Cinta Terbaik

Cinta Terbaik
Reuni - 2


__ADS_3

Setelah diputuskan, akhirnya mereka semua segera menuju ke kafe disalah satu mall tak jauh dari sana. Sebenarnya, Intan sudah sedikit tak nyaman dengan acara rauni hari itu. Moodnya sudah kacau setelah kedatangan Nurul. Tapi, Ifa memintanya untuk tinggal lebih lama. Apalagi jika tidak untuk makan.


Intan masih ingat begitu berbinarnya mata Ifa saat mengetahui kalau makan mereka gratis hari itu. Tentu saja karna ada yang membayarinya. Ifa tentu tidak akan menyia-nyiakan kesemapatan untuk makan gratis.


Saat Intan dan Ifa hendak memasuki resto itu, teman-teman perempuannya yang lain menghentikan langkah mereka dan mulai berbisik-bisik melihat pemuda yang memainkan ponselnya di depan resto itu.


"Ada apa sih?" Tanya Ifa yang heran.


"Fa, lihatlah ada pemuda tampan disana! Wah, mataku segar seketika." Jawab salah satu temannya.


Ifa dan Intan pun mengikuti arah pandang teman-temannya. Mereka melihat pemuda tampan yang dimaksud teman-temanya.


"Apakah itu pemuda tampan yang dimaksud mereka?" Tanya Ifa seakan tak percaya.


"Sepertinya begitu ... Hm, tapi apakah seperti itu sudah termasuk tampan ya?" Tanya Intan mengamati pemuda itu.


"Haha. Bagi mereka tentu saja sudah tampan. Tapi, berbea dengan kita. Pacar kita kan jauh berkali-kali tampan daripada dia." Jawab Ifa sambil mengingat Bayu dan Setya.


"Kamu benar. Sepertinya standart tampanku berubah semenjak mengenal kak Setya dan kak Bayu." Ucap Intan sambil mengingat Setya yang tersenyum manis padanya. Mengingat itu saja sudah bisa membuat Intan tersenyum senang.


Senyuman Intan disalah artikan oleh Nurul. Nurul mengira kalau Intan tertarik dengan pemuda itu. Ia pun menyeringai senang. Kemudian, ia melenggang dengan percaya dirinya mendekati pemuda itu.


"Sayang, sudah menunggu lama?" Tanya Nurul manja. Ternyata pemuda itu adalah pacar Nurul.


Seketika para gadispun kembali berbisik-bisik dan membicarakan Nurul yang sangat beruntung bisa mendapatkan pacar yang begitu tampan. Nurul yang mendengar itu pun tersenyum penuh kemenangan. Ia menatap ke arah Intan berada. Tapi, tatapan mata Intan yang terlihat acuh, apalagi Ifa juga yang ikut menatapnya jijik pun membuat Nurul kembali merasa geram.


"Apakah, dia dengan sengaja menyuruh pacarnya kesini untuk membuatmu merasa iri?" Tanya Ifa dengan padangan jijik pada Nurul.


"Mungkin saja. Tapi, aku sama sekali tak peduli. Tinggalkan saja dia." Jawab Intan acuh dan kembali berjalan masuk ke resto.


Nurul begitu geram melihat itu, ia pun menarik pacarnya untuk ikut masuk ke dalam resto. Ia sengaja memilih tempat duduk tepat di depan Intan. Tentu saja hal itu membuat Intan dan Ifa semakin muak.


"Selera makanku langsung hilang!" Bisik Ifa pada Intan.


"Kan sudah ku katakn dari tadi. Sudahlah, kita sudah sampai disini juga. Anggap saja mereka tak ada." Jawab Intan acuh.


"Oh ya, Tan-Fa. Kenalin ini pacarku, Alex ... Alex, mereka ini teman baik ku Intan dan Ifa." Ucap Nurul memperkenalkan mereka.


"Aku ralat perkataanmu, aku gak pernah merasa tuh berteman baik denganmu." Seru Ifa tajam.


"Hehe. Berteman baik atau tidak itu bukan masalah bukan? Kalian tetap teman satu SMP. Perkenalkan aku Alex." Ucap Alex dengan senyumannya. Senyum itu mampu membuat para gadis kembali berbisik-bisik dan kagum.


