Cinta Dan Kontrak Pernikahan

Cinta Dan Kontrak Pernikahan
Makanan Sehat


__ADS_3

Lola masih berada di rumah Bianca. Ia sedang menikmati sarapannya bersama Bianca di dalam kamar Bianca.


"Aku masih tidak mengerti kenapa kau memintaku untuk membawakan makanan, bukankah banyak yang bekerja di rumah ini? Apa mereka tidak memasak untukmu?" Tanya Lola penasaran.


"Lihatlah, ini yang mereka masak untukku," balas Bianca sambil menunjuk sebuah piring yang berisi sayur sayuran.


"Hanya itu?" Tanya Lola.


"Iya, Arga mempekerjakan chef di rumah ini untuk membuat makanan sehat untukku, tapi menurutku itu sangat keterlaluan, mana mungkin aku hanya makan sayur sayuran mentah seperti itu, yang ada perutku malah sakit," gerutu Bianca.


"Waahhh sepertinya Arga sangat protektif padamu Bianca, dia tidak ingin kau sakit jadi dia mempekerjakan chef khusus untukmu," ucap Lola.


"Itu berlebihan Lola, aku hanya sakit karena terlambat makan, bukan karena kekurangan gizi," balas Bianca.


"Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang? Bukankah nanti siang kau juga harus memakan makanan chef itu?"


"Aku akan coba berbicara pada Arga agar dia membiarkanku makan yang lain, aku benar benar tidak bisa makan makanan seperti itu," balas Bianca.


"Hmmm.... Kasihan sekali sahabatku ini, biasa makan porsi kuli, sekarang harus makan sayur sayuran mentah seperti kambing," ucap Lola sambil membelai kepala Bianca lalu terkekeh.


"Lola, apa aku akan sanggup menjalani hari hariku sebagai istrinya? Hari pertama saja sudah seperti ini, bagaimana dengan selanjutnya?" Tanya Bianca mengkhawatirkan dirinya sendiri.


"Jangan khawatir, bicarakan baik baik dengan Arga, dia melakukan hal ini juga dengan niat baik bukan?"


"Iya, tapi.... Aaahhh entahlah, aku sama sekali tidak mengerti dengan cara berpikirnya," ucap Bianca lalu menyadarkan kepalanya di bahu Lola.


"Aahhh iya, kau belum bercerita padaku tentang Daffa, sepertinya kalian pernah bertemu sebelum resepsi kemarin, kenapa kau tidak menceritakannya padaku?" Lanjut Bianca bertanya.


"Dia juga berkata seperti itu tapi aku benar benar tidak ingat kapan dan dimana dia bertemu denganku," balas Lola.


"Tidak biasanya kau melupakan pertemuan dengan laki laki, apa lagi Daffa yang lumayan tampan itu!"


"Aku juga heran dengan diriku sendiri," balas Lola.


"Aku tidak bisa berlama lama disini Bianca, ada bimbingan skripsi di kampus pagi ini," lanjut Lola sambil mendorong kepala Bianca dari bahunya


"Tidak bisakah kau disini saja Lola? Aku sangat kesepian disini!" Tanya Bianca manja sambil memeluk Lola.


"Tidak bisa, kuliahku lebih penting dari pertemanan kita hahaha....." Balas Lola sambil melepaskan pelukan Bianca.

__ADS_1


"Hmmmm.... Kau jahat sekali!"


"Ini obat dan laptopmu, jangan memakan makanan itu jika kau tidak mau, kau bisa memesan makanan dari luar bukan?"


"Aahh iya kau benar, ide yang bagus Lola!"


Setelah mengantar Lola sampai ke depan gerbang rumah, Biancapun kembali masuk ke dalam rumah.


Bianca terdiam beberapa saat menatap rumah mewah yang kini ia tinggali, Bianca kemudian membawa langkahnya ke arah tangga menuju ke lantai dua.


Bianca membuka satu per satu ruangan yang ada disana. Ada ruangan yang berisi berbagai macam alat olahraga, ada juga ruangan yang berisi banyak sekali buku.


"Waahhh ini seperti perpustakaan," ucap Bianca mengagumi ruangan itu.


Bianca kemudian mengelilingi rak buku yang ada di ruangan itu lalu mengambil salah satu buku dan membawanya ke balkon.


