Cinta Dan Kontrak Pernikahan

Cinta Dan Kontrak Pernikahan
Mencari Bianca


__ADS_3

Di tempat lain, Bianca baru saja sampai di lokasi yang Lola berikan padanya.


"Lebih baik non Bianca pastikan dulu pada teman non Bianca sebelum kita turun dari sini," ucap pak Dodi pada Bianca.


"Baik Pak, Bianca akan menghubungi Lola," balas Bianca lalu menghubungi Lola, namun belum sampai panggilannya tersambung sebuah pesan masuk dari Lola.


"Ada tempat makan chinese food yang berada di dekat bangunan paling tinggi yang ada disini, kau bisa kesini jika sudah sampai, aku menunggumu di dalam."


Bianca kemudian memberitahu Pak Dodi tentang isi pesan Lola padanya.


"Bianca akan pergi kesana sendiri, Pak Dodi bisa menunggu disini karena sepertinya mobil tidak akan bisa masuk kesana," ucap Bianca pada Pak Dodi.


"Bolehkah saya mengantar non Bianca sampai ke tempat makan? hanya untuk memastikan saja jika di tempat seperti ini ada tempat makan."


"Baiklah, ayo kita keluar," balas Bianca lalu keluar dari mobil bersama Pak Dodi.


Tanpa merasa curiga sedikitpun Bianca berjalan untuk mencari tempat makan yang Lola maksud, sampai akhirnya Bianca melihat beberapa orang yang berjalan dari sebuah gang kecil yang ada disana dan benar saja ternyata di ujung gang kecil itu ada sebuah tempat makan Chinese food.


"Pasti Lola sudah menunggu Bianca disana, jika Pak Dodi mau Pak Dodi bisa ikut bersama Bianca," ucap Bianca.


"Terima kasih non, kebetulan Pak Dodi juga belum makan siang," balas Pak Dodi.


Bianca dan Pak Dodipun memasuki tempat makan itu. Ada beberapa orang yang memenuhi tempat duduk disana bahkan karena terlalu ramai hanya ada satu tempat duduk yang tersisa.


"Pak Dodi pesan saja dulu, Bianca ingin pergi ke toilet sebentar," ucap Bianca lalu berjalan ke arah toilet.


Namun saat Pak Dodi menghampiri meja tempat untuk memesan, tiba-tiba seorang pria bertubuh besar menghantamkan balok kayu tepat di kepala Pak Dodi, membuat Pak Dodi seketika terjatuh dan pingsan.


"Cepat bawa dia pergi," ucap si pemukul.


"Jangan lupa ambil ponselnya dan kembalikan dia ke mobil," ucap yang lain.


Beberapa pria yang ada disanapun segera membopong tubuh Pak Dodi yang sudah tidak sadar untuk keluar dari tempat makan itu lalu memasukkannya ke dalam mobil dan tak lupa salah satu dari mereka mengambil ponsel Pak Dodi.


Mereka segera menghancurkan ponsel Pak Dodi dan membuangnya jauh-jauh sebelum seseorang menghubungi Pak Dodi dan melacak keberadaannya.


Di sisi lain Bianca yang berada di toilet segera menghubungi Lola, berniat memberitahu Lola jika dirinya sudah berada di tempat makan itu, namun ia sama sekali tidak melihat keberadaan Lola di sana.


"Kemana Lola? kenapa dia tidak menerima panggilanku?" tanya Bianca pada dirinya sendiri lalu mengirimkan pesan pada Lola.


"Aku sudah berada disini Lola, kau dimana?"


Sampai beberapa menit tidak ada balasan apapun dari Lola, Bianca kemudian keluar dari toilet setelah membasuh tangannya.


Sebelum Bianca duduk di kursi yang kosong tiba-tiba seseorang mendekap Bianca dari belakang dengan sapu tangan yang sudah diberi dengan obat bius yang membuat Bianca seketika tidak sadarkan diri.


"Oke semuanya selesai, pastikan kalian bereskan tempat ini tanpa meninggalkan jejak sedikitpun sebelum orang lain datang," ucap salah satu pria yang ada disana lalu segera membawa Bianca pergi dari tempat itu.


