Cinta Dan Kontrak Pernikahan

Cinta Dan Kontrak Pernikahan
Hari Pernikahan (2)


__ADS_3

Waktu berlalu, membawa malam semakin larut dalam kegelapannya. Namun tamu-tamu undangan di pesta pernikahan Arga dan Bianca tidak kunjung berkurang.


Arga dan Bianca masih berdiri di atas pelaminan, sesekali mereka duduk untuk beberapa saat ketika sudah tidak ada tamu yang menghampiri mereka, namun waktu untuk duduk sangat singkat jika dibandingkan dengan lamanya waktu mereka berdiri.


Di sisi lain Lola yang masih berada disana hanya duduk dengan tenang sambil menikmati makanan dan minuman yang disediakan disana.


Entah sudah berapa banyak makanan dan minuman yang Lola coba, ia benar-benar tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mencoba semua makanan mewah yang disediakan di acara itu.


Tiba-tiba seorang laki-laki datang menghampiri Lola dan duduk di dekat Lola.


"Sepertinya kita pernah bertemu," ucap Daffa pada Lola.


"Mmmm ...... benarkah? Tapi sepertinya aku tidak mengingatmu," balas Lola yang tidak mengenali Daffa.


"Aku juga hampir tidak mengingatmu, penampilanmu sekarang sedikit jauh berbeda dengan saat pertama kali aku melihatmu," ucap Daffa.


"Memangnya dimana kau pernah bertemu denganku? di kampus?" tanya Lola yang dibalas gelengan kepala oleh Daffa.


"Lalu?"


"Lupakan saja, bukankah lebih baik berkenalan dulu sebelum membicarakan banyak hal," balas Daffa lalu mengulurkan tangannya dan menyebutkan namanya.


"Lola," balas Lola sambil menerima uluran tangan Daffa.


"Jadi apa benar kau adalah partner in crime Bianca?" tanya Daffa yang membuat Lola mengernyitkan keningnya.


"Dari mana kau tahu? apa dia memberitahumu?" tanya Lola.


"Iya dia baru saja memberi tahuku, sepertinya persahabatan kalian cukup menyenangkan," balas Daffa.


"Amat sangat menyenangkan, aku bahkan hampir saja menjualnya pada om-om tua hahaha...." ucap Lola yang membuat Daffa mengernyitkan keningnya, terkejut mendengar ucapan Lola.


"Maaf, sepertinya aku berlebihan," ucap Lola sambil menutup mulutnya.


"Tidak masalah, aku menyukainya," balas Dafa dengan tersenyum yang membuat Lola salah tingkah.

__ADS_1


"Apa kau akan pulang setelah acara ini selesai? atau kau akan menginap di tempat tinggal Bianca dan Arga?" tanya Daffa.


"Tentu saja aku pulang, aku tidak mungkin mengganggu pengantin baru itu," jawab Lola.


"Jika tidak keberatan bolehkah aku mengantarmu?" tanya Daffa tanpa basa-basi.


"Waahh kau benar-benar to the point sekali, apa memang kau selalu seperti ini pada semua perempuan?"


"Tentu saja tidak, hanya..... pada perempuan cantik saja," jawab Daffa dengan senyum yang menampakkan lesung pipinya.


Lola hanya tersenyum tipis lalu beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah pelaminan untuk menemui Bianca dan Arga.


"Selamat Bianca, akhirnya kau sudah sold out!" ucap Lola sambil menggenggam kedua tangan Bianca.


"Sold out? kau pikir aku barang daganganmu? kau aneh sekali, dari tadi berada disini tapi baru memberi selamat padaku," protes Bianca.


"Hahaha memberi selamat pertama kali itu terlalu mainstream dan itu bukanlah gayaku hahaha...."


"Terserah kau saja, ini sudah sangat malam apa kau tidak pulang?" tanya Bianca.


"Aku menghampirimu karena aku ingin berpamitan, besok aku harus berangkat ke kampus pagi-pagi sekali, kau tahu bukan betapa cerewetnya dosen pembimbingku!" balas Lola yang membuat Bianca terkekeh.


"Jangan khawatir aku akan memperlakukannya dengan sangat baik," balas Arga.


