Cinta Dan Kontrak Pernikahan

Cinta Dan Kontrak Pernikahan
Di Restoran


__ADS_3

Arga dan Bianca masih berada di balkon. Untuk beberapa saat Arga hanya terdiam mendengarkan apa yang Bianca katakan.


Ia menyangka jika ternyata Bianca memiliki perasaan yang begitu dalam pada kedua orang tuanya.


Apa yang Bianca katakan membuat Arga teringat bagaimana sikap Karina saat mereka dulu masih memiliki hubungan.


Meskipun Arga dan Karina sudah cukup lama memiliki hubungan yang serius, tetapi orang tua Arga nyatanya tidak terlalu dekat dengan Karina.


Mama dan papa Arga hanya beberapa kali bertemu dengan Karina saat Arga mengajak Karina untuk makan malam bersama di rumahnya.


Sebagai orang tua, mama dan papa Arga tidak terlalu ikut campur dengan kehidupan pribadi Arga, selama apa yang Arga lakukan masih berada di jalur yang benar menurut mereka.


Namun saat orang tua Arga mengetahui jika Karina berselingkuh, untuk pertama kalinya orang tua Arga menentang keputusan Arga yang masih berusaha untuk mempertahankan Karina.


Hingga akhirnya Arga mengetahui sebuah fakta yang begitu mengejutkannya, fakta bahwa ternyata Karina sudah bertunangan dengan selingkuhannya.


Meskipun begitu Arga masih mengharapkan Karina agar kembali padanya, Arga bahkan beberapa kali membuat masalah dan keributan semenjak Karina meninggalkannya.


Untuk beberapa saat Arga sempat kehilangan arah karena terlalu frustasi dengan masalah percintaannya.


Mama Argapun memutuskan untuk menjodohkan Arga dengan Clara, anak dari teman mama dan papa Arga.


Mama dan papa Arga berharap Arga akan segera melupakan Karina setelah Arga memiliki kekasih baru, meskipun mereka tahu jika Arga sama sekali tidak menyukai Clara.


Kini waktu membawa Arga untuk menjalani pernikahannya bersama Bianca, perempuan cantik yang bisa merebut hati kedua orang tua Arga dengan mudah.


Arga hanya perlu menjalani pernikahannya dengan Bianca selama 2 tahun sesuai dengan kesepakatan yang sudah mereka sepakati bersama tanpa sepengetahuan kedua orang tua Arga.


Entah apa yang akan terjadi selama 2 tahun pernikahannya dengan Bianca, tapi yang pasti Arga masih berusaha untuk mendekati Karina dan membuat Karina kembali padanya, sebelum Karina benar-benar menjadi istri Bian.


Tak dapat dipungkiri, gadis cantik yang ada di hadapannya saat itu memang sangat baik, tak hanya padanya tapi juga pada kedua orang tuanya, namun Arga masih tetap teguh pada niat awalnya untuk membuat Karina kembali padanya.


Hubungan asmara yang sudah lama terjalin antara dirinya dan Karina tidak mudah berlalu dan pergi dari hatinya, meskipun tak jarang Arga merasa berdebar saat ia berada di dekat Bianca.


"Kau beruntung dengan kehidupanmu yang sekarang Arga, apapun masalah berat yang kau hadapi setidaknya kau masih memiliki orang tua yang sangat menyayangimu," ucap Bianca.


"Jadi aku mohon padamu berhenti mendiamkan Mama seperti ini, apa yang kau lakukan sudah membuat Mama sangat bersedih Arga!" lanjut Bianca.


"Lalu menurutmu apa yang harus aku lakukan sekarang?" tanya Arga.


"Seperti yang aku katakan, mama dan papa merencanakan untuk berlibur bulan depan, jadi kau harus ikut, oke?"


Arga menghela nafasnya panjang lalu menganggukkan kepalanya dengan tersenyum.


"Aku harus segera menghubungi Mama, Mama pasti sangat senang mendengar hal ini," ucap Bianca yang segera beranjak dari duduknya.


"Terima kasih Bianca," ucap Arga yang membuat Bianca segera membawa pandangannya pada Arga dengan mengernyitkan keningnya.


"Terima kasih untuk apa?" tanya Bianca tak mengerti.


"Semuanya," jawab Arga sambil beranjak dari duduknya lalu berjalan pergi meninggalkan Bianca.