Bianca kemudian dimasukkan ke dalam mobil dan segera meninggalkan tempat itu.


**


Di tempat lain Arga yang mendengar ucapan Daffa jika ponsel Lola hilang begitu terkejut dan segera mengambil ponselnya untuk menghubungi Bianca.


Beberapa kali Arga berusaha untuk menghubungi Bianca namun tidak pernah tersambung, Arga kemudian menghubungi Pak Dodi namun sama seperti Bianca, Arga juga tidak bisa menghubungi Pak Dodi.


Arga tidak hilang akal, ia menghubungi orang-orang yang ia perintahkan untuk selalu mengawasi Bianca, namun sialnya mereka sedang berada di bengkel karena mobil yang mereka kendarai tiba-tiba mengalami kebocoran ban saat mereka sedang mengikuti Bianca dan Pak Dodi.


"Aaarrghh sial!" ucap Arga panik.


"Ada apa Arga? apa terjadi sesuatu?" tanya Daffa yang melihat Arga tampak panik saat itu.


"Aku yakin terjadi sesuatu pada Bianca, tolong cek CCTV kantor, aku akan berusaha mencari dimana Pak Dodi berada," jawab Arga lalu segera keluar dari ruangannya.

__ADS_1


Meskipun tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Bianca, tetapi Daffa mengikuti perintah Arga untuk segera memeriksa CCTV.


Daffa memeriksa setiap detik CCTV yang menunjukkan keberadaan Bianca di kantor, mulai dari saat Bianca datang sampai saat Bianca menemui Pak Dodi yang tak lama kemudian Bianca dan Pak Dodi meninggalkan kantor dan pergi ke arah yang berlawanan dengan arah mereka pulang ke rumah.


Daffa kemudian segera melaporkan hal itu pada Arga yang saat itu sedang meminta seseorang untuk mencari keberadaan mobil yang digunakan oleh Pak Dodi.


"Aku harus pergi Daffa, tolong handle semua pekerjaanku!" ucap Arga pada Daffa lalu segera mengendarai mobilnya meninggalkan kantor.


Tanpa seorangpun yang bersamanya, Arga mengendarai mobilnya ke arah lokasi dimana mobil Pak Dodi berada.


"Kenapa Pak Dodi membawa Bianca ke tempat seperti ini?" tanya Arga pada dirinya sendiri saat ia mulai memasuki kawasan pabrik yang terbengkalai di pinggir kota.


Tak lama kemudian Argapun melihat mobil yang biasa dikendarai oleh Pak Dodi terparkir di tepi jalan yang ada disana.


Arga segera keluar dari mobilnya lalu menghampiri mobil Pak Dodi, namun saat ia melihat ke dalam ia hanya melihat Pak Dodi yang sedang duduk dengan membaringkan kepalanya di atas setir mobil, sedangkan Bianca sudah tidak ada di dalam mobil.


Arga kembali berusaha menghubungi Bianca dan Pak Dodi, namun mereka berdua sama-sama tidak berhasil dihubungi oleh Arga.


Arga kemudian mengetuk kaca mobilnya, berusaha untuk membangunkan Pak Dodi untuk mencari tahu tentang keberadaan Bianca yang tadi bersama Pak Dodi.


Arga kembali mengetuk kaca mobilnya berkali-kali sampai akhirnya ia mulai melihat Pak Dodi yang menggerakkan kepalanya.


Pak Dodi yang baru saja sadar dari pingsannya begitu terkejut saat ia melihat Arga yang mengetuk kaca mobil dengan raut wajah yang begitu panik.


Dengan keadaan kepalanya yang masih pusing, Pak Dodi melihat ke sekitarnya dan tidak mendapati Bianca di dalam mobil.


Pak Dodi kemudian mencari kunci mobil di setiap saku yang ada di pakaiannya, namun ia tidak menemukannya dan saat itulah pak Dodi sadar jika dirinya terperangkap di dalam mobil.


