Cinta Dan Kontrak Pernikahan

Cinta Dan Kontrak Pernikahan
Sikap Arga


__ADS_3

Bianca berusaha meronta saat salah satu pria itu mencengkeram tangannya dengan kuat, namun sekuat apapun ia berusaha meronta kekuatannya tidak sebanding dengan pria bertubuh besar yang tanpa ragu menarik Bianca dengan kasar ke arah sebuah mobil.


Namun tiba-tiba sebuah mobil melaju kencang dan hampir saja menabrak para pria yang ada di sekeliling Bianca.


Beberapa pria itupun terjatuh karena menghindar dari mobil yang seolah melaju tak terkendali ke arah mereka.


Biancapun begitu terkejut saat melihat si pemilik mobil keluar dari mobilnya.


"Arga!"


"Lepaskan dia atau kalian akan menyesal!" ucap Arga pada para pria itu.


Mereka hanya tertawa menertawakan Arga yang mengancam mereka.


"Justru kau yang harus pergi sekarang sebelum kau menyesal karena sudah menghalangi pekerjaan kita!" ucap salah satu pria itu lalu mendorong Bianca masuk ke dalam mobil.


Melihat hal itu Argapun dengan cepat melayangkan tinjunya pada pria yang mendorong Bianca.


"Jangan sekali-kali kau menyentuh calon istriku atau kau akan benar-benar menyesalinya!" ucap Arga lalu kembali melayangkan tinjunya untuk kedua kali.


Para pria lain yang ada disanapun segera menyerang Arga, namun dengan cepat Arga bisa menghalau serangan mereka semua.


Karena kalah jumlah Argapun cukup kewalahan untuk menghadapi para pria itu. Alhasil Argapun memilih jalan terakhir yang sudah sering ia gunakan.


"Stop!" ucap Arga yang sudah mulai terdesak.


"Kita tidak akan berhenti sebelum kau menyesali perbuatanmu di neraka bocah ingusan!" ucap salah satu pria itu.


"Berapa bos kalian membayar kalian? aku akan memberikan lebih dari yang bos kalian berikan!" ucap Arga yang membuat para pria itu saling pandang untuk beberapa saat.


Arga kemudian mengeluarkan kartu namanya dan memberikannya pada semua pria yang ada di hadapannya.


"Seperti yang tertulis di kartu nama itu, aku adalah CEO perusahaan besar, jadi aku pasti bisa membayar kalian lebih dari yang bos kalian berikan!" ucap Arga.


"Memangnya berapa yang bisa kau berikan pada kami?" tanya salah satu pria itu.


"Dua kali lipat dari yang kalian dapatkan dari bos kalian, bahkan aku akan memberi kalian jauh lebih besar dari itu jika kalian mau bekerja denganku," jawab Arga.

__ADS_1


"Bekerja denganmu? apa maksudmu?" tanya salah satu pria itu.


"Kita bisa membahasnya besok, kalian bisa menemuiku saat jam makan siang, jadi jangan lupa menghubungiku untuk mendapatkan uang yang sudah aku janjikan!" jawab Arga lalu berjalan ke arah Bianca yang berdiri di samping mobil.


"Aahh ya satu lagi, jangan pernah berani menyentuhnya atau kalian akan benar-benar menyesal, kalian tahu bukan kalian sedang berhadapan dengan siapa!" ucap Arga memberi ancaman pada para pria itu.


"Dan aku pastikan kau akan menyesal jika kau membohongi kami!" ucap salah satu pria itu lalu berjalan masuk ke dalam mobil dan mengendarainya pergi begitu saja.


Arga hanya tersenyum tipis lalu membawa pandangannya ke arah Bianca yang berdiri di sampingnya.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Arga pada Bianca.


"Aku baik-baik saja," jawab Bianca.


"Siapa mereka? apa mereka laki-laki yang mengejarmu malam itu?" tanya Arga yang hanya dibalas anggukan kepala oleh Bianca.


"Aku pastikan mereka tidak akan mengganggumu lagi, jadi jangan khawatir!" ucap Arga.


"Kenapa kok tiba-tiba kembali? aku pikir kau sudah pergi," tanya Bianca.


Arga kemudian membuka pintu mobilnya dan mengambil ponsel Bianca yang terjatuh di mobilnya.