Bianca hanya mengernyitkan keningnya tak mengerti kenapa Arga tiba-tiba berterima kasih padanya. Bianca kemudian membawa langkahnya untuk masuk ke kamarnya dan segera menghubungi Mama Arga.


Bianca memberitahu Mama Arga jika Arga setuju untuk pergi berlibur bersama bulan depan.


**


Hari telah berganti, seperti biasa Arga berangkat ke kantor sebelum Bianca keluar dari kamarnya.


Sesampainya di kantor Arga segara masuk ke ruangannya dan mengerjakan pekerjaannya sampai lebih dari jam 5 sore.


Tooookkk tooookkk tooookkk


Suara ketukan pintu membuat Arga segera membawa pandangannya ke arah pintu di ruangannya dan tak lama kemudian Daffa masuk lalu menghampirinya.


"Aku sudah menyelesaikan semuanya," ucap Daffa sambil memberikan sebuah map pada Arga.


"Oke," balas Arga yang masih tampak fokus dengan komputer di hadapannya.


"Apa kau tidak akan pulang sekarang?" tanya Daffa.


"Masih banyak yang harus aku kerjakan, kau pulang saja dulu," jawab Arga.


"Baiklah, hubungi aku jika kau membutuhkan sesuatu," ucap Daffa yang hanya dibalas anggukan kepala oleh Arga.


Daffa kemudian berjalan meninggalkan ruangan Arga dan mengendarai mobilnya meninggalkan kantor, sedangkan Arga masih fokus dengan pekerjaan yang harus segera ia selesaikan.


Waktu berlalu, jam sudah menunjukkan pukul 07.00 malam saat Arga masih sibuk dengan pekerjaannya di kantor.


Arga kemudian teringat Bianca lalu segera menghubungi Bianca, khawatir jika Bianca akan menunggunya untuk makan malam, sedangkan ia harus menyelesaikan pekerjaannya sampai larut malam di kantor.

__ADS_1


"Halo Bianca, apa kau sudah makan malam?" tanya Arga setelah Bianca menerima panggilannya


"Tentu saja belum, aku menunggumu," jawab Bianca.


"Sepertinya malam ini aku tidak bisa makan malam di rumah, lebih baik kau segera makan malam karena masih banyak pekerjaan yang harus segera aku selesaikan di kantor," ucap Arga.


"Oke baiklah," balas Bianca.


Arga menghela nafasnya panjang lalu beranjak dari duduknya untuk pergi ke pantry membuat minuman.


Saat Arga kembali, sudah ada beberapa panggilan tak terjawab dari Karina. Tetapi Arga memilih untuk mengabaikannya karena ia harus segera menyelesaikan pekerjaannya.


Biiiiippp biiiipp biiiiippp


Ponsel Arga kembali berdering, sebuah panggilan masuk lagi dari Karina namun Arga masih mengabaikannya karena ia harus fokus dengan pekerjaannya.


Namun ternyata Karina tidak menyerah dan terus menghubungi Arga, membuat Arga pada akhirnya menerima panggilan Karina.


"Halo Karina, maaf aku sangat sibuk dengan pekerjaanku," ucap Arga setelah ia menerima panggilan Karina.


"Aku ingin bertemu denganmu, aku ingin meminta tolong padamu dan aku pikir hanya kau yang bisa membantuku," ucap Karina.


"Ada apa Karina? apa ada masalah?" tanya Arga khawatir.


"Aku tidak bisa menjelaskannya disini, bisakah kita bertemu sekarang?" balas Karina.


"Baiklah, temui aku di restoran yang ada di dekat kantor," ucap Arga.


"Oke," balas Karina.


Setelah panggilan berakhir, Argapun segera menyimpan semua file pekerjaannya dan merapikan meja kerjanya sebelum ia meninggalkan ruangannya.


Arga menyambar jasnya lalu mengenakannya dan segera berjalan keluar dari ruangannya.


Arga kemudian mengendarai mobilnya meninggalkan kantor ke arah restoran yang ada di dekat kantornya.


Sesampainya disana Arga segera memesan satu ruangan VIP yang disediakan oleh restoran itu. Ruangan VIP tertutup yang hanya akan ada dirinya dan Karina disana.


