Cinta Dan Kontrak Pernikahan

Cinta Dan Kontrak Pernikahan
Ulang Tahun Lola


__ADS_3

Hari-hari berlalu tanpa ada sesuatu yang istimewa bagi Bianca setelah dia sah menjadi istri Arga sekaligus anak dari pemilik perusahaan besar yang dikenal di seluruh negeri.


Satu minggu Bianca lewati hanya dengan berdiam diri di dalam rumah, ia menghabiskan waktunya untuk menulis di website pribadinya.


Hal itu tentu saja membuat Bianca sering merasa bosan, tetapi ia selalu mempunyai cara untuk bisa mengusir kebosanannya seperti membaca buku di balkon ataupun berolahraga dan mengobrol bersama para bekerja di rumah itu.


Tidak jarang Bianca meminta Lola untuk datang sekedar menemaninya mengobrol dan bercanda tawa bersama.


"Apa sampai sekarang Arga tidak pernah menyentuhmu Bianca?" tanya Lola pada Bianca saat mereka sedang berada di ruang baca yang ada di rumah itu.


"Tentu saja tidak, aku tidak akan membiarkannya menyentuhku sedikitpun," jawab Bianca.


"Lalu apa yang setiap hari kau lakukan dengannya? bagaimanapun juga kalian sudah tinggal satu atap, pasti banyak hal yang terjadi di antara kalian berdua bukan?" tanya Lola penasaran.


"Tidak ada apapun yang terjadi, lagi pula Arga sangat sibuk bekerja, dia bekerja dari pagi sampai malam bahkan terkadang dia pergi lagi saat malam dan entah kapan dia kembali pulang," jawab Bianca.


"Jangan-jangan dia berselingkuh darimu," ucap Lola dengan membulatkan matanya yang membuat Bianca segera memukul Lola dengan buku yang dipegangnya.


"Jaga ucapanmu, Arga tidak seperti itu, walaupun aku tidak benar-benar menjalani pernikahanku dengannya tetapi sepertinya dia bukan laki-laki yang seperti itu," ucap Bianca.


"Dari mana kau tahu Bianca? kau baru mengenalnya selama 2 minggu!"


"Sebaiknya kau menghawatirkan Daffa, karena Arga memberitahuku jika Daffa memiliki banyak perempuan di sekitarnya," ucap Bianca mengalihkan pembicaraan.


"Kenapa tiba-tiba membahas Daffa? lagi pula aku tidak ada hubungan apapun dengannya!" balas Lola.


"Aku hanya mengingatkanmu saja agar kau tidak terlalu terbawa perasaan jika sedang bersama Daffa, karena sepertinya Daffa adalah laki-laki idamanmu, benar begitu bukan?"


"Mmmmm..... dia memang tampan, tidak kalah dengan Arga, tetapi bukan berarti aku benar-benar menyukainya dan ingin memiliki hubungan dengannya, lagi pula kita baru beberapa kali bertemu," ucap Lola.


"Untuk saat ini fokus saja dengan skripsimu, jangan memikirkan hal lainnya," ucap Bianca yang hanya dibalas anggukan kepala oleh Lola.


"Aaahh iya, saat ulang tahunku nanti apa kau bisa memenuhi janjimu dulu Bianca?" tanya Lola.


"Tentu saja bisa, aku sudah lama berjanji padamu tentang hal itu," jawab Bianca.


"Bagaimana dengan Arga? apa dia mengizinkanmu untuk merayakan ulang tahunku?" tanya Lola khawatir.

__ADS_1


"Jangan memikirkan hal itu, aku akan mengurusnya sendiri," jawab Bianca.


"Baiklah kalau begitu, rasanya sudah tidak sabar menunggu hari yang aku impikan selama ini," ucap Lola dengan menatap langit-langit kamar Bianca, membayangkan ulang tahun yang selama ini ia inginkan.


"Keinginanmu itu benar-benar aneh sekali Lola, sangat out of the box sekali!" ucap Bianca yang membuat Lola terkekeh.


Setelah beberapa lama mengobrol Lola kemudian berpamitan untuk pulang.


"Aku akan meminta Pak Dodi untuk mengantarmu!" ucap Bianca.


"Tidak perlu, aku bisa pulang sendiri," balas Lola.


