Cinta Dan Kontrak Pernikahan

Cinta Dan Kontrak Pernikahan
Setelah Resepsi


__ADS_3

Rafa yang baru saja menyelesaikan acara akad dan resepsi pernikahannya bersama Bianca begitu terkejut saat ia melihat Karina berada di depan gedung tempat pernikahannya dilaksanakan.


Tanpa pikir panjang Argapun segera berlari menghampiri Karina yang sudah cukup lama tidak ia temui.


"Selamat atas pernikahanmu Arga, maaf karena aku hanya bisa menunggumu disini," ucap Karina pada Arga.


"Sejak kapan kau berada disini? kenapa kau tidak masuk ke dalam?" tanya Arga.


"Tante Nadine dan Om David pasti tidak akan menyukai kedatanganku, aku tidak ingin membuat acara pernikahanmu berantakan, jadi aku lebih memilih untuk menunggumu saja disini," jawab Karina.


"Apa yang kalian berdua lakukan disini?" tanya Nadine yang tiba-tiba datang menghampiri Arga dan Karina.


"Mama, kenapa Mama kesini?" balas Arga bertanya yang terkejut dengan kedatangan sang mama.


"Justru Mama yang seharusnya bertanya padamu, kenapa kau ada disini bersamanya? bukankah kau seharusnya sudah pergi bersama istrimu?"


"Arga.... Arga hanya ingin menemui Karina sebentar, dia...."


"Kenapa kau ada disini Karina? kau tidak berniat untuk menghancurkan pernikahan Arga bukan?" tanya Nadine pada Karina sebelum Arga menyelesaikan ucapannya.


"Karina sama sekali tidak mempunyai niat seperti itu tante, maaf jika kedatangan Karina disini mengganggu," balas Karina.


"Kalau begitu pergilah, Arga sudah menjadi suami perempuan lain sekarang, jadi jangan pernah mengganggunya lagi!" ucap Nadine pada Karina.


"Karina mengerti tante Karina permisi, sekali lagi selamat atas pernikahanmu Arga, aku pergi dulu!" ucap Karina lalu masuk ke dalam mobilnya dan mengendarainya pergi begitu saja.


Setelah kepergian Karina, Nadinepun membawa langkahnya pergi meninggalkan Arga yang masih berdiri di tempatnya.


Arga hanya menghela nafasnya panjang lalu membawa langkahnya ke arah Bianca yang berdiri di dekat mobilnya.


"Kenapa kau tidak menunggu di dalam?" tanya Arga pada Bianca.


"Bagaimana aku bisa menunggu di dalam jika kau tidak memberikan kunci mobilmu padaku!" balas Bianca kesal.


"Maafkan aku, masuklah!" ucap Arga yang terkesan dingin lalu membuka pintu mobilnya dan masuk ke dalam mobilnya bersama Bianca.

__ADS_1


"Apa kau baru saja menemui temanmu?" tanya Bianca pada Arga saat Arga sudah mengendarai mobilnya meninggalkan gedung itu.


Arga membawa pandangannya pada Bianca sekilas tanpa mengatakan apapun.


"Lupakan saja, aku tidak akan bertanya lagi, terserah kau akan bertemu dengan siapa aku tidak peduli!" ucap Bianca setelah ia melihat sikap Arga yang tiba-tiba terlihat dingin padanya.


Argapun hanya terdiam dengan raut wajah datar, menatap jalan raya di hadapannya sambil memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Ada apa dengannya? sepertinya suasana hatinya sedang tidak baik-baik saja," batin Bianca bertanya dalam hati.


Setelah beberapa lama berkendara, Argapun sampai di rumah tempat tinggalnya. Arga berjalan memasuki pintu utama rumahnya bersama Bianca dengan disambut oleh beberapa wanita dan pria yang berdiri berjajar di dalam rumah itu.


"Mereka adalah para pekerja disini, kau bisa meminta tolong apapun pada mereka jika membutuhkan sesuatu," ucap Arga pada Bianca.


Bianca menganggukkan kepalanya lalu menjabat tangan mereka satu persatu untuk berkenalan, sedangkan Arga segera membawa langkahnya pergi begitu saja.


Tepat di depan sebuah kamar Arga menghentikan langkahnya untuk menunggu Bianca.


