Cinta Dan Kontrak Pernikahan

Cinta Dan Kontrak Pernikahan
Cuti untuk Daffa


__ADS_3

Bianca dan Arga sudah sampai di rumah, mereka segera berjalan masuk ke dalam kamar lalu segera berganti pakaian dan merebahkan diri di ranjang.


"Arga, kau pasti akan memberikan cuti pada Daffa bukan?" tanya Bianca pada Arga.


"Jika aku memberikan cuti pada Daffa, pekerjaanku akan semakin banyak dan aku khawatir jika aku akan menghabiskan banyak waktuku di kantor Bee," jawab Arga.


"Apa tidak ada orang lain yang bisa menggantikan Daffa, Arga?" tanya Bianca.


"Aku memang bekerja dengan banyak orang, mereka semua melakukan pekerjaan mereka dengan baik, tapi sebagain besar memang hanya bisa dikerjakan olehku dan Daffa," jawab Arga.


"Lalu apa kau akan membiarkan Daffa tetap bekerja setelah hari pernikahannya?" tanya Bianca.


"Hanya ada dua pilihan Bee, membiarkan Daffa tetap bekerja atau aku harus menghabiskan lebih banyak waktuku di kantor dan tentu saja aku tidak menginginkan pilihan yang kedua," ucap Arga.


Bianca menghela nafasnya panjang, memikirkan apa yang sebaiknya dilakukan oleh Arga.


Sama seperti Arga, Bianca juga tidak ingin jika Arga terlalu banyak menghabiskan waktunya di kantor.


Namun Bianca juga tidak ingin bersikap egois, bagaimanapun juga hari itu adalah hari bahagia bagi sahabatnya dan tidak banyak yang bisa Bianca lakukan sebagai sahabat yang baik.


"Aku sudah memutuskannya," ucap Bianca.


"Memutuskan apa Bee?" tanya Arga.


"Memutuskan untuk membiarkanmu sibuk di kantor sampai beberapa hari, aku tidak akan keberatan jika kau lebih banyak menghabiskan waktumu di kantor asalkan kau memberikan cuti pada Daffa," jelas Bianca.


"Tapi Bee....."


"Arga.... ini tidak hanya tentang Daffa, tapi juga tentang Lola, sahabatku," ucap Bianca memotong ucapan Arga.


"Aku mengerti Bee, tapi aku tidak mungkin meninggalkanmu terlalu lama, apa lagi dengan kondisimu yang seperti ini," ucap Arga.


"Aku baik-baik saja Arga, jangan terlalu mengkhawatirkanku!"


"Apa kau yakin dengan keputusanmu, Bee? karena jika kau tidak yakin, aku tidak akan memberikan cuti pada Daffa, aku tidak peduli pada apapun di dunia ini selain kau Bianca, lagi pula aku bisa mengganti cuti Daffa di bulan selanjutnya."


"Pernikahan Lola dan Daffa adalah hari yang sangat membahagiakan Arga, tidak hanya untuk mereka berdua tapi juga untukku dan aku yakin kau juga bahagia bukan? hanya ini yang bisa kita lakukan untuk membuat mereka semakin bahagia, memberi waktu mereka lebih lama untuk menikmati hari-hari mereka sebagai pengantin baru," ucap Bianca.

__ADS_1


"Tapi aku tidak akan bisa fokus dengan pekerjaanku jika aku selalu mengkhawatirkanmu Bee," ucap Arga.


"Apa yang kau khawatirkan tentangku Arga? apa kau tidak percaya jika aku bisa menjaga diri dengan baik?" tanya Bianca.


"Aku percaya Bee, hanya saja.... aku....."


Bianca beranjak lalu duduk di samping Arga dan mendaratkan kecupan singkatnya pada Arga.


"Percayalah padaku Arga, aku akan baik-baik saja, aku akan menjaga diriku dengan baik dan menjaganya dengan lebih baik," ucap Bianca sambil meraih tangan Arga dan menaruhnya di perutnya.


Arga menghela nafasnya panjang lalu menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, aku akan memberi waktu Daffa untuk cuti, tidak akan lama, hanya 3 hari," ucap Arga.


"Baiklah, begitu lebih baik," balas Bianca dengan penuh senyum.


"Apa kau senang sekarang?" tanya Arga.


"Tentu saja," jawab Bianca lalu menjatuhkan dirinya dalam dekapan Arga.


