Cinta Dan Kontrak Pernikahan

Cinta Dan Kontrak Pernikahan
Bermalam di Rumah Sakit


__ADS_3

Di rumah sakit, Bianca yang baru saja tersadar dari pingsannya begitu terkejut saat menyadari jika dirinya tengah berada di rumah sakit.


Iapun segera menekan tombol yang berada di dekat ranjangnya karena tidak ada siapapun yang menemaninya saat itu.


Tak lama kemudian dokterpun datang ke ruangannya dan menjelaskan keadaan Bianca saat Bianca baru saja dibawa ke rumah sakit.


Dokter juga menjelaskan jika yang membawanya ke rumah sakit adalah seorang laki-laki yang mengaku sebagai suaminya.


"Lalu dimana suami saya dok?" tanya Bianca pada dokter.


"Sepertinya dia sedang pergi, mungkin sebentar lagi dia akan kembali," jawab dokter.


"Baik dok terima kasih," ucap Bianca.


Setelah dokter pergi Biancapun hanya bisa terdiam di atas ranjang. Ia tidak menyangka jika malam pertamanya sebagai seorang istri harus berakhir di rumah sakit. Terlebih tidak ada seorangpun yang menemaninya saat itu, ia bahkan tidak yakin jika Arga akan kembali untuk menemaninya.


Karena malam yang semakin larut Biancapun tertidur, hingga akhirnya pagi datang membangunkan Bianca dari tidurnya.


Tak lama kemudian dokterpun datang dan memeriksa keadaan Bianca, memberitahukan Bianca sudah bisa pulang karena keadaannya sudah membaik.


Tak lama setelah dokter keluar dari ruangannya, Argapun datang.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Arga pada Bianca yang masih terbaring di atas ranjang.


"Aku sudah baik baik saja, dokter juga sudah memperbolehkanku pulang," jawab Bianca.


"Baiklah aku akan mengurus administrasinya setelah itu kau bisa pulang bersama Pak Dodi, karena aku harus segera ke kantor," ucap Arga lalu berjalan keluar dari ruangan Bianca.


Lagi lagi Bianca hanya bisa menghela nafasnya lalu berjalan keluar mengikuti Arga. Bianca kemudian pulang ke rumah tempat tinggalnya yang baru bersama Pak Dodi yang sekarang ditugaskan oleh Arga untuk menjadi sopir pribadi Bianca yang akan mengantarkan kemanapun Bianca pergi.


Sesampainya di rumah Bianca segera membawa langkahnya masuk ke dalam kamar dan menjatuhkan dirinya di atas ranjang.


"Aku sudah menikah, sekarang aku sudah menjadi istri, tetapi rasanya hambar sekali," ucap Bianca sambil menatap langit-langit kamarnya.


Biiiiippp biiiipp biiiiipp


Ponsel Bianca berdering, iapun segera mengambil ponsel yang ada di mejanya dan mendapati banyak pesan serta panggilan tak terjawab dari Lola.

__ADS_1


Melihat hal itu Biancapun segera menghubungi Lola.


"Selamat pagi istri Tuan Arga, sepertinya tidurmu nyenyak sekali, sudah berkali-kali aku menghubungimu tetapi tidak pernah ada jawaban, aku tidak mengganggumu bukan?" ucap Lola sekaligus bertanya.


"Aku baru saja pulang dari rumah sakit, itu kenapa aku tidak bisa menjawab panggilanmu karena aku tidak membawa ponselku selama aku berada di rumah sakit," ucap Bianca yang membuat Lola begitu terkejut.


"Kau dari rumah sakit? siapa yang sakit?" tanya Lola khawatir.


"Semalam perutku sakit sekali dan bodohnya aku lupa membawa obatku," jawab Bianca.


"Aku memang menghubungimu untuk memberitahu hal itu, tapi kenapa perutmu bisa sampai sakit? apa kau terlambat makan kemarin?"


"Aku tidak sempat makan apapun jadi mungkin karena itu perutku sakit," balas Bianca.


"Astaga Bianca kenapa kau bodoh sekali, bukankah kau sudah tahu kau tidak boleh terlambat makan!"


"Iya aku tahu, sudahlah Lola jangan menceramahiku, datang saja kesini dan bawakan obatku!" ucap Bianca.


"Baiklah kirimkan saja lokasimu aku akan segera kesana untuk mengantar obatmu," balas Lola.


Suara ketukan pintu membuat Bianca segera beranjak dari ranjangnya setelah ia mengakhiri panggilannya dengan Lola.