"Pak, buka pintunya Pak, dimana Bianca pak?" ucap Arga sekaligus bertanya sambil menggedor kaca jendela mobilnya berkali-kali.


Pak Dodipun memberitahu Arga jika dirinya tidak memiliki kunci mobil yang membuatnya terperangkap di dalam mobil.


Namun tiba-tiba Pak Dodi melihat sebuah kertas yang ada di dekat kakinya. Pak Dodi membacanya lalu segera menunjukkannya pada Arga.


Seketika Arga mengepalkan kedua tangannya karena geram dengan apa yang pak Dodi ditunjukkan padanya.


Arga yakin jika orang yang sedang bersama Bianca itu adalah orang yang sama yang dulu pernah menyekap Bianca di bangunan yang ada di hutan.


Di tengah kebingungannya, tak lama kemudian sebuah mobil berhenti di belakang mobil Arga, beberapa orang dari dalam mobil itu kemudian keluar dan menghampiri Arga.


"Satu orang dari kalian harus membantu Pak Dodi untuk keluar dari mobil karena dia terkunci di dalam mobil dan yang lainnya telusuri seluruh tempat ini dan laporkan padaku apapun yang kalian temukan di tempat ini!" ucap Arga pada beberapa orang yang merupakan orang-orang suruhannya.


"Baik bos," balas semua orang itu serempak.


Arga kemudian mengendarai mobilnya meninggalkan tempat itu untuk menemui seseorang yang bisa membantunya untuk melacak keberadaan Bianca.


Setelah Arga bertemu dengan orang yang dicarinya, iapun segera meminta seseorang itu untuk melacak keberadaan Bianca melalui ponsel yang Bianca bawa.


Setelah beberapa lama menunggu, seseorang itupun memberitahu Arga lokasi pasti keberadaan ponsel Bianca saat itu.


"Apa kau yakin dia berada disana?" tanya Arga memastikan.


"Ini adalah lokasi dimana ponsel itu berada, tetapi aku tidak tahu pasti dimana pemilik ponsel itu berada, bisa saja ponsel itu sengaja ditinggalkan disana untuk menghilangkan jejak yang sebenarnya, tapi kau bisa mendatangi lokasi ini untuk memastikannya!"


Arga menganggukkan kepalanya pelan dan tak lama kemudian sebuah panggilan masuk dari orang-orang suruhannya yang berada di daerah kawasan pabrik terbengkalai tempat dimana ia menemukan Pak Dodi.


Orang suruhan Arga yang berada disana menjelaskan pada Arga jika mereka menemukan ponsel yang mereka duga adalah milik Bianca dan juga ponsel milik Pak Dodi yang sudah hancur.


Di dekat mereka menemukan ponsel Bianca mereka juga mendapatkan dua jejak ban mobil yang berbeda.


Selain itu mereka tidak menemukan apapun lagi yang mencurigakan disana, mereka juga memberitahu Arga jika Pak Dodi mendapat pukulan dari benda tumpul yang cukup keras di bagian belakang kepalanya yang membuat Pak Dodi tiba-tiba pingsan.


"Apa kalian sudah berhasil mengeluarkan Pak Dodi?" tanya Arga.

__ADS_1


"Sudah bos."


"Berikan ponselnya pada pak Dodi," ucap Arga.


"Halo Tuan."


"Halo pak, apa pak Dodi baik-baik saja?" tanya Arga memastikan keadaan Pak Dodi.


"Saya baik-baik saja Tuan, tetapi saya minta maaf karena saya lalai menjaga non Bianca, sekarang saya tidak tahu apa yang terjadi padanya karena saya tiba-tiba pingsan saat berada di tempat makan," jawab Pak Dodi menjelaskan.


"Tempat makan apa maksud pak Dodi?"


Pak Dodi kemudian menjelaskan mulai dari saat Bianca memintanya untuk mengantar ke lokasi pabrik itu sampai Bianca mengajaknya untuk makan di tempat makan yang ada disana dan tiba-tiba seseorang memukul pak Dodi dengan benda tumpul yang membuat Pak Dodi pingsan hingga akhirnya terbangun di dalam mobil dengan keadaan terkunci dari luar.


