Cinta Dan Kontrak Pernikahan

Cinta Dan Kontrak Pernikahan
Benar-Benar Suka?


__ADS_3

Hari telah berganti, Lola terbangun lebih dahulu daripada Daffa. Setelah meregangkan otot-ototnya untuk beberapa saat, Lola kemudian beranjak dari ranjangnya.


Lola terdiam untuk beberapa saat, menatap Daffa yang masih tampak terlelap dalam tidurnya.


Lola kemudian berjongkok di hadapan Daffa, berniat untuk membangunkan Daffa, namun waktu seperti menghipnotis Lola saat melihat Daffa yang terpejam.


Tanpa Lola sadar ia hanya terdiam menatap Daffa. Tak dapat dipungkiri Daffa memang laki-laki tampan dan menyenangkan, itu kenapa sangat mudah baginya untuk menggoda dan merayu perempuan yang disukainya.


"Awas jatuh cinta," ucap Daffa dengan tersenyum saat kedua matanya tiba-tiba terbuka, membuat Lola begitu terkejut dan segera beranjak dari dekat Daffa.


"Apa kau sudah bangun dari tadi?" tanya Lola.


"Tidak, kau baru saja membangunkanku," jawab Daffa.


"Aku tidak membangunkanmu," ucap Lola.


"Benarkah? tapi aku merasa jika kau baru saja membangunkanku," ucap Daffa.


"Laki-laki aneh," gerutu Lola lalu segera masuk ke kamar mandi untuk mandi dan berganti pakaian.


Daffa hanya terkekeh lalu beranjak dari lantai tempat ia tidur. Kini badannya terasa kaku dan sakit setelah ia tidur cukup lama di lantai, namun itu bukan masalah baginya karena ia tidak ingin membuat Lola tidak nyaman jika ia memaksakan untuk tidur di ranjang bersama Lola.


Setelah beberapa lama menunggu, Lolapun keluar dari kamar mandi. Kini Daffa yang bergantian masuk ke kamar mandi untuk mandi dan berganti pakaian.


Setelah mereka selesai mempersiapkan diri, merekapun meninggalkan hotel untuk pergi ke tempat yang sudah Lola rencanakan sebelumnya.


"Ini adalah tempat makan yang cukup populer di daerah sini, biasanya mereka yang berlibur kesini selalu menyempatkan waktu untuk makan disini," ucap Lola pada Daffa.


"Baiklah mari kita lihat semenarik apa tempat makan ini, aku akan mulai merekamnya," balas Daffa lalu mengambil kameranya saat mereka sampai di tempat yang mereka tuju.


Lola kemudian berjalan masuk ke dalam tempat makan itu. Yang membuat tempat makan itu unik adalah meja dan kursi yang digunakan untuk makan terletak di aliran sungai yang mengalir tenang.


Sungai itu sangat bersih bahkan batuan di bawahnya bisa terlihat dengan jelas. Makanan yang disajikan disanapun beragam dengan harga yang ramah di kantong.


Setelah menikmati makanan yang mereka pesan, Daffa dan Lolapun meninggalkan tempat itu untuk pergi ke tempat lain.


Kali ini Lola mengajak Daffa untuk pergi ke sebuah waduk yang berada tidak jauh dari tempat makan itu.


Disana mereka bisa menyewa perahu yang akan membawa mereka mengelilingi waduk. Tak lupa Daffa merekam setiap momen dengan kamera yang dibawanya.


Setelah puas berkeliling waduk Lola dan Daffa kemudian beristirahat di salah satu gazebo yang ada disana.


"Jadi kemana lagi tujuan kita setelah ini?" tanya Daffa pada Lola.


"Setelah makan siang kita harus kembali ke hotel untuk cek out," jawab Lola.


"Lalu?"

__ADS_1


"Tentu saja pulang," jawab Lola.


"Hmmm..... rasanya aku ingin berlibur lebih lama lagi bersamamu," ucap Daffa.


"Tapi lain kali aku saja yang memesan hotel, jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi," balas Lola.


"Maafkan aku, aku terlalu bersemangat sampai lupa untuk memesan hotel," ucap Daffa.


"Tapi bagiku ini tetaplah liburan yang menyenangkan, aku bisa pergi dan melakukan banyak hal sesuai dengan daftar yang sudah aku buat," ucap Lola.


"Apa kau bahagia?"


"Tentu saja, terima kasih sudah banyak membantuku, Daffa."


Daffa hanya tersenyum dengan menganggukkan kepalanya tanpa mengatakan apapun.


Melihat Lola yang tampak bahagia dan ceria sudah cukup membuatnya senang meskipun ia tahu jika Lola belum membuka hati untuknya.


Seperti apa yang lola katakan, setelah makan siang mereka segera kembali ke hotel untuk berkemas lalu meninggalkan hotel dan kembali pulang.


Daffa mengendarai mobilnya ke arah tempat kos Lola. Setelah cukup lama dalam perjalanan, akhirnya merekapun sampai di tempat kost Lola.