Arga kemudian memesan beberapa makanan kesukaan Karina lalu mengirim pesan pada Karina, memberi tahunya jika ia sudah berada di restoran.


Setelah beberapa lama menunggu, Karinapun datang. Dengan senyumnya yang selalu membuat Arga jatuh cinta, Karina berjalan menghampiri Arga.


"Kenapa kita bertemu disini?" tanya Karina pada Arga.


"Bian melarangku makan malam Arga, makan malam hanya akan membuat berat badanku naik," ucap Karina.


"Sesekali tidak ada salahnya Karina, makan makanan yang kau suka adalah salah satu cara untuk membuat hidupmu lebih bahagia," ucap Arga yang hanya dibalas senyum oleh Karina.


Tak lama kemudian makanan pesanan Arga datang, kini meja yang ada di hadapan Arga dan Karina sudah dipenuhi oleh beberapa makanan dan minuman pesanan Arga.


"Arga, aku mengajakmu bertemu karena ada sesuatu yang ingin aku katakan," ucap Karina.


"Katakan nanti saja, aku sudah sangat lapar," balas Arga sambil mengambil potongan daging dan memberikannya pada Karina.


Mereka berduapun menikmati makan malam mereka. Setelah hampir semua makanan di atas meja habis, Karinapun mengatakan alasannya untuk menemui Arga.


"Aku membutuhkan bantuanmu Arga," ucap Karina.


"Apa itu tentang Bian?" tanya Arga.


"Tidak, ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Bian, justru aku tidak ingin Bian mengetahui hal ini," jawab Karina.


"Ada apa Karina? katakan padaku!"


"Aku..... aku membutuhkan psikiater, Arga," ucap Karina yang membuat Arga cukup terkejut.


"Psikiater? kenapa Karina? apa ada masalah denganmu? apa terjadi sesuatu yang tidak aku tau?" tanya Arga khawatir.


"Maaf Arga.... aku.... aku tidak bisa menceritakannya padamu," jawab Karina dengan menundukkan kepalanya.


Melihat hal itu, Arga segera beranjak dari duduknya lalu membawa dirinya duduk di samping Karina.


"Karina, kau bisa memberi tahuku apapun masalah yang sedang kau hadapi, aku pasti akan membantumu sebisaku," ucap Arga dengan menggenggam tangan Karina.


"Aku tidak bisa memberi tahu siapapun tentang masalahku Arga, termasuk kau dan Bian, itu kenapa aku membutuhkan psikiater, aku bisa gila jika aku terus memendamnya sendiri, tapi aku tidak mungkin menceritakannya padamu ataupun Bian," ucap Karina dengan kedua mata berkaca-kaca.


Arga menghela nafasnya panjang lalu membawa Karina ke dalam dekapannya. Meskipun ia tidak tau masalah apa yang sebenarnya sedang di hadapi Karina, tetapi ia berharap pelukannya sedikit bisa menenangkan suasana hati Karina saat itu.


"Baiklah, aku tidak akan memaksa, aku akan membantumu untuk bertemu dengan psikiater yang aku kenal," ucap Arga.


"Terima kasih banyak Arga," balas Karina yang masih berada dalam dekapan Arga.

__ADS_1


"Apapun masalah yang sedang kau hadapi, aku harap kau bisa segera menyelesaikannya Karina," ucap Arga.


Karina hanya menganggukkan kepalanya tanpa mengatakan apapun. Ia juga berharap hal yang sama, ia berharap ia bisa segera menyelesaikan masalah yang sedang dia hadapi saat itu.


Setalah berpelukan untuk beberapa lama, Arga kemudian melepaskan Karina dari pelukannya.


"Bolehkah aku bertanya satu hal saja?" tanya Arga pada Karina.


"Apa?"


"Apa masalah yang kau hadapi saat ini berhubungan dengan Bian?" tanya Arga.


Karina terdiam untuk beberapa saat lalu menggelengkan kepalanya pelan dan mengalihkan pandangannya dari Arga.


"Karina lihat aku," ucap Arga sambil membawa pandangan Karina padanya.


"Jika Bian tidak membuatmu bahagia, tinggalkan dia, kau pantas mendapatkan kebahagiaan bersama laki-laki lain yang lebih mencintaimu Karina," ucap Arga.


"Kau tidak tau apa-apa Arga, berhentilah memintaku untuk meninggalkan Bian, aku sudah bertunangan dengannya, kau tau itu!" balas Karina yang segera beranjak dari duduknya.


