
Di dalam rumah mewah milik orang tua Arga, Bianca berusaha untuk mengendalikan kegugupannya saat itu. Bagaimanapun juga ia harus memberikan kesan pertama yang baik untuk pertemuan pertamanya dengan kedua orang tua Arga.
Bianca dan Argapun duduk bersebelahan bersama mama dan papa Arga yang duduk di seberang meja dengan berbagai macam hidangan di atasnya.
"Mari kita nikmati makan malam dulu sebelum kita membicarakan banyak hal," ucap David Narendra, papa Arga.
Mereka semuapun menikmati makan malam tanpa berbicara satu sama lain, mulai dari hidangan pembuka, makanan utama hingga hidangan penutup.
Diam-diam Nadine memperhatikan setiap gerakan Bianca, ia memperhatikan bagaimana table manner Bianca yang akan menjadi calon menantunya itu.
Ia tidak ingin Arga salah memilih pasangan, terlebih ia sudah berniat untuk menjodohkan Arga dengan Clara yang dinilainya cocok dengan Arga.
Namun karena Arga bersikeras untuk menolak Clara pada akhirnya Nadinepun membiarkan Arga memilih sendiri calon pasangan hidupnya, setidaknya Arga tidak akan berlarut-larut dengan kesedihannya akibat dari masa lalunya bersama Karina.
Setelah makan malam selesai, mama dan papa Arga mulai menanyakan beberapa pertanyaan dasar pada Bianca, tentang tempat tinggal dan kesibukan Bianca.
Mama dan papa Arga sengaja tidak menanyakan tentang orang tua Bianca karena sebelumnya Arga sudah memberitahu kedua orang tuanya jika orang tua Bianca sudah meninggal.
Mama dan papa Argapun sepakat untuk tidak menanyakan tentang hal itu pada Bianca.
Setelah beberapa lama mengobrol berempat, Nadinepun mengajak Bianca untuk berjalan-jalan di sekitar taman yang berada di belakang rumah mereka.
"Apa kau tahu jika sebenarnya Arga sudah tante jodohkan dengan seseorang?" tanya Nadine pada Bianca saat mereka sudah berjalan berdua di taman.
"Bianca mengetahuinya tante," jawab Bianca.
"Lalu kenapa kau masih menerima Arga sebagai kekasihmu? jangan menjawabnya dengan jawaban yang klasik, aku tahu kau pasti akan menjawab jika kau mencintai Arga!"
"Sejauh yang Bianca tau Arga sama sekali tidak mencintai Clara dan dia juga sudah bersikeras untuk menolak perjodohannya dengan Clara Tante," balas Bianca.
"Kau benar, dia memang sangat tidak menyukai Clara, entah apa yang ada di pikirannya padahal Clara sudah sangat sempurna untuknya," ucap Nadine.
"Tapi apa Tante tahu bagaimana sikap Clara sebenarnya? dia bahkan sangat kasar pada orang lain," batin Bianca dalam hati.
Tiba-tiba pandangan Bianca tertuju pada bunga-bunga yang berada di bawah lampu temaram taman.
__ADS_1
"Waahh ini anggrek hitam Papua tante? beruntung sekali Bianca bisa melihatnya secara langsung," tanya Bianca yang berjalan mendekati bunga anggrek hitam milik Nadine.
"Apa yang kau tahu tentang bunga itu?" balas Nadine bertanya.
"Dari yang Bianca baca sebenarnya anggrek ini bukan berasal dari Papua, tetapi anggrek hasil silangan asal Amerika serikat dan sama sekali belum ada jurnal yang menyebutkan tentang adanya anggrek hitam yang berasal dari Papua," jawab Bianca.
"Justru yang dikenal di internasional adalah anggrek hitam Kalimantan, tetapi orang-orang sudah ramai menyebut bunga anggrek hitam Papua tanpa mereka mengerti dari mana sebenarnya anggrek hitam ini berasal," lanjut Bianca yang membuat Nadine cukup terkesima mendengar penjelasan Bianca.
Nadine dan Bianca kemudian membicarakan banyak hal tentang bunga sembari berjalan-jalan di sekitar taman bunga yang dibuat sendiri oleh Nadine.
Dari obrolannya dengan Bianca, Nadine bisa menyimpulkan jika Bianca mempunyai pengetahuan yang cukup luas tentang hobinya, membuatnya merasa senang mengobrol bersama Bianca.