Bianca membuka pintu kamarnya dan mendapati bibi yang berdiri di depan pintu kamarnya dengan membawa nampan yang berisi makanan dan minuman.


"Ini sarapan untuk non Bianca, Tuan Arga sengaja mempekerjakan chef baru yang khusus membuat makanan sehat untuk non Bianca," ucap bibi sambil memberikan nampan itu pada Bianca.


"Chef baru?" tanya Bianca mengulangi ucapan bibi.


"Iya non, Tuan Arga pasti tidak ingin non Bianca tiba-tiba pingsan seperti kemarin, jadi tuan Arga mempekerjakan chef baru untuk menjaga kesehatan makanan non Bianca," jelas bibi yang semakin membuat Bianca terkejut.


"Waaahh dia benar-benar berlebihan, terima kasih Bi, Bianca akan menghubungi Arga sekarang!" ucap Bianca yang hanya dibalas anggukan kepala oleh bibi.


Bianca kemudian membawa nampan yang berisi makanan dan minuman untuknya lalu menaruhnya di atas meja dan segera menghubungi Arga.


"Arga, sepertinya kau sangat berlebihan, kau....."


"Aku sangat sibuk, katakan saja secara langsung kenapa kau menghubungiku!" ucap Arga memotong ucapan Bianca.

__ADS_1


"Aku tidak perlu makan makanan sehat dari chef baru yang bekerja disini, aku bisa makan apapun asalkan aku makan di waktu yang tepat jadi tolong minta chef itu pergi dari rumah ini," ucap Bianca.


"Kita bicarakan itu di rumah, aku benar-benar sibuk sekarang, bye!" ucap Arga lalu mengakhiri panggilan Bianca begitu saja.


Bianca hanya menghela nafasnya kesal, terlebih saat ia melihat makanan dan minuman yang ada di atas mejanya.


"Makanan apa itu? melihatnya saja sudah membuatku kenyang," ucap Bianca dengan membawa pandangannya menatap makanan yang hanya terdiri dari berbagai macam sayur dan beberapa potong daging tanpa ada nasi.


"Jus itu benar-benar mengerikan," ucap Bianca menatap jus yang entah terbuat dari bahan apa saja, namun dari penampilannya sama sekali tidak membuat Bianca tergugah bahkan hanya untuk sekedar mencicipinya.


Bianca kemudian menghubungi Lola, meminta Lola agar membawa makanan dan laptopnya saat Lola datang ke rumahnya.


"Kau harus menyembunyikan makanan itu di dalam tasmu, jangan sampai ada yang melihatnya!" ucap Bianca mengingatkan Lola melalui sambungan ponselnya.


Meskipun tidak mengerti kenapa Bianca memintanya untuk membawa makanan, Lolapun hanya bisa menuruti permintaan Bianca agar teman baiknya itu tidak kelaparan apalagi sampai sakit.


Setelah beberapa lama menunggu Lolapun datang ke rumah tempat tinggal Bianca bersama Arga. Namun ia dihentikan oleh satpam sebelum satpam mengkonfirmasi jika Lola memang benar teman Bianca.


Akhirnya satpampun mengizinkan Lola masuk setelah satpam itu mengkonfirmasi keberadaan Lola pada Bianca.


"Waahhh kau benar-benar sudah menjadi istri orang kaya raya Bianca!" ucap Lola dengan membawa pandangannya mengelilingi rumah tempat tinggal Bianca.


"Sepertinya Arga benar-benar sangat menjagamu, bahkan tidak sembarang orang bisa masuk ke rumah ini untuk bertemu denganmu," lanjut Lola yang masih kagum dengan kehidupan baru Bianca.


"Masuklah, aku akan menceritakan semuanya padamu!" ucap Bianca lalu menarik tangan Lola untuk masuk ke dalam kamarnya.


Lagi lagi Lola dibuat terperangah saat ia melihat betapa mewah dan luasnya kamar Bianca.


"Apa kau tidur disini bersama Arga?" tanya Lola.


"Tentu saja tidak, dia tidur di lantai 3 dan aku sama sekali tidak boleh menyentuh lantai 3," jawab Bianca.


"It's not a big problem, tapi kenapa kau memintaku untuk membawa makanan? apa kau belum makan?" tanya Lola yang dibalas gelengan kepala oleh Bianca.


"Tapi......"


"Jangan banyak bertanya, aku harus makan sebelum perutku sakit lagi," ucap Bianca memotong ucapan Lola lalu menikmati makanan yang dibawa Lola dengan lahap.

__ADS_1


__ADS_2