
Bianca masih terdiam di ruangan Arga. Ia tidak menyangka jika Arga akan menawarkan pernikahan kontrak padanya.
"Aku tidak akan memaksamu, kau bisa memutuskan sendiri pilihanmu, apakah kau ingin menerima pernikahan 2 tahun kita atau kau akan menolaknya yang artinya kau juga akan menolak uang 50 miliar yang akan aku berikan padamu setelah kita menikah," ucap Arga yang mengerti kebimbangan Bianca saat itu.
"Menikah dengannya hanya untuk 2 tahun? aku tidak pernah memikirkan hal ini sebelumnya, tapi sepertinya itu bukan masalah besar, lagi pula aku tidak benar-benar menginginkan pernikahan itu, dan waktu 2 tahun sepertinya cukup sebelum kak Bara kembali dari luar negeri," ucap Bianca dalam hati.
"Baiklah aku setuju," ucap Bianca yang membuat Arga tersenyum puas.
"Tapi aku ingin memastikan sesuatu sebelum aku benar-benar menyetujuinya," lanjut Bianca.
"Apalagi yang membuatmu ragu? apa kau takut aku tidak akan memberikan uang yang aku janjikan?" tanya Arga menerka yang hanya dibalas anggukan kepala dengan ragu oleh Bianca.
"Kau bisa menulis apapun disini, termasuk tentang batasan batasan setelah kita menikah dan akupun juga akan menulis batasan-batasanku, setelah kita bersepakat kita akan menandatanganinya!" ucap Rafa.
"Satu lagi, siapapun yang melanggar kesepakatan yang tertulis disini dia harus membayar denda sebesar 100 miliar," lanjut Arga yang membuat Bianca membelalakkan matanya saat ia mendengar Arga mengucapkan kata 100 miliar.
"100 miliar? memangnya kesalahan sebesar apa yang bisa membuat seseorang membayar denda sebanyak itu?"
"Kesalahan apapun yang tidak sesuai dengan kesepakatan yang sudah kita buat," jawab Arga dengan tegas.
"Misalnya?" tanya Bianca tak mengerti.
"Misalnya kau sungguh jatuh cinta padaku, tentu saja itu adalah sebuah kesalahan dan kau harus membayar denda 100 miliar padaku," jawab Arga dengan tersenyum tipis.
"Hahaha..... jatuh cinta padamu? dalam mimpi saja aku tidak pernah mengharapkan hal itu," ucap Bianca menertawakan kepercayaan diri laki-laki angkuh di hadapannya.
"Tapi masih ada yang ingin aku tanyakan," lanjut Bianca.
"Apalagi?" tanya Arga yang mulai kesal karena Bianca yang dinilainya berbelit-belit.
"Apa yang harus aku lakukan selama aku menjadi istrimu? apa pernikahan kita nanti adalah pernikahan yang tercatat dalam agama ataupun negara?" tanya Bianca.
__ADS_1
"Tentu saja, pernikahan kita akan tercatat secara sah baik secara agama ataupun negara, kita bahkan akan melakukan pernikahan paling mewah tahun ini, jadi persiapkan saja dirimu untuk menjadi pengantin terbaik tahun ini," jawab Arga.
"Sepertinya itu sangat berlebihan, mengingat pernikahan kita hanya pernikahan kontrak selama 2 tahun," protes Bianca.
"Apa kau lupa siapa calon suamimu? aku adalah CEO perusahaan besar dan orang tuaku memiliki banyak partner kerja dari berbagai macam perusahaan di dalam ataupun di luar negeri, jadi sudah pasti harus ada pernikahan mewah nantinya," ucap Arga.
Bianca hanya menyeringai tipis mendengar ucapan sombong Arga.
"Setelah kita menikah nanti tidak ada hal khusus yang harus kau lakukan, kau hanya perlu berpura-pura menjadi istri yang paling bahagia saat kita berada di depan orang tuaku atau di depan orang lain," ucap Arga.
"Saat di rumah kau tidak perlu memperlakukanku sebagai suamimu, begitu juga aku yang tidak akan memperlakukanmu sebagai istriku, anggap saja kita adalah seorang teman yang tinggal dalam satu atap dengan status suami istri," lanjut Arga.