Di sisi lain, Bianca yang sedari tadi mengikuti langkah Nadine harus berusaha untuk menahan sakit pada tumitnya yang terluka karena sepatu high heels milik Lola yang ukurannya terlalu kecil untuk ia pakai.
Setelah beberapa lama mengobrol dan berjalan mengelilingi taman, Nadinepun mengajak Bianca kembali untuk menemui suami dan anaknya yang sudah menunggu di ruang tengah.
Merekapun kembali duduk berempat untuk membicarakan beberapa hal lainnya.
"Apa kau yakin dengan keputusanmu untuk menikah dengan Arga? mengingat kalian berdua belum lama menjalin hubungan," tanya David pada Bianca.
"Kalau begitu kita siapkan saja pesta pernikahan kalian secepatnya," ucap Nadine yang membuat Bianca begitu terkejut.
"Kenapa Mama terburu-buru sekali? bukankah mereka juga harus mempersiapkan banyak hal lainnya?" tanya David pada sang istri.
"Mama sendiri yang akan mempersiapkan semuanya, biarkan Arga dan Bianca melakukan kesibukan mereka seperti biasanya," jawab Nadine.
"Tapi ini adalah pernikahan mereka ma, mereka juga harus ikut andil untuk menentukan seperti apa pernikahan yang mereka inginkan," ucap David.
"Arga setuju dengan Mama, Arga pasti akan menyetujui apapun keputusan Mama," sahut Arga.
"Kalian tenang saja, Mama pasti akan menanyakan pada kalian berdua sebelum mama memutuskan sesuatu," ucap Nadine.
Setelah beberapa lama mengobrol Argapun berpamitan untuk mengantarkan Bianca pulang.
"Baru tadi siang sepertinya Mama ragu untuk bertemu dengan Bianca, kenapa sekarang tiba-tiba Mama ingin mereka cepat menikah?" tanya David pada sang istri ketika Arga dan Bianca sudah meninggalkan rumah mereka.
__ADS_1
"Entahlah, sepertinya Mama menyukainya, Mama yakin dia perempuan yang cocok untuk Arga," jawab Nadine.
"Kenapa Mama yakin sekali? Mama bahkan baru bertemu dengannya!"
"Selain dia cantik cara berpakaiannya juga sopan dan anggun, meskipun dia tidak bisa melanjutkan kuliahnya tapi dia memiliki pengetahuan yang cukup luas dia juga memiliki table manner yang baik," jawab Nadine.
"Dia perempuan yang menyenangkan pa, Mama yakin pelan-pelan Arga pasti bisa melupakan Karina setelah dia menikah dengan Bianca," lanjut Nadine menjelaskan.
Di sisi lain Arga sedang mengendarai mobilnya ke arah tempat kost Lola bersama Bianca yang duduk di sampingnya.
"Sepertinya kau berhasil merebut hati Mama," ucap Arga.
"Mudah-mudahan saja," balas Bianca.
"Apa saja yang kalian bicarakan di belakang tadi? apa Mama bertanya tentang orang tuamu?" tanya Arga.
"Tante Nadine sama sekali tidak membicarakan tentang orang tuaku, kita hanya membicarakan tentang bunga-bunga yang ada di taman belakang," jawab Bianca.
"Kau harus ingat jika Mama dan papa bertanya tentang orang tuamu jawab saja seperlunya tanpa mengatakan tentang hutang 50 miliar itu," ucap Arga mengingatkan yang hanya dibalas anggukan kepala oleh Bianca.
Setelah beberapa lama berkendara Argapun sampai di depan tempat kost Lola.
"Terima kasih sudah mengantarku pulang," ucap Bianca yang hanya dibalas anggukan kepala oleh Arga.
Setelah Bianca keluar dari mobil Arga, Argapun segera mengendarai mobilnya meninggalkan Bianca.
Namun tiba-tiba beberapa pria datang menghampiri Bianca dan menghalangi langkah Bianca.
"Siapa kalian?" tanya Bianca dengan raut wajah menegang karena takut.
"Apa kau lupa kau masih memiliki urusan dengan bos kami!" ucap salah satu pria itu.
Seketika Bianca mengingat siapa para pria itu. Karena tidak ingin para pria itu mengikutinya ke kamar kos Lola, Biancapun memilih untuk berlari.
Namun belum sampai Bianca berlari jauh ia terjatuh karena tumitnya yang terluka oleh sepatu hak tinggi yang ia pakai.
__ADS_1
Para pria itupun tersenyum senang lalu segera meraih tangan Bianca dan menariknya dengan kasar.