Cinta Dan Kontrak Pernikahan

Cinta Dan Kontrak Pernikahan
Kebahagiaan


__ADS_3

Kedatangan Luna yang tiba-tiba tentu saja membuat Bianca dan Lola begitu terkejut, mereka khawatir jika Luna mendengar semua percakapan mereka tentang Bara.


"Luna, sejak kapan kau ada disini? apa kau juga mau masuk ke toilet?" tanya Bianca berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Iya kak, Luna ingin ke toilet, tapi sepertinya tadi Luna mendengar kak Bianca dan kak Lola membicarakan Luna dan kan Bara, apa benar begitu kak?" balas Luna bertanya.


Bianca hanya terdiam untuk beberapa saat dan membawa pandangannya pada Lola.


"Jangan khawatir kak, Luna tidak akan salah paham jika memang kak Lola dan kak Bara memang sudah saling mengenal, justru Luna senang jika Luna juga mengenal teman kak Bara," ucap Luna.


"Apapun masalah kak Lola dengan kak Bara, Luna harap kalian bisa menyelesaikannya secara dewasa, Luna tidak akan ikut campur dan tidak akan salah paham dengan kak Lola dan kak Bara," lanjut Luna dengan tersenyum.


Bianca dan Lola hanya tersenyum canggung tanpa mengatakan apapun, sedangkan Luna melanjutkan langkahnya untuk masuk ke toilet.


Setelah Luna masuk ke dalam salah satu bilik toilet, Biancapun segera menarik tangan Lola untuk diajak pergi dari toilet.


"Dia benar-benar salah paham, dia mengira aku yang memiliki masalah dengan kak Bara," ucap Lola.

__ADS_1


"Biarkan saja seperti ini Lola, sekarang aku hanya minta padamu untuk bisa menjaga ucapanmu, aku benar-benar tidak ingin hubunganku dengan Luna renggang karena masa laluku dengan kak Bara, lagi pula aku benar-benar sudah melupakan kak Bara dan sama sekali tidak peduli padanya," ucap Bianca.


"Kau memang terlalu baik Bianca dan hal itu membuatku sangat kesal padamu," balas Lola dengan menghela nafasnya kesal.


Bianca hanya tersenyum lalu memeluk Lola.


"Tidak ada gunanya menyimpan dendam Lola, aku sudah bahagia bersama Arga, jadi tidak akan ada lagi yang bisa mengganggu kebahagiaanku," ucap Bianca.


"Baguslah kalau memang kau sudah bahagia, memang itu yang harus kau dapatkan Bianca, kebahagiaan," balas Lola.


Tak lama kemudian Luna juga kembali dari toilet. Namun Bara segera mengajak Luna untuk pergi saat Luna baru saja duduk di kursinya.


Alhasil, Luna dan Barapun pergi, meninggalkan Bianca, Arga, Lola dan Daffa disana.


"Apa kau akan membiarkan Luna bersamanya, Arga?" tanya Daffa pada Arga.


"Entahlah, aku harus memiliki alasan yang kuat jika aku ingin mereka berpisah," jawab Arga

__ADS_1


"Jangan terlalu mendikte Luna, dia sudah dewasa, dia pasti tau mana yang baik dan buruk untuknya, dia hanya akan menjaga jarak denganmu jika kau terlalu mendiktenya, Arga," ucap Bianca.


"Tapi kau juga tidak bisa membiarkan adikmu bersama laki-laki brengsek sepertinya, Arga," sahut Lola.


"Aku tau, kita lihat saja dulu sejauh mana mereka berhubungan," ucap Arga.


Setelah cukup lama mereka berada disana, merekapun mulai meninggalkan kafe. Lola pulang dengan diantar oleh Daffa, sedangkan Bianca pulang ke rumah bersama Arga.


"Akhirnya apa yang kau inginkan tercapai Bee," ucap Arga pada Bianca saat mereka sudah berada di dalam mobil.


"Semua ini berkat bantuanmu Arga," balas Bianca dengan tersenyum.


"Mari menjalani kehidupan kita dengan lebih baik Bee," ucap Arga dengan menggenggam tangan Bianca.


"Juga dengan penuh cinta," balas Bianca dengan tersenyum pada Arga.


Argapun tersenyum dengan menganggukkan kepalanya. Kini kebahagiaan benar-benar sudah berada dalam genggaman Bianca dan Arga. Bersama cinta yang ada dalam hati, mereka menciptakan kebahagiaan mereka sendiri.

__ADS_1


__ADS_2