"Aahh iya, terima kasih, terima kasih juga sudah menolongku, aku masuk dulu!" ucap Bianca yang hendak berjalan pergi meninggalkan Arga, namun ia hampir saja terjatuh jika Arga tidak segera menangkap tangan Bianca.


"Aaarrghhh sepatu sialan ini!" ucap Bianca lalu menarik tangannya dari Arga dan melepas kedua sepatu hak tinggi yang ia pakai.


Saat itulah Arga menyadari jika tumit Bianca terluka cukup parah.


"Kakimu terluka, sejak kapan?" tanya Arga.


"Entahlah sepertinya sejak bersama mamamu di taman," jawab Bianca.


"Kenapa kau masih mengenakan sepatu yang ukurannya terlalu kecil untuk kakimu? bukankah kau sudah pernah terluka seperti itu sebelumnya?"


"Ini bukan milikku, aku sengaja meminjam sepatu ini dari Lola untuk bertemu dengan orang tuamu, bukankah aku harus berpenampilan seperti ini untuk bertemu dengan orang tuamu?"


"Aarrghhh kau membuatku merasa bersalah," ucap Arga dengan kedua mata menatap luka di kaki Bianca.

__ADS_1


"Ini hanya luka kecil, beberapa hari lagi juga akan sembuh, lagi pula aku memang harus berpenampilan seperti ini untuk bisa merebut hati orang tuamu," ucap Bianca.


"Aku tidak bermaksud untuk membuatmu berpenampilan seperti orang lain, aku hanya....."


"Aku mengerti, pulanglah aku sangat lelah hari ini," ucap Bianca lalu berjalan meninggalkan Arga begitu saja tanpa mengenakan alas kaki.


Arga hanya menghela nafasnya panjang lalu masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan tempat itu.


"Apa aku sangat jahat karena memaksanya untuk berpenampilan seperti itu? sepertinya dia gadis tomboy yang lebih suka mengenakan sneakers dan celana jeans," batin Arga bertanya pada dirinya sendiri.


"Tidak.... aku tidak jahat, bagaimanapun juga dia harus bisa merebut hati mama papa dan itu adalah salah satu caranya," ucap Arga dengan mengganggu anggukkan kepalanya.


**


Hari telah berganti, jam sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi namun Bianca dan Lola masih terlelap di atas ranjang.


Mereka memang sengaja bermalas-malasan hari itu karena semalam Lola menghabiskan waktunya untuk mengerjakan skripsinya, sedangkan Bianca sudah cukup lelah memikirkan masalah yang sedang dihadapinya.


Tiba-tiba suara ketukan pintu pembuat Bianca dan Lola seketika terbangun. Mereka saling pandang dengan kedua mata yang masih tampak mengantuk.


"Siapa yang datang sepagi ini?" gerutu Lola sambil beranjak dari ranjangnya dengan malas.


Dengan rambutnya yang masih berantakan, wajah berminyak dan mata sayu khas bangun tidur, Lolapun membuka pintu kamarnya.


"Selamat pagi, apa benar Bianca tinggal disini?" tanya seorang laki-laki yang berdiri dengan membawa beberapa paper bag di tangannya.


Lola hanya menganggukkan kepalanya dengan kedua matanya yang hampir tertutup karena masih mengantuk.


"Ini barang-barang milik Bianca dari Arga, tolong berikan padanya," ucap laki-laki itu.


"Oke," balas Lola lalu menerima beberapa paper bag dari laki-laki itu kemudian menutup pintu kamarnya begitu saja.


Lola kemudian menaruh semua paper bag itu di lantai kamarnya dan kembali menjatuhkan dirinya di atas ranjang, sedangkan Bianca yang baru saja keluar dari kamar mandi begitu terkejut saat melihat paper bag yang bertuliskan merk fashion terkenal itu.


"Lola ini milik siapa?" tanya Bianca sambil menggoyang-goyangkan kaki Lola.


"Milikmu, sopir Arga yang datang dan memberikan semua itu untukmu," jawab Lola tanpa membuka matanya.

__ADS_1


Biancapun segera membuka paper bag itu satu persatu dan begitu terkejut saat melihat ada beberapa pasang sepatu perempuan dan juga pakaian khas perempuan feminim yang tidak pernah Bianca miliki sebelumnya.


__ADS_2