Cinta Dan Kontrak Pernikahan

Cinta Dan Kontrak Pernikahan
Khawatir


__ADS_3

Arga meninggalkan kamarnya dengan raut wajah khawatir. Ia berjalan ke arah salah satu ruangan di hotel itu untuk melihat rekaman CCTV agar ia bisa sedikit mendapatkan petunjuk tentang kepergian Bianca.


Setelah ia melihat rekaman CCTV, hal terakhir yang Arga lihat adalah Bianca yang masuk ke sebuah taksi. Arga kemudian mencari tahu tentang supir taksi itu melalui nomer taksi yang ia lihat dari CCTV.


Setelah beberapa lama kemudian, Argapun berhasil menghubungi supir taksi yang akhirnya memberi tahu kemana dia mengantar Bianca pergi.


"Apa yang dia lakukan di pantai malam malam seperti ini? Apa dia...... Tidak, tidak mungkin!"


Arga segera berlari masuk ke dalam mobilnya lalu mengendarainya ke arah pantai bersama pikiran buruk yang menghantuinya.


"Aku memang salah karena pergi begitu saja dan membiarkannya menungguku lama, tapi itu bukan alasan untuk bunuh diri bukan?" Tanya Arga pada dirinya sendiri.


Setelah beberapa lama berkendara, Argapun sampai di pantai. Arga segera membawa langkahnya menyusuri pantai, namun hanya ada beberapa orang yang tidak ia kenal disana.


"Kau kemana Bianca........"


Di bawah langit malam yang penuh gemerlap bintang, Arga berjalan di atas lautan pasir untuk mencari keberadaan Bianca.

__ADS_1


Ada setitik rasa bersalah dalam dirinya karena sudah membiarkan Bianca menunggunya terlalu lama.


Sudah lebih dari 30 menit Arga berjalan menyusuri setiap sudut pantai, hingga akhirnya mata Arga tertuju pada seorang gadis yang duduk di salah satu bangku yang ada di tempat makan miliknya.


Argapun tersenyum lega ketika melihat Bianca yang tampak baik baik saja. Arga kemudian melepas jaketnya, membawanya pada Bianca kemudian memakaikannya pada Bianca.


Bianca yang sedari tadi hanya diam dengan menatap pantai di hadapannya begitu terkejut dan segera membawa pandangannya ke belakang.


"Arga!"


"Akhirnya aku menemukanmu," ucap Arga lalu duduk di samping Bianca.


"Pakai saja, udara malam tidak baik untukmu," ucap Arga tanpa menjawab pertanyaan Bianca.


"Bagaimana denganmu?"


"Aku sudah terbiasa," jawab Arga dengan tersenyum tipis.

__ADS_1


Arga tidak mengerti, kenapa Bianca terlihat biasa saja. Sama sekali tidak terlihat raut wajah kecewa ataupun marah yang tampak dari Bianca.


"Dia bahkan masih mengkhawatirkanku," batin Arga dalam hati.


"Apa yang kau lakukan disini? Kau tidak sedang menungguku bukan?"


"Aku sudah kembali ke hotel sebelum malam dan aku kembali kesini karena bosan di hotel, setelah aku bermain air di pantai, aku memutuskan untuk kembali kesini karena mungkin kau akan kembali kesini untuk menjemputku!" Jelas Bianca.


"Maafkan aku, seharusnya aku lebih cepat menjemputmu tadi," ucap Arga yang merasa bersalah.


Bianca hanya tersenyum tipis dengan menganggukkan kepalanya pelan. Dalam hatinya ia ingin bertanya kemana Arga pergi dan siapa yang ia temui.


Namun Bianca sadar jika dirinya bukanlah siapa siapa bagi Arga dan Argapun bukan siapa siapa baginya. Lagipula Arga sudah memperingatkannya untuk tidak bertanya apapun tentang apa yang Arga lakukan.


"Apa kau sudah makan malam?" Tanya Arga yang hanya dibalas gelengan kepala oleh Bianca.


"Ayo pergi, aku akan mengajakmu makan malam di tempat lain!" ucap Arga lalu beranjak dari duduknya diikuti oleh Bianca.

__ADS_1


Sebelum ia pergi bersama Bianca, Arga menghubungi seseorang agar menyiapkan makan malam yang romantis untuknya dan Bianca.


Karena menunggu persiapan makan malam itu selesai, Arga mengajak Bianca kembali ke hotel terlebih dahulu untuk bersiap-siap.


__ADS_2