetap di hotel sampai siang lalu ke bandara," ucap Arga.
"Ke bandara? apa kita akan pulang hari ini?" tanya Bianca terkejut karena seharusnya mereka masih berada disana sampai besok pagi.
"Iya, kita akan pulang nanti siang jika keadaanmu sudah membaik," jawab Arga.
__ADS_1
"Tapi kita bahkan belum pergi kemanapun Arga, kita....."
"Bee.... jangan membantahku!" ucap Arga memotong ucapan Bianca dengan tegas, tanpa meninggikan suaranya.
Bianca hanya menghela nafasnya lalu mengambil baby Aksa dari hadapan Arga dan menggendongnya.
"Kita bisa berlibur lain waktu Bee, aku tidak ingin keadaanmu memburuk jika kita memaksakan untuk tetap berlibur," ucap Arga berusaha membuat Bianca mengerti keputusannya.
Bianca hanya diam, ia menggendong baby Aksa ke balkon untuk menikmati angin pagi. Namun Arga segera mengikuti Bianca dan mengambil baby Aksa dari gendongan Bianca.
"Apa aku tidak boleh menggendongnya juga sekarang?" tanya Bianca.
"Masuklah, kau tidak boleh terlalu banyak terkena angin," ucap Arga tanpa menjawab pertanyaan Bianca.
Setelah menyelesaikan sarapannya, Bianca berniat untuk mengganti pakaian baby Aksa yang kotor karena makanan yang dimakannya.
"Beristirahatlah Bee, aku yang akan mengganti pakaiannya," ucap Arga sambil merebut pakaian baby Aksa yang dipegang Bianca.
Bianca hanya menghela nafasnya lalu duduk di tepi ranjangnya, melihat Arga yang sibuk dengan bayi mungilnya.
__ADS_1
Waktu berlalu, baby Aksa sudah tertidur setelah beberapa jam yang lalu mengisi perutnya dengan bubur sayur.
"Apa kau marah padaku Bee?" tanya Arga pada Bianca yang berbaring dengan membelakangi Arga.
Bianca hanya diam, ia merasa kesal dengan sikap Arga yang memutuskan semuanya sendiri tanpa meminta pendapatnya.
"Aku minta maaf Bee, kau pasti marah karena tiba-tiba aku mengajakmu pulang, aku melakukannya tidak hanya untukmu Bee, tapi juga untuk Aksa, dia pasti merasa tidak nyaman jika kau sakit," ucap Arga.
Lagi-lagi Bianca hanya diam, meskipun sebenarnya ia mendengar ucapan Arga.
"Aku sudah menyiapkan cuti untuk bulan depan, aku juga sudah menyiapkan tiket pesawat dan liburan kita selama satu minggu di Korea," ucap Arga.
Mendengar apa yang Arga katakan, Bianca seketika beranjak dan menatap Arga yang duduk di tepi ranjang.
"Apa kau serius dengan apa yang baru saja kau katakan?" tanya Bianca.
"Tentu saja aku serius, aku sudah meminta Daffa untuk menghandle pekerjaanku selama satu minggu untuk bulan depan," jawab Arga.
Seketika Bianca tersenyum lalu memeluk Arga dengan erat.
__ADS_1
"Arga..... kau memang selalu tau yang aku inginkan," ucap Bianca senang sambil memberikan kecupan singkatnya di pipi Arga.
Karena terlalu senang, kegaduhan yang Bianca lakukan membuat baby Aksa terbangun dari tidurnya dan menangis.