
Waktu berlalu, jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi saat Bianca dan Arga baru saja menyelesaikan sarapan mereka.
Saat mereka baru saja beranjak, tiba-tiba Daffa datang menghampiri Bianca dan Arga.
"Ada apa kau kesini pagi-pagi sekali?" tanya Arga pada Daffa.
"Aku kesini untuk menemui Bianca," jawab Daffa lalu membawa pandangannya pada Bianca.
"Menemui Bianca? untuk apa?" tanya Arga.
"Bianca, bisa kita bicara berdua?" tanya Daffa pada Bianca tanpa menghiraukan Arga.
"Tidak bisa," sahut Arga.
"Kau tidak berhak melarangku Arga," ucap Bianca lalu berjalan keluar diikuti oleh Daffa.
"Ada apa Daffa? apa ada sesuatu yang terjadi?" tanya Bianca pada Daffa saat mereka sudah berada di teras rumah.
"Lola sepertinya sedang tidak baik-baik saja, dia....."
Daffa menghentikan ucapannya saat melihat Arga yang berdiri di dekat pintu.
"Kenapa kau disana? kau mau menguping?" tanya Daffa pada Arga.
"Aku harus tau apa yang kalian bicarakan," jawab Arga lalu duduk di samping Daffa.
"Ini tidak ada hubungannya denganmu, pergilah!" ucap Daffa sambil mendorong Arga.
Arga hanya menghela nafasnya panjang lalu beranjak dari duduknya dan berjalan pergi.
"Ada apa dengan Lola, Daffa? apa terjadi sesuatu padanya?" tanya Bianca setelah Arga pergi.
"Aku berkali-kali menghubunginya sejak kemarin tapi tidak bisa, aku juga pergi ke tempat kosnya tapi dia tidak membuka pintunya, tetangga kosnya memberi tahuku jika dia sudah tidak terlihat sejak kemarin," jelas Daffa.
Bianca terdiam untuk beberapa saat. Jelas sekali terlihat raut kekhawatiran dari wajah Daffa. Bianca baru sadar jika Lola sama sekali tidak menghubunginya sejak mereka pulang dari restoran.
"Ada apa dengan Lola? apa dia sangat marah padaku sampai mengabaikan Daffa seperti ini? dia juga sama sekali tidak menghubungiku," batin Bianca bertanya dalam hati.
"Apa kau tau sesuatu Bianca? apa mungkin terjadi sesuatu padanya?" tanya Daffa membuyarkan lamunan Bianca.
"Aku akan coba menemuinya," ucap Bianca tanpa menjawab pertanyaan Daffa.
__ADS_1
Bianca segera beranjak dari duduknya lalu berjalan masuk ke kamarnya dan segera kembali keluar.
"Kau mau kemana Bianca?" tanya Arga yang melihat Bianca tampak terburu-buru.
"Aku harus menemui Lola," jawab Bianca sambil berjalan keluar dari rumah.
"Kita pergi bersama," ucap Daffa yang dibalas anggukan kepala oleh Bianca.
"Tidak, kau tidak boleh pergi dengan Daffa, aku yang akan mengantarmu!" ucap Arga sambil menahan tangan Bianca.
"Aku ingin menemui Lola dan menyelesaikan masalahku dengannya Arga, kau hanya akan membuat masalah semakin runyam jika kau ada disana!" balas Bianca.
"Tapi aku tidak mungkin membiarkanmu berdua dengan Daffa, Bianca!" ucap Arga.
"Kenapa? apa kau cemburu jika Bianca bersamaku?" sahut Daffa bertanya yang membuat Arga terdiam.
"Aku harus pergi bersama Daffa, aku sudah tidak punya waktu untuk memesan taksi dan aku tidak bisa pergi bersamamu," ucap Bianca lalu meraih tangan Daffa dan mengajaknya berjalan ke arah Daffa memarkirkan mobilnya.
Arga hanya diam di tempatnya, melihat Bianca yang menggandeng tangan Daffa dan pergi dari hadapannya.
Mobil Daffa kini sudah meninggalkan rumahnya dengan Bianca yang duduk di samping Daffa. Entah kenapa dada Arga terasa bergemuruh, ada rasa sesak yang membuatnya ingin marah saat itu.