**


"Kapan ini akan berakhir Bee? aku tidak bisa melihatmu seperti ini setiap hari," tanya Arga dengan raut wajahnya yang khawatir.


"Tidak akan lama Arga, ini memang bagian dari fase yang harus aku jalani," jawab Bianca sambil membelai wajah sang suami yang tampak khawatir.


"Aku tidak akan berangkat ke kantor lagi hari ini, aku akan menemanimu sampai....."


"Tidak Arga, kau harus berangkat ke kantor, kau sudah sangat menyusahkan Daffa kemarin," ucap Bianca memotong ucapan Arga.


"Aku tidak mungkin meninggalkanmu dalam keadaan seperti ini," ucap Arga.


"Ini hanya sementara, beberapa jam lagi aku sudah kembali sehat," balas Bianca.


Arga mengela nafasnya panjang lalu memeluk Bianca sambil mengusap perut Bianca.


"Jadi anak yang baik sayang, jangan membuat mama sakit," ucap Arga yang hanya membuat Bianca tersenyum.

__ADS_1


"Cepat mandi, jangan terlambat atau Daffa akan mengomel lagi padamu," ucap Bianca sambil mendorong Arga agar masuk ke kamar mandi.


Bianca kemudian mengambil pakaian kerja Arga dan membawanya pada bibi.


"Bi, Bianca minta tolong, apakah bibi bisa menyetrikanya lagi?" ucap Bianca sekaligus bertanya pada bibi yang memang bertugas untuk mencuci dan menyetrika pakaian Arga dan Bianca.


"Baik non," balas bibi lalu membawa pakaian kerja Arga untuk disetrika.


Tak lama kemudian bibi kembali, namun hasil setrika bibi belum membuat Bianca puas.


"Maaf Bi, tapi ini belum rapi, apa bibi bisa mengulanginya lagi?" ucap Bianca sekaligus bertanya.


"Baik non, bibi akan mengulanginya lagi," jawab bibi lalu kembali menyetrika untuk kedua kali.


Namun lagi-lagi Bianca merasa kurang puas sehingga terjadi sedikit ketegangan antara bibi dan Bianca.


"Ada apa Bee?" tanya Arga yang baru saja selesai mandi.


"Bibi sudah menyetrika pakaianmu berkali-kali Arga, tapi aku belum merasa ini rapi, jadi aku meminta bibi untuk mengulanginya tetapi bibi seperti marah padaku," jelas Bianca dengan kedua mata yang berkaca-kaca.


"Tidak non, bibi sama sekali tidak marah, tapi bibi benar-benar sudah menyetrikanya berkali-kali sampai rapi," ucap bibi yang merasa bersalah karena baru saja berdebat dengan Bianca.


"Sudah sudah, terima kasih Bi, bibi bisa kembali melanjutkan pekerjaan bibi yang lain," ucap Arga sambil mengambil pakaian kerjanya yang dibawa bibi.


Arga kemudian menutup pintu kamarnya lalu memeluk Bianca yang tiba-tiba menangis.


"Sudah Bee, bibi sudah melakukan pekerjaannya dengan baik, ini sudah sangat rapi menurutku, bibi juga tidak marah padamu, aku akan mencoba berbicara pada bibi agar tidak mendebatkan apapun denganmu," ucap Arga berusaha menenangkan Bianca.


"Aku tidak mau keluar kamar, aku tidak ingin bertemu bibi," ucap Bianca dengan memanyunkan bibirnya.


"Baiklah, aku akan membawakan makananmu kesini," balas Arga.


Setelah membawakan makanan untuk Bianca, Argapun memeluk Bianca sebelum ia berangkat ke kantor.


Arga keluar dari kamarnya, namun tidak segera berangkat ke kantor. Ia mengumpulkan semua orang yang bekerja di rumahnya, mulai dari bibi yang bertugas memasak, membersihkan rumah, satpam, tulang kebun dan beberapa orang lainnya.


"Bianca sekarang sedang hamil jadi ada sedikit masalah dengan kebiasaan dan emosinya, Arga harap semua yang bekerja disini bisa memahami hal itu, Arga juga minta maaf jika sikap Bianca mungkin mempersulit kalian semua," ucap Arga.

__ADS_1


Semua yang ada disanapun menganggukkan kepala, mengerti maksud ucapan Arga dan ikut senang atas berita kehamilan Bianca.


__ADS_2