Saat ia baru saja duduk, seseorang tiba tiba datang, membawakan minuman dan makanan ringan untuknya.


"Terima kasih Bi, tapi lain kali Bianca akan mengambilnya sendiri," ucap Bianca.


"Ini sudah tugas bibi non, non Bianca bisa menyuruh bibi dan yang lain melakukan apapun yang non Bianca inginkan," balas bibi.


"Baik non, bibi permisi," ucap bibi yang hanya dibalas senyum dan anggukan kepala oleh Bianca.


Setelah membaca hampir setengah buku itu, Bianca kemudian meninggalkan balkon dengan membawa nampan yang berisi makanan ringan dan minuman untuk ia bawa kembali ke dapur.


Baru saja ia menuruni tangga, bibi buru buru menghampirinya dan membantunya membawa nampan yang ia bawa.


"Apa ada sesuatu yang lain yang non Bianca inginkan?" Tanya bibi.


"Tidak ada bi, terima kasih, Bianca ingin istirahat di kamar saja," jawab Bianca kemudian membawa langkahnya masuk ke kamar


Di dalam kamar, Bianca membuka laptopnya. Ia mulai mengerjakan sesuatu yang sudah beberapa hari tidak ia kerjakan.


Menulis. Ya, Bianca adalah seorang penulis blog di website pribadinya. Ia menulis banyak hal disana, dengan tulisannya itu Bianca bisa mendapatkan sejumlah uang yang biasa ia pakai untuk membeli kebutuhan pribadinya.


Sebelum ia menikah, gaji dari pekerjaannya di kafe ia simpan seluruhnya dan ia hanya menggunakan uang dari hasil tulisannya untuk kebutuhannya sehari hari.


Di website pribadinya, Bianca memiliki banyak penggemar yang selalu membaca tulisannya. Dengan nama pena "Bee", Bianca sering berinteraksi dengan para penggemarnya disana.

__ADS_1


Waktupun berlalu, jam sudah menunjukkan pukul 12 siang.


"Ini saatnya," ucap Bianca lalu meraih ponselnya untuk menghubungi Arga.


"Halo Arga, aku akan to the point, aku tidak suka makanan buatan chef yang bekerja disini!" Ucap Bicara setelah Arga menerima panggilannya.


"Kenapa? Itu makanan sehat yang baik untukmu Bianca!"


"Aku hanya akan kelaparan jika aku memakan sayur sayuran mentah itu, apa kau tidak tau jika porsi makananku sama dengan kuli bangunan?"


Di tempatnya Arga tersenyum tipis mendengar ucapan Binaca.


"Lalu apa yang kau inginkan?" Tanya Arga


"Aku akan memesan makanan dari luar saja," jawab Binaca.


"Jangan, katakan saja pada chef apa yang ingin kau makan, dia akan memasak untukmu dengan versi yang lebih sehat," ucap Arga.


"Tapi Arga....."


"Jangan membantahku Bianca, ini demi kesehatanmu!"


"Aarrghhh kau menyebalkan sekali!" Ucap bianca lalu mengakhiri panggilannya.


Bianca kemudian memberi tahu chef yang ada di dapur jika dia ingin menu makan siangnya adalah gado gado.


Chef itupun mengiyakan lalu mulai menyiapkan apa yang Bianca inginkan. Setelah beberapa lama, chef itupun memberikan hasil masakannya pada Bianca.


"Apa ini chef?" Tanya Bianca dengan menatap piring di hadapannya.


"Gado gado dengan versi yang lebih sehat non, sesuai perintah Tuan Arga," jawab chef itu.


"Tapi ini tidak bisa disebut gado gado jika tidak ada lontong dan bumbu kacangnya chef," protes Bianca.


"Memang harus seperti ini agar lebih sehat non," balas chef.


"Kerupuk dan tahunya juga tidak ada," ucap Bianca.


"Itu terlalu mengandung minyak non, tidak baik untuk kesehatan non Bianca yang baru saja keluar dari rumah sakit," balas chef yang membuat Bianca semakin frustrasi.

__ADS_1


"Terima kasih chef, tapi ini buat chef saja," ucap Binaca lalu berjalan kembali ke kamarnya dengan menahan kesal dalam dadanya.


__ADS_2