Namun ia tidak mempunyai alasan yang pasti tentang apa yang membuatnya marah saat itu karena baginya tidak mungkin untuk merasa cemburu saat melihat Bianca bersama Daffa.
Setelah beberapa lama dalam perjalanan, merekapun sampai. Bianca segera berlari ke arah kamar kos Lola lalu mengetuk pintu sampai beberapa kali.
"Lola, buka pintunya Lola!" ucap Bianca sambil terus mengetuk pintu kamar Lola.
"Jika kau tidak membukanya, aku sendiri yang akan membukanya," ucap Bianca lalu mengeluarkan sebuah kunci dari dalam tasnya kemudian membuka kamar Lola.
Bianca begitu terkejut saat ia tidak mendapati Lola disana.
"Dia tidak ada disini," ucap Bianca dengan tatapan kosong.
Melihat hal itu, Daffapun segera masuk lalu memeriksa kamar mandi Lola dan benar saja, Lola tidak berada di kamarnya saat itu.
"Kemana Lola pergi?" tanya Daffa sambil menghela nafasnya kasar.
"Kita tunggu dulu disini, mungkin dia sedang keluar sebentar," ucap Bianca lalu duduk di kursi yang ada di depan kamar Lola.
Waktu berlalu sampai matahari sudah kembali ke peraduannya, namun belum juga terlihat tanda-tanda kedatangan Lola.
__ADS_1
"Sepertinya Lola tidak akan kembali," ucap Bianca dengan membawa pandangannya pada Daffa yang tampak gelisah saat itu.
"Dia sama sekali tidak bisa dihubungi, dia juga tidak ada disini, lalu kemana dia pergi Bianca?" ucap Daffa sekaligus bertanya.
Bianca menggelengkan kepalanya pelan. Ia juga tidak tau kemana Lola pergi saat itu.
"Hei, apa kalian mencari Lola?" tanya salah satu tetangga kos Lola.
"Iya, apa kau tau dia dimana?" jawab Bianca sekaligus bertanya.
"Dia kemarin pergi bersama seorang laki-laki, sepertinya mereka saling kenal karena mereka sempat bertengkar cukup lama sebelum akhirnya Lola mengikuti laki-laki itu masuk ke mobilnya," jelasnya.
"Apa mungkin Lola diculik?" tanya Daffa khawatir
"Sorry, tapi sepertinya itu tidak mungkin karena aku melihat Lola masuk ke mobil itu tanpa dipaksa, mungkin seseorang itu saudaranya atau seseorang yang dia kenal," jawab tetangga kos Lola.
"Baiklah, terima kasih informasinya," ucap Bianca lalu beranjak dari duduknya.
Bianca kemudian kembali mengunci pintu kamar kos Lola lalu berjalan pergi diikuti oleh Daffa
"Apa kau akan pergi sekarang? kita bahkan belum tau dimana Lola berada!" tanya Daffa pada Bianca.
"Sepertinya aku tau dimana dia sekarang, kau pulang saja dan tunggu kabar darinya, aku akan pulang menggunakan taksi," ucap Bianca.
"Aku akan mengantarmu," balas Daffa.
Daffapun mengendarai mobilnya meninggalkan tempat kos Lola bersama Bianca yang duduk di sampingnya.
"Apa kau sungguh tau dimana Lola sekarang? apa dia baik-baik saja?" tanya Daffa pada Bianca.
"Jangan terlalu mengkhawatirkannya, aku yakin dia akan segera kembali," jawab Bianca.
"Tidak bisakah kau memberi tahuku dimana dia sekarang?" tanya Daffa
"Maaf Daffa, lebih baik kau menanyakannya sendiri pada Lola saat dia sudah kembali," jawab Bianca.
"Kalian berdua memang sangat misterius," ucap Daffa dengan menghela nafasnya panjang.
"Tidak semua hal harus kau tau Daffa, kau dan Argapun sama, banyak hal yang kalian berdua sembunyikan," balas Bianca.
"Kau benar," ucap Daffa dengan menganggukkan kepalanya pelan.
__ADS_1
Setelah beberapa lama dalam perjalanan, Daffapun menghentikan mobilnya di depan rumah Arga.
"Terima kasih sudah mengantarku, aku akan menghubungimu jika Lola sudah menghubungiku dan kau harus menghubungiku jika dia menghubungimu lebih dulu!" ucap Bianca yang dibalas anggukan kepala oleh Daffa.