"Maaf, kami sudah berjanji tidak akan bersentuhan dengan pria lain." Ucap Intan dingin tanpa menatap Alex sama sekali.


Intan sibuk membaca buku menu dengan begitu anggunnya. Alex yang melihat itu cukup merasa tertarik dengan Intan.


Gadis ini cukup menarik juga. Gadis lain akan terpesona padaku, tapi dia bahkan tidak menatapku ... Sebenarnya, gadia disebelahnya juga cukup menarik, tapi aura gadis ini lebih kuat. Menarik!! ... Alex.


Nurul menangkap basah Alex yang terlihat terpesona dengan Intan, lebih merasa geram lagi. Ia menarik tangan Alex yang masih terulur dan bergelayut manja disana.


Awas kamu Tan! Kamu sengaja menggoda pacarku!! ... Nurul.


Setelah itu mereka kembali menikmati makanan yang mereka pesan masing-masing. Intan dan Ifa benar-benar mencuekkan Nurul dan pacarnya. Mereka menganggap Nurul dan Alex seperti tak ada di depan mereka.

__ADS_1


Kring ... Kring ... Kring


Ponsel Ifa berbunyi sangat nyaring. Ia segera mengambilnya dan melihat nama Bayu disana.


"Aku akan mengangkat panggilan ini diluar sebentar ya." Bisik Ifa sambil menunjukkan nama Bayu di ponselnya.


Intan tersenyum geli dan akhirnya mengangguk mengiyakan. Ifa segera berlalu keluar resto dan mengangkat panggipan telponnya.


"Hallo? Ada apa kak?!" Tanya Ifa setelah ia mengangkat telponnya.


"Hm, kenapa kamu sangat cantik? Bukankah aku sudah menyuruh kamu berdandan biasa saja?" Omel Bayu dengan nada kesal.


"Aku sudah mengenakan baju biasa dan tidak berias kok." Jawab Ifa sambil memeriksa kembali pakaiannya.


"Tapi, kamu terlihat sangat cantik." Ucap Bayu menggoda.


"Mana kakak tahu. Kan kakak belum melihatku." Ucap Ifa merasa heran sekaligus geli dengan uucapan Bayu.


"Aku melihatmu kok. Kamu sangat cantik." Ucap Bayu sambil tersenyum menatap Ifa.


"Melihatku?" Seru Ifa terkejut. Ia segera menoleh dan mencari keberadaan Bayu di sekitarnya. Dan akhirnya ia melihat Bayu tak jauh dari sana. Ifa segera berlari ke arah Bayu.



"Bagaimana kakak bisa kesini? Jangan-jangan kakak lagsung ke sini saat aku memberitahu tadi?" Tebak Ifa sambil menatap Bayu tajam.


"Tentu saja. Aku ingin melihat pacarku. Sekalian untuk mengantarkanmu nanti." Jawab Bayu dengan senyuman diwajahnya.


"Huh! Kak Bayu ada-ada saja. Kami masih makan." Ucap Ifa memberitahu.


"Baiklah. Aku akan mempercapat makanku dan menyusul kakak disini. Tunggu aku ya." Ucap Ifa sambil berlalu kembali ke resto.


Sebelum itu, di resto ternyata Intan juga mendapatkan telpon dari Setya juga. Namun, karna ia melihat tas Ifa ditinggalkan begitu saja, akhirnya Intan memilih mengangkat telpon Setya disitu juga.


"Hallo?"


"Belum selesai kah acaranya? Masih lama?" Tanya Setya dengan suara lembut.


"Belum, kami masih makan. Tapi sebentar lagi selesai kok. Kenapa?" Jawab Intan dengan senyum kecil.


Nurul dan Alex terus memperhatikan Intan. Nurul menatap tak suka melihat Intan tersenyum seperti itu. Sedangkan, Alex semakin kagum pada Intan, karna ia baru pertama melihat Intan tersenyum.


"Aku merindukanmu ... Aku juga ingin menghabiskan waktu bersamamu." Ucap Setya dengan lembut. Intan tak menjawab dan semakin tersipu mendengarnya. Nurul semakin tak tahan dan mencurigai Intan.


"Siapa yang menelponmu Tan? Kamu terlihat sangat senang menerima telponnya. Jangan-jangan dia pacarmu ya?" Seru Nurul sengaja dengan suara agak keras. Sehingga membuat teman-teman lain menatap Intan.