"Apa kau akan membebaskanku untuk melakukan apapun yang aku suka di luar rumah?" tanya Bianca.
"Tentu saja tidak, kau harus bisa menjaga wibawamu sebagai istri dari CEO perusahaan besar, kau hanya bisa melakukan beberapa aktivitas di luar rumah tanpaku, selebihnya kau harus terus bersamaku agar orang-orang bisa menilai bahwa kita adalah keluarga yang bahagia," jawab Arga.
"Sepertinya itu bukan hal yang menyenangkan," protes Bianca.
"Tapi kau tidak akan mengurungku di dalam rumah bukan?" tanya Bianca memastikan.
"Memang lebih baik jika kau selalu berada di rumah, tapi jika itu membuatmu tidak nyaman kau bisa pergi keluar untuk menemui teman-temanmu dan tentu saja hanya teman perempuan yang boleh kau temui!" jawab Arga.
"Kau harus ingat jika kau adalah istri CEO perusahaan besar yang dikenal oleh banyak orang, jadi kau harus bisa menjaga sikapmu dengan baik di luar sana," jawab Arga menegaskan ucapannya.
"Hmmm.... sepertinya sangat membosankan menjadi istrimu," ucap Bianca dengan memanyunkan bibirnya.
"Kau belum mencobanya, jika kau sudah mencobanya kau harus benar-benar menjaga hatimu agar tidak jatuh cinta padaku," ucap Arga dengan tersenyum penuh percaya diri yang membuat Bianca hanya memutar kedua bola matanya melihat kepercayaan diri Arga yang terlalu tinggi.
Tiba-tiba telepon di ruangan Arga berdering, sebuah panggilan masuk dari resepsionis yang mengatakan jika Clara memaksa untuk masuk ke ruangan Arga.
"Panggil saja satpam untuk memaksanya keluar!" ucap Arga.
__ADS_1
"Maaf Pak tapi dia sudah berjalan ke arah ruangan Pak Arga," ucap si resepsionis yang membuat Arga kesal.
Argapun segera menghubungi satpam dan memintanya agar segera ke ruangannya untuk mengusir Clara.
Sebelum satpam tiba, pintu ruangan Arga tiba-tiba terbuka. Clara sudah berdiri disana dengan raut wajah penuh emosi karena tidak dibiarkan masuk oleh resepsionis.
Namun raut wajah emosi Clara tiba-tiba berubah saat ia melihat seorang gadis yang berada di ruangan Arga.
Bianca yang melihat Clarapun segera beranjak dari duduknya, ia menatap gadis cantik itu dari atas sampai bawah.
"Waahhh dia benar-benar lebih cantik dari yang biasanya aku lihat di TV," batin Bianca dalam hati.
"Arga, siapa dia?" tanya Clara pada Arga sambil menunjuk Bianca.
"Dia...."
"Hai, aku Bianca, boleh aku berfoto denganmu? temanku pasti sangat iri jika dia tahu aku bertemu denganmu disini, namanya Lola dia sangat menyukaimu dan selalu melihat acaramu di TV," ucap Bianca sambil mengambil ponsel yang ada di tasnya.
Namun tiba-tiba Clara mendorong tangan Bianca, membuat ponsel Bianca terjatuh ke lantai.
Biancapun begitu terkejut dengan hal itu, karena sejauh yang ia tahu Clara adalah sosok artis yang sangat ramah dengan para fansnya meskipun sebenarnya Bianca bukanlah fans Clara.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Clara dengan tatapan tajam pada Bianca.
"Aku....."
"Dia adalah calon istriku!" ucap Arga sambil membawa dirinya meraih Bianca agar berdiri di dekatnya.
"Calon istri? apa aku tidak salah dengar?" tanya Clara tak percaya.
"Jika kau merasa telingamu bermasalah sebaiknya kau segera menemui dokter THT!" ucap Arga.
__ADS_1
"Dan sekali lagi aku katakan, gadis cantik ini adalah calon istriku, jadi jangan pernah bersikap kasar padanya seperti tadi, sebelum aku membalas perbuatanmu!" lanjut Arga dengan tangannya yang merangkul pundak Bianca.