"Maafkan aku," ucap Arga sambil menahan tangan Karina.


"Aku ingin pulang," ucap Karina.


"Aku akan mengantarmu," balas Arga yang juga segera beranjak dari duduknya.


Arga dan Karinapun meninggalkan ruangan itu dan berjalan keluar dari restoran.


Di tempat lain, Lola menghubungi Bianca, mengajak Bianca untuk makan malam di salah satu restoran.


Bianca kemudian mengirim pesan pada Arga, memberi tahu Arga jika ia akan pergi makan malam bersama Lola.


Namun karena Arga terlalu fokus dengan Karina, Arga tidak menyadari pesan Bianca yang masuk ke ponselnya.


Dengan diantar oleh Pak Dodi, Bianca dan Lola pergi ke salah satu restoran yang cukup mewah.


Setelah beberapa lama dalam perjalanan, merekapun sampai di restoran itu


"Lola, kau yakin mengajakku makan malam disini?" tanya Bianca pada Lola saat mereka baru saja sampai.


"Tentu saja yakin, ini adalah gaji pertama yang aku dapatkan dari video yang aku unggah," jawab Bianca.


"Video untuk perusahaan Arga?" tanya Bianca yang dibalas senyum dan anggukan kepala dengan penuh semangat oleh Lola.


"Waaahhh akhirnya kau berhasil Lola, aku sudah menduganya, kau pasti bisa memberikan yang terbaik," ucap Bianca bangga


"Sekarang aku sedang fokus untuk memikirkan ide tentang video apa yang akan unggah selanjutnya, sembari menunggu panggilan kerja, aku ingin menghasilkan uang dari video yang aku unggah Bianca!"


"Apa Daffa yang membantumu?" tanya Bianca.


"Tentu saja, aku berhutang banyak padanya," jawab Lola.


Bianca hanya tersenyum dengan menganggukkan kepalanya pelan. Saat mereka baru saja duduk di dalam restoran, Lola baru menyadari jika dia kehilangan ponselnya.


"Aku yakin membawanya tadi, apa mungkin tertinggal di mobil?"


"Kita periksa saja di mobil," ucap Bianca.


"Kau tunggu saja disini, pesan makanan dan minuman untukku juga, aku akan memeriksa ponselku di mobil," ucap Lola lalu segera membawa langkahnya meninggalkan Bianca.


Lola kembali ke tempat parkir untuk mencari ponselnya, namun ia begitu terkejut melihat apa yang ada di hadapannya.


Dengan jelas Lola melihat Arga yang berjalan dengan seorang perempuan berambut panjang.


Arga bahkan membukakan pintu mobilnya untuk perempuan itu. Melihat hal itu, Lolapun segera berlari kecil menghampiri Arga yang akan masuk ke dalam mobilnya.


"Arga!" panggil Lola yang membuat Arga segera membalikkan badannya dan begitu terkejut saat ia melihat lola.


"Lola..... apa yang kau lakukan disini?" tanya Arga yang sedikit gugup.


"Siapa dia?" balas Lola bertanya tanpa basa-basi.


"Dia.... dia klienku, apa kau bersama Daffa disini?" jawab Arga sekaligus bertanya, berusaha untuk mengalihkan perhatian Lola.


"Bukan urusanmu, aku akan bertanya sekali lagi dan aku harap kau akan menjawabnya dengan jujur, siapa perempuan yang ada di dalam mobilmu Arga?" tanya Lola dengan penegasan di setiap kalimatnya


"Dia klienku, dia...."


"Klien? apa kau terbiasa menemui klienmu di restoran mewah seperti ini? apa kau selalu membukakan pintu untuk klienmu? apa kau juga harus mengantar klienmu pulang?" tanya Lola yang membuat Arga semakin gugup.


"Lola, aku....."

__ADS_1


"Pasti Bianca tidak mengetahui hal ini bukan? Kau pasti berbohong lagi padanya bukan?" Tanya Lola dengan kesal.


"Terserah apa yang kau pikirkan tentangku, tapi tolong jangan mengatakan apapun pada Bianca, aku tidak ingin dia salah paham," ucap Arga lalu masuk ke dalam mobilnya dan mengendarainya pergi begitu saja.


__ADS_2