"Ini adalah kamarmu, barang-barang yang kau butuhkan sudah ada di dalam, kau bisa melakukan apapun di rumah ini asalkan jangan pernah naik ke lantai 3 karena disana adalah kamar pribadiku dan ruang kerjaku, aku tidak ingin orang lain memasukinya tanpa izinku," ucap Arga pada Bianca.


Bianca terdiam untuk beberapa saat, memperhatikan sekeliling kamar yang akan menjadi kamar pribadinya untuk 2 tahun ke depan.


"Waahhh aku benar-benar tidak mengerti cara berpikir orang kaya seperti Arga," ucap Bianca lalu membawa langkahnya ke arah lemari kaca yang berada di dalam kamarnya.


Di dalam lemari kaca itu terdapat banyak sekali tas dan sepatu dengan merk ternama yang sudah pasti harganya jauh dari gaji Bianca selama 1 bulan di kafe.


Bianca kemudian membuka lemari kayu besar yang ada di dekatnya dan lagi lagi ia dibuat terkejut karena banyaknya pakaian yang ada di dalam lemari itu.


Mulai dari pakaian formal hingga pakaian casual ada di dalam lemari itu.


"Waaahhh aku seperti berdiri di depan toko saat ini," ucap Bianca sambil membawa pandangannya pada lemari pakaian dan lemari kaca yang ada di kamarnya.


Bianca kemudian membawa langkahnya masuk ke dalam kamar mandi, menghabiskan waktunya beberapa lama di dalam bathub sebelum akhirnya ia keluar dengan menggunakan pakaian tidurnya.


"Hmmmm.... rasanya segar sekali, sekarang waktunya tidur," ucap Bianca lalu menarik selimut tebal yang ada di ranjangnya.

__ADS_1


Namun baru beberapa menit Bianca memejamkan matanya, tiba-tiba ia merasa sakit di perutnya.


Lama kelamaan rasa sakit itu semakin mengganggunya, membuatnya merintih sambil menggigit bibirnya.


"Aaahhh sakit sekali....." ucap Bianca sambil memegangi perutnya yang terasa begitu sakit.


Bianca kemudian berusaha meraih tas miliknya untuk mencari obat di dalamnya, namun ternyata ia tidak menemukan obat miliknya di dalam tasnya.


"Aaaarggh sial, sepertinya aku lupa membawanya!" ucap Bianca kesal sambil memegangi perutnya yang terasa semakin menusuknya.


Hingga akhirnya pandangan Biancapun mulai kabur, ia kehilangan kesadarannya dan tanpa sengaja menjatuhkan vas bunga yang ada di mejanya.


Arga yang saat itu kebetulan berjalan di depan kamar Bianca, mendengar suara vas bunga yang terjatuh dari dalam kamar Bianca.


Argapun mengetuk pintu kamar Bianca untuk menanyakan apa yang terjadi, namun sama sekali tidak ada jawaban dari Bianca.


"Bianca jangan bercanda, apa yang terjadi di dalam?" tanya Arga yang mulai panik karena sama sekali tidak mendengar apapun dari dalam kamar Bianca.


Arga kemudian memberanikan dirinya untuk memegang handle pintu Bianca dan mendorongnya. Ia begitu terkejut saat melihat Bianca yang sudah terkapar di lantai.


Argapun segera membawa Bianca keluar dari kamar dan dengan dibantu oleh salah satu pekerja di rumahnya Arga membawa Bianca masuk ke dalam mobil lalu segera mengendarai mobilnya ke arah rumah sakit terdekat.


Sesampainya di rumah sakit dokterpun segera memeriksa keadaan Bianca dan menjelaskan pada Arga jika Bianca mengalami peradangan lambung yang bisa saja terjadi akibat terlambat mengkonsumsi makanan.


Alhasil malam itu Bianca harus dirawat di rumah sakit sampai besok pagi.


Biiiiippp biiiipp biiiiippp


Ponsel Arga berdering, sebuah pesan masuk.


"Aku sudah sampai, apa kita jadi bertemu di kafe?"


Dengan cepat Argapun membalas pesan masuk itu.


"Tentu saja, tunggu sebentar!"

__ADS_1


Setelah Arga meminta agar Bianca dipindahkan ke ruangan VIP, Argapun berjalan cepat meninggalkan rumah sakit untuk menemui Karina di kafe.


__ADS_2