Cinta Dan Kontrak Pernikahan

Cinta Dan Kontrak Pernikahan
Hari Pernikahan


__ADS_3

Hari yang cukup menegangkan bagi Bianca. Pagi itu ia dijemput oleh Pak Dodi untuk mempersiapkan dirinya pada acara akad nikah yang akan dilaksanakan pagi hari itu.


Sebelumnya Bianca sudah meminta izin pada Arga agar ia diperbolehkan untuk mengajak Lola dan Argapun mengizinkannya, mengingat tidak ada siapapun yang Bianca kenal pada acara itu.


Bianca dan Lolapun pergi ke sebuah gedung dimana akad nikah akan dilaksanakan. Sesampainya disana Bianca segera disambut oleh beberapa orang yang akan mendandaninya dan membantunya mengenakan pakaian akadnya.


Setelah beberapa lama kemudian persiapan Biancapun selesai. Dengan balutan kebaya modern berwarna putih dan make up yang tidak terlalu berlebihan membuat Bianca begitu cantik pagi itu.


"Kau cantik sekali Bianca, jika aku laki-laki aku pasti sudah jatuh cinta padamu," ucap Lola pada Bianca.


Bianca hanya tersenyum tipis tanpa mengatakan apapun, terlihat kegugupan dari raut wajah cantiknya.


"Apa kau gugup?" tanya Lola yang menyadari kegugupan Tiara.


"Tentu saja, bagaimanapun juga ini adalah pernikahan sakral, tapi aku malah menikah dengan seseorang yang sama sekali tidak aku cintai," jawab Bianca sambil memainkan jari-jarinya.


Lola kemudian meraih tangan Bianca dan menggenggamnya, berusaha untuk menenangkan sahabatnya yang sebentar lagi akan menjadi istri dari laki-laki tampan dan kaya raya.


"Tenanglah Bianca, jangan gugup, semua pasti akan berjalan dengan baik, aku yakin 2 tahun bukanlah waktu yang lama, kau pasti bisa melaluinya dengan cepat dan kembali menjadi dirimu sendiri yang sebenarnya," ucap Lola.


Bianca hanya menganggukkan kepalanya dengan menggenggam erat kedua tangan Lola.


Tak lama kemudian seseorang masuk ke ruangan itu dengan senyum manis yang ia berikan pada calon menantunya.


"Kau terlihat cantik sekali sayang, Mama hampir tidak mengenalimu," ucap Nadine yang mengagumi kecantikan Bianca.


"Mama juga sangat cantik sekali hari ini," balas Bianca.


"Aahh iya, perkenalkan ma ini sahabat Bianca, Lola," lanjut Bianca mengenalkan Lola pada Nadine.


Lolapun mengulurkan tangannya dan memperkenalkan dirinya pada calon mertua Bianca.


"Tanganmu berkeringat Bianca, apa kau gugup?" tanya Nadine yang menyadari telapak tangan Bianca yang berkeringat.


"Maaf ma Bianca sangat gugup, Bianca sudah berusaha mengendalikannya tapi sepertinya Bianca tidak bisa," jawab Bianca sambil mengambil tisu dan meremas remasnya.


"Tunggu disini sebentar, Mama akan mengambilkan sesuatu untukmu!" ucap Nadine lalu keluar dari ruangan itu dan tak lama kemudian kembali dengan membawa sebotol coklat dingin.


"Minum ini, ini akan membantu untuk menenangkanmu," ucap Nadine sambil memberikan sebotol coklat dingin pada Bianca.

__ADS_1


"Terima kasih ma," ucap Bianca sambil meminum coklat ingin pemberian calon mertuanya.


"Mama mengerti kegugupanmu Bianca, kau tidak perlu terlalu memikirkan bagaimana mengatasinya, kau hanya perlu membiarkan pikiranmu santai dan jangan terlalu memikirkan hal-hal lain yang membuatmu semakin gugup," ucap Nadine berusaha menenangkan Bianca.


"Iya ma Bianca akan mencobanya," balas Bianca.


"Mama harus keluar dulu untuk menyambut tamu, tenangkan dirimu oke!"


"Iya ma," balas Bianca.


Setelah Nadine meninggalkan ruangan itu, kini hanya ada Bianca dan Lola disana.


"Kau beruntung Bianca, mama mertuamu sepertinya sangat menyukaimu," ucap Lola.


"Kau benar, itu semakin membuatku merasa bersalah karena pada kenyataannya aku hanya menjalani pernikahan kontrak dengan Arga tanpa ada cinta sama sekali," balas Bianca.


"Jangan terlalu memikirkannya Bianca, nikmati saja waktumu selama 2 tahun bersama Arga," ucap Lola.


Setelah beberapa lama menunggu, seseorang datang meminta Bianca untuk keluar dari ruangan itu.


Dengan diantar oleh Lola, Bianca membawa langkahnya keluar dari ruangan itu menuju ke sebuah tempat dimana Arga dan penghulu sudah duduk disana.


Pernikahan Arga dan Biancapun sah dimata hukum dan agama. Setelah acara akad nikah selesai, resepsipun segera dilanjutkan saat itu juga.


Bianca kemudian mengenakan gaun keduanya, kali ini sebuah gaun berwarna putih dengan bagian bawahnya yang lebar, membuat Bianca sudah seperti seorang putri kerajaan saat itu.


Bianca dan Arga berdiri di pelaminan dan satu persatu tamu mulai berdatangan, memberikan selamat atas pernikahan Bianca dan Arga.


Tentu saja semua tamu itu adalah tamu Arga dan orang tuanya, sama sekali tidak ada satu orangpun yang Bianca kenal selain Lola yang berada disana.


"Selamat Ga, semoga ini pernikahan pertama dan terakhirmu," ucap Daffa memberi selamat pada Arga.


Arga hanya tersenyum tipis lalu memperkenalkan Daffa pada Bianca.


"Hai Daffa," ucap Daffa sambil mengulurkan tangannya pada Bianca.


"Bianca," balas Bianca sambil menerima uluran tangan Daffa.


"Bisa dibilang aku adalah partner Arga, tidak hanya soal pekerjaan tapi juga partner in crime hahaha...." ucap Daffa pada Bianca.

__ADS_1


"Benarkah? aku juga memiliki partner in crime sepertimu," balas Bianca.


"Ooh ya? siapa? apa gadis yang tinggal bersamamu?" tanya Daffa.


"Dari mana kau tahu?" balas Bianca bertanya.


"Sudah sudah, cepat pergi, kau mengganggu saja!" sahut Arga sambil mendorong Daffa agar pergi dari pelaminannya.


"Hahaha baiklah, aku akan pergi," ucap Daffa lalu berjalan menuruni pelaminan.


Selain para tamu undangan, ada beberapa media yang memang diizinkan untuk meliput pernikahan Bianca dan Arga.


Waktupun berlalu, saat tamu undangan sudah mulai berkurang Bianca dan Arga dipersilahkan untuk masuk ke salah satu ruangan.


"Akhirnya aku bisa beristirahat," ucap Bianca yang segera membawa langkahnya duduk di sofa yang ada di ruangan itu.


"Mari kak saya bantu melepas gaunnya," ucap seseorang yang ada disana.


Bianca kemudian berdiri dan seseorang itupun melepas gaunnya, namun belum sampai Bianca kembali duduk seseorang yang lain datang dan membawa gaun yang baru untuk Bianca kenakan.


"Tidak ada waktu untuk istirahat Bianca, setelah mengganti gaun yang baru kita harus kembali ke pelaminan," ucap Arga pada Bianca.


Biancapun hanya bisa menghela nafasnya tanpa mengatakan apapun. Arga kemudian memberikan sebuah vitamin pada Bianca sebelum mereka kembali ke pelaminan.


Dengan gaun baru yang bernuansa merah muda Arga dan Biancapun berjalan kembali ke pelaminan.


Mereka harus berdiri di pelaminan, menerima ucapan selamat dari semua tamu yang datang sampai malam semakin gelap.


Biancapum mulai merasa lelah, terlebih dia harus berdiri dengan menggunakan sepatu high heels sejak pagi.


"Apa kau merasa tidak nyaman dengan sepatumu?" tanya Arga yang melihat keresahan Bianca.


Bianca hanya menganggukkan kepalanya tanpa mengatakan apapun, ia merasa benar-benar lelah saat itu.


Arga kemudian meminta seseorang untuk mengambil sepatu yang lain untuk Bianca kenakan.


"Bertahanlah, tidak akan lama lagi acara ini akan selesai," ucap Arga sambil menaruh sepasang sepatu baru dengan hak yang tidak terlalu tinggi di dekat kaki Bianca.


Bianca hanya menganggukkan kepalanya pelan lalu mengenakan sepatu baru yang sedikit meringankan lelah pada kakinya.

__ADS_1


__ADS_2