"Siapa yang menelponku bukan urusanmu. Dan lagi kamu sangat tak sopan mendengarkan obrolan orang lain." Ucap Intan tak suka. Setya yang mendengar itu mengerutkan alis dengan heran.


"Apakah benar itu pacarmu, Tan?" Seru Amir yang juga terlihat penasaran.


"Maaf aku gak sengaja. Tapi, lihatlah sepertinya teman-teman yang lain juga penasaran dengan pacarmu. Ajak aja dia kesini." Seru Nurul mengusulkan.


Nurul begitu percaya diri kalau pacar Intan tak akan mengalahkan Alex. Dia sudah tau bagaimana selera Intan sebelumnya. Nurul ingin mempermalukan Intan.

__ADS_1


"Benar kata Nurul, ajak aja dia kesini. Kami penasaran!" Seru Amir ikut memprovokasi.


"Maaf, tapi tidak bisa." Jawab Intan.


"Kenapa?! Hey, pacarnya Intan kau bisa mendengar suaraku? Datanglah kesini. Semua disini ingin melihatmu." Teriak Amir agar Setya bisa mendengarnya.


"Kakak tak perlu mendengarkannya ..."


"Aku akan segera sampai disana." Ucap Setya memotong ucapan Intan.


"Apa?! Tidak perlu kak! Kakak tidak perlu datang!" Seru Intan cepat.


"Kenapa Tan? Kamu malu jika pacarmu kesini? Kami hanya ingin menyapanya saja kok." Ucap Nurul dengan senyum licik.


Intan menatap Nurul geram, ia tak suka Nurul yang menjelek-jelekkan Setya. Apalagi, Intan juga melihat teman-teman yang lain mulai berbisik meremehkan.


"Siapa yang malu?! ... Baiklah kak, datang saja. Aku menunggu kakak disini." Ucap Intan sebelum memutus panggilan telponnya.


Bertepatan saat itu, Ifa baru saja kembali. Ia bingung melihat suasana yang tegang disana.


"Ada apa ini?" Tanya Ifa bingung.


"Kau datang tepat waktu, sebelum melihat pacar Intan datang." Jawab Nurul santai.


"Apa?!" Seru Ifa terkejut. Ia menatap Intan bingung. Tapi, melihat Intan yang menatapnya ia bisa tahu kalau semua ini ulah Nurul.


Dasar bodoh! Yang akan malu disini bukan Intan tapi kau, Nurul.!!! Ah, aku juga harus menghubungi kak Bayu agar ikut datang. Aku ingin melihat wajah kekalahan Nurul. Hehe ... Ifa


Ifa tersenyum licik dan mulai mengetikkan pesan pada Bayu agar ikut datang dengan Setya untuk menjemputnya pergi.


...****************...


Intan menunggu dengan cemas akan kedatangan Setya. Bukan karna dia merasa malu, tapi dia gak mau Setya dipandangi oleh gadis-gadis disana.


"Wow! Lihatlah kedua pemuda tampan itu!" Seru salah satu teman perempuan Intan.



Intan dan Ifa segera melihat ke arah pintu masuk. Benar saja Intan dan Ifa melihat Setya dan Bayu berjalan memasuki resto dengan aura ketampanan mereka. Sehingga, semua mata gadis disana tertuju pada mereka, bahkan ada yang memfoto mereka diam-diam. Nurul juga terpesona melihat Setya dan Bayu. Intan menatap itu tak suka. Ia menekuk wajahnya dan terlihat kesal.


Setya dan Bayu mengedarkan pandangannya mencari keberadaan pacar mereka masing-masing. Setya tersenyum saat melihat Intan. Kemudian, dia dan Bayu berjalan mendekati Intan dan Ifa.


Mereka berjalan kesini?! Tidak mungkin bukan?! Tidak mungkin salah satu dari mereka pacar Intan bukan? ... Seru hati Nurul tak terima.


"Maaf membuatmu menunggu, sayang." Ucap Setya dengan mengulurkan tangan pada Intan.


Intan menerima uluran tangan Setya dengan senanh hati. Ia bangkit dari duduknya dan berdiri di sebelah Setya. Ifa memeperhatikan ekspresi wajah Nurul yang terlihat kesal. Ifa tersenyum puas dibuatnya.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2