"Tapi akan lebih hemat jika kau pulang dengan diantar oleh Pak Dodi," ucap Bianca dengan mengedipkan satu matanya pada.


"Hahaha ..... kau benar sekali, anak kos sepertiku memang membutuhkan segala sesuatu yang hemat," ucap Lola terkekeh bersama Bianca.


Lolapun meninggalkan rumah Bianca dengan diantar oleh Pak Dodi.


**


Bianca sudah memesan sebuah sepatu hak tinggi dengan merek ternama pada salah satu temannya yang bekerja di luar negeri.


Beruntung sepatu itu sampai di tangannya sebelum hari ulang tahun Lola, karena Bianca berniat untuk memberikan sepatu itu tepat pada hari ulang tahun Lola.


Pagi itu Bianca sengaja menunggu Arga di ruang tamu, ia ingin memberitahu Arga jika dirinya akan pergi untuk merayakan ulang tahun Lola nanti malam.


Namun sampai jam sudah menunjukkan lebih dari pukul 07.00 Arga belum juga terlihat menuruni tangga.


"Kenapa dia belum juga turun? apa dia masih tidur?" batin Bianca bertanya dalam hati.


Tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki yang begitu cepat menuruni tangga, Biancapun segera beranjak dari duduknya untuk berbicara pada Arga


"Arga, aku......"


"Nanti saja Bianca, aku sedang buru-buru!" ucap Arga memotong ucapan Bianca sambil berjalan cepat keluar dari rumah.


Bianca hanya menghela nafasnya lalu kembali masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


Tepat jam 12.00 siang Biancapun menghubungi Arga, karena ia berpikir jika Arga sudah tidak sibuk saat jam makan siang.


Namun sudah beberapa kali Bianca berusaha menghubungi Arga sama sekali tidak ada satupun panggilannya yang terjawab.


"Sok sibuk sekali, menyebalkan!" gerutu Bianca kesal.


Waktupun berlalu, matahari mulai kembali ke peraduannya dan Bianca belum juga bisa menghubungi Arga.


Hingga akhirnya Biancapun memutuskan untuk mengirim pesan pada Arga.


"Malam ini aku harus keluar rumah untuk merayakan ulang tahun Lola, tidak akan lama, aku akan pulang sebelum tengah malam!"


Beberapa lama menunggu Arga tidak juga membalas pesan Bianca. Karena tidak ingin mengecewakan Lola, Biancapun memilih untuk tetap keluar dari rumah meskipun Arga belum membalas pesannya.


Dengan diantar Pak Dodi, Bianca pergi ke tempat kost Lola. Sesampainya disana sudah ada Lola yang menunggu di depan kamarnya.


"Maaf Lola aku harus mencari alasan agar Pak Dodi mau mengantarku kesini," ucap Bianca pada Lola.


"Tidak masalah, ayo berangkat!" balas Lola.


"Tunggu sebentar, ini untukmu, bukalah sebelum kita berangkat!" ucap Bianca sambil memberikan sebuah paper bag pada Lola.


"Aaahhh kau romantis sekali Bianca," ucap Lola sambil mengeluarkan isi dari paper bag itu, iapun begitu terkejut saat melihat isinya.


"Ini sama persis seperti sepatu yang kau hilangkan dulu, apa kau sungguh memberikan sepatu ini untukku?" tanya Lola tak percaya.


"Tentu saja, selamat ulang tahun Lola, semua doa baik untukmu semoga terkabulkan, terima kasih sudah menjadi sahabat terbaikku selama ini," ucap Bianca lalu memeluk Lola.


"Terima kasih Bianca, kau membuatku ingin menangis sekarang," balas Lola yang juga memeluk Bianca dengan erat.


"Sudah sudah sebaiknya kita berangkat sekarang sebelum semakin malam!" ucap Bianca.


"Tapi bagaimana dengan Pak Dodi? apa Pak Dodi akan mengantar kita ke tempat itu?" tanya Lola.


"Tentu saja tidak, biarkan Pak Dodi menunggu disini, kita harus pergi lewat jalan lain," jawab Bianca lalu menggandeng tangan Lola untuk keluar dari area kost Lola melalui jalan lain yang tidak terlihat oleh Pak Dodi.


Setelah mereka berhasil keluar dari area kost Lola merekapun segera menghentikan taksi yang akan membawa mereka ke tempat tujuan mereka.

__ADS_1


__ADS_2