"Tapi disana tidak ada tempat makan Pak!" ucap Arga yang terkejut mendengar penjelasan Pak Dodi.


"Tapi saya benar-benar mendatangi tempat makan itu Tuan, non Bianca meminta saya untuk memesan terlebih dahulu saat non Bianca pergi ke toilet, setelah itu saya sudah tidak mengingat apapun lagi setelah saya pingsan," jelas Pak Dodi.


"Apa tidak ada sesuatu yang aneh di tempat makan itu pak?" tanya Arga.


"Tidak ada Tuan, seperti tempat makan pada umumnya bahkan tempat makan itu sangat ramai pengunjung dan hanya ada satu bangku yang tersisa disana," jawab Pak Dodi.


"Baiklah kalau begitu, Pak Dodi pergi ke rumah sakit saja terlebih dahulu untuk memastikan keadaan Pak Dodi," ucap Arga pada pak Dodi.


Sebelum mengakhiri panggilannya, Arga meminta orang-orang suruhannya untuk memeriksa semua CCTV yang berada di sekitar tempat itu.


Namun mereka sudah memeriksanya dan sama sekali tidak ada CCTV disana, mereka baru menemukan CCTV pertama yang berada sejauh 500 meter dari area pabrik itu dan tidak mendapati apapun yang mencurigakan dari rekaman CCTV yang terekam sejak siang hari tadi.


Arga kemudian menghubungi orang suruhannya yang lain untuk memeriksa bangunan kosong yang ada di bukit tempat orang-orang jahat itu pernah menyekap Bianca.


Arga berusaha keras untuk memikirkan segala kemungkinan yang terjadi sebelum orang-orang jahat itu melakukan sesuatu pada Bianca.


**


Di tempat lain, Bianca yang baru sadar dari pingsannya mengerjapkan matanya dan baru tersadar jika kedua tangannya terikat ke belakang, kedua kakinya juga terikat bahkan badannyapun terikat pada kursi yang ia duduki saat itu.


Bianca membawa pandangannya ke sekelilingnya dan melihat beberapa orang yang pernah dia lihat sebelumnya.


"Mereka lagi, mereka pasti orang suruhan pria hidung belang yang ada di bar itu, pria yang juga merupakan rival perusahaan Arga, ternyata dia belum menyerah padaku," ucap Bianca dalam hati.


Setelah melihat Bianca sadar, salah seorang dari pria itu kemudian menghubungi seseorang.


"Dia sudah sadar bos, apa yang harus kita lakukan sekarang?"


"Beri dia minum, dia pasti kehausan!"


"Baik bos."


Salah seorang pria itu kemudian mendekati Bianca dan melepas lakban yang menutup mulut Bianca dengan kasar.


Biancapun hanya merintih kesakitan tanpa bisa melakukan apapun. Pria itu kemudian memberikan sebotol air minum pada Bianca dan mendekatkannya di mulut Bianca


Bianca hanya menggelengkan kepalanya dengan mengalihkan pandangannya, namun laki-laki itu dengan kasar menarik rambut Bianca dan memaksa Bianca untuk meminum minuman yang ia berikan.


"Ini hanya air putih biasa, minumlah dan jangan membuatku melakukan kekerasan padamu!" ucap pria itu sambil memaksa Bianca untuk meminum minuman yang ia berikan.


Karena tidak dapat menghindari, Biancapun akhirnya meminum minuman itu dan sisa dari minuman itu sengaja pria itu tumpahkan di wajah dan badan Bianca.


Para laki-laki itupun tertawa melihat Bianca yang sudah basah tanpa bisa melakukan apapun di hadapan mereka.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang? aku bahkan tidak tahu dimana aku berada saat ini dan Lola, apa yang terjadi pada Lola? apa dia baik-baik saja?" batin Bianca bertanya dalam hati.


Di tengah keadaanya yang terancam, Bianca masih mengkhawatirkan Lola karena ia benar-benar berpikir jika Lola yang mengajaknya untuk makan siang di tempat makan itu.

__ADS_1


__ADS_2