"Aku sudah mengambil banyak video yang aku simpan disini, aku akan menyempatkan waktuku untuk mengeditnya agar kau bisa segera mengunggahnya," ucap Daffa sebelum Lola turun dari mobilnya.


"Tidak, jangan mengeditnya tanpa aku, kau bisa datang kesini saat weekend atau waktu luang agar aku bisa mempelajari bagaimana caramu mengedit video," ucap Lola.


Biiiiippp biiiipp biiiiippp


Ponsel Daffa berdering, sebuah panggilan masuk dari Arga. Daffa menghela nafasnya panjang lalu menunjukkan pada Lola layar ponselnya yang tertulis nama Arga disana.


"Sepertinya kau tidak bisa meninggalkannya terlalu lama," ucap Lola.


"Seperti itulah," balas Daffa lalu menerima panggilan Arga


"Halo tuan muda Arga, ada apa?"


"Kau dimana sekarang? jangan lupa untuk kembali bekerja besok pagi," balas Arga bertanya.


"Tentu saja aku ingat, apa kau menghubungiku hanya untuk mengatakan hal itu?"


"Ini penting karena bisa saja kau lupa waktu setelah menghabiskan dua hari bersama Lola," ucap Arga.


"Jangan khawatir, aku akan mulai bekerja besok pagi," balas Daffa.


"Baiklah kalau begitu," ucap Arga lalu mengakhiri panggilannya pada Daffa.


Setelah menyimpan ponselnya, Daffa kemudian membawa pandangannya pada Lola yang masih duduk di sampingnya.

__ADS_1


"Kau harus beristirahat, rencanakan liburan yang kau inginkan, aku pasti akan menyempatkan waktuku untuk menemanimu," ucap Daffa pada Lola.


"Terima kasih Daffa, kau juga harus segera pulang dan istirahat," balas Lola lalu keluar dari mobil Daffa.


Daffa kemudian mengendarai mobilnya meninggalkan tempat kost Lola, sedangkan Lola segera membawa langkahnya masuk ke dalam tempat kostnya.


Bukannya beristirahat, Lola segera menghubungi Bianca. Ia sudah tidak sabar untuk menceritakan tentang liburannya bersama Daffa pada Bianca.


"Halo Bianca, apa kau sedang sibuk?" tanya Lola setelah Bianca menerima panggilannya.


"Tidak, ada apa Lola? bukankah kau sedang berlibur bersama Daffa?" balas Bianca.


"Aku sudah pulang dan baru saja sampai di kos, banyak hal yang ingin aku ceritakan padamu Bianca," ucap Lola.


"Apa kau ingin menceritakannya disini atau aku harus ke tempatmu sekarang?" tanya Bianca.


"Tidak perlu kesini, aku akan menceritakannya sekarang," jawab Lola lalu menceritakan tentang liburannya bersama Daffa ke berbagai tempat yang sudah dia rencanakan sebelumnya.


Lola juga menceritakan pada Bianca tentang bagaimana mereka mencari penginapan malam itu dan berakhir dengan tidur dalam satu kamar.


"Kalian tidur dalam satu kamar?" tanya Bianca terkejut.


"Iya, tapi kita tidak tidur satu ranjang, aku tidur di ranjang dan Daffa tidur di lantai," jawab Lola.


"Tidur di lantai? apa tidak ada sofa di dalam kamar hotelnya?" tanya Bianca.


"Tidak ada Bianca, itu hanyalah hotel kecil yang di dalamnya hanya ada ranjang, meja dan kamar mandi," jelas Lola.


"Tapi dia tidak melakukan sesuatu yang buruk padamu bukan?" tanya Bianca khawatir.


"Tentu saja tidak, aku bahkan sudah memintanya untuk tidur di ranjang tetapi dia menolak dan memilih untuk tetap tidur di lantai," jawab Lola.


"Bianca, apa menurutmu dia benar-benar menyukaiku?" lanjut Lola bertanya pada Bianca.


"Daffa memang sangat baik, dia juga menyenangkan dan pandai menyenangkan perempuan yang dia dekati, tapi sebaiknya kau tetap harus berhati-hati Lola," balas Bianca.


"Apa menurutmu dia hanya bermain-main denganku?" tanya Lola.


"Aku tidak tahu tetapi Arga juga sempat memberitahuku jika kemungkinan Daffa memang benar-benar menyukaimu, tapi aku harap kau tidak mudah terpengaruh oleh Daffa, bagaimanapun juga kita tidak tahu bagaimana hati orang lain yang sebenarnya," jawab Bianca.


Lola hanya terdiam beberapa saat setelah ia mendengar ucapan Bianca.


"Aku tidak bermaksud untuk memintamu menjauh dari Daffa, Daffa memang laki-laki yang baik dan tidak ada salahnya berteman dengannya, tetapi kau juga harus menjaga hatimu karena aku tidak ingin kau terluka," ucap Bianca.


"Aku mengerti Bianca," balas Lola.


Setelah membicarakan banyak hal, Lolapun mengakhiri panggilannya pada Bianca.

__ADS_1


**


__ADS_2