"Jika kau ingin pulang aku akan meminta Pak Dodi untuk mengantarmu," lanjut Arga berkata pada Lola.


"Tidak perlu!" sahut Dafa yang tiba-tiba datang membuat Lola, Arga dan Bianca membawa pandangannya pada Daffa.


"Aku yang akan mengantarnya pulang," lanjut Daffa.


"Sejak kapan kalian saling mengenal?" tanya Bianca dengan membawa pandangannya pada Lola dan Daffa bergantian.


"Baru saja, aku pergi dulu Bianca jaga dirimu baik-baik dan segera hubungi aku jika suamimu menyakitimu!" ucap Lola sambil memeluk Bianca lalu berjalan menuruni pelaminan bersamaan Daffa.


"Aku baru tahu jika mereka saling mengenal," ucap Bianca menatap kepergian Lola dan Daffa.

__ADS_1


"Kau harus memperingatkan temanmu, Daffa memang bukan laki-laki yang jahat tapi dia memiliki banyak perempuan di sekitarnya," ucap Arga yang juga menatap kepergian Lola dan Daffa.


"Apa kau juga seperti itu?" tanya Bianca pada Arga.


"Tentu saja tidak, aku adalah laki-laki yang paling setia, terlebih jika aku sudah berkomitmen," jawab Arga penuh percaya diri.


Bianca hanya tersenyum tipis mendengarnya. Setelah beberapa lama menikmati waktu sebagai pengantin baru di atas pelaminan, akhirnya resepsi pernikahan merekapun selesai.


"Apa kalian yakin Mama dan papa tidak perlu mengantar kalian sampai ke rumah?" tanya Nadine pada Arga dan Bianca saat acara sudah selesai.


"Arga yakin ma, tidak bisakah mama membiarkan Arga dan Bianca berdua saja?" balas Arga.


"Baiklah Mama mengerti, ini memang hari yang istimewa untuk kalian berdua, selamat menikmati malam pertama kalian di rumah!" ucap Nadine dengan menahan senyumnya.


Mendengar apa yang dikatakan Nadine, Bianca hanya tersenyum canggung dengan membawa pandangannya pada Arga yang berdiri di sebelahnya.


"Jangan lupa untuk mengambil cuti secepatnya, kalian harus menghabiskan waktu untuk berbulan madu!" ucap Nadine pada Arga.


"Serahkan semua pekerjaanmu pada Daffa, papa yakin Daffa bisa menanganinya dengan baik, jangan sampai pekerjaan kantor mengganggu bulan madu kalian," ucap David pada Arga.


"Iya ma pa Arga mengerti, bulan depan Arga akan mengambil cuti untuk bulan madu bersama Bianca," balas Arga.


Setelah Arga dan Bianca berganti pakaian, merekapun meninggalkan gedung tempat acara resepsi pernikahan mereka terlebih dahulu, sedangkan Nadine dan David masih harus membicarakan beberapa hal dengan WO yang masih berada di dalam gedung.


Saat Arga dan Bianca baru saja membawa langkah mereka keluar dari pintu utama gedung, Arga tiba-tiba menghentikan langkahnya saat melihat seorang gadis yang berdiri tak jauh dari tempatnya.


"Aku harus pergi sebentar, kau masuklah ke mobil!" ucap Arga pada Bianca.


"Kau mau kemana?" tanya Bianca yang tidak dijawab oleh Arga karena ia sudah lebih dulu berlari meninggalkan Bianca begitu saja.


Biancapun membawa langkahnya ke arah mobil Arga terparkir, namun tentu saja ia tidak bisa masuk ke dalam mobil karena ia tidak membawa kunci mobil Arga.


Biancapun hanya bisa berdiri di dekat mobil Arga, menunggu kedatangan Arga.


"Menyebalkan sekali, dia menyuruhku masuk ke dalam mobil tetapi tidak memberikan kunci mobilnya padaku!" ucap Bianca kesal.

__ADS_1


Di sisi lain, Arga berlari dengan senyum mengembang di bibirnya. Ia tidak menyangka jika ia akan bertemu dengan seseorang yang sudah lama dirindukannya.


"Karina!" ucap Arga saat ia sudah berdiri tepat di depan gadis cantik dengan geraian rambut panjangnya.


__ADS_2