Cinta Dan Kontrak Pernikahan

Cinta Dan Kontrak Pernikahan
Permintaan Arga


__ADS_3

Bianca masih berada di tempat kost Lola sampai malam. Dengan ditemani Lola, ia menulis banyak hal tentang dirinya, ia juga menulis beberapa kesepakatan yang akan ia ajukan pada Arga.


"Akhirnya selesai juga," ucap Bianca sambil mengumpulkan beberapa lembar kertas di hadapannya.


"Apa kau yakin sudah menulis semuanya Bianca? kau harus memastikan agar kau tidak mendapatkan kerugian apapun dengan kontrak pernikahan yang akan kau tandatangani nanti!"


"Untuk sementara hanya ini yang terpikirkan olehku, aku akan mencoba untuk membicarakannya dengan Arga nanti," balas Bianca.


"Melihatmu pulang bersama sopir Arga sepertinya dia cukup baik untuk menjadi suamimu selama 2 tahun nanti, walaupun kalian tidak saling mencintai tetapi setidaknya dia memperlakukanmu dengan baik," ucap Lola.


"Semoga saja seperti itu, aku benar-benar tidak tahu apa yang akan terjadi padaku nanti, aku hanya bisa berharap 2 tahun itu akan cepat berlalu tanpa ada banyak kejadian buruk yang menimpaku," balas Bianca.


"Kau cepatlah mandi sebelum Arga datang, kau harus mempercantik dirimu untuk bertemu dengannya!" ucap Lola.


"Kenapa aku harus melakukan hal itu untuk Arga? aku hanya akan mempercantik diriku untuk kak Bara," balas Bianca lalu beranjak dari duduknya dan pergi ke kamar mandi yang ada di kamar kos Lola.


Tak lama setelah Tiara masuk ke kamar mandi, seseorang mengetuk pintu kamar kost Lola. Lolapun segera beranjak dari duduknya lalu membuka pintu kamarnya.


Lola terdiam menatap laki-laki tampan di hadapannya, untuk beberapa saat ia seperti kehilangan kesadarannya karena melihat betapa tampan laki-laki yang tengah berdiri di hadapannya saat itu.


"Maaf sepertinya aku salah tempat," ucap Arga yang hendak pergi.


"Lola tolong ambilkan handuk!" teriak Bianca dari dalam kamar mandi.


Mendengar teriakan Bianca, Argapun mengurungkan niatnya untuk pergi.


"Apa ada Bianca disini?" tanya Arga pada Lola yang masih terdiam mengagumi ketampanan Arga.


"Lola cepatlah, aku sudah kedinginan!" teriak Bianca yang membiarkan lamunan Lola.

__ADS_1


"Aaahh iya, kau pasti Arga kan? masuklah, Bianca sedang mandi sekarang," ucap Lola pada Arga.


"Terima kasih, aku akan menunggunya disini," ucap Arga lalu memilih untuk duduk di depan kamar kos Lola.


Sedangkan Lola segera mengambil handuk untuk memberikannya pada Bianca.


"Cepatlah, calon suamimu sudah datang!" ucap Lola pada Bianca yang masih melilitkan handuk di tubuhnya.


"Calon suami? berhenti mengatakan itu atau aku tidak akan mengganti sepatu milikmu!" protes Bianca.


"Terserah kau saja, pakai pakaianku untuk menemuinya, kau harus...."


"Tidak perlu, seperti ini saja sudah membuatku terlihat cantik," ucap Bianca memotong ucapan Lola yang sudah mengambilkan mini dress cantik untuknya.


Dengan hanya mengenakan celana pendek dan kaos oblong, Bianca mengikat rambutnya ke atas lalu mengambil beberapa lembar kertas di meja belajar Lola lalu berjalan menghampiri Arga yang sudah menunggunya.


"Dia memang cantik bahkan tanpa menggunakan make up sekalipun, tetapi bukankah itu sedikit keterlaluan," gerutu Lola saat Bianca sudah keluar dari kamar kosnya.


"Aku sudah menulis semuanya disini," ucap Bianca sambil memberikan beberapa lembar kertas pada harga.


"Apa kau baru saja keluar dari goa? kau benar-benar ketinggalan zaman sekali, menulis manual seperti ini," balas Arga sambil memperhatikan satu persatu kertas yang Bianca berikan padanya.


"Kenapa banyak sekali? aku bahkan hanya membuatnya satu halaman saja," protes harga


"Bukankah kau sendiri yang memintaku untuk menulis semua tentangku dan juga tentang kesepakatan kontrak kita? aku bahkan belum yakin jika aku sudah menulis semuanya, apa aku boleh aku memperbaruinya suatu hari nanti?" Balas Bianca yang membuat Arga menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Kita bahas hal itu besok, jadi temui aku di kantor besok pagi, aku akan mengosongkan jadwalku untuk membahas hal itu denganmu!" ucap Arga.


"Aahhh iya, ini ponselmu dan ini ponsel baru yang harus kau pakai!" ucap Arga sambil memberikan ponsel milik Bianca dan satu ponsel keluaran terbaru yang bahkan tidak pernah berani untuk Bianca inginkan, mengingat betapa mahalnya ponsel itu.

__ADS_1


"Apa kau memberikan ini untukku?" tanya Bianca memastikan.


"Tentu saja, ponselmu itu sudah sangat kuno, apa kau tidak tau itu?"


Bianca hanya menghela nafasnya mendengar ucapan Arga, berat rasanya bagi bibirnya untuk mengatakan terima kasih pada laki-laki sombong di hadapannya.


"Te...."


"Tidak perlu berterima kasih, aku melakukannya karena kau akan menjadi istriku, jadi aku tidak ingin orang-orang melihatmu dengan sebelah mata nantinya," ucap Arga memotong ucapan Bianca yang membuat Bianca semakin kesal.


"Oke baiklah terserah kau saja, lagi pula aku juga tidak berniat untuk berterima kasih padamu," balas Bianca.


"Ada hal penting yang aku ingin katakan padamu sebelum aku mengajakmu untuk bertemu orang tuaku besok malam!" ucap Arga.


"Apa itu?" tanya Bianca.


"Sebenarnya aku sama sekali tidak masalah dengan cara berpakaianmu, tetapi mungkin orang tuaku akan menilai hal itu, orang tuaku sangat kritis dalam menilai seseorang jadi aku harap kau bisa berusaha untuk merebut hati orang tuaku agar mereka mengizinkanku untuk menikahimu," jawab Arga menjelaskan.


"Jadi apa yang kau inginkan dariku? apa kau ingin aku berpakaian seksi seperti saat pertama kali kita bertemu?" tanya Bianca yang sedikit kesal karena ia merasa Arga terlalu mengatur dirinya.


"Tentu saja tidak, kau hanya harus berpakaian yang lebih feminim, menjaga ucapan dan tingkah lakumu agar tidak terlalu barbar di depan orang tuaku ataupun di depan orang lain setelah kita menikah nanti," jawab Arga.


"Waahhh kau benar-benar merepotkan sekali, aku bahkan harus menjadi orang lain di hadapan semua orang," gerutu Bianca.


"Aku seperti ini karena aku tidak ingin orang-orang merendahkanmu, aku tidak ingin istriku diremehkan oleh orang lain, meskipun pernikahan kita hanya sebatas kontrak selama 2 tahun tetapi aku benar-benar ingin memperlakukanmu dengan baik dan aku tidak ingin seorangpun berpikiran buruk tentangmu," ucap Arga dengan tatapannya yang serius.


Untuk beberapa saat Bianca terdiam mendengar apa yang Arga katakan padanya. Tak dapat dipungkiri ia bisa melihat keseriusan Arga saat Arga mengatakan hal itu padanya.


"Kau tidak harus menjadi orang lain di depan semua orang, hanya menjadi dirimu sendiri dengan versi terbaikmu saja dan menurutku versi terbaik darimu adalah apa yang aku katakan tadi, karena seperti yang kau tau kau akan menjadi sorotan setelah kau menikah denganku!" ucap Arga.

__ADS_1


"Kau tidak lupa bukan jika calon suamimu ini adalah laki laki tampan kaya raya yang dikenal di seluruh negeri ini!" lanjut Arga dengan senyum khasnya yang membuat Bianca seketika mengalihkan pandangannya dengan tatapan jengah melihat mendengar kesombongan